
Hanya Tetua Kedua dan Huan Caiyi yang menyadari bahwa Lin Yan saat ini berada dalam posisi menang. Para Tetua lainnya dan murid-murid yang menonton mengira bahwa Lin Yan akan kalah tidak lama lagi.
“Kau memang hebat dalam hal menghindar. Meskipun begitu, tidak akan ada artinya jika kau hanya menyerang satu kali dalam sepuluh kali pertukaran!” Long Yang menyeringai kejam saat mengatakan itu. Ia tentu tidak akan melepaskan Lin Yan kali ini karena sudah menjadi duri di mata Kerajaan Bintang.
“Benarkah? Tampaknya kau sangat percaya diri. Baiklah jika kau ingin kalah secepat itu. Akan ku perlihatkan seperti apa perbedaan diantara kita!” Balas Lin Yan dan menggunakan teknik miliknya.
“Tombak Petir Suci..”
Lin Yan mengangkat Tombak Raja Langit ke arah langit. Qi yang dikumpulkan oleh Lin Yan membentuk awan gelap di langit.
“Gaya Pertama, Tubuh Petir Suci..”
Blar!
Petir hitam yang memiliki warna putih di pinggirannya pun menyambar ke arah Lin Yan.
Bom!
Ledakan terjadi karena petir tersebut menabrak Lin Yan. Para Tetua dan murid bingung melihatnya karena tidak mengerti apa maksud dari apa yang dilakukan oleh Lin Yan.
“Ini bukankah teknik Tombak Petir Suci? Apakah penggunaannya memang seperti itu?” Tetua Kedua mengerut karena sudah membaca tentang teknik yang digunakan oleh Lin Yan karena tentu saja teknik tersebut pernah beredar namun penggunaannya berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Lin Yan.
Untuk Gaya pertama, Tubuh Petir Suci, itu mengkhususkan untuk merangsang tubuh dengan qi Petir agar mampu bergerak lebih cepat serta meningkatkan daya serangan pada gaya tombak bebas.
Di sisi lain, Lin Yan sama sekali tidak memodifikasi teknik namun menggunakan cara yang sedikit berbeda yaitu menambah kekuatan petir dengan cara menggunakan qi miliknya dibentuk dalam jumlah yang lebih besar lalu melemparnya ke arah langit, setelah itu awan petir akan tercipta dan petir yang berasal dari qi dan alam pastilah jauh lebih kuat dari pada petir yang dibentuk menjadi qi secara langsung untuk merangsang tubuh agar bisa bergerak lebih cepat.
Brrrttt! Brrrttt!
Petir ganas menyambar terus-menerus dari tubuh Lin Yan ke arah samping. Rambut hitam Lin Yan pun menari-nari di udara.
Sementara itu, Tombak Raja Langit dibalut oleh qi Petir yang membuatnya tampak lebih panjang sedikit.
“Berikutnya giliranku..”
Zhep!
Lin Yan yang melesat dengan kecepatan tinggi, tiba di atas Long Yang sambil menghunuskan Tombak Raja Langit sekuat tenaga.
Melihat Lin Yan yang menyerang, Long Yang buru-buru menghindar ke samping dengan kecepatan penuhnya. Namun, karena sedikit kelelahan, gerakannya lebih lambat dari semula, dan inilah yang di tunggu oleh Lin Yan.
Bom!
Ledakan besar terjadi di Arena saat tombak Lin Yan membentur lantai Arena.
Long Yang berkeringat karena hampir saja ditusuk oleh Lin Yan. Ia kini tau bahwa Lin Yan tidaklah berbicara sesumbar dengan mengatakan untuk melihat perbedaan diantara mereka.
Lin Yan menarik Tombak Raja Langit dari dalam lantai, ia membalikkan badannya dan menatap rendah ke arah Long Yang.
“Lumayan kau dapat menghindar serangan sebelumnya!” Ucap Lin Yan.
“Kau.. apa kau pikir bahwa dengan kecepatan itu kau akan mampu mengalahkan ku?” Long Yang sedikit marah karena Lin Yan menatapnya seperti seekor serangga. Ia pun membuat kuda-kuda untuk menyerang juga.
“Dengan kecepatan ini? Ha-ha-ha.. Baiklah, aku akan menaikkan level kecepatan ku.” Balas Lin Yan dengan seringai kejam diwajahnya.
“Apa? Tidak mungkin!” Teriak Long Yang karena tentu tidak percaya dengan apa yang Lin Yan katakan.
Lin Yan hanya tersenyum jahat sambil menunjukkan gigi-giginya.
Drrrrtttt! Drrrrtttt!
Petir yang menyelimuti Lin Yan semakin liar karena ia menggunakan lebih banyak qi kali ini untuk merangsang tubuhnya. Juga, karena petir sebelumnya yang berasal dari alam, menyerap qi Lin Yan juga untuk memperkuat kekuatan petir.
Zhep!
“Sial!” Long Yang buru-buru mengangkat pedangnya untuk menahan serangan Lin Yan.
Tring!
Zrrrrt!
Long Yang di dorong mundur sangat jauh karena kekuatan serangan Lin Yan jauh lebih besar darinya.
Lin Yan tersenyum melihat itu dan mencengkram erat gagang tombak miliknya.
Brrrttt! Brrrttt!
Di ujung tombak Lin Yan, petir perlahan terkumpul membentuk bola seukuran setengah kepalan tangan.
“Ledakan Petir Hitam..”
Ini adalah teknik yang menjadi serangan kecil teknik Jiwa Pelahap Raja Naga. Tentu Lin Yan akan mampu menggunakannya walaupun tidak menggunakan teknik Jiwa Pelahap Raja Naga.
“Terima ini!”
Mata Long Yang melebar saat melihat bola petir tersebut tampak hendak meledak.
Duar!
Ledakan petir hitam yang berubah menjadi pilar petir menyambar ke arah depan Lin Yan dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Teknik tersebut langsung membawa Long Yang bersamanya.
Bom!
Ledakan besar terjadi di pinggir Arena dan membuat lubang yang lumayan dalam.
Para murid menelan ludah mereka saat melihat kekuatan Lin Yan. Kali ini mereka telah mengerti bahwa Lin Yan sama seperti Huan Caiyi, tidak normal sama sekali, dan lebih baik dikatakan sebagai monster.
“Aku ingat sekarang! Bukankah bocah itu adalah Lin Yan sang Tiran?” Salah satu murid berteriak karena ingat tentang penampilan Lin Yan dan gelar yang diperoleh olehnya saat menyelesaikan misi kelas B sebelum masuk pelantara dalam sekte Naga Langit.
Para murid terkejut dan tidak menyangka bahwa murid yang baru tiba dalam waktu setengah tahun telah mencapai level tersebut. Karena telah lama waktu berlalu, tentu pada murid telah lupa dengan sosok Lin Yan. Tetapi kali ini gelarnya disebut kembali.
Long Hua yang melihat itu juga memasang wajah gelap. Matanya tertuju pada Lin Yan kali ini, niat membunuhnya bocor sedikit karena merasa terancam juga dengan peningkatan kekuatan Lin Yan.
Tidak lama kemudian, sosok compang-camping perlahan keluar dari lubang dengan wajah gelap. Ia tidak lain adalah Long Yang yang sebelumnya di bawa oleh teknik milik Lin Yan.
“Apa kau tidak akan menyerah?” Tanya Lin Yan karena merasa bahwa belum saatnya untuk memprovokasi Keluarga Kerajaan.
“Menyerah? Menyerah katamu? Dalam mimpimu, sialan!” Teriak Long Yang dan langsung melesat dengan kecepatan penuhnya ke arah Lin Yan.
“Tampaknya aku harus melakukannya!” Batin Lin Yan dan membuat kuda-kuda seperti gaya menusuk.
“Tombak Petir Neraka..”
Tombak Raja Langit berdengung sangat keras. Dengan gabungan teknik Tombak Petir Suci gaya pertama dan Teknik Tombak Petir Neraka gaya pertama, itu akan menghasilkan serangan yang sama sekali berbeda. Itulah sebabnya dari awal Lin Yan mengambil kedua teknik tersebut karena merasa keduanya sangat berhubungan.
“Gaya Pertama, Tusukan Neraka Keputusasaan...”
Zhep!
Lin Yan langsung menerjang dengan kecepatan yang bahkan untuk tingkat Alam Roh tahap kedelapan tidak mungkin bisa mengikutinya.
“Hentikan dia!” Teriak Long Hua dari kejauhan karena tau bahwa Long Yang akan tewas ketika menerima serangan Lin Yan.