
Sehari kemudian, terlihat Huan Caiyi yang berkeringat di seluruh tubuhnya. Sosok jam pasir tubuhnya pasti akan membuat pria mana pun akan menelan ludah sendiri, tetapi tidak untuk Lin Yan.
Wajah Huan Caiyi pucat dan dadanya yang besar naik turun saat ia sedang berbaring di lantai. Nafasnya sangat cepat karena merasakan kelelahan luar biasa. Rasa sakit mengerikan pun ia rasakan karena melakukan hal gila seperti itu memang sangat tidak masuk akal.
Cara yang Lin Yan tunjukkan adalah cara paling sulit dari beberapa cara yang ada tetapi itu akan memaksimalkan efek yang akan di terima oleh Huan Caiyi. Ia pun berkeringat sedikit karena harus menggunakan qi terus-menerus dalam waktu seharian.
“Berhasil.. dalam beberapa hari ini, kau akan menemukan efeknya. Saat ini sel-sel di dalam tubuhmu sedang berevolusi menjadi sel-sel baru setelah menyatu sepenuhnya. Kita akan mengetahui darah apa yang digunakan di dalam pil Darah itu.” ucap Lin Yan sambil perlahan berdiri. Ia menyiapkan sebuah tong kayu dan mengisinya dengan air. Ia pun mengangkat Huan Caiyi yang tampak tidak bertenaga lagi dan memasukkannya ke dalam.
Dengan lembut, Lin Yan mulai perlahan membuka pakaiannya lalu membersihkan tubuh Huan Caiyi.
Huan Caiyi yang saat ini tidak lagi bertenaga memiliki rona merah di pipinya. Ia tidak menyangka bahwa Lin Yan akan membersihkan tubuhnya. Ia ingin menolak tetapi ia bahkan tidak memiliki tenaga untuk berbicara saat ini. Mungkin ia akan bisa menggerakkan tubuhnya selama setengah hari kemudian.
Lin Yan tidak peduli sama sekali saat menatap tubuh Huan Caiyi yang sangat panas dan sedikit memerah. Ia hanya perlahan membersihkannya dan setelah selesai, ia mengambil cincin ruang Huan Caiyi dan mengambil pakaian baru untuknya.
Lin Yan memakaikan pakaian baru untuk Huan Caiyi dengan lembut.
Huan Caiyi hanya menatap Lin Yan dengan seksama. Ia merasa bingung saat ini. Apakah tubuhnya tidak menarik? Bahkan para bangsawan bajingan itu sangat tergiur melihatnya. Tetapi di sisi lain, Lin Yan tampak seperti anak yang mati rasa untuk hal seperti itu.
Bukannya Lin Yan mati rasa. Tetapi ia sudah selalu belajar untuk mengendalikan dirinya. Mungkin hanya ada beberapa dari dirinya yang tidak bisa ia kendalikan, yaitu perasaan bangga dan superior. Itu seperti telah tertanam di dalam gen-nya sejak ia lahir.
Setelah mengenakan pakaian Huan Caiyi, Lin Yan menggendongnya dan membaringkan tubuh Huan Caiyi di atas kasur.
“Beristirahatlah. Tidak lama lagi tubuhmu akan bisa di gerakkan walaupun kau mungkin butuh setengah hari agar leluasa. Aku akan menyiapkan makanan karena hari tidak lama lagi akan gelap.” ucap Lin Yan dan pergi untuk memasak sesuatu.
Huan Caiyi linglung setiap saat. Semenjak kehancuran klan Huan, hampir tidak ada yang memperlakukannya dengan baik. Ia hanya di manfaatkan terus-menerus. Tiga tahun di Paviliun Long sebenarnya adalah neraka sebenarnya yang ia jalani. Sebelum ia menjadi seorang pelayan di tempat itu, ia sering di siksa. Setelah menjadi pelayan, beberapa kali percobaan pemerkosaan ia lalui. Tidak ada yang menolongnya dan memperlakukan dirinya dengan baik. Ia hampir mati rasa dan bertanya-tanya apakah dirinya bisa merasakan kehangatan dan kebahagiaan suatu hari nanti.
Dan kini Lin Yan memberikan semua yang ia inginkan. Mata Huan Caiyi berkaca-kaca saat ini ketika mencoba menoleh ke samping dan menatap Lin Yan yang sedang memasak hidangan.
“Tuan muda, aku tidak akan pernah mengkhianati mu. Aku akan melakukan apa saja untukmu walaupun nyawaku adalah taruhannya.” batin Huan Caiyi dengan perasaan bahagia luar biasa. Ia tersenyum manis dan perlahan menutup matanya lalu tertidur untuk beberapa saat.
Lin Yan tidak memperhatikan Huan Caiyi sama sekali. Saat ini pikirannya sedang tenggelam saat ia sedang memasak makanan.
Setelah selesai memasak makanan yang mudah untuk dicerna bercampur beberapa herbal ringan yang menyehatkan tubuh, Lin Yan membawanya ke Huan Caiyi.
Lin Yan tau bahwa tubuh Huan Caiyi saat ini membutuhkan nutrisi yang tepat agar proses penggabungan darah dan kelelahan di tubuhnya cepat hilang. Ia pun membangunkan Huan Caiyi dan membantunya untuk duduk.
“Buka mulutmu.” Lin Yan perlahan menyuapi Huan Caiyi.
Huan Caiyi hanya menerimanya dengan senang hati. Ia semakin bertekad untuk bisa melindungi Lin Yan suatu hari nanti.
Setelah selesai, Lin Yan kembali membaringkan tubuh Huan Caiyi agar dia beristirahat. “Beristirahatlah kakak, pulihkan tubuhmu secepat mungkin. Besok kita akan mendaftar untuk pengambilan misi jangka panjang.”
“Um..” hanya itu jawaban dari Huan Caiyi saat ia menatap Lin Yan duduk di lantai dan mulai mengeluarkan beberapa benda yang dibeli dari Paviliun Long. Ia merasa ada sesuatu yang tergerak di dalam tubuhnya.
“Kakak.. dia memanggilku kakak.. apakah aku bisa menjadi kakak tuan muda?” batin Huan Caiyi yang telah menutup matanya. Hatinya berbunga-bunga saat ini karena ia sangat ingin hal seperti itu terjadi.
Dan Lin Yan tidak tau bahwa dia telah menciptakan seorang kakak baru yang sangat protektif di masa depan.
Tatapan Lin Yan tertuju pada semua herbal yang ada di depannya. Ia sangat bersemangat. Ia pun menatap pil Darah satu lagi. Ia juga ingin mengkonsumsinya tetapi instingnya mengatakan tidak dan sangat merendahkan darah yang ada di dalam pil. Darahnya memaksanya untuk membuang pil itu entah mengapa yang membuat Lin Yan merasa heran.
Karena itu, Lin Yan menyimpan pil Darah dan akan memberinya kepada Huan Caiyi. Itu akan meningkatkan kualitas darah dalam tubuhnya nanti tanpa perlu melalui proses yang sama.
“Pertama Ginseng Api.” Lin Yan menatap herbal sebesar tiga jari yang digabungkan. Ia pun langsung menelannya seketika. Aura panas mengerikan mencoba untuk membakar dirinya untuk beberapa saat. Tetapi itu langsung di lahap oleh sesuatu di dalam tubuh Lin Yan.
Proses itu hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam. Setelah itu, Lin Yan mengkonsumsi Bunga Gelap. Bagian dalam tubuhnya pun diperkuat beberapa kali. Lin Yan merasakan mabuk luar biasa karena tampaknya tubuhnya sangat menginginkan perasaan penguatan tubuh.
Lalu Lin Yan pun mengkonsumsi Teratai Emas, Jamur Umur Panjang dan Jantung Pohon Petir setelahnya. Proses tersebut memakan waktu sekitar tujuh belas jam karena umur ketiga herbal yang terakhir sangatlah tinggi. Tetapi tubuh Lin Yan dapat menampung semua qi yang sangat mengamuk itu. Ia sampai saat ini tidak mengerti apa yang membuatnya seperti itu tetapi ia tidak memikirkannya.
Ketika Lin Yan selesai berkultivasi, ia membuka matanya dan senyum kecil menghiasi wajahnya karena kekuatannya telah meningkat sangat besar.