
Formasi yang akan dibuat oleh Lin Yan adalah sebuah formasi tingkat atas. Pembuatan formasi seperti itu akan membuat semua ahli prasasti akan terkejut luar biasa karena mereka pasti tidak pernah melihat hal yang seperti itu sebelumnya.
Juga, semua ahli prasasti mengerti untuk membuat sesuatu yang luar biasa dari tulisan prasasti, kemampuan kaligrafi seseorang harus sangatlah tinggi dan tanpa cacat. Cacat di tulisan prasasti pasti akan membuat tingkat formasi atau apapun itu memiliki level yang rendah walaupun awalnya merupakan prasasti kelas tinggi.
Setelah mengerjakan formula untuk membuat formasi selama hampir setengah hari lamanya, Lin Yan pun menghela nafas panjang. Karena, untuk membuat formasi seperti itu, tidak hanya seperti tulisan untuk membuat penghalang. Tetapi banyak tambahan lainnya yang pasti akan membuat siapa saja menjadi kerepotan.
“Akhirnya selesai..” Lin Yan langsung membuat beberapa gerakan sederhana untuk mengaktifkan formasi.
Zhep!
Tampak bayangan seekor naga yang meraung dan melingkari tempat itu beberapa kali. Tidak lama kemudian, naga itu pun masuk ke dalam tanah yang merupakan lingkaran formasi yang diciptakan oleh Lin Yan sebelumnya.
Zhep!
Saat naga itu masuk ke dalam formasi, penghalang yang telah tercipta sebelumnya memiliki lapisan lain diluar dan itu menyerap qi beberapa kali lebih cepat dari pada formasi sebelumnya yang dibuat oleh ahli prasasti sekte Naga Langit.
Huan Caiyi yang menatap itu juga menatap ke arah atas dan merasakan bahwa qi yang berada di kediaman mereka saat ini meningkat beberapa kali lipat dalam jumlah kepadatan qi. Ini membuatnya terkejut bahwa adik kecilnya ternyata ahli dalam sususan formasi yang dibuat melalui tulisan prasasti.
“Jika Kerajaan Bintang mengetahui kemampuan Yan'er, sudah pasti mereka akan menghargainya dengan sangat tinggi. Aku rasa, hanya beberapa ahli prasasti yang memiliki kemampuan seperti Yan'er di Kerajaan Bintang. Dari ini pun, aku tau bahwa kakek dan nenek Yan'er bukanlah orang sederhana. Tetapi.. mereka juga pasti menjadi kakek dan nenekku juga saat ini.” Batin Huan Caiyi tersenyum manis.
Jika Lin Ming dan Lin Xi melihat kehadiran Huan Caiyi, mereka pasti tidak tau harus berkata apa. Tetapi, jika cucu mereka Lin Yan menganggap Huan Caiyi sebagai kakak, tentu saja mereka berdua tidak akan keberatan sama sekali.
“Karena formasi ini telah selesai, tempat ini akan menjadi salah satu tempat yang spesial di sekte Naga Langit. Kakak.. ini adalah formula untuk memasuki tempat ini. Seseorang yang mencoba menerobos secara paksa tidak akan terluka sama sekali seperti penghalang lainnya. Tetapi, kemungkinan tidak akan ada murid atau bahkan Tetua yang bisa masuk ke dalam tanpa menggunakan formula asli penghalang ini.” Ucap Lin Yan saat memberikan sebuah kertas dengan tulisan.
Huan Caiyi yang menerima itu, langsung menghafalnya. Ia hanya perlu untuk menulis di satu bagian tubuhnya sehingga aura tertentu akan menyelimutinya agar bisa lolos dari penghalang yang ada.
“Yan'er.. bisakah kau mengajariku cara membuat tulisan prasasti?” Tanya Huan Caiyi sedikit bersemangat.
Lin Yan terdiam. Bukan berarti ia tidak ingin, ada hal yang membuatnya tidak ingin mengajari siapapun. Yaitu, seseorang harus fokus pada tulisan kaligrafi selama beberapa tahun dan itu akan mengganggu kultivasinya.
“Bukannya aku tidak mau mengajarimu. Tetapi...” Lin Yan menjelaskan bahwa dulu ia juga belajar di kaligrafi selama hampir tiga tahun dan beberapa tahun untuk menghaluskan tulisan prasasti agar memiliki efek. Bahkan dari perkataan neneknya, banyak dari ahli prasasti membutuhkan waktu puluhan tahun hanya untuk mencapai kondisi mahir.
Penjelasan Lin Yan membuat Huan Caiyi terdiam karena ia tau bahwa Kultivasinya tidak akan meningkat lagi jika ia berjalan tulisan prasasti. Karena itu, ia hanya bisa menyerah.
Lin Yan pun berpikir beberapa hal. Ia ingat tentang neneknya yang pernah melakukan satu hal di masa lalu. Sewaktu pelatihan sebelum kakek dan neneknya pergi, kakeknya pernah sekali menyentuh dahinya dan banyak informasi yang masuk ke dalam kepalanya. Tetapi ia tidak tau cara melakukan hal seperti itu, jika ia tau, ia sudah melakukannya kepada Huan Caiyi dan itu akan menghemat waktu. Tetapi Lin Yan sadar bahwa mungkin itu membutuhkan tingkat kekuatan tertentu agar bisa melakukannya.
“Baiklah, aku akan memasak terlebih dahulu. Pilihlah kamar yang manapun yang kau inginkan untuk tempatmu beristirahat. Besok kita akan pergi untuk berkeliling di pelantara dalam sekte Naga Langit. Aku juga ingin mengambil hadiah dari misi kelas B sebelumnya.” Lin Yan berkata sambil berjalan ke dalam kediaman baru mereka.
Huan Caiyi hanya mengangguk sambil tersenyum karena ia selalu menantikan masakan Lin Yan yang bisa dikatakan sangat berbeda dengan masakan yang ada di Kerajaan Bintang. Dan tentu itu semua adalah jenis masakan yang berasal dari tempat asal kakek dan nenek Lin Yan.
Setelah itu Lin Yan selesai memasak, mereka pun makan bersama lalu beristirahat.
Keesokan harinya, Lin Yan dan Huan Caiyi pergi ke tempat tertentu di sekte Naga Langit. Setelah bertanya kepada beberapa murid, mereka menunjuk ke tempat tertentu yang dinamai sebagai Aula Misi.
Aula Misi adalah tempat pengambilan misi dan juga mengambil hadiah misi.
Ketika mencapai tempat itu, Aula Misi sangatlah berbeda dengan tempat pengambilan misi di pelantara luar. Bangunan itu puluhan kali lebih besar dari pada yang ada di pelantara luar. Murid yang terlihat ditempat itu pun sudah sangat banyak walaupun hari masih pagi.
Banyak dari murid yang menggunakan pakaian khusus dari sekte dan ada juga yang menggunakan pakaian yang mirip dengan yang diberikan oleh sekte tetapi sedikit berbeda. Lin Yan yakin bahwa itu pakaian yang berasal dari Tetua Tiga Puncak Utama atau Lima Puncak Elemen.
Ketika masuk ke dalam, banyak tempat yang diisi oleh Tetua yang sedang memproses pengambilan misi.
Setelah melihat-lihat, di lantai dua juga banyak hal yang sama tetapi sedikit berbeda. Tanpa bertanya pun, Lin Yan sadar bahwa lantai dua adalah tempat penyerahan misi atau penukaran hasil hadiah dengan item tertentu.
Tanpa membuang waktu, Lin Yan pun naik ke lantai dua untuk menemui salah satu Tetua untuk mengambil hadiah misi kelas B.
Lin Yan dan Huan Caiyi menghampiri salah satu Tetua yang saat ini sedang tidak berbicara dengan murid lainnya.
“Apakah mengambil hadiah misi ada ditempat ini?” Tanya Lin Yan saat menghampiri Tetua tersebut.
“Hm?” Tetua itu melihat ke arah Lin Yan dan tau bahwa Lin Yan adalah murid baru. Tetua itu hanya mengangguk kecil menjawab pertanyaan Lin Yan.
Lalu Lin Yan pun mengeluarkan dokumen penyelesaian misi kelas B sebelumnya juga memberikan tokennya.
“Aku ingin mengambil hadiah dari penyelesaian misi kelas B dari pelantara luar.” Ucap Lin Yan yang membuat Tetua itu tersebut tercengang.
Bahkan para murid yang sedang melapor hasil misi pun melihat ke arah Lin Yan karena tentu saja mereka sangat penasaran murid mana yang berhasil menyelesaikan misi yang dikatakan sebagai misi tersulit bahkan untuk pelantara dalam sekalipun. Sebab, untuk bertahan di misi seperti itu, seorang murid harus bertahan dari murid lainnya agar bisa menjadi seorang pemenang. Dan pemenang dari misi seperti itu akan dicap sebagai seorang tiran yang menyingkirkan semuanya untuk menjadi seorang juara.