Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 105 - Kitab Seni Surgawi : Tubuh Dewa Naga



Lembah Naga


Beberapa hari kemudian, Lin Yan tersadar dari pingsannya selama ini. Ia merasakan seseorang memeluknya dengan erat. Ketika ia melihat ke samping, ia menemukan Huan Caiyi yang tidak sadarkan diri.


“Kakak..” Gumam Lin Yan. Tetapi, ia terkejut saat melihat kondisi Huan Caiyi yang tampak sangat parah.


“Kakak, apa yang terjadi? Siapa yang melakukan ini?” Teriak Lin Yan terkejut dan langsung memeriksa keadaan Huan Caiyi.


Saat memeriksanya, Lin Yan sangat marah karena lengan kiri dan kaki kiri patah, dan beberapa bagian tubuh Huan Caiyi di tusuk oleh benda tajam. Juga, racun aneh menyebar di seluruh tubuh Huan Caiyi yang membuat kondisinya semakin buruk.


Jika tidak ditangani dengan tepat, Huan Caiyi akan tewas jika tidak diberi pertolongan dalam waktu beberapa hari lagi.


Sambil menahan emosinya, Lin Yan langsung mengeluarkan beberapa benda dari cincin ruangnya untuk menghentikan racun agar menyebar lebih jauh. Ia pun menggunakan sedikit darahnya agar racun itu lebih mudah dihapuskan. Tentu saja darah Lin Yan memiliki efek untuk menghilangkan racun karena memiliki skill unik yang bernama Kekebalan 10.000 racun.


Setelah selesai menangkal racun yang sudah pasti akan menghilang, Lin Yan juga mulai menambal luka-luka di tubuh Huan Caiyi dan membaluti semua pergelangan tangan dan kaki Huan Caiyi setelah memberinya herbal yang tepat.


Lin Yan tidak menyangka bahwa Huan Caiyi akan terluka separah itu saat ini. Ia sama sekali tidak tau apa yang terjadi karena tidak ingat tentang kejadian saat ia membunuh Patriak klan Zhu dan juga Liubo.


Tatapan Lin Yan yang sangat dingin melihat ke sekelilingnya dan menemukan beberapa mayat. Ia memeriksa mayat Liubo, Gozu dan Dongzha dan amarahnya semakin memuncak karena tau asal-usul siapa yang bertarung dengan Huan Caiyi.


“Kelompok Kalajengking Merah..! Suatu hari nanti kalian akan musnah di tanganku!” Lin Yan mengepalkan tangannya sampai meneteskan darah. Percikan listrik pun terlihat sedikit karena itu adalah elemen miliknya sendiri.


Juga, tatapan Lin Yan melihat ke arah tempat aneh. Di permukaan tanah terlihat bentuk manusia dan ada beberapa jejak debu yang merupakan tempat Patriak klan Zhu tewas. Lin Yan merasa bahwa itu juga tempat seseorang mati karena mungkin di bunuh oleh Huan Caiyi.


“Sial! Apa yang terjadi saat aku tidak sadarkan diri?” Lin Yan tidak bisa menenangkan dirinya karena marah. Ia hanya mengingat bahwa dirinya jatuh pingsan saat menyentuh tulisan kuno yang ada di sekitar altar.


Lin Yan kembali ke sisi Huan Caiyi. Ia terus memeriksa kondisi Huan Caiyi dengan seksama dan hanya bisa menghela nafas panjang. Akan butuh waktu yang sangat lama bagi Huan Caiyi agar bisa menggunakan kembali tangan dan kakinya yang telah dipatahkan oleh Liubo sebelumnya.


Lin Yan ingin membawa Huan Caiyi keluar dari Lembah Naga tetapi tatapannya teralihkan ke altar aneh yang tampak seperti tiang batu setinggi dua meter.


Karena penasaran, Lin Yan perlahan mendekat altar itu. Tidak ada apa-apa sama sekali dan hanya ada tulisan-tulisan kuno yang tidak dimengerti olehnya.


Karena kejadian sebelumnya, Lin Yan sangat ragu untuk menyentuh tulisan kuno itu. Ia ingat dengan jelas bahwa ketika kejadian itu, darahnya menutupi semua tulisan kuno. Walaupun ia mencoba untuk melepaskan diri, tentu saja ia memperhatikan apa saja yang terjadi.


Setelah ragu beberapa saat, Lin Yan pun menyayat jarinya dan meneteskan darahnya di tulisan tulisan kuno di tiang batu.


Darah Lin Yan terus menetes tetapi tidak ada yang terjadi. Setelah beberapa saat, ia ingin menyerah. Tetapi, altar itu bersinar perlahan karena darah yang dibutuhkan telah mencukupi.


Tulisan-tulisan kuno itu perlahan bersinar berwarna hitam kemerahan.


Drrrrtttt!


Setelah getaran terhenti, terlihat di atas tiang batu itu muncul sebuah kulit hewan aneh yang tampak sedikit robek.


Lin Yan yang awalnya waspada pun merasa bingung karena getaran dan cahaya aneh itu telah menghilang. Ia perlahan mendekat kembali tetapi tidak menurunkan kewaspadaannya.


Ketika Lin Yan tiba di depan tiang batu itu. Ia melihat sebuah kulit hewan yang memiliki beberapa tulisan kuno juga. Kulit hewan itu tampak aneh karena tampak seperti kulit ular tetapi tidak.


Namun Lin Yan merasakan keakraban tertentu sama seperti kulit luar Naga sebelumnya. Ia merasa bahwa kulit di atas tiang batu itu sama dengan kulit Naga sebelumnya yang telah menghilang secara misterius.


Karena tidak mengerti tentang tulisan kuno yang tertulis, Lin Yan dengan ragu menyentuhnya.


Ketika bersentuhan dengan Lin Yan, kulit yang memiliki tulisan itu pun memiliki reaksi. Itu perlaha diselimuti oleh qi misterius yang sama dengan yang ada di Lembah Naga.


Lin Yan secara naluriah menarik kembali tangannya dan menatap kulit hewan itu perlahan melayang di udara. Tidak lama kemudian, kulit hewan itu bersinar terang dan langsung melesat ke arah kepala Lin Yan yang membuat Lin Yan terkejut dan mencoba menghindar.


Tetapi kulit hewan tersebut lebih dulu menyentuh dahi Lin Yan dan yang membuatnya terkejut, kulit hewan itu masuk ke dalam kepalanya.


“Apa itu tadi?” Lin Yan yang membatu di tempat, tidak dapat berkata-kata.


Tetapi, Lin Yan terkejut saat beberapa informasi masuk ke dalam kepalanya. Itu adalah isi dari tulisan-tulisan kuno yang ada di kulit hewan sebelumnya.


Walaupun Lin Yan tidak mengerti tentang arti tulisan itu, secara sadar itu di terjemahkan ke bahasa yang diketahui oleh Lin Yan secara misterius.


“Hm? Apa ini?” Kerutan muncul di dahi Lin Yan saat mulai mencerna informasi yang baru saja ia terima.


Ketika membaca keseluruhan informasi, Lin Yan melebarkan matanya karena tidak percaya dengan apa yang ia terima.


“Kitab Seni Surgawi : Tubuh Dewa Naga!” Lin Yan tercengang saat menggumamkan kata-kata tersebut.


Kitab Seni Surgawi yang Lin Yan terima adalah sebuah manual kultivasi yang membuat seseorang mampu mengambil bentuk Naga ketika mencapai puncaknya.


Kitab Seni Surgawi : Tubuh Dewa Naga memiliki tiga lapisan utama yang dibagi menjadi tiga tingkat yaitu awal, menengah dan puncak.


Ketika mengolah lapisan pertama, tujuan dari manual itu adalah meningkatkan Vitalis, kekuatan tubuh ke level yang sangat berbeda dan juga akan bisa menggunakan teknik tertentu khusus yang mampu melahap qi atau elemen berbeda-beda. Teknik itu disebut sebagai, Jiwa Pelahap Raja Naga.


Teknik itu mengkhususkan Akar Spiritual digunakan secara paksa untuk melahap qi apapun dan mengubahnya menjadi elemen miliknya sendiri tanpa efek samping. Namun teknik tersebut tidak memungkinkan pengguna teknik untuk menggunakan elemen yang ia serap, hanya mengubahnya menjadi elemennya sendiri.


Ketika membaca lapisan pertama Kitab Seni Surgawi : Tubuh Dewa Naga, tubuh Lin Yan kaku seperti batu karena semua kemampuan serta teknik tersebut mirip dengan tubuhnya sendiri. Yang artinya, Kitab Seni Surgawi : Tubuh Dewa Naga tampak khusus diciptakan untuknya.