
Hari berlalu, Lin Yan dan Huan Caiyi pun tiba di sebuah kota berukuran sedang. Dari informasi yang dimiliki oleh Huan Caiyi, kota itu merupakan milik organisasi tertentu yang beraliansi dengan Kerajaan Bintang juga.
“Kita telah tiba. Walaupun kota ini berukuran sedang, tetapi kota ini pasti sangat ramai karena merupakan jalur perdagangan utama kota-kota di Kerjaan Bintang. Dikatakan bahwa klan Long memperhatikan kota ini dengan seksama. Dan kota ini dinamai sebagai kota Dagang.” Huan Caiyi menjelaskan sedikit saat menatap ke arah jauh kota yang sangat ramai.
“Keluarga Kerajaan?” Lin Yan tersenyum kecil karena ingat tentang apa yang dikatakan oleh kakaknya tentang manual khusus yang di simpan oleh Kerajaan Bintang. Ia sebenarnya masih sangat penasaran sampai saat ini.
“Kita akan menetap di kota ini. Jika ada sesuatu yang menarik, kita akan menunda misi kita. Ayo kakak..” Lin Yan pun melompat ke arah bawah dan berjalan ke arah kota tersebut. Huan Caiyi hanya mengikuti Lin Yan seperti biasa.
“Apa kau tidak merasa heran kakak? Selama kita dalam perjalanan ini, tidak ada anggota klan tertentu yang mengikuti kita. Tidak mungkin bagi tiga klan kuat seperti itu akan melepaskan kita begitu saja,” ucap Lin Yan.
“Um. Aku tidak tau kenapa, seharusnya para anggota klan kuat mengejar kita. Apakah mereka tidak mendapatkan informasi kali ini kalau kita keluar dari sekte menjalankan misi?” Huan Caiyi juga sedikit bingung.
“Abaikan mereka. Jika para anggota klan itu datang, kita hanya perlu untuk membereskan mereka.” Lanjut Lin Yan.
Huan Caiyi setuju dengan kata-kata Lin Yan. Mereka berdua pun langsung menuju gerbang kota Dagang.
Sesampainya di gerbang kota, terlihat sangat banyak karavan yang antri untuk masuk. Bahkan semua gerbong-gerbong kereta yang ingin masuk antri mencapai panjang ratusan meter.
“Apakah kota ini memang selalu seramai ini?” Tanya Lin Yan heran.
“Ya. Semua pedagang atau pun transaksi benda-benda yang berada di bagian timur Kerajaan Bintang akan berakhir di kota ini. Di Kerajaan Bintang ada dua kota Dagang dan ini adalah salah satunya. Bahkan banyak kultivator yang datang ke kota Dagang untuk mencari benda yang dibutuhkannya karena mungkin lebih cepat terlihat di sini,” ujar Huan Caiyi.
“Oh?” Lin Yan sedikit tertarik juga akhirnya untuk mencari sesuatu di kota Dagang setelah mendengar ucapan kakaknya.
Keduanya pun langsung membayar koin emas biaya untuk masuk ke dalam kota. Biarpun dikatakan sebagai kota berukuran sedang, tetap saja kota itu sangatlah luas. Dan kota Dagang berbeda dengan kota-kota lainnya karena setiap sudut dan setiap bangunan adalah tempat bisnis.
Semua bangunan yang ada di kota itu adalah milik Kerajaan Bintang dan disewakan kepada setiap pedagang yang ada. Untuk menetap di kota itu, siapapun harus menginap di sebuah penginapan karena tidak ada satupun bangunan yang dijual oleh keluarga Kerajaan.
“Ayo kita mencari sesuatu untuk di makan lebih dulu,” usul Lin Yan sambil melihat sesekali ke kiri dan ke kanan. Ia tidak menduga bahwa akan ada kota seperti itu.
Walaupun hari sudah hampir gelap, orang-orang yang berdagang, mencari benda lainnya masih selalu terlihat. Semua jenis benda bisa dikatakan akan terlihat di kota itu.
Huan Caiyi juga tertarik dengan semua yang ada di kota itu karena ini juga pertama kalinya ia datang ke kota Dagang.
Setelah berjalan beberapa menit, mata Lin Yan tertuju pada sebuah tempat makan yang terlihat sangat unik.
“Restoran Bintang..” Gumam Lin Yan karena sudah pasti restoran itu juga milik Kerajaan Bintang.
“Ayo, kita makan di tempat ini.” Lin Yan langsung masuk ke dalam diikuti oleh Huan Caiyi seperti biasa.
Restoran Bintang memiliki tiga lantai. Bangunan tempat restoran itu pun sangatlah luas. Bahkan di lantai pertama terlihat ratusan orang yang sedang menikmati hidangan mereka.
Karena tidak terlalu suka dengan suasana yang sangat ramai, Lin Yan pun berjalan ke arah tangga untuk menuju lantai dua.
Ketika mencapai lantai dua, jumlah orang yang berada di sana masih tetap banyak. Walaupun tidak mencapai setengah dari yang ada di lantai pertama, tetap saja angkanya hampir mencapai 70han.
“Tampaknya restoran ini memang sangat banyak pelanggan,” ucap Lin Yan.
“Ya. Aku pernah mendengar bahwa restoran Bintang hanya terdapat di dua kota Dagang. Bahkan di kota Kerajaan Bintang itupun tidak ada restoran ini. Juga, restoran ini sedikit unik karena menyediakan beberapa hidangan aneh, contohnya adalah daging bintang roh tingkat kelima,” ucap Huan Caiyi.
“Hm? Daging binatang roh tingkat kelima? Itu sekuat kultivator tingkat Alam Bumi. Aku tidak menyangka bahwa akan ada restoran yang menyediakan hidangan seperti itu.” Lin Yan sedikit terkejut dan ia tentu ingin mencicipi hidangan mahal seperti itu.
“Ayo kita ke lantai tiga.” Lanjut Lin Yan sambil berjalan ke arah tangga lagi.
Beberapa orang di tempat itu melirik ke arah Lin Yan dan Huan Caiyi sejenak lalu mengabaikannya. Mereka sama sekali tidak seperti para orang-orang yang hanya menilai buku dari sampulnya.
Ketika mencapai lantai tiga, Lin Yan dan Huan Caiyi menatap semua yang ada di sana, di lantai teratas, hanya ada sekitar tiga puluh individu yang menikmati hidangan.
“Maaf tuan muda, nona muda.. lantai tiga hanya diperbolehkan digunakan oleh seseorang yang memiliki identitas penting. Bukan karena restoran ini meremehkan pelanggan, tetapi ini untuk menjaga ketenangan anggota VIP tertentu agar tidak di ganggu oleh orang lainnya saat menikmati hidangan.” Seorang pelayan menghampiri Lin Yan dan Huan Caiyi dan langsung berbicara banyak tentang peraturan.
Para individu yang sedang menikmati hidangan di lantai tiga melirik ke arah Lin Yan dan Huan Caiyi dengan seringai lebar. Kali ini orang-orang di lantai tiga tampak sedikit arogan karena merupakan seseorang yang penting sehingga diperlakukan secara istimewa.
Sebelum Lin Yan dan Huan Caiyi berbicara, salah satu pelanggan di kejauhan berbicara.
“Hei nak, kalian ingin bergabung? Tentu saja kalian bisa bergabung dengan kami jika wanita itu melayani kami nantinya.” Seorang pria muda berusia sekitar 27 tahun berbicara sambil menjilat bibirnya saat menatap tubuh Huan Caiyi dari atas ke bawah.
“Sampah.” Huan Caiyi membalas datar saat melirik sekilas pemuda yang sedang bersama dengan dua individu lainnya yang terlihat mendekati usia paruh baya.
Pelayan yang menghampiri Lin Yan dan Huan Caiyi berkeringat seketika saat mendengar kata-kata sampah. Tentu ia tau bahwa semua individu yang berada di lantai tiga memiliki identitas khusus.
Suasana hening seketika dan tiba-tiba tawa keras terdengar di lantai tiga karena semua pelanggan di tempat itu tentu tidak akan melewatkan kesempatan untuk merendahkan seseorang lainnya yang memiliki identitas tinggi.
Bang!
Suara meja hancur terdengar dari tempat pria muda yang berbicara agar Huan Caiyi melayaninya sebelumnya.
“Apa kau bilang? Apa kau ingin mati, gadis kecil?” Pemuda tersebut sudah berwajah biru dan merah karena merasa malu di tolak oleh wanita dan juga dikatakan sebagai sampah.
Qi perlahan bocor dan membuat ruangan itu bergetar sejenak.
Lin Yan melirik ke arah pemuda itu dan tau bahwa semua orang di lantai tiga adalah seorang kultivator. Dan ada beberapa dari mereka yang sangat kuat. Juga, pria yang sedang marah itupun lumayan kuat dengan tingkat kultivasi Xiantian tahap keempat.