
Reruntuhan Sekte Wayang
“Canglan!” ucap Tetua Agung Sekte Wayang sangat dingin karena ia tentu tidak akan melupakan sosok yang membuat Sekte Wayang mengalami kerugian parah di masa lalu walaupun tidak separah yang dilakukan oleh Lin Yan.
Karena kemarahannya, Master Sekte Wayang yang saat ini melawan Dai Mubai pun mengeluarkan satu lagi Wayang yang menggunakan kerudung.
Duar!
Dai Mubai terpental sangat jauh karena tidak mengharapkan sesuatu seperti itu. Ia memuntahkan seteguk darah dan membentur permukaan tanah. Ia tidak menyangka bahwa Master Sekte Wayang masih memiliki satu Wayang lagi dan itu lebih kuat dari Wayang yang ia lawan.
“Uhuk.. Apa itu tadi?” Batin Dai Mubai saat perlahan berdiri. Darah tampak menetes dari tubuhnya karena serangan sebelumnya.
Di sisi lain, Xiao Ziya dan Xie Shuyan pun berhenti di udara ketika Canglan telah tiba. Untuk Xiao Ziya, ia tentu mengenal Canglan karena ia selalu melihat segala sesuatu dari Ruang Jiwa Lin Yan sebelumnya. Sementara untuk Xie Shuyan, ia hanya menganggap Canglan sebagai bala bantuan walaupun ia masih waspada. Walaupun dirinya adalah Roh yang kikuk, tentu ia tidak sebodoh itu ketika melihat Xiao Ziya berhenti di udara dan tidak terburu-buru untuk mendekat ke arah Lin Yan.
Zhep!
Canglan pun menghilang dan muncul di dekat Lin Yan sambil menatap ke arah Tetua Agung Sekte Wayang dengan tatapan yang sangat dingin.
“Apakah anda baik-baik saja Tuan Muda?” Tanya Canglan saat menatap ke arah Lin Yan.
Zhep!
Lin Yan pun berpisah dari Xia Yue'er. Keduanya saat ini memasang wajah yang sangat pucat karena terlalu memaksakan diri melawan Tetua Agung Sekte Wayang.
“Aku baik-baik saja. Hanya mengalami sedikit luka.” Balas Lin Yan setelah menghela nafas panjang.
Sementara itu, Master dan Tetua Agung Sekte Wayang yang mendengar kata-kata Canglan pun memandang wajah semakin pucat karena tidak menyangka bahwa seseorang seperti Canglan akan mengakui seseorang menjadi Tuan Muda-nya.
Master Sekte Wayang pun tiba di sebelah Tetua Agung sambil membawa kedua Wayangnya bersamanya.
Tetua Pertama dan Tetua An juga muncul di sebelah Tetua Agung sambil menatap ke arah Canglan dengan dingin.
Keempatnya sangat sadar bahwa saat ini musuh utama mereka adalah Canglan yang dirumorkan telah diundang menjadi peringkat 150 Master Bela Diri.
“Apa yang membuatmu datang ke tempat ini, Canglan!” ucap Master Sekte Wayang sangat dingin.
Canglan tidak langsung membalas atau melihat ke arah Master Sekte Wayang. “Tuan Muda, biarkan aku membereskan mereka.” ucapnya ke arah Lin Yan.
“Baiklah, tampaknya kekuatanmu meningkat setelah Akar Spiritual milikmu disembuhkan.” Balas Lin Yan dengan senyum kecil di wajahnya yang sedikit pucat.
“Ya, terima kasih atas bantuannya Tuan Muda. Aku akan selalu mengingatnya.” Balas Canglan dan perlahan melihat ke arah keempat musuh yang harus dibereskan.
Canglan pun melayang ke arah langit dan langsung berdiri di atas bahu Wayang miliknya.
“Kalian masih bertanya tentang kenapa aku berada di sini? Sungguh pertanyaan yang lucu.” ucap Canglan acuh tak acuh.
Wajah keempatnya sedikit gelap mendengar apa yang dikatakan oleh Canglan.
Tetapi wajah Master Sekte Wayang tiba-tiba terlihat tersenyum kecil dan berbicara, “Kebetulan kau datang ke tempat ini. Sudah saatnya membereskanmu juga.”
Kata-kata Master Sekte Wayang membuat Canglan menaikkan sedikit alisnya. Ia tentu tidak mengerti mengapa Master Sekte Wayang berkata seperti itu seolah-olah tidak mengetahui kekuatan yang ia miliki.
“Apakah dia bodoh? Dia seharunya tidak sebodoh itu dan mengerti tentang posisinya saat ini.” Batin Canglan dan tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh Master Sekte Wayang.
“Lakukan.” ucap Tetua Agung Sekte Wayang memberi perintah kepada Master Sekte Wayang.
Master Sekte Wayang dan langsung mengendalikan Wayang miliknya.
Wusssh!
“Apakah Wayangmu ini menjadi kepercayaan dirimu?” Tanya Canglan acuh tak acuh saat melihat Wayang yang telah tiba di jarak hampir lima meter darinya dan mengayunkan pedangnya ke arah Canglan.
Canglan yang menatap itu langsung mengendalikan Wayang Serigala Iblis Kegelapan untuk langsung menghancurkan Wayang milik Master Sekte Wayang.
Namun, ketika Wayang miliknya hendak mengayunkan pedang ke arah Wayang tersebut, ia membeku dan langsung membuat Wayang milikinya untuk membelokkan serangan.
Jrezzh!
Serangan Wayang milik Canglan pun membelah udara tepat di sebelah Wayang milik Master Sekte Wayang yang saat ini terlihat melepaskan kerudungnya.
Sraing!
Tubuh Canglan pun langsung di tebas begitu saja dan tebasan itu mengenai bahunya. Pedang Wayang tersebut terlihat menancap di bahu Canglan karena Canglan sama sekali tidak mencoba untuk menghindarinya.
Bahkan untuk Lin Yan pun yang berada di permukaan tanah menyipitkan matanya saat menatap kejadian tersebut.
“Lin Yan! Kenapa pria jelek itu tidak menghindar? Dengan tingkat kekuatannya aku dapat merasakan bahwa dia sangatlah kuat! Bukan hal sulit baginya untuk menghindari serangan seperti itu!” Xia Yue'er berkata dengan wajah heran dan menatap ke arah Lin Yan untuk meminta penjelasan.
Lin Yan tidak menjawab sama sekali. Ia tentu telah membuat spekulasi kenapa Canglan tidak menghindar sama sekali. Dan itu pasti dikarenakan oleh Wayang yang saat ini sedang berada tepat dihadapan Canglan.
Sementara itu, untuk Master, Tetua Agung, Tetua Pertama Sekte Wayang serta Tetua An menyeringai karena mereka tau sesuatu seperti itu akan terjadi. Keempatnya pun langsung bergerak ke tempat Canglan berada dan memanfaatkan situasi Canglan saat ini yang sedang kacau oleh penampakan Wayang tersebut.
Sementara itu, Canglan terlihat hanya diam membatu di atas Wayang miliknya ketika menatap Wayang yang menebas bahunya.
Canglan sangat paham bahwa sosok yang dihadapannya saat ini adalah sebuah Wayang karena dia tidak memiliki ekspresi sama sekali.
“Maafkan aku..”
“Maafkan aku karena meninggalkanmu saat itu!” ucap Canglan dengan tubuh gemetaran serta air mata yang menetes.
Canglan langsung mengingat sosok Wayang yang merupakan wanita dihadapannya yang di masa lalu memberinya kesempatan untuk kabur ketika dia menahan semua kekuatan tempur tingkat atas Sekte Wayang yang mengincarnya.
Wayang yang saat ini berada tepat dihadapan Canglan adalah seseorang yang sangat berharga baginya. Dan wanita itu juga mengorbankan hidupnya agar dirinya tetap hidup sampai saat ini. Tentu ia tidak akan pernah melupakan hal itu sampai kapanpun juga.
“Canglan! Awas!” Teriak Lin Yan sekeras mungkin saat melihat empat sosok berserta beberapa Wayang kini muncul di sekitar Canglan serta mengayunkan senjata mereka bersamaan ke arah Canglan.
Sekuat apapun Canglan, jika tidak tidak membuat pertahanan untuk bertahan, dia pasti akan tewas jika semua serangan itu mengenainya.
“Matilah!” Teriak Master, Tetua Agung dan Tetua Pertama Sekte Wayang bersama dengan Tetua An.
Canglan tentu saja mendengar teriakan Lin Yan. Ia pun menggerakkan jari-jarinya tanpa memalingkan pandangannya dari wayang tersebut.
Wayang milik Canglan pun langsung mengeluarkan qi hitam pekat dan langsung membungkus Canglan dan tubuhnya membentuk sebuah bola hitam.
Trang! Trang! Trang! Trang!
“Apa?” Keempatnya terkejut karena Canglan masih sempat membuat pertahanan di saat seperti itu.
Canglan yang saat ini sedang dikuasai oleh kesedihan masih dapat mempertahankan pikiran rasionalnya. Jika itu Wayang yang ada di hadapannya yang menyerangnya, mungkin ia tidak akan mencoba melawan. Tetapi ia tetap tidak akan membiarkan keempat musuh itu menyerangnya.
“Maaf karena aku tidak bisa memberikan sesuatu yang berharga kepadamu. Tetapi, aku akan membalaskan dendamu!” Wajah Canglan berubah dingin saat menyentuh Wayang dihadapannya lalu menyimpannya ke dalam cincin ruang miliknya setelah memutuskan koneksi qi dari Master Sekte Wayang yang ada pada Wayang tersebut.
“Master Sekte, Tetua Agung.. kalian berdua sungguh berani membuatnya menjadi Wayang. Kalian akan mati dengan mengenaskan!” ucap Canglan dingin saat ia mengendalikan Wayang Serigala Iblis Kegelapan.
Diluar, Master Sekte, Tetua Agung Sekte Wayang dan kedua Tetua itupun tertegun di tempat karena aura yang sangat mengerikan terpancar dari dalam teknik pertahanan yang dibuat oleh Canglan.
“Celaka!” Hanya itu yang bisa mereka katakan dalam hati saat ini karena tampaknya Canglan tidak terpengaruh sama sekali dengan rencana yang mereka buat.