
Klan Gu
“Iblis?” Semua yang ada di sana tertegun mendengar mama iblis.
“Iblis? Aku seperti pernah mendengarnya..” Gumam Xia Yue'er yang berada di dalam pakaian Lin Yan.
“Hm?” Gu Lan, Gu Mien, Gu Yuena dan Huan Caiyi bingung dari mana asal suara kekanak-kanakan tersebut.
“Apa kau mengetahui sesuatu tentang Iblis Yue'er?” Tanya Lin Yan saat mengambil Xia Yue'er yang tampak mengintip dari dalam pakaiannya sepanjang waktu. Ia tentu tidak ingin di lihat oleh semua orang sehingga lebih memilih untuk berada di dalam pakaian Lin Yan.
Ketika melihat penampilan Xia Yue'er, Gu Yuena memiliki bintang di matanya karena merasa Xia Yue'er sangatlah imut.
“Lin Yan! Apa makhluk kecil ini? Bisakah kau memberikannya kepadaku?” Tanya Gu Yuena penuh harap.
Melihat tatapan panas Gu Yuena ke arahnya, Xia Yue'er langsung terbang dan memeluk leher Lin Yan. Ia menjulurkan lidahnya ke arah Gu Yuena sambil berkata, “Aku tidak mau bersamamu. Dan aku bukan makhluk, aku Putri Roh Peri!”
Wajah Gu Yuena bergerak-gerak karena Roh imut itu sama sekali tidak mau bersamanya.
“Apa maksudmu pernah mendengarnya Yue'er?” Tanya Lin Yan mengabaikan wajah Gu Yuena yang tampak cemberut.
Xia Yue'er duduk di bahu Lin Yan dan menyilangkan kedua tangannya di dadanya. Ia menutup matanya dan tampak seperti sedang berpikir keras dan itu membuatnya semakin lucu. Tidak lama kemudian, ia membuka matanya karena mengingat sesuatu.
“Ayah pernah mengatakan bahwa ada empat Alam. Pertama adalah Alam Fana, itu berada di tengah-tengah dua Alam lainnya. Di atas Alam Fana, ada Alam Abadi. Dan di bawah Alam Fana, ada Alam Iblis. Sementara itu, Alam Roh terletak sedikit jauh dari ketiga Alam. Untuk mengaksesnya, dibutuhkan Gerbang Roh.”
“Dan untuk Alam Iblis, itu ada di mana saja dan terhubung dengan Alam Fana dan Alam Abadi. Dikatakan, Alam Iblis diisi oleh banyak makhluk kuat. Hanya itu yang aku ingat.” Xia Yue'er menjelaskan.
Kerutan muncul di dahi Lin Yan saat mendengar Alam Abadi. Penjelasan Xia Yue'er yang begitu kabur juga menambah sedikit wawasannya saat ini bahwa tidak hanya ada manusia, binatang roh, melainkan ada Iblis dan makhluk Abadi yang tidak diketahui apa itu sebenarnya.
Sementara yang lainnya tercengang mendengar penjelasan Xia Yue'er. Karena keberadaan Alam Roh, tentu mereka akan mencoba berpikir kembali apakah Alam Iblis dan Alam Abadi benar adanya.
Tetapi satu hal yang membuat semua yang ada di sana berkerut tiba-tiba. Itu adalah kata-kata Xia Yue'er tentang Gerbang Iblis yang ada di mana saja.
“Jika catatan tentang anggota klan Gu yang melawan Iblis itu nyata, maka..” Patriak klan Gu menatap ke arah Gu Yin kembali.
“Tidak perlu membalas hal ini terlebih dahulu karena bahkan tidak pernah terdengar kabar tentang Iblis yang disebutkan itu.” Tetua Agung klan Gu membuka suara.
“Ya, kau benar saudaraku.” Gu Shen pun mengangguk setuju.
“Sekarang yang perlu kita bahas adalah, apa yang akan kita lakukan dengan masalah Lin Yan dan Yin'er?” Tanya Gu Shen menatap ke arah putrinya lalu ke arah Lin Yan.
“Jika mereka adalah partner Kultivasi Ganda, tidak perlu bertanya lagi. Ini juga demi kebaikan Yin'er. Lakukan upacara beberapa hari lagi.” Tetua Agung klan Gu langsung memberi saran.
Sebenarnya Lin Yan yang ingin berteriak seperti itu tetapi ia hanya melakukannya dalam hati.
Di sisi lain, Gu Yin memerah karena tentu paham apa maksud dari pamannya. Ia tidak menyangka bahwa semua keluarganya sangat optimis terhadap Lin Yan walaupun Lin Yan mempunyai rahasia besar yang bahkan Lin Yan sendiri tidak tau apa itu.
Sebelum ada yang berbicara lagi, suara langkah kaki pun terdengar di luar ruangan. Ketukan pintu pun terdengar yang membuat Patriak klan Gu menaikkan sedikit alisnya. Sebab, ia tentu tau siapa gerangan yang berada di luar pintu ruang tamu kediamannya.
“Silahkan masuk.” Patriak klan Gu mengijinkan empat Tetua klan Gu masuk ke dalam. Sangat jarang empat Tetua akan datang bersama sehingga ia berpikir bahwa ada sesuatu yang sangat penting.
Ketika pintu dibuka, empat pria paruh baya perlahan berjalan ke dalam.
“Salam Patriak, apakah anda sibuk? Bisakah kami meminta waktu sejenak?” Tanya salah satu dari Tetua yang merupakan ayah dari Gu Lang.
“Ada apa Gu Rong? Apakah kalian membutuhkan sesuatu? Silahkan duduk agar kita bisa berbicara.” Patriak mempersilahkan kelompok Gu Rong untuk duduk.
Karena ruangan sangat luas dan banyak kursi, jumlah puluhan orang pun tidak akan berdiri jika melakukan percakapan di dalam ruangan tersebut.
Keempat Tetua duduk bersamaan. Tiga Tetua lainnya menatap ke arah Gu Rong untuk memulai percakapan karena dialah yang membuat proposal.
Gu Rong mengerti apa yang harus dilakukan. Ia menatap ke arah Lin Yan sekilas karena masih penasaran siapa gerangan pemuda tersebut yang membuat semua keluarga Patriak klan Gu berada di dalam ruangan, kecuali untuk dua pemuda yang merupakan putra Patriak dan Tetua Agung klan Gu.
“Kami ingin bertanya sesuatu kepada Anda. Ini menyangkut aturan klan Gu. Sedari dahulu, klan Gu tidak pernah mencoba untuk membuat keturunan mereka memiliki garis darah campuran dengan orang luar.” Gu Rong berbicara dan berhenti sejenak untuk melihat reaksi Patriak.
Dan sesuai dugaan, kerutan yang sangat banyak muncul di dahi Patriak klan Gu saat ini karena mengerti ke arah mana pembicaraan.
“Lanjutkan.” Patriak klan Gu mempersilahkan.
“Pertama Anda pernah ingin menjodohkan putri Anda, Gu Yuena dengan anggota berpotensi dari klan Meng. Tetapi nyatanya klan Meng saat ini rata dengan tanah dan kita pun menjadi musuh sejati klan Long yang semula juga mengajukan proposal yang sama.”
Gu Rong terhenti sejenak lalu melanjutkan lagi. “Anda harus tau bahwa apa yang dilakukan oleh leluhur kita, harus kita ikuti karena banyak anggota klan yang tidak puas dengan keputusan Anda, terutama kami empat Tetua.”
“Kali ini, aku ingin berbicara tujuan pertama saya datang. Gu Yin telah kembali ke klan dan membawa seseorang bersamanya. Bisakah kami tau siapa pemuda ini?” Tanya Gu Rong menatap ke arah Lin Yan.
Anggota keluarga Patriak klan Gu tentu tau bahwa empat Tetua mencoba untuk mengusir Lin Yan jika memang benar memiliki hubungan khusus dengan Gu Yin.
“Dia adalah Lin Yan, calon menantu klan Gu. Dalam beberapa hari lagi, upacara pernikahannya dengan Gu Yin akan dilaksanakan.” Kali ini adalah Gu Shen yang langsung berbicara.
Lin Yan berkedut mendengarnya. Oi oi oi oi, apakah kalian tidak meminta pendapatku terlebih dahulu tentang upacara yang sebenarnya adalah upacara pernikahan? Ia sangat ingin berteriak tetapi tetap diam saat ini karena tampaknya keempat Tetua tersebut ingin melakukan sesuatu yang tidak akan disukai oleh keluarga Patriak.
Empat Tetua tertegun mendengarnya. Tentu nama Lin Yan tidak asing bagi mereka berempat karena Lin Yan adalah alasan klan Gu keluar dari Kerajaan Bintang.