Dragon Monarch

Dragon Monarch
Chapter 455 - Tempat Tersembunyi



Dimensi Naga


Setelah keluar dari Wilayah Klan Naga Es, Lin Yan bersama dengan Gu Yin dan Lan Qinzhu pun terbang ke arah tertentu sesuai dengan letak yang ditunjukkan di dalam peta yang diberikan oleh Bing Rui.


“Hei Lin Yan, berapa lama kita akan mencapai tempat itu jika menurut letak yang ada di peta dengan kecepatan kita saat ini?” Tanya Lan Qinzhu menatap ke arah Lin Yan.


“Dari peta, dengan kecepatan ini kita akan tiba dalam waktu tiga hari paling lama.” jawab Lin Yan.


Lan Qinzhu mengangguk kecil lalu melanjutkan dengan pertanyaan lainnya, “Guru mengatakan bahwa ada dua lagi anak ayah di Dimensi ini dan kau sudah bertemu dengan salah satunya. Seperti apa Xiao Yuu yang dikatakan oleh Guru?”


Pertanyaan Lan Qinzhu membuat Lin Yan terdiam untuk beberapa saat karena terlihat bahwa Lan Qinzhu juga optimis tentang ayah mereka yang meninggalkan mereka di Dimensi Naga dan dirinya di Daratan Utara.


“Xiao Yuu...” Lin Yan pun menjelaskan wanita seperti apa Xiao Yuu. Ia juga menceritakan tentang pertemuan mereka sebelumnya dan tentang Xiao Yuu yang bukan Demi-Human seperti mereka yang artinya kemungkinan hanya Xiao Yuu saudara mereka yang merupakan Naga Sejati.


“Naga yang memiliki enam cakar serta warna yang bajak ditubuhnya? Tampaknya itu sangat kuat.” Gumam Lan Qinzhu saat mendengar deskripsi dari Lin Yan tentang Xiao Yuu.


“Ya. Dia kuat luar biasa. Saat ini aku tidak mampu untuk menandinginya. Bahkan dengan kekuatanmu, kau pasti akan dikalahkan.” ucap Lin Yan. Bukan ia menganggap remeh Lan Qinzhu, tetapi memang benar bahwa Xiao Yuu berada di level yang berbeda.


“Oh? Benarkah? Suatu hari nanti aku akan menjadi lebih kuat lagi!” ucap Lan Qinzhu saat memegang sebuah kalung liontin berbentuk lotus di lehernya. Ia tersenyum sedikit karena memikirkan ketika ia membuat Lin Yan terkejut. Entah mengapa, ia sangat ingin memamerkan pencapaiannya kepada kakaknya yang baru saja ia temui.


Lin Yan tidak berbicara lagi dan setelah itu, hanya Lan Qinzhu dan Gu Yin yang mengobrol panjang kali lebar. Karena sifat mereka yang tidak tau malu sangat sama, itu membuat keduanya sangat cepat akrab.


Hampir tiga hari berlalu begitu saja, Lin Yan, Gu Yin dan Lan Qinzhu yang terus terbang akhirnya tiba di daerah yang seusai dengan apa yang tercatat di peta.


Saat ini, Lin Yan, Gu Yin dan Lan Qinzhu melayang di udara sambil menatap ke arah tempat tersebut dengan tatapan tanda tanya besar.


“Apakah ini tempatnya? Tidak ada apa-apa di sini selain bebatuan yang tidak berharap.” Gu Yin sedikit cemberut ketika menatap hamparan bebatuan yang sangat luas.


Lin Yan menatap ke arah Lan Qinzhu untuk mencari tau tentang sesuatu.


“Jangan menatapku seperti itu! Aku tidak tau apa-apa!” Lan Qinzhu sedikit jengkel ketika Lin Yan menatapnya untuk mencari jawaban tentang tempat yang mereka datangi.


“Tidak ada apa-apa di sini. Gurumu mengatakan bahwa di sini memiliki sumber daya yang melimpah. Apakah itu sudah usang oleh waktu?” Tanya Gu Yin menatap ke arah Lan Qinzhu.


“Gu Yin! Guruku tidak mungkin berbohong!” Lan Qinzhu semakin jengkel karena merasa dirinya ditekan oleh ipar dan kakaknya untuk menjelaskan semuanya.


Lin Yan hanya menggelengkan kepalanya karena merasa bahwa kedua wanita itu sama sekali tidak bisa diharapkan. Ia pun mengaktifkan Mata Raja untuk melihat apakah ia melihat sesuatu di hamparan bebatuan tersebut.


“Ayo kita berkeliling. Mungkin kita akan menemukan petunjuk.” Lin Yan pun langsung terbang ke arah acak dan diikuti oleh Gu Yin yang menatap Lan Qinzhu dengan tatapan tidak puas dan juga oleh Lan Qinzhu yang memasang wajah jengkel ketika menatap ke arah Gu Yin.


Setelah terbang selama beberapa jam mengelilingi tempat tersebut, Lin Yan yang terus mengaktifkan Mata Raja miliknya menatap aura yang tidak dapat dijelaskan merembes dari dalam tanah.


Ketika mendarat di tempat tersebut, Lin Yan menyipitkan matanya saat menatap aura tersebut tampak seperti tidak nyata, itu seperti menyatu dengan alam itu sendiri.


Setelah itu, Lin Yan terus menerus mencari-cari sesuatu di sekitar tempat tersebut yang membuat Gu Yin dan Lan Qinzhu hanya bisa diam karena keduanya tidak tau apa yang harus mereka lakukan.


Beberapa menit kemudian, Lin Yan pun berhenti di salah satu lubang yang tampak hanya bisa dimasuki oleh manusia. Lubang tersebut sedikit tersembunyi dan aura yang terpancar yang dilihat olehnya sebelumnya lebih padat di lubang tersebut.


“Yin’er, Qinzhu.. ayo masuk. Ini pasti jalan masuk ke tempat yang dikatakan oleh Bing Rui.” ucap Lin Yan dan berjalan masuk ke dalam lubang yang dihapit oleh beberapa batu.


Lan Qinzhu dan Gu Yin hanya menurut dan mengikuti Lin Yan ke dalam lubang tersebut.


Setelah berjalan dengan perlahan di dalam lubang yang sangat sempit tersebut ke arah bawah selama sepuluh menit, mereka pun akhirnya melewati goa yang tampak terus-menerus semakin membesar.


Lin Yan yang terus mengaktifkan Mata Raja pun menyipitkan matanya tentang aura aneh tersebut dan bertanya-tanya apa sebenarnya aura tersebut.


Tidak lama kemudian, cahaya menyilaukan pun terpancar di ujung goa gelap tersebut.


Ketika mereka tiba, mata mereka melebar saat menatap pemandangan yang ada di sana.


“Tempat ini sungguh luar biasa!” ucap Gu Yin tanpa sadar.


Lan Qinzhu yang mendengar apa yang dikatakan oleh Gu Yin pun mengangguk beberapa kali karena ia juga takjub menatap pemandangan yang ada di hadapannya.


Sedangkan untuk Lin Yan, ia pun menaikkan sudut bibirnya ketika menatap semua tempat yang ada di bawah tanah tersebut. Mata Raja miliknya tertuju ke arah sebuah danau kecil yang menjadi sumber aura yang berada di udara.


Lalu mata Lin Yan pun mencari ke sana ke mari untuk mencari hal lainnya dan itu adalah apa yang dikatakan oleh Bing Rui, naga kuno yang berdiam diri di tempat tersebut.


“Siapa?”


Sebelum Lin Yan menemukan keberadaan tersebut, suara kuno pun terdengar, suara tersebut sangatlah tua yang membuat Lin Yan, Gu Yin dan Lan Qinzhu paham arti kata Naga Kuno yang dikatakan oleh Bing Rui.


“Kami datang ke tempat ini karena di tuntun oleh seseorang yang bernama Bing Rui.” Lin Yan tentu tanpa tau malu menggunakan nama Guru Lan Qinzhu karena ia paham bahwa jika ia mengatakan itu, mungkin semuanya akan berjalan lebih mulus.


Tidak ada suara untuk beberapa saat yang membuat Lin Yan, Gu Yin dan Lan Qinzhu bingung.


Beberapa saat kemudian, danau yang menjadi fokus Lin Yan untuk beberapa saat lalu pun bergetar keras. Dari dalam danau tersebut, sosok raksasa yang memiliki tinggi sekitar empat puluh meter pun perlahan keluar.


Menatap ke arah sosok tersebut mata Lin Yan sedikit berbinar karena tau bahwa Naga Kuno yang keluar dari danau tersebut memang sangat berbeda dari naga-naga yang ada di dalam Dimensi Naga.