
Pulau Es Utara
“Lin Yan.. apakah itu kau?” Tanya Gu Yin dengan tubuh gemetaran. Ia tentu sangat merindukan sosok yang selalu ada di dalam kepalanya.
Lin Yan yang berada di langit tersenyum kecil. Formasi yang telah ia siapkan untuk menghapus Formasi yang diciptakan oleh Xiao Ziya pun telah selesai.
Dung!
Lingkaran Formasi pun tampak menyelimuti tubuh Lin Yan layaknya sebuah cincin dari atas ke bawah.
Ketika itu terjadi, tubuh Lin Yan yang awalnya tampak seperti pria asing pun berubah perlahan-lahan dari atas ke bawah dan menampilkan wajah aslinya.
Dikejauhan, Xiao Ziya hanya menggelengkan kepalanya karena Formasi yang ia buat secara mendetail sangat mudah dibongkar oleh Lin Yan.
“Hei, lihatlah! Sudah aku katakan bahwa apa yang kau lakukan itu percuma saja!” Xia Yue'er mendengus lalu bergerak ke arah tempat Lin Yan berada. Ia mencemooh Xiao Ziya karena melakukan sesuatu yang percuma.
Xiao Ziya terdiam karena tidak mengerti kapan Xia Yue'er mengatakan bahwa apa yang ia lakukan hanya percuma. Padahal awalnya Roh Peri mungil itu sangat tertarik melihat Lin Yan kesusahan. Ia pun menggelengkan kepalanya lalu perlahan melayang juga ke arah tempat Lin Yan berada.
“Lin Yan!” Seru Gu Yin dan langsung melesat ke arah Lin Yan. Ketika ia tiba, ia pun langsung memeluk Lin Yan dengan erat karena tentu ia sangat merindukan suaminya itu.
Gu Yuena terdiam ketika menatap Gu Yin langsung memeluk Lin Yan. Ia pun menggelengkan kepalanya lalu membuat sebuah kursi dari es karena tau pasti keduanya akan memberikan suasana cinta yang begitu mendalam karena pasangan suami istri itu sudah lama tidak bertemu. Ia juga teringat bagaimana sifat sepupunya ketika selalu berusaha mengejar Lin Yan yang terkadang membuatnya ingin mencekik Gu Yin.
Lin Yan memeluk kembali Gu Yin. Ia tidak menyangka bahwa istrinya yang tidak masuk akal itu akan berada di Pulau Es Utara. Sedari awal aura yang ia rasakan familiar ternyata berasal dari Gu Yin.
“Kau sudah tumbuh lebih kuat, Yin'er..” ucap Lin Yan sambil membelai kepala Gu Yin dengan lembut.
Gu Yin langsung melepaskan pelukannya lalu memasang wajah cemberut. “Apakah hanya peningkatan kekuatan yang hanya ada di dalam kepalamu?”
Keluhan Gu Yin membuat Lin Yan membuka tutup mulutnya beberapa kali karena tidak tau apa yang salah dengan kata-katanya. Ia telah memuji istrinya itu tetapi saat ini terlihat ia seperti salah mengatakan sesuatu.
Sementara itu, Gu Yuena yang duduk dengan santai di kursi yang ia buat pun terbatuk sedikit. Wajahnya berkedut karena tampaknya yang ada di dalam pikiran sepupunya itu hanyalah cinta dan kasih sayang dari Lin Yan. Sementara Lin Yan sebaliknya, yang ada di dalam pikirannya hanyalah berpetualang, bertarung dan meningkatkan kekuatan.
“Mereka memang pasangan yang cocok.” Gu Yuena mengangguk kecil.
“Gu Yin!”
Ketika Gu Yin sedang dalam suasana hati yang sedikit buruk, itupun menghilang ketika mendengar suara kekanak-kanakan disekitarnya. Ia pun menoleh ke arah sumber suara dan menemukan Xia Yue'er yang melesat ke arahnya.
“Oh? Yue'er?” Seru Gu Yin dan langsung menangkap Xia Yue'er lalu memeluknya di dadanya.
“Kau tidak berubah sama sekali.” ucap Gu Yin dengan riang.
Sementara itu, Xia Yue'er langsung terdiam dan memasang wajah gelap saat merasakan gumpalan lemak di tubuh Gu Yin tampaknya semakin besar dari terakhir kali ia melihatnya.
“Hm? Ada apa Yue'er?” Tanya Gu Yin dan melepaskan pelukannya. Ia pun menatap ke arah Xia Yue'er yang tampak sedih di telapak tangannya.
“Kapan ini akan tumbuh?” Tanya Xia Yue'er putus asa ketika memegang dadanya yang tampak seperti papan.
Sudut bibir Lin Yan berkedut keras ketika melihat Xia Yue'er yang sedih karena hal itu.
“Benarkah?”
“Ya.”
“Tetapi kapan?”
“Yang pasti tidak akan lama lagi, jadi bersabarlah.” Gu Yin mencoba menghibur Xia Yue'er.
Lin Yan mengabaikan keduanya yang sedang mendiskusikan sesuatu yang berkaitan dengan wanita. Ia pun menatap ke arah Xiao Ziya yang tampak sudah mendekat.
“Aku akan melakukan sesuatu padamu nanti!” ucap Lin Yan sedikit jengkel lalu langsung menarik Xiao Ziya kembali ke Ruang Jiwa miliknya.
Xiao Ziya sama sekali tidak bisa melawan karena saat ini ia adalah Roh Kontrak Lin Yan. Lagi pula, ia masih memiliki perjanjian dengan Lin Yan dan banyak aturan yang harus ia patuhi.
“Lin Yan, bagaimana caramu memasuki Pulau Es Utara?” Gu Yuena yang sudah bosan menunggu di bawah, mendekat ke arah Lin Yan dan langsung bertanya.
“Seperti ini...” Lin Yan pun menceritakan tentang semua yang terjadi.
“Oh? Aku tidak menyangka bahwa kau akan melawan musuh sekuat itu. Pulau Es Utara ini tidak diizinkan untuk para pria. Tetapi, karena kau adalah suami Yin'er, maka itu tidak akan masalah sama sekali.” ucap Gu Yuena.
“Hm? Tidak masalah?” Tanya Lin Yan heran.
“Ya. Kami saat ini telah menjadi murid dari Nyonya Sekte Pertama dan Kedua Sekte Istana Salju. Selama ini Yin'er ingin keluar dari Pulau Es Utara untuk mencarimu tetapi Guru Yin'er melarang hal itu. Dia mengatakan bahwa ketika kami mencapai tingkat Alam Kaisar, kami akan bisa keluar tetapi sebelum itu kami harus pergi ke suatu tempat untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah disebutkan,” ujar Gu Yuena.
“Jadi, kalian tidak akan bisa keluar sementara dari Pulau Es Utara?” Tanya Lin Yan sedikit kecewa karena tentu ia ingin membawa Gu Yin bersamanya. Lagi pula, wanita tidak masuk akal itu tentu adalah istrinya.
“Tenang saja Lin Yan, aku akan ikut denganmu.” Gu Yin yang telah selesai berdiskusi dengan Xia Yue'er pun berbicara.
“Hentikan itu Yin'er!” Gu Yuena mengerutkan keningnya ketika menatap sepupunya dengan jengkel.
“Hmp! Aku akan berbicara dengan Guru mengenai hal ini!” ucap Gu Yin tidak senang.
“Anak ini..” Gu Yuena sangat ingin mengalahkan Gu Yin hingga menjadi bubur tetapi ia tetap menahannya.
“Satu hal lagi, jika kalian berdua itu murid dari Nyonya Sekte Pertama dan Kedua, tentu kalian berdua akan bisa meminta kepada Guru kalian berdua tentang satu hal.” ucap Lin Yan karena tentu itulah tujuannya datang ke pusat Pulau Es Utara.
“Apa itu?” Tanya Gu Yin penasaran.
“Aku ingin keluar dari Pulau Es Utara. Ada segel di tengah laut yang menghalangi siapa saja untuk keluar. Itulah sebabnya aku menyusup ke Pulau Es Utara agar bertemu dengan pemimpin Sekte Istana Salju sebelumnya.” jawab Lin Yan.
“Jika hanya itu, maka tidak masalah sama sekali. Ayo pergi, aku akan membawamu ke tempat Guru berada.” ucap Gu Yuena dan memimpin jalan menuju ke Sekte Istana Salju.
“Ayo.” Gu Yin pun langsung menarik Lin Yan bersamanya dengan wajah riang.
Sedangkan untuk Xia Yue'er yang duduk di bahu Gu Yin, ia hanya tampak berpikir sedari tadi tentang sesuatu mengenai tubuh wanita dan selalu memegang ke arah tubuhnya yang rata seperti papan.