Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 149 - Rubah Licik Beraksi Lagi



Semua para ahli di tempat itu tidak bisa berkata-kata karena ada seorang anak yang sangat ahli dalam formasi. Ini adalah sesuatu yang hampir tidak mungkin mereka pikirkan.


Tidak lama kemudian, Tetua sekte Seribu Pedang pun semakin terkejut karena Lin Yan memodifikasi formasi agar keberadaannya tidak bisa dilacak oleh rekan satu sektenya. Tidak hanya itu, bahkan penghitungan poin Lin Yan tidak akan diketahui oleh para murid lainnya dan hanya diketahui di formasi yang ada di kristal yang sedang di tonton oleh semua tamu.


“Ambil kristal formasi lainnya! Tampilkan anak bau itu seorang diri!” Tiba-tiba seseorang berteriak dan semua tatapan para tamu melihat ke arah sumber suara.


“Tetua Agung sekte Seribu Pedang!” Batin semua tamu saat melihat pria tua yang tampak sangat kesal melihat apa yang dilakukan oleh Lin Yan.


“Ha-ha-ha! Anak itu sungguh menarik. Aku tidak menyangka bahwa dia sangat ahli juga dalam tulisan prasasti untuk membuat sebuah formasi!” Suara lainnya terdengar di tempat tersebut.


Patriak klan Gu melihat ke arah individu tersebut dan matanya menyipit seketika. “Patriak klan Li, Li Hu!”


Semua tamu penting yang di sana tentu saja mengenal Li Hu, Patriak klan Li saat ini dan juga merupakan seorang pimpinan dari sebuah organisasi yang bernama Asosiasi Alkemis.


“Siapa dia ayah?” Tanya Gu Yin yang sedikit cemberut karena tidak bisa melihat penampilan keseluruhan tubuh Lin Yan. Walaupun begitu, ia tidak terlalu kecewa karena masih bisa melihat apa yang Lin Yan lihat.


“Dia adalah pemimpin tertinggi dari Asosiasi Alkemis, Li Hu,” jawab Gu Sheng dengan nada serius.


“Kenapa pemimpin tertinggi Asosiasi Alkemis ada di sini?” Tanya Gu Yuena terkejut.


“Lihatlah ke kristal formasi yang ada di sana. Itu adalah putranya yang menjadi salah satu peserta kompetisi tingkat Alam Bumi. Sudah sewajarnya dia akan muncul di sini,” ucap Patriak klan Gu sambil menunjuk gambar Li Han yang sedang melawan binatang roh.


“Oh..” Gu Yuena dan Gu Yin langsung kehilangan minat dan menatap ke arah satu kristal formasi yang tidak terlalu besar tetapi hanya memunculkan satu gambar, yaitu apa yang dilihat oleh Lin Yan.


Bahkan Tetua Kedua tidak bisa berkata-kata dengan apa yang saat ini dilakukan oleh Lin Yan.


Tetua Ketiga di sisi lain hanya tertawa melihat itu karena ia pun tidak menyangka bahwa seorang anak semuda Lin Yan sangat ahli dalam formasi dan itu diluar harapan sekte Seribu Pedang yang telah merancang semua hal tersebut tetapi dibobol oleh seseorang, apa lagi itu adalah seorang anak berusia 15 tahun.


“Sudah kuduga bahwa Lin Yan akan melakukan sesuatu yang jahat ketika melihat wajahnya sebelumnya.” Gu Yuena berkata dengan sedikit tawa.


“Apakah kau juga tertarik padanya seperti Yin'er?” Seorang wanita paruh baya cantik menggoda Gu Yuena. Ia adalah Gu Lan, ibu dari Gu Yuena.


Aura dingin merembes perlahan dari sebelah Gu Yuena yang membuatnya merinding.


Gu Yuena melihat ke samping dan menemukan Gu Yin yang saat ini menatapnya dengan tatapan maut seolah-olah ingin menelannya hidup-hidup.


Gu Yin terus menatap Gu Yuena dengan tatapan tidak percaya sama sekali karena ia masih mengingat tentang Lin Yan dan sepupunya yang bepergian berduaan ke suatu tempat.


Di sisi lain, Gu Sheng dan Gu Mien tidak bisa berkata-kata karena sangat tau bahwa putri mereka itu begitu tergila-gila kepada Lin Yan. Untung bagi mereka berdua belum membuat pengaturan tentang perjodohan Gu Yin, jika tidak, mereka tidak akan tau apa yang terjadi kepada putri mereka satu-satunya.


Tidak seperti Gu Yuena yang memiliki seorang kakak laki-laki yang akan mewarisi posisi Patriak. Gu Yin sama sekali tidak memiliki adik atau kakak kandung. Itulah sebabnya Gu Yin selalu bersama dengan Gu Yuena kemanapun dia pergi.


“Tidak buruk sama sekali jika sesuatu seperti itu terjadi.” Patriak klan Gu membuka suara, tentu ia sangat suka untuk menggoda keponakannya itu.


“Paman.. apakah paman mengatakan sesuatu? Aku tidak begitu mendengarnya..” Gu Yin berbicara dengan senyum manis di wajahnya yang membuat Gu Yuena merasa ingin muntah.


“Jangan ganggu dia saudaraku..” Gu Sheng menghela nafas lelah karena telinganya hampir sakit mendengar ocehan Gu Yin sepanjang waktu ketika ia menolak untuk membiarkan Gu Yin terus mengejar Lin Yan yang akhirnya ia hanya bisa menyerah.


Patriak klan Gu terkekeh kecil saat melirik ke arah Gu Yin yang terus menatapnya dengan tatapan bermusuhan.


**


“Selesai, ternyata tidak serumit itu.” Lin Yan terkekeh kecil karena terlalu banyak memodifikasi formasi yang diletakkan di kristal. Tetapi ia tidak tau bahwa dirinya telah ketahuan dan bahkan dibuat istimewa dengan cara memiliki gambar sendiri di kristal formasi. Bahkan apa yang ia katakan saat ini akan terdengar walaupun tidak terlalu jelas.


Meskipun ia adalah ahli dalam formasi, tidak semuanya akan terlihat olehnya. Sebab, ia tidak terlalu fokus untuk merombak formasi tersebut karena masih banyak hal yang perlu dilakukan di dalam hutan.


Lin Yan pun perlahan keluar dari gua yang ia temukan. Ia menyalurkan qi miliknya karena membuat formasi tambahan yaitu, pelacakan murid lainnya. Ia sengaja membuat formasi berubah agar semua yang ia lakukan tidak terekam sepenuhnya.


“He-he-he! Tidak akan ada yang tau bahwa aku bisa melacak semua murid saat ini!” Batin Lin Yan. Jika saja ia berbicara sebelumnya, pasti para Tetua sekte Seribu Pedang akan muntah darah karena Lin Yan terlalu licik.


Lin Yan melihat semua posisi murid saat ini. Ia tentu akan menghindari mereka karena ia tidak perlu repot-repot melawan saat ini. Ia hanya perlu menunggu seseorang memiliki banyak poin lalu ia bergerak untuk merampok. Ini jauh lebih efisien dari pada harus melawan binatang roh dan itu sangatlah melelahkan.


“Jika begini, tampaknya aku harus menerobos terlebih dahulu. Satu hari..” Gumam Lin Yan untuk memperkirakan waktu penyerapan batu spiritual dalam jumlah yang sangat besar.


Di dalam cincin ruangnya, masih tersisa 150.000 batu spiritual. Ia yakin jumlah itu mampu membuatnya menembus tingkat Alam Roh tahap kedelapan tetapi ia tidak memiliki waktu yang cukup jika melakukannya di dalam hutan karena keterbatasan waktu.


Setelah memeriksa semua posisi murid, ada sekitar 5 murid yang berada di sekitarnya. Itu mungkin akan mengganggunya saat melakukan terobosan. Jadi, Lin Yan mengambil keputusan dan bergerak ke arah tertentu yang memiliki potensi kecil untuk di datangi oleh murid lainnya.


Dan pada penonton diluar ingin muntah darah saat mendengar kata-kata Lin Yan yang hendak menerobos Kultivasinya terlebih dahulu.