Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 385 - Menuju Sekte Wayang



Mendengar perintah dari Xia Yue'er, Xie Shuyan mengangguk dan langsung masuk ke dalam Gerbang Roh dengan wajah yang sangat serius.


Melihat Xie Shuyan yang pergi, Dai Mubai terdiam. Ia saat ini bertanya-tanya apakah Roh Kontrak akan selalu melakukan hal seperti itu atau tidak. Tatapannya tertuju kepada Lin Yan untuk bertanya hal itu.


Merasakan tatapan Dai Mubai, Lin Yan hanya mengangkat bahunya. Ia pun menghampiri Xia Yue'er dan menghiburnya. Ia tentu tau bahwa Roh Peri mungil itu saat ini sedang dalam suasana hati yang buruk.


Sementara itu, di Dunia Roh, Xie Shuyan yang kembali pun menceritakan apa yang terjadi kepada Raja Roh Peri.


Raja Roh Peri terkejut bahwa putrinya saat ini ternyata sedang berada di sekitar manusia yang ingin melakukan Kontrak dengan Xie Shuyan. Ia pun merasa lega karena putrinya ternyata baik-baik saja dan juga tingkat kultivasi Xia Yue'er yang telah mencapai tingkat Alam Raja tahap kesembilan membuatnya terkejut juga.


Tentu Raja Roh Peri sangat mengetahui tentang sifat Xia Yue'er yang tidak akan mau berlatih sama sekali. Jika saja putrinya itu berlatih, dengan bakatnya, tidak akan lama bagi Xia Yue'er untuk mencapai tingkat kultivasi puncak.


Dan ketika mendengar tentang Xia Yue'er yang tidak dapat melewati Gerbang Roh, Raja Roh Peri tidak bertanya lagi karena ia tau dengan pasti bahwa putrinya memang tidak akan bisa melewati Gerbang Roh karena adanya segel tertentu antara Dunia Roh dan Dunia Manusia, serta perjanjian yang dibuat dengan Kaisar Manusia zaman kuno sehingga ia tidak merasa heran lagi putrinya tidak bisa kembali. Tetapi, saat Xia Yue'er mencapai tingkat kultivasi tertentu, dia pasti akan bisa kembali dengan sendirinya.


Oleh karena itu, Raja Roh Peri pun memerintahkan Xie Shuyan untuk mengawasi putrinya jika seseorang yang melakukan Kontrak dengan Xie Shuyan sedang berada di dekat Xia Yue'er lalu memberikan informasi tentang putrinya secara berkala.


Mendengar perintah dari Raja Roh Peri, Xie Shuyan pun langsung menghubungi Dai Mubai karena tentu ia dapat melakukan itu dengan koneksi spiritual yang mereka miliki. Ia tidak dapat membuka Gerbang Roh untuk kembali ke Dunia Manusia, para Roh yang melakukan Kontrak dengan kultivator hanya bisa membuka Gerbang Roh untuk kembali ke Dunia Roh dari Dunia Manusia.


Dan manusia juga sebaliknya sehingga tidak akan ada kejadian tertentu yang bisa mengakibatkan perang antara Manusia dan Roh. Ini adalah peraturan yang dibuat langsung oleh Kaisar Manusia itu sendiri.


Saat menerima pesan telepati dari Xie Shuyan, Dai Mubai tidak bisa berkata-kata karena ia seperti sedang mendengar perintah dari Xie Shuyan. Tetapi ia hanya membuka Gerbang Roh dengan wajah masam.


Ketika Gerbang Roh terbuka, Xie Shuyan kembali ke Dunia Manusia lalu menghampiri Xia Yue'er tanpa mempedulikan Dai Mubai.


“Oi oi oi.. apakah aku hanya bertugas sebagai penghubung kalian berdua?” Tanya Dai Mubai dalam hatinya.


Setelah Xia Yue'er dan Xie Shuyan selesai berbicara, terlihat Xie Shuyan yang hanya berdiri di belakang Xia Yue'er layaknya seorang pengawal yang membuat Dai Mubai semakin terdiam.


Xie Shuyan juga terus menatap ke arah Lin Yan dan merasakan penindasan yang jauh lebih kuat dari Raja Roh. Ia tidak mengerti mengapa hal itu bisa terjadi. Jika ia telah membaca tentang Kaisar Manusia dan mendatangi tempat tertentu di Dunia Roh Peri, ia pasti akan mengetahui apa penyebabnya. Tetapi, karena sifatnya yang tidak suka bergaul dan lebih sering berkultivasi sendiri, hal itu menyebabkan ia tidak mengetahui tentang sejarah Kaisar Manusia.


“Jadi dia yang melakukan Kontrak dengan Tuan Putri. Sungguh penindasan yang luar biasa! Aku tau bahwa seseorang yang bisa melakukan Kontrak dengan Tuan Putri bukanlah seseorang yang bisa dianggap remeh.” Batin Xie Shuyan.


“Baiklah, karena Dai Mubai telah berhasil melakukan Kontrak dengan..” Lin Yan menghentikan kata-katanya saat menatap ke arah Xie Shuyan karena tidak mengetahui namanya sama sekali.


“Xie Shuyan.” Xie Shuyan langsung memperkenalkan dirinya secara singkat.


Lin Yan mengangguk kecil lalu berbicara, “Karena Dai Mubai telah melakukan Kontrak dengan Xie Shuyan, kita memiliki tambahan kekuatan. Ayo kita pergi ke Sekte Wayang berada untuk menagih hutang mereka.”


Wajah Dai Mubai menjadi serius seketika dan ia mengangguk kecil. Sedangkan untuk Xiao Ziya dan Xie Shuyan hanya diam tanpa berbicara.


Sedangkan untuk Xia Yue'er, ia langsung duduk di kursi VIP-nya dengan wajah gembira karena ia langsung melupakan kesedihannya karena Lin Yan akan membawanya ke tempat bermain yang menyenangkan. Tentu saja pertarungan menurut Roh Peri mungil itu adalah sebuah permainan yang menyenangkan karena pikirannya telah tercampur dengan Lin Yan saat melakukan Fusi. Ia merasa bahwa pertarungan memang sangat menyenangkan karena Lin Yan merasakan hal yang sama karena garis darahnya.


“Ayo kita berangkat!” Xia Yue'er memberi perintah dan menunjuk ke arah tertentu.


“Arahnya di sebelah sana Yue'er..” ucap Lin Yan lelah dan langsung terbang ke arah berlawanan yang di tunjuk oleh Xia Yue'er.


Wajah Xia Yue'er sedikit memerah karena malu tetapi ia langsung menekannya.


Xiao Ziya, Xie Shuyan dan Dai Mubai pun langsung terbang mengikuti Lin Yan. Tentu mereka telah bersiap untuk berperang melawan para anggota Sekte Wayang.


Di Sekte Wayang, pemimpin para Sekte Wayang seperti Master Sekte dan para Tetua telah menerima informasi bahwa beberapa penjaga yang ada di kota yang mereka kelola telah terbunuh. Dari hal itupun, mereka bersiap-siap jika memang benar pembunuh akan datang ke Sekte Wayang.


Master Sekte Wayang pun langsung memberi perintah ke beberapa Tetua untuk menjaga di sekitar gerbang Sekte Wayang.


Tetua Sekte Wayang yang mendapat perintah langsung membawa banyak murid berpengalaman dari Sekte Wayang untuk menjaga gerbang Sekte.


Ketika mereka semua sedang berjaga-jaga, dua sosok pria pun mendekat dengan kecepatan yang sangat tinggi. Keduanya tidak lain adalah Lin Yan dan Dai Mubai.


Karena Xiao Ziya, Xia Yue'er dan Xie Shuyan menggunakan Formasi penyembunyian, hanya beberapa dari kultivator yang akan dapat terlihat ketiga Roh tersebut.


“Ada yang mendekat!” Salah satu murid kuat yang memiliki tingkat kultivasi Alam Raja tahap ketujuh pun berteriak keras. Kekuatannya tentu dianggap kuat karena beberapa Tetua juga memiliki tingkat kultivasi yang sama.


Namun, dihadapan Lin Yan tentu kultivator seperti itu tidak akan bisa melukainya lagi.


Para murid Sekte Wayang pun memasang wajah serius. Beberapa Tetua langsung datang karena mendengar teriakan murid tersebut.


Ketika melihat ke arah Lin Yan dan Dai Mubai yang telah mendekat, beberapa Tetua pun memasang wajah yang sangat gelap karena tidak menyangka bahwa dua pemuda yang sudah dekat dengan gerbang Sekte Wayang akan memiliki kekuatan sebesar itu.


“Cepat panggil semua Tetua!” Teriak Tetua Kelima, wajahnya sedikit muram karena ia hanya memiliki tingkat kultivasi Alam Raja tahap kedelapan.


Beberapa murid langsung bergerak untuk memanggil semua Tetua yang ada.


Dari langit, terlihat Lin Yan dan Dai Mubai yang bergerak dengan kecepatan tinggi.


Dai Mubai yang telah melihat gerbang Sekte Wayang telah dekat, ia pun meningkatkan kecepatannya ke maksimal dan mendahului Lin Yan karena ia sangat ingin menghabisi banyak anggota Sekte Wayang.


“Musuh datang!” Teriak salah satu Tetua sekeras mungkin.


Wusssh!


Dai Mubai yang mendarat di permukaan tanah tepat di depan gerbang Sekte Wayang pun langsung menyentuh permukaan tanah.


Tap!


“Hutan Bunga Kematian!”


Jrezzh!


Ribuan tanaman merambat yang memiliki bunga-bunga di batangnya pun melesat ke arah langit dan langsung menutupi seluruh tempat dalam sekejap.


Jleb! Jleb! Jleb!


“Arrrrgggh!” Teriakan para anggota Sekte Wayang pun terdengar sangat keras ketika beberapa dari mereka mencoba menghindar tetapi masih di tusuk oleh tumbuhan merambat tersebut.


Lin Yan yang menatap hal itu pun menaikkan sudut bibirnya karena Dai Mubai seorang diri sudah seperti sebuah pasukan.