
Keesokan harinya, Lin Yan yang sedang menyerap batu spiritual pun bergetar sedikit. Qi-nya mulai tampak mengamuk karena berada diambang terobosan.
Busshhh!
Qi dalam jumlah yang besar menyebar ke segala arah dan Lin Yan langsung membuka matanya.
“Xiantian tahap ketiga.” Lin Yan tersenyum kecil karena memang benar jumlah batu spiritual yang ia gunakan sangat tepat untuk meningkatkan kultivasi ke tahap selanjutnya.
Lin Yan menatap ke arah Huan Caiyi yang masih berkultivasi dan merasa bingung kenapa penyerapan batu spiritual kakaknya itu jauh lebih lama dari pada dirinya sendiri. Tetapi, memikirkan kembali kekuatan aneh di tubuhnya, Lin Yan hanya mengabaikannya karena merasa itu berhubungan.
Siang hari, Huan Caiyi pun mengalami hal yang sama. Qi-nya menyebar ke segala arah walaupun tidak sebesar terobosan Lin Yan. Ia pun membuka matanya dan tersenyum kecil karena sudah menerobos tingkat Xiantian tahap kelima.
“Bagaimana kakak? Apakah ada masalah dengan fondasi tubuhmu?” Tanya Lin Yan.
“Ya. Aku harus menyetabilkan yayasan tubuhku jika ingin melakukan hal yang sama untuk menerobos tahap selanjutnya. Jika tidak, fondasi tubuhku akan mengalami sedikit retakan yang mungkin membuat masalah di masa depan,” ujar Huan Caiyi.
“Bagaimana denganmu?” Tanya Huan Caiyi balik.
“Tidak ada masalah sama sekali dengan fondasi tubuhku. Yang artinya, aku bisa terus menerobos jika banyak batu spiritual sebagai sumber daya.” Lin Yan tersenyum kecil karena itu merupakan sebuah keunggulan luar biasa yang bisa membuat banyak kultivator merasa iri.
“Apakah itu benar Yan'er? Jika begitu, kau tidak akan lama untuk mencapai tingkat Alam Roh!” Huan Caiyi membalas dengan nada yang sangat bersemangat.
“Tidak seperti itu juga kakak. Kemampuan ini juga tampaknya memiliki cacat yang sangat besar. Walaupun aku bisa terus-menerus menerobos kultivasi tanpa hambatan dan efek samping, tetap saja itu diganti dengan sumber daya yang jauh lebih besar dari pada kultivator lainnya. Contohnya adalah kultivasimu, ketika menembus tingkat Xiantian tahap kelima membutuhkan 500 batu spiritual. Sedangkan aku untuk menembus tingkat Xiantian tahap ketiga membutuhkan jumlah yang sama,” ujar Lin Yan.
Huan Caiyi sedikit mengerti. Ia pun merasa bahwa sumber daya yang harus ia konsumsi untuk menembus pun lebih tinggi dari pada kultivator umumnya di tingkat yang sama. Tetapi Lin Yan bahkan lebih besar. Meskipun begitu, tetap saja kemampuan tubuh seperti itu sangatlah hebat menurutnya.
“Baiklah, ayo kita pergi ke kota Zhu. Sesampainya di sana pun, aku akan mencoba untuk menembus tingkat Xiantian tahap keempat sekali jalan dengan sisa 3.500 batu spiritual. Aku yakin jumlah itu pasti cukup saat ini.” Lin Yan pun perlahan berjalan keluar dari gua diikuti oleh Huan Caiyi yang langsung setuju.
**
Di tempat lain, beberapa anggota kelompok Kalajengking Merah terus mencari keberadaan Lin Yan dan Huan Caiyi tetapi belum mendapatkan jejak mereka sama sekali karena tentu saja mereka tidak tau ke mana tujuan Lin Yan yang sebenarnya. Dengan itu, bisa dipastikan bahwa Lin Yan dan Huan Caiyi akan aman untuk saat ini.
Jika sebelumnya Lin Yan dan Huan Caiyi terus melanjutkan perjalanan menuju kota Zhu, sudah pasti jejak mereka akan ditemukan karena saat mereka berdua berkultivasi, para pakar tingkat Alam Roh dari kelompok Kalajengking Merah telah sampai di kota Zhu.
Tidak ada kabar tentang kehadiran Lin Yan dan Huan Caiyi yang membuat mereka mencari ke kota lainnya. Namun, dengan kejadian ini pun, sudah pasti kelompok Kalajengking Merah akan memburu Lin Yan dan Huan Caiyi sampai selesai.
**
Juga, tujuan mereka pergi ke kota Zhu adalah menjumpai seseorang yang mengeluarkan misi tersebut untuk meminta detail yang lebih banyak.
Tentu saja orang yang mengeluarkan misi itu adalah Patriak klan Zhu saat ini.
“Seperti apa klan Zhu itu, kakak?” Tanya Lin Yan saat sedang perjalanan menuju klan Zhu yang berada di pinggiran kota Zhu.
“Klan Zhu adalah klan tingkat menengah di Kerajaan Bintang. Banyak kultivator kuat yang berasal dari klan itu tetapi tetap saja kekuatan mereka terbatas karena mereka tidak memiliki keunikan seperti klan Huan yang merupakan kultivator dengan warisan garis darah. Klan Zhu juga sudah ada cukup lama, walaupun mereka klan tingkat menengah, mereka tetap bertahan dalam waktu yang sangat lama.”
“Klan Zhu di pimpin oleh Patriak Zhu Wang dengan tingkat kultivasi tinggi yang dirumorkan mencapai Alam Bumi. Di klan Zhu juga sangat banyak kultivator tingkat Alam Roh terutama para Tetua.” Huan Caiyi menjelaskan.
“Jika dia telah mencapai tingkat Alam Bumi, kenapa dia tidak menyelidiki secara langsung Lembah Naga itu?” Tanya Lin Yan heran.
“Seorang Patriak tidak akan mungkin melakukan itu, Yan'er. Banyak tugas penting yang harus diselesaikan sebagai seorang Patriak. Juga, alasan kenapa klan Zhu menerbitkan misi ini kepada sekte Naga Langit, kemungkinan bahwa beberapa anggota klan Zhu telah menghilang ketika mencoba menyelidiki Lembah Naga. Patriak akan mencari jalan pintas yaitu menerbitkan misi dengan imbalan besar. Itu lebih baik dari pada kehilangan anggota klan.” Balas Huan Caiyi.
Lin Yan langsung mengerti mendengar penjelasan Huan Caiyi. Ia juga sudah tau bahwa kakaknya akan langsung membuat kesimpulan karena dia adalah mantan anggota klan juga. Sudah pasti dari mantan Patriak klan Huan, Huan Caiyi sudah diberitahu tentang apa saja yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin.
Keduanya tidak berbicara lagi dan terus bergerak menuju klan Zhu berada. Saat tiba di gerbang klan, Lin Yan menatap ke arah atas karena klan Zhu terletak di sebuah gunung yang tidak terlalu tinggi.
“Siapa kalian? Ada kepentingan apa dengan klan Zhu?” Penjaga yang menjaga gerbang pun bertanya ketika melihat Lin Yan dan Huan Caiyi.
“Kami datang untuk mencari lebih banyak informasi tentang misi yang diterbitkan oleh Patriak.” Lin Yan mengeluarkan gulungan kulit hewan yang merupakan detai misi.
“Hm?” Ketika penjaga gerbang itu menatap misi itu, ia sedikit berkerut dan melihat kembali ke arah Lin Yan dan Huan Caiyi. Tetapi ia tidak protes sama sekali karena hidup dan mati dua anak itu bukanlah urusannya.
“Bawa keduanya menemui Patriak.” Penjaga itu mengatakan kepada rekannya yang lain.
Lin Yan sudah tau bahwa penjaga itu terlihat sangat tidak peduli dengannya atau Huan Caiyi yang kemungkin besar menurut siapapun akan gagal. Namun itu lebih baik menurut Lin Yan karena akan lebih menyebalkan jika seorang penjaga mencoba mencampuri banyak hal.
“Ayo ikuti aku.” Penjaga lainnya langsung menuntun Lin Yan dan Huan Caiyi menaiki gunung.
Setelah bergerak tidak sampai lima menit, banyak bangunan unik klan Zhu terlihat dan penjaga itu memimpin Lin Yan dan Huan Caiyi ke kediaman Patriak.
“Inikah klan Zhu?” Batin Lin Yan. Ia melihat selalu ke sekelilingnya dan menemukan bahwa banyak dari mereka terlihat sangat arogan.
“Di mana saja, setiap anggota klan besar pasti memiliki banyak generasi muda yang tidak tau betapa luasnya dunia.” Batin Lin Yan mengabaikan semua tatapan aneh ke arahnya dan Huan Caiyi.