Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 257 - Menyerang Sekte Gerbang Surgawi (2)



Sekte Gerbang Surgawi


Lin Yan menatap ke arah tempat pertarungan antara kelompok Xiao Ya melawan semua anggota Sekte Gerbang Surgawi.


Saat ini, terlihat Xiao Ya yang diselimuti oleh qi berwana putih kebiruan sedikit. Di punggungnya, sayap pun mulai tercipta seperti sebuah susunan bebatuan layaknya batu giok berwarna biru laut.


Di permukaan kulit Xiao Ya, tato-tato uang tampak seperti bulu burung pun mulai menutupi tubuhnya.


Lengan Xiao Ya juga tampak berubah perlahan-lahan. Telapak tangannya kini terlihat seperti kaki burung dengan empat cakar.


“Bentuk apa itu?” Tanya Huan Caiyi saat menyaksikan tubuh Xiao Ya yang tampak berubah drastis. Ia menoleh ke arah adiknya itu karena Lin Yan juga memiliki kemampuan untuk berubah ke bentuk setengah naga.


“Itu adalah garis darah yang mengalir di tubuh senior Xiao Ya. Burung Es Giok, dikatakan bahwa spesies tersebut hidup di tempat yang sangatlah dingin sampai-sampai hampir tidak ada makhluk yang bisa tinggal di tempat seperti itu.”


“Juga, karena ketebalan kulit binatang roh Burung Es Giok layaknya sebuah logam keras, mereka mampu untuk menahan rasa dingin mengerikan sampai-sampai sudah terbiasa. Serta karena sudah terbiasa dengan dingin tersebut, mereka pun mulai menggunakan elemen Es dan mempelajarinya sampai ke puncaknya.”


“Dikabarkan spesies tersebut telah punah. Aku tidak tau bagaimana masih ada yang tersisa. Namun, keberadaan senior Xiao Ya menjelaskan bahwa spesies tersebut masihlah hidup.” Lin Yan menjelaskan.


Mendengar penjelasan Lin Yan, Huan Caiyi pun menatap kembali ke arah pertarungan yang akan segera terjadi.


Wusssh!


Ketika Xiao Ya memasuki bentuk setengah manusia setengah binatang roh, ia pun langsung menghilang dalam sekejap.


Sraing! Sraing!


Saat ini terlihat jejak es yang berliku-liku tanda tempat tersebut dilewati oleh Xiao Ya.


Setiap kali dia mengayunkan pedangnya, pasti akan ada anggota Sekte Gerbang Surgawi yang tewas.


Sementara itu, Tetua Agung Sekte Gerbang Surgawi yang menatap anggota Sektenya di bunuh satu per satu pun sangatlah marah.


Tetua Agung Sekte Gerbang Surgawi melirik ke arah tertentu dan tiga sosok muncul, ketiganya adalah Tetua terkuat yang mungkin dikatakan seperti Tetua Pertama, Kedua dan Ketiga di Sekte Naga Langit.


Ketiganya paham bahwa target mereka adalah Xiao Ya. Ketika mereka ingin bergerak, Xu Ling, Xu Di dan Xu Rong pun menghalau mereka agar tidak ikut campur.


“Dasar sialan!” Tetua Agung Sekte Gerbang Surgawi yang menatap tiga Tetua terkuat dihadang pun memasang wajah yang sangat marah. Oleh karena itu, ia menatap kembali ke arah Xiao Ya yang bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi membunuh anggota Sekte Gerbang Surgawi satu per satu dan tidak lama lagi akan mencapai gerbang.


“Tidak bisa dibiarkan. Jika dia menerobos gerbang, mungkin korban jiwa akan bertambah semakin banyak!” Tetua Agung Sekte Gerbang Surgawi yang mengetahui hal itupun langsung melambaikan tangannya.


Xiao Ya tentu menatap hal itu sedari tadi. Alasan ia mengincar anggota yang lemah tentu untuk memancing Tetua Agung Sekte Gerbang Surgawi mendekat. Jika tidak, kemungkinan ia akan terus di tahan oleh sangat banyak kultivator yang mungkin bisa memanggil roh juga seperti Tetua Agung Sekte Gerbang Surgawi.


Di kejauhan, Lin Yan yang menatap itupun menaikkan sedikit alisnya. Ia langsung mengingat tentang semua roh pendek yang tampak kabur ketika menatapnya dan ia masih penasaran kenapa hal seperti itu terjadi.


“Hei Yuu'er, apa kau tau Roh apa yang dipanggil oleh pria tua itu?” Tanya Lin Yan menatap ke arah bahunya tempat Xia Yue'er duduk.


“Hm? Kurcaci pendek? Tentu aku tau tentang mereka. Mereka adalah Roh kelas rendah yang tinggal di sebua Dunia yang aneh. Tetapi mereka memiliki keunikan yaitu mampu membuat sesuatu yang berharga.” Xia Yue'er menjelaskan.


“Sesuatu yang berharga?” Kerutan muncul di dahi Lin Yan saat mendengar penjelasan Xia Yue'er. Mengingat kembali tentang perilaku mereka semua terhadap dirinya, ia membuat Spekulasi bahwa mungkin itu ada kaitannya dengan Kaisar Manusia.


Tetapi Lin Yan menyampingkan pemikirannya saat ini dan kembali fokus menatap pertarungan yang sedang terjadi di kejauhan.


Pasukan binatang roh dan pasukan Bayangan yang mereka kendalikan pun belum tiba karena untuk mencapai tempat itu memang sangatlah sulit. Jika saja semua pasukan itu tidak memiliki akal sehat, sudah bisa dipastikan bahwa tidak mungkin mencapai lokasi Sekte Gerbang Surgawi berada.


Karena Xiao Ya saat ini sedang membantai satu per satu anggota Sekte Gerbang Surgawi, Tetua Agung pun tidak tinggal diam dan langsung bergerak menuju arahnya.


“Xiao Qin.. ketika dia tiba, siksa dia sekejam yang kau bisa, aku akan membantumu mengalahkannya. Kita akan membuat Master Sekte Gerbang Surgawi menyesal karena mengikuti kata-kata Klan Long.” Xiao Ya memberi perintah melalui telepati ke arah Xiao Qin yang berada di kejauhan seorang diri melawan musuh.


Mendengar perintah, Xiao Qin sama sekali tidak berani menolak karena bukan hanya ia sedikit takut juga kepada Xiao Ya. Ia tentu sangat ingin merobek-robek seseorang yang memiliki wajah yang sangat mirip dengan Master Sekte Gerbang Surgawi yang telah membuat Tuannya mengalami luka yang tidak bisa disembuhkan.


Ketika Tetua Agung Sekte Gerbang Surgawi mendekat ke arah Xiao Ya bersama dengan kurcaci yang menjadi Roh Kontraknya.


Sewaktu Xiao Ya baru saja selesai menebas salah satu anggota Sekte Gerbang Surgawi dengan kecepatan tinggi, Tetua Agung pun mendekat dan langsung melancarkan serangan dadakan bersama dengan Rohnya menggunakan sebuah kapak yang terlihat sangat aneh karena bilahnya diisi oleh manik-manik berwana emas.


Dikejauhan Lin Yan yang menatap itu tersenyum sedikit. Ia tau bahwa setiap kultivator yang memiliki Roh seperti dirinya dan para anggota Klan Gui memang sangat sulit dihadapi. Oleh karena itu, ia pun langsung mendekat ke arah pertarungan yang terjadi.


“Yue’er.. bantu aku menangkap kurcaci itu.” ucap Lin Yan saat bergerak dengan kecepatan penuhnya ke arah Xiao Ya dan Xiao Qin yang saat ini sedang bentrok dengan beberapa Tetua serta Tetua Agung Sekte Gerbang Surgawi.


“Hm? Kenapa kau ingin menangkap Roh itu Lin Yan?” Tanya Xia Yue'er penasaran. Ia merasa tidak ada gunanya menangkap Roh yang memiliki kelas yang sangat rendah. Walaupun mungkin para kurcaci mampu membuat sesuatu yang berharga meskipun ia tidak tau apa itu, ia masih merasa tidak memiliki keuntungan menangkap satu kurcaci.


“Aku ingin memastikan sesuatu.” Balas Lin Yan.


“Oh, lalu apa yang harus aku lakukan?” Tanya Xia Yue'er.


“Tutup Gerbang Roh ketika Kurcaci itu berniat untuk pindah ke Alam Roh.”


Balasan Lin Yan membuat Xia Yue'er semakin bingung tetapi ia tidak menolak sama sekali. “Baik, serahkan pada putri ini, aku ingin tau apakah Roh rendahan itu mengenalku atau tidak.”