Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 139 - Babak Penyisihan (8)



Kedua serangan telah bentrok secara langsung.


Long Yang merasakan sedikit berat dari serangan Lin Yan yang membuatnya sangat waspada saat ini. Namun ia masih percaya diri meraih kemenangan karena tentu saja ia memiliki kartu truf untuk menjatuhkan Lin Yan.


Sementara itu, Lin Yan masih santai seperti biasa. Walaupun begitu, ia sama sekali tidak akan menurunkan kewaspadaannya terhadap musuh.


Sring!


Long Yang menepis tombak Lin Yan ke arah samping. Ia pun langsung melompat menjauh sambil membuat kuda-kuda menyerang sebelum mencapai permukaan lantai arena.


“Tebasan Petir..”


Sraing!


Ketika Long Yang mendarat, ia pun langsung menebas ke arah Lin Yan. Qi petir yang membentuk sebuah bilah melesat ke arah Lin Yan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Biasanya pun, para pengguna qi petir memang sangat terkait dengan kecepatan pergerakan dan serangan.


Lin Yan mengangkat tangan kirinya ke arah langit dan membentuk sebuah cakar saat melihat serangan mengarah padanya. Percikan petir terlihat di ujung jari-jari Lin Yan. Ia pun langsung mengayunkan lengannya juga karena serangan sudah sangat dekat dengannya.


“Cakar Pemotong Bumi..”


Sraing!


Jrezh!


Serangan Long Yang langsung hancur yang membuat Long Yang terkejut. Ia juga semakin waspada saat ini karena lima bilah petir juga menerjang ke arahnya.


“Cih!” Long Yang berdecak lalu membuat kuda-kuda dengan cara menekuk tubuhnya sedikit. Ia menaruh pedang di tangan kanannya ke arah belakang lalu langsung menebas secara horizontal.


Sraing!


Pedang Long Yang langsung membentur bilah petir yang mengarah padanya.


Blar!


Ledakan petir terjadi sekali lagi.


Lin Yan yang menatap itu juga sedikit terkejut. Walaupun ia tidak menggunakan kekuatan penuh pada teknik sebelumnya, tentu saja itu adalah salah satu teknik yang kuat yang ia kuasai.


Zhep!


Tidak tau dari mana, Long Yang telah mendekat ke arah Lin Yan dan langsung mengayunkan pedangnya lagi.


“Cepat!” Batin Lin Yan saat melihat pergerakan Long Yang dengan Mata Raja.


Lin Yan langsung mengangkat Tombak Raja Langit ke arah atas untuk menahan serangan Long Yang.


Tring!


Saat benturan terjadi, Long Yang menyeringai kejam, posisinya saat ini berada di atas sambil terus menekan pedang ke arah bawah.


“Penghakiman Petir..”


Long Yang mengangkat tangan kirinya ke arah langit lalu langsung mengayunkannya ke arah bawah. Setelah itupun, ia langsung melakukan gaya tolak menggunakan tombak Lin Yan untuk mundur.


Blar!


Petir tampak menyambar dari langit yang membuat para penonton terkejut. Tetapi semua dari mereka tidak heran sama sekali karena klan Long memang diakui sebagai pengguna qi Petir yang kuat sedari dulu dan memiliki sangat banyak teknik berbasis petir.


“Bodoh..” Gumam Lin Yan saat petir hitam menyelimuti seluruh tubuhnya.


Duar!


Ledakan terjadi di tempat Lin Yan berdiri.


“Lin Yan..” Gu Yin yang melihat itu gugup seketika.


“Tenang Yin'er.. Yan'er pasti akan baik-baik saja.” Huan Caiyi pun menenangkan Gu Yin tetapi tidak mengalihkan pandangannya dari Arena. Ia juga tidak menyangka bahwa Long Yang ternyata sekuat itu. Ia tentu tau bahwa Long Yang masih berumur lebih tua sedikit darinya dan itu sudah bisa dianggap sebagai jenius karena telah mencapai tingkat Alam Roh tahap Kedelapan. Namun, tidak hanya itu saja, kecakapan pertarungan Long Yang juga berada di jajaran atas.


“Apakah itu berhasil?” Long Yang berkerut sedikit sambil menatap ke arah tempat Lin Yan yang masih ditutupi oleh debu.


“Apakah itu teknik yang sama dengan milik klan Long?” Batin Long Yang waspada.


“Ayo kita buktikan!” Long Yang pun langsung membuat tekniknya juga.


“Armor Petir..”


Brrrttt! Brrrttt! Brrrttt!


Seluruh tubuh Long Yang diselimuti oleh armor petir berwarna biru.


Huan Caiyi yang menatap itupun langsung tau bahwa teknik tersebut berasal dari manual tubuh khusus milik klan Long yang spesialis menggunakan qi petir


Alasan itu disebut manual tubuh, dikarenakan para anggota klan Long akan menempa tubuh mereka menggunakan petir dari waktu ke waktu sehingga mencapai level yang sangat tinggi.


Itulah sebabnya dari awal, Long Yang mampu menahan berat beban serangan Lin Yan. Jika itu murid lainnya yang memiliki kultivasi seperti Long Yang, sudah pasti tidak akan mampu untuk menahan berat serangan Lin Yan dengan Tombak Raja Langit.


“Akhirnya dia menggunakannya, aku tidak menyangka bahwa kau akan mencapai tahap ini, Long Yang!” Seorang pemuda yang merupakan peserta babak penyisihan tingkat Alam Bumi menaikkan sudut bibirnya. Ia tentu saja akan menonton pertandingan anggota keluarganya, ia tidak lain adalah Long Hua, putra mahkota Kerajaan Bintang.


Di sisi lain, Li Han yang menonton pertandingan pun sedikit berkerut. Ia juga melirik ke arah Long Hua karena tentu sudah pernah mencicipi bagaimana sulitnya melawan armor petir yang digunakan oleh Long Yang saat ini ketika berhadapan dengan Long Hua.


“Lihat apakah kau akan mampu menandingi ku saat ini!” Setelah kata-kata Long Yang jatuh, ia pun langsung menghilang dalam sekejap.


Zhep!


Long Yang tiba dihadapan Lin Yan dalam sekejap sambil mengayunkan pedangnya yang telah diselimuti oleh qi petir ganas.


Tring! Tring! Tring!


Benturan logam terus-menerus terdengar di seluruh Arena karena keduanya bergerak ke sana ke mari sambil terus mengayunkan senjata masing-masing.


Para penonton bersemangat melihat pertarungan yang mengandalkan kecepatan saat ini.


Tetua Kedua juga menatap itu dengan serius. “Tampaknya bocah itu tidak akan mampu menang melawan Long Yang.” Batinnya.


Memang benar bahwa posisi Lin Yan saat ini tampak seperti sedang bertahan karena kecepatan Long Yang yang telah menggunakan teknik Armor Petir lebih tinggi dari pada kecepatan Lin Yan.


Gu Yin dan Gu Yuena tentu saja khawatir saat melihat posisi Lin Yan saat ini yang tampak sedang dipojokkan.


Sementara Huan Caiyi menaikkan sudut bibirnya ketika melihat pertarungan itu.


“Para orang-orang tolol, apakah mereka tidak bisa membedakan siapa saat ini yang berada diatas angin?” Batin Huan Caiyi saat melirik ke arah murid, lalu ke arah Tetua juga. Ia bertanya-tanya kenapa para Tetua yang telah berpengalaman tidak akan mengerti apa yang sedang terjadi dalam pertarungan tersebut.


Saat ini, masih terlihat bahwa Lin Yan masih lebih sering bertahan dari pada menyerang.


Sementara Long Yang merasa sangat senang karena merasa bahwa ia berada diatas angin saat ini. Ia berpikir bahwa hanya butuh waktu baginya untuk menang.


“Terima ini!” Teriak Long Yang.


“Bilah Petir..”


Sraing! Sraing! Sraing!


Tiga bilah melesat ke arah Lin Yan dengan kecepatan tinggi. Lin Yan yang menatap itu pun mengibaskan kembali Tombak Raja Langit yang telah diselimuti oleh qi Petir Hitam.


Blar!


Serangan milik Long Yang bubar sekali lagi dan keduanya pun berhenti sejenak sambil menatap ke arah lawan.


Tetua Kedua yang menatap itu pun melebarkan matanya karena sudah tau apa yang terjadi juga.


“Dasar bocah licik!” Batin Tetua Kedua saat melihat ke arah Lin Yan dan Long Yang bergantian.


Walaupun tampak Lin Yan dipojokkan saat ini, nyatanya hasilnya sangat berbeda. Long Yang sudah terengah-engah sementara Lin Yan masih tampak normal seperti semula.


Dan pertukaran sebelumnya hanya menentukan perbandingan antara daya tahan tubuh. Dan Lin Yan adalah pemenangnya, serta hal itu akan menentukan pemenang sebenarnya dari pertandingan tersebut.