Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 119 - Membereskan Salah Satu Komandan



“Kau..!” Zhonga sangat terkejut bahwa seseorang yang menyusup dan membantai semua anggota kelompok Kalajengking Merah di basis tersebut adalah anak yang menjadi target mereka.


Lin Yan yang sudah berbalik, menatap Zhonga dengan senyum kecil di wajahnya. Ia sadar bahwa individu yang ada dihadapannya sangat kuat. Tetapi ia tidak gentar sama sekali melawan musuh kuat. Malahan darahnya tampak mendidih jika memikirkan bertarung melawan sosok kuat.


Zhonga dengan wajah gelapnya menatap ke arah sekitar Lin Yan dan menemukan semua anggota kelompok Kalajengking Merah yang tidak bernyawa lagi. Ia tidak menyangka bahwa seorang anak akan mampu melenyapkan banyak anggota mereka dalam waktu yang sangat singkat.


“Aku tidak menyangka bahwa kau adalah penyusup dan bahkan membantai semua anggota di basis ini!” Ucap Zhonga dan menatap langsung ke mata Lin Yan.


“Komandan Zhonga? Tampaknya kau adalah orang penting dengan sebutan komandan. Jika aku membunuhmu, apakah para petinggi kelompok Kalajengking Merah akan terus memburuku?” Tanya Lin Yan dengan senyum di wajahnya.


Mata Zhonga menyipit mendengar apa yang Lin Yan katakan. “Apa kau tidak tau bahwa kau mencoba untuk menantang salah satu organisasi besar di Kerajaan Bintang? Bahkan Kerajaan ini sendiri tidak mau ikut campur dengan urusan kami!”


“Benarkah? Aku akan mengatakan hal yang sama kepada kalian. Kelompok kalian telah memburuku dan melukai anggota keluargaku. Bahkan untuk Kerajaan Bintang itu sendiri tidak akan mau melakukan hal yang kalian lakukan!” Balas Lin Yan dan senyumnya berubah sedikit kejam.


“Jangan sombong bocah! Kau tidak tau siapa yang kau lawan!” Teriak Zhonga dan langsung bergerak ke arah Lin Yan dengan kecepatan tinggi. Ia tentu sangat percaya diri melawan Lin Yan karena tingkat kultivasinya.


Melihat musuh kuat bergerak ke arahnya, Lin Yan pun langsung membuat kuda-kuda menyerang juga. Ia tentu tidak akan lengah disaat seperti ini.


Zhep!


Dengan kecepatan yang sangat tinggi, Zhonga akhirnya tiba dihadapan Lin Yan sambil mengayunkan pedang ketika pedang itu muncul di tangan kanannya.


“Mati bocah!” Teriak Zhonga saat mengayunkan pedangnya ke arah leher Lin Yan.


Tring!


Lin Yan yang mengangkat tombak di tangannya langsung menahan tebasan Zhonga.


Brrrttt! Brrrttt!


Percikan listrik menyebar ke segala arah yang membuat Zhonga terkejut. Ia merasakan kesemutan saat qi milik Lin Yan yang menahan tebasannya menyebar ke beberapa titik dan mengenai dirinya.


“Apa ini? Kenapa aku merasakan bahaya besar dari qi anak ini?” Batin Zhonga.


“Apakah hanya ini yang kau punya?” Tanya Lin Yan sedikit kecewa.


Wajah Zhonga semakin gelap ketika mendengar kata-kata Lin Yan. Tanpa membuang waktu, Zhonga pun menarik pedangnya dan mundur beberapa langkah lalu membuat gerakannya kembali.


Kilatan hitam muncul di mata Zhonga saat ia bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi sekaligus menyerang ke arah Lin Yan kembali.


Sraing!


Tring!


Zhonga yang melewati Lin Yan pun terkejut sekali lagi karena tebasannya dihalau begitu saja oleh Lin Yan.


Lin Yan tersenyum ganas karena sadar bahwa ia saat ini mampu untuk mengalahkan musuh dua tahap diatasnya. Ia langsung membuat spekulasi bahwa ini semua adalah efek dari kitab Seni Surgawi : Tubuh Dewa Naga. Peningkatan kekuatannya sungguh sangat besar. Bisa dikatakan, hanya sedikit kultivator dengan tingkat kultivasi yang sama dengannya yang bisa melawannya.


Lin Yan pun langsung berbalik sekaligus mengayunkan tombaknya. Dengan panjang tombak, serangan itu pasti akan mengenai Zhonga.


Zhonga yang tersadar dari Keterkejutannya pun buru-buru berbalik sambil mengangkat pedangnya untuk menahan serangan sederhana yang berasal dari Lin Yan.


Tring!


Brrrttt! Brrrttt!


Percikan listrik menyebar ke segala arah sekali lagi. Saat menahan serangan Lin Yan, Zhonga pun di paksa mundur beberapa langkah karena tekanan yang sangat besar yang ia terima.


Lin Yan yang menatap itu pun langsung menarik tombak kembali dan mengayunkannya dari atas ke bawah dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Melihat reaksi kecepatan Lin Yan bergerak dan menyerang pun membuat Zhonga merasa kesulitan.


Tring!


Saat Zhonga menahan tombak Lin Yan sekali lagi, kakinya pun tertanam ke dalam bebatuan. Keringat dingin kini menetes di dahinya karena tidak menyangka bahwa kekuatan yang dikeluarkan oleh Lin Yan dalam serangan sederhana seperti itu sangatlah besar.


Lin Yan tersenyum kecil melihat itu. Ia terus menekan tombaknya ke arah bahwa sambil mengangkat tangan kirinya ke arah atas.


Tangan Lin Yan kini membentuk sebuah cakar dan di setiap ujung jari-jarinya, percikan listrik muncul perlahan.


“Ternyata anggota kelompok Kalajengking Merah tidak sekuat rumor yang beredar!” Ucap Lin Yan dan langsung mengayunkan cakarnya sekuat tenaga ke arah Zhonga.


“Kau-..” Kata-kata Zhonga terhenti saat melihat kilatan petir hitam menerjang ke arahnya.


“Cakar Pemotong Bumi..”


Sraing!


Jrezh!


Lima bilah petir hitam langsung membelah apapun yang dilewatinya. Di belakang Zhonga saat ini terlihat lima lubang tipis yang sangat dalam.


Mata Zhonga melotot sedikit karena tidak sempat menghindar sama sekali. Jika ia mencoba menghindar, tombak Lin Yan akan langsung membelahnya dan kemungkinan besar teknik yang dilancarkan oleh Lin Yan pun mengenainya karena dari teknik itu, lima bilah petir tajam menerjang ke arahnya.


Srak!


Tubuh Zhonga terbelah menjadi tiga dalam sekejap dan darah yang sangat banyak terciprat ke mana-mana.


Lin Yan menatap itu dengan senyum kecil di wajahnya. Ia pun perlahan menghampiri mayat Zhonga lalu mengambil cincin ruangnya.


Ketika memeriksa, Lin Yan sedikit cemberut karena kebanyakan benda yang dimiliki oleh Zhonga adalah sampah di matanya. Ia pun membuang semua benda tidak penting dan menyisakan batu spiritual yang berjumlah kurang dari 1.000 buah.


“Berikutnya..” Lin Yan langsung berbalik. Ia pun kembali ke tempat ia datang sebelumnya. Ada dua cabang gua di tempat sebelumnya dan ia mengerti bahwa satu tempat lagi adalah tempat penting sebenarnya di basis tersebut.


Dalam waktu beberapa menit, Lin Yan menemukan cabang dari gua tersebut dan langsung bergerak dengan kecepatan penuhnya.


Tidak lama kemudian, Lin Yan menemukan jalan buntu. Di ujung gua itu, ia melihat sebuah pintu untuk masuk ke dalam sebuah ruangan.


Lin Yan pun mencoba melihat ke dalam isi ruangan dengan Mata Raja miliknya. Namun, ada sebuah pesona tertentu yang menghalangi matanya untuk melihat ke dalam.


Karena itu, Lin Yan tampak berpikir sejenak dan memikirkan kembali tentang kata-kata anggota kelompok Kalajengking Merah tentang Zhonga adalah seorang komandan. Kemungkinan, dia adalah yang terkuat dan mungkin ada beberapa yang setara dengan Zhonga juga. Karena itu, Lin Yan sama sekali tidak takut.


Lin Yan perlahan berjalan ke arah pintu dan langsung membukanya.


Zhep!


Dengan kecepatan yang sangat tinggi, dua pedang langsung mengarah ke leher Lin Yan saat ia membuka pintu.


Deg! Deg!


Jantung Lin Yan berdetak beberapa kali dalam waktu sepersekian detik karena instingnya untuk bertahan hidup.


Tubuhnya dengan sendirinya langsung mengakar tombak yang ada di tangan kanannya ke arah atas untuk menahan tebasan yang sudah sangat dekat.


Tring! Srak!


Satu tebasan di tahan oleh Lin Yan dan yang satu lagi menyayat sedikit lehernya karena hanya bisa menahannya sedikit.


Kedua individu yang merupakan Qiuzi dan Ziu terkejut luar biasa karena tidak menyangka bahwa refleks Lin Yan sangatlah cepat menahan tebasan mereka.


Lin Yan pun langsung melompat mundur. Jantungnya masih berdetak sangat cepat saat ini karena beberapa saat yang lalu sangat dekat dengan kematian. Ia tidak menyangka bahwa musuh telah mendeteksinya dan ia langsung tau bahwa itu terkait dengan pesona yang ada di tempat itu.