
Setelah Long Ti dan Long Zu membaca surat rekomendasi tersebut, mereka akhirnya paham bahwa Lin Yan merupakan keturunan kultivator kuat yang bahkan dihormati oleh Master sekte Naga Langit. Tentu mereka berdua tidak akan meragukan penilaian Master sekte Naga Langit karena sekte Naga Langit merupakan bagian dari Kerajaan Bintang.
Namun, untuk mendapatkan perlakuan istimewa dari Master sekte Naga Langit, Long Ti dan Long Zu membuat spekulasi bahwa salah satu keluarga Lin Yan pasti kultivator tersembunyi sekuat Master sekte Naga Langit walaupun mereka sebenarnya tidak tau bahwa spekulasi mereka terlalu rendah.
Karena sudah mengkonfirmasi indentitas Lin Yan, mereka berdua tentu memperlakukan Lin Yan secara serius dan tidak mau membuat kesalahan dengan memancing amarah orang kuat di belakang Lin Yan, bahkan mungkin Master sekte Naga Langit akan membantu Lin Yan menurut mereka jika terjadi masalah.
Long Zu mengembalikan surat rekomendasi milik Lin Yan lalu berkata. “Lalu apa yang ingin kau tawarkan?”
Tanpa membuang waktu, Lin Yan mengeluarkan empat pedang dengan kelas yang sama dengan pedang putih sebelumnya. Ia pasti masih berhati-hati dengan kedua orang tua tersebut.
“Oh? Aku tidak menyangka bahwa kau akan memiliki empat diantaranya.” Long Ti mengambil pedang lainnya di atas meja lalu membelainya dengan tatapan cinta.
Sebelum ada yang berbicara lagi, ketukan pintu terdengar.
“Siapa gerangan yang mengganggu? Apa dia tidak tau bahwa kita sedang melakukan bisnis penting di sini?” Long Zu mengerutkan keningnya. Karena ruangan memiliki penghalang tertentu, ia tidak akan bisa melacak keluar atau seseorang juga tidak bisa melacak sesuatu dari luar ke dalam.
“Aku yang menyuruh salah satu pelayan untuk mengantar teh sesuai pesanan Lin Yan.” ucap Long Ti.
“Oh..” Long Zu sedikit canggung dan berkata. “Masuk.”
Pelayan wanita sebelumnya masuk ke dalam. Ia sedikit gugup karena ini kedua kalinya ia masuk ke dalam ruangan tersebut dalam beberapa tahun belakangan. Ia pun menaruh teh di meja lalu menuangkannya dengan hati-hati.
“Kau harus memberinya hadiah karena sebelumnya dialah yang melayani Lin Yan dengan sangat baik.” ucap Long Ti sekali lagi.
“Baik, karena kau sebelumnya melayani tamu dengan baik, kau tetap berada di sini untuk menuangkan teh jika diperlukan atau mengambil sesuatu lainnya jika dibutuhkan. Aku juga akan memberimu hadiah lainnya untuk nanti.” Long Zu tentu saja tidak pelit karena menurutnya, pelayan wanita tersebut berhasil menarik minat Lin Yan untuk bernegosiasi dengan Paviliun Long.
“Baik tuan.” pelayan wanita tersebut membungkuk sedikit dan perlahan mundur menjaga jarak untuk memberi ruang agar ia tidak menghalangi. Tetapi ia terkejut luar biasa karena tampaknya Long Ti dan Long Zu sangat menghormati Lin Yan. Baru kali ini ia melihat seorang anak sangat dihargai oleh anggota keluarga Kerajaan.
“Silahkan di minum tehnya.” ucap Long Zu sambil tersenyum.
Lin Yan mengangguk kecil. Ia menyesap tehnya lalu meminumnya, tentu ia sering meminum teh sampai-sampai ia terlihat seperti orang tua pencandu teh. Hal itu dikarenakan oleh kebiasaannya dengan neneknya.
Melihat cara Lin Yan menyesap dan meminum teh pun mereka sangat paham bahwa Lin Yan tampak seperti anggota keluarga Kerajaan.
Dari hal itu pun mereka tau bahwa Lin Yan telah mendapatkan pendidikan yang ketat sedari kecil.
Setelah meletakkan teh, Lin Yan pun berbicara. “Aku ingin menukar keempat pedang ini dengan sumber daya. Jika memuaskan ku, aku akan mengeluarkan benda lainnya yang memiliki harga lebih tinggi dari pedang. Mungkin..”
Long Ti dan Long Zu saling memandang. Tentu mereka tau harga keempat pedang tersebut sangat mahal serta memikirkan sumber daya apa yang cocok sebagai alat tukar. Sangat terlihat bahwa Lin Yan tidak tertarik dengan koin emas sehingga mereka berdua harus berpikir keras.
“Jika kalian memiliki tombak berat dengan bilah ramping, aku akan menukarnya juga dengan salah satu pedang ini walaupun kualitasnya sedikit lebih rendah.” lanjut Lin Yan.
“Oh? Jika begitu, salah satu dari permintaanmu tidak akan sulit.” Long Ti mengangguk lalu mengeluarkan kulit hewan. Ia mencatat beberapa hal lalu menyuruh pelayan tersebut untuk mengambilnya.
Setelah pelayan itu keluar, Lin Yan pun berbicara kembali. “Siapa pelayan itu?”
“Apakah kau tertarik padanya? Dia memang cantik, tetapi lebih baik kau berkenalan dengan anggota keluarga Kerajaan.” Long Zu menawarkan anggota Kerajaan. Bisa jadi, mereka akan mengikatnya dengan hal itu. Itu bisa memperdalam hubungan dengan keluarga Lin Yan dan bahkan Master sekte Naga Langit.
Long Ti memutar matanya karena tau apa tujuan Long Zu. Tetapi ia hanya diam karena itu memang proposal yang baik.
“Tidak. Aku membutuhkan seorang pelayan untuk diriku sendiri untuk menangani hal-hal yang mungkin tidak sempat aku pegang. Dia terlihat pintar, itu yang membuatku tertarik.” ucap Lin Yan sambil menatap Long Zu dengan mata bau karena menawarkan kerabatnya.
Long Zu merasa sedikit canggung lalu menghela nafas panjang. Ia bersandar di kursi nyaman lalu berbicara. “Dia adalah sisa dari klan yang kalah berperang. Saat klan-nya kalah, hanya beberapa dari mereka yang tersisa dan dia merupakan putri kepala klan. Karena semua harta mereka di jarah, akhirnya hutang klan-nya kepada Kerajaan Bintang di tuntut agar dilunasi oleh anak itu.”
“Kami membuat keringanan dengan cara mempekerjakannya seumur hidup di tempat ini. Itu akan lebih efisien dari pada menjualnya menjadi budak walaupun mungkin tidak mampu menutupi hutang klan-nya.” ucap Long Zu.
“Oh? Seberapa besar hutang mereka?” tanya Lin Yan penasaran.
Long Zu dan Long Ti terdiam sejenak. Tidak lama kemudian, Long Zu menjawab. “Bisa dikatakan, hutang mereka sebesar 10 pedang seperti ini.”
“Sungguh sedikit. Dari mana itu besar?” batin Lin Yan tetapi pura-pura terkejut. Ia tentu memiliki banyak benda berharga di cincin ruang miliknya. Bahkan ada beberapa dari benda itu yang kemungkinan memiliki harga seratus kali lebih berharga dari salah satu pedang yang ia keluarkan.
Mereka tidak heran saat Lin Yan terkejut karena itu adalah hal yang wajar.
Lin Yan memegang dagunya tampak sedang berpikir. Ia pun kemudian berbicara, “Jika itu seharga sepuluh pedang, dengan dirinya seumur hidup di tempat ini, mungkin hanya akan menutupi harga satu pedang.”
Perkataan Lin Yan sama sekali tidak meleset. Long Zu dan Long Ti pun sudah memikirkan hal itu sepenuhnya.
“Bagaimana jika begini, aku memberi salah satu pedang ini kepada keluarga Kerajaan dan aku akan membawanya.” lanjut Lin Yan.
Long Ti dan Long Zu terkejut dengan penawaran Lin Yan. Mereka tidak menyangka bahwa Lin Yan akan berani mengorbankan salah satu pedang miliknya untuk membawa pelayan tersebut.