Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 357 - Huan Caiyi dan Dua Sosok Tua



Pulau Es Utara


“Tidak.”


Jawaban Mu Xuan Xian membuat Lin Yan sedikit kecewa karena merasa bahwa jika ia bertanya kepada seseorang sekuat Mu Xuan Xian, kemungkinan ia akan mengetahui keberadaan Kakek dan neneknya.


“Jika kau ingin mengetahui di mana mereka berdua berada saat ini, kau harus mencapai level tertentu yaitu memasuki daftar 200 Master Bela Diri. Saat kau mencapai prestasi itu, kau akan mendapatkan informasi tertentu dan semakin tinggi rangking yang kau peroleh, kau akan dapat mengakses tempat Klan Lin berada. Kemungkinan mereka akan mengetahui dimana keduanya saat ini.”


“Tetapi aku tidak bisa mengatakan di mana lokasi Klan Lin berada karena itu melanggar peraturan tujuh kekuatan besar di Benua Saint.” ujar Mu Xuan Xian.


“Tujuh kekuatan besar?” Tanya Lin Yan dengan wajah serius.


“Ya. Tujuh Kekuatan Besar adalah, Satu Kekaisaran yang merupakan Kekaisaran Han. Dua Sekte terkuat dan salah satunya adalah Sekte Istana Salju. Sekte lainnya bernama Sekte Cahaya Surgawi. Dan empat lainnya adalah Empat Klan Kuno.” Mu Xuan Xian pun mengatakan ketujuh kekuatan besar di Benua Saint.


“Hanya itu yang bisa aku katakan padamu. Beberapa hari lagi, aku akan mengantarmu untuk membuka Formasi di tengah laut agar kau bisa keluar. Luangkan waktumu dalam beberapa hari ini bersama Yin'er.” Setelah mengatakan itu, Mu Xuan Xian pun menghilang dalam sekejap dari dalam ruangan.


Helaan nafas panjang keluar dari mulut Lin Yan karena merasa bahwa perjalanannya masih panjang.


“Aku akan mengantarmu ke ruanganmu.” Gu Yuena pun perlahan berdiri dan berjalan ke arah tertentu.


Lin Yan hanya mengangguk kecil karena merasa dirinya butuh istirahat sejenak memikirkan apa rencananya berikutnya.


**


Di pinggiran Sekte Istana Salju, terlihat Mu Xuan Xian yang muncul di sebuah pondok sederhana yang merupakan tempat Mu Xuanyin berada.


“Apa kau telah berbicara dengannya?” Tanya Mu Xuanyin yang sedang dalam posisi bermeditasi. Ia menatap ke arah kembarannya itu dengan wajah sedikit lelah.


“Ya. Dia memang tidak terduga sama sekali. Dia sangat mirip dengan senior Lin Ming ketika dimasa jayanya.” Mu Xuan Xian mengangguk kecil dan melanjutkan, “Bagaimana dengan luka-lukamu?”


“Seperti senior Lin Ming.” Gumam Mu Xuanyin dan tersenyum kecil karena tentu ingat tentang sosok yang ia hormati juga bersama dengan kembarannya itu.


“Luka-lukaku akan pulih dalam beberapa minggu.” Lanjut Mu Xuanyin.


“Sedari awal aku mengatakan bahwa jika kita bekerja sama, kita akan bisa memusnahkan Kaisar Han.” Mu Xuan Xian menggelengkan kepalanya saat mengatakan itu lalu duduk perlahan di sebuah kursi tidak jauh dari Mu Xuanyin.


“Jika kau ikut campur, perang besar akan pecah karena pria tua itu juga akan muncul. Lebih baik menghindari perang yang tidak ada artinya saat ini karena masih banyak hal yang harus kita urus. Ketika masalah Iblis telah selesai, kita berdua akan membereskan Kaisar Han untuk selama-lamanya!” Balas Mu Xuanyin dengan sedikit niat membunuh.


Dari sikap Mu Xuanyin, sangat terlihat bahwa dia sangat membenci Kaisar Han karena suatu hal.


Mu Xuan Xian hanya diam karena ia juga ingin membunuh Kaisar Han. Tetapi mereka berdua tetap sabar karena adanya masalah yang lebih penting untuk diselesaikan dari pada mengurusi Kaisar Han.


“Bagaimana dengan Na’er?” Tanya Mu Xuanyin ketika niat membunuhnya menghilang.


“Potensinya tidak akan kalah dengan Yin'er. Ada sesuatu ditubuhnya yang tidak dapat aku jelaskan. Itu kemungkinan warisan yang diterima oleh Na’er ketika berada di Klan Gu.” ujar Mu Xuan Xian.


“Sungguh tidak terduga bukan? Aku tidak menyangka bahwa Klan Gu yang merupakan saudara sedarah Klan Mu akhirnya melahirkan dua jenius dalam satu waktu. Klan Mu dan Klan Gu awalnya adalah satu kesatuan tetapi terpisah karena hal yang tidak tercatat.” ucap Mu Xuanyin.


“Ya, kau benar. Pendiri Sekte Istana Salju mungkin akan senang jika mengetahui bahwa seseorang dari Klan Gu telah menghasilkan seseorang dengan qi Es Hitam.” Lanjut Mu Xuan Xian.


“Ya, leluhur Xue Gu Mu pasti akan senang karena akhirnya salah satu dari dua keturunannya telah melahirkan seseorang yang mewarisi kekuatannya!” ucap Mu Xuanyin.


**


Aura mencekam mengisi langit dan bumi. Di daerah tersebut, tanaman tampak layu, tengkorak manusia tergeletak di mana-mana.


Daerah tersebut adalah salah satu tempat paling berbahaya di dunia. Langit di tempat itu tampak selalu gelap. Suasana di sana sama seperti ketika matahari mulai tenggelam dan sinarnya ditutupi oleh awan gelap.


Saat ini, terlihat satu sosok wanita yang sedang melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi. Wajahnya terlihat sangat pucat dan banyak noda darah yang menempel di pakaiannya.


“Tempat apa ini? Apakah aku terlempar ke tempat yang jauh dari Benua Saint?” Tanya wanita tersebut saat sedang bergerak ketika mencoba lari dari sesuatu.


Wusssh!


Di belakang wanita itu, terlihat puluhan sosok yang sangat asing, mereka bukanlah manusia tetapi sesuatu yang lain.


“Sial! Iblis-iblis itu sangat kuat! Ketika mereka melihat teknik yang aku gunakan, semua dari mereka sangat ingin membunuhku!” ucap wanita itu dengan wajah gelap dan nada dingin. Ia tidak lain adalah Huan Caiyi yang terlempar sangat jauh ketika berangkat ke Benua Saint.


“Kebangkitan Dunia Najis!”


Wusssh!


Di daerah yang di lewati oleh Huan Caiyi, pasukan Bayangan yang tercipta melalui tengkorak-tengkorak yang ada di sana pun perlahan terlihat.


“Kau tidak akan bisa kabur! Kami tau dengan pasti kekuatan dari qi Bayangan, atau lebih tepatnya kekuatan dari Dewa Kematian Xiu! Kekuatan yang kau pegang saat ini masihlah lemah dan dengan itu kami akan menghabisimu atas apa yang dilakukan olehnya dahulu!” Salah satu Iblis yang merupakan pemimpin kelompok yang mengejar Huan Caiyi pun berteriak keras.


Wusssh!


Semua Iblis yang ada di sana pun melesat dengan kecepatan tinggi lalu menghancurkan semua pasukan Bayangan yang diciptakan oleh Huan Caiyi.


Duar! Duar! Duar!


Ledakan dahsyat terjadi saat semua pasukan Bayangan hancur total oleh beberapa teknik dari para Iblis.


Zhep!


Pemimpin para Iblis yang ada di tempat itupun menghilang dan muncul tepat di belakang Huan Caiyi.


“Mati!” Teriak Iblis tersebut sambil mengayunkan tinjunya sekuat tenaga ke arah punggung Huan Caiyi.


“Sial!” Huan Caiyi menggunakan qi Bayangan untuk menghindari serangan serta meringankan cidera.


Bam!


“Uhuk!”


Huan Caiyi yang terpental memuntahkan seteguk darah.


Bom!


Huan Caiyi yang mendarat pun menabrak permukaan tanah berwarna sedikit merah karena diwarnai oleh darah para manusia.


Tap! Tap! Tap!


Semua Iblis pun mendarat dan berdiri di pinggiran kawah kecil tempat Huan Caiyi mendarat.


“Ugh..” Huan Caiyi perlahan berdiri dengan wajah pucat dan tubuh gemetaran.


“Kau masih hidup? Sungguh luar biasa untuk manusia yang hanya memiliki kultivasi tingkat Alam Raja tahap ketiga!”


“Ayo kita habisi dia! Dia tidak boleh kabur lagi!”


Beberapa Iblis pun berbicara dan membuat kuda-kuda untuk menyerang Huan Caiyi yang hampir tidak berdaya dihadapan puluhan Iblis kuat.


“Serang!” Salah satu dari mereka berteriak dan semua Iblis itupun langsung membuat gerakan mereka untuk memusnahkan seseorang yang memiliki kekuatan yang sangat dibenci oleh para Iblis.


Sebelum para Iblis melancarkan serangan, sebuah pedang pun tampak melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi.


“Pedang Terbang!”


Wusssh!


Srak! Srak! Srak! Srak!


Pedang tersebut langsung memenggal hampir semua Iblis. Dua Iblis yang berhasil menghentikan serangan ke arah Huan Caiyi pun berhasil menghindar dan menatap ke arah tertentu.


Tap! Tap! Tap!


Dua sosok perlahan berjalan dari arah Kegelapan dengan santai.


Ketika kedua Iblis menatap dua sosok yang mendekat, keringat dingin bercucuran di dahi keduanya.


“Kau.. bagaimana kalian berada di..”


Sraing!


Salah satu dari kedua sosok itupun menghilang dan langsung memenggal Iblis tersebut. Setelah itu, ia menghilang kembali dan muncul di belakang Iblis lainnya.


Jleb!


Dalam waktu kurang dari satu detik, kedua Iblis itupun tewas.


“Hei lihat, ada wanita muda berbakat yang tampaknya terjebak di tempat ini.” Salah satu dari mereka pun berbicara.


Sosok lainnya menatap ke arah kawah kecil dengan tatapan heran. Ia menatap ke arah Huan Caiyi dengan seksama bersama dengan individu yang berbicara sebelumnya.


Awan gelap perlahan berpindah dan wajah kedua sosok itupun perlahan terlihat.


Huan Caiyi yang memiliki tatapan kosong pun membeku di tempat ketika melihat kedua sosok itu. Matanya berkaca-kaca dan air matanya pun terjatuh seketika.


“Kakek.. nenek..” Gumam Huan Caiyi lalu terjatuh karena kehilangan kesadarannya.


Kedua sosok tua yang tidak lain adalah Lin Ming dan Lin Xi saling memandang satu sama lainnya dengan mata sedikit menyipit.


“Apakah kau memiliki cucu lain?” Tanya mereka bersamaan dengan nada heran.