The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Ada Apa Dengan Kak Ar?



Sepeninggalnya Xavier dan Austin berlalu pergi dari rumah sakit, Darren kembali berjaga di depan Ruangan Arthur bersama dengan Jack. Darren sudah menugaskan dua anak buahnya untuk menjaga Veronica di depan ruang perawatan wanita itu. Ia harus menjaga Arthur agar tidak kembali memberontak untuk melarikan diri dari rumah sakit. Dan Darren pun sudah mendapatkan kabar Chris yang sudah sadarkan diri. Chris menolak mendapatkan perawatan di rumah sakit dan lebih memilih mengobati lukanya di Markas sebelum pria itu jatuh tidak sadarkan diri.


Derap langkah kaki tergesa-gesa menghampiri Darren dan Jack, lantas ayah dan anak itu menoleh bersamaan ke arah langkah yang ternyata salah satu anak buah.


"Bos Der, Nona Veronica sudah sadarkan diri. Dokter dan perawat sudah berada di ruangan." Laporan dari anak buah tersebut membuat Darren beserta Jack mengangguk serentak. Hingga kemudian Darren beranjak dari tempat duduknya.


"Kalau begitu aku akan kesana Dad," ujarnya kepada Jack.


Jack mengangguk. "Hem, aku akan tetap disini menjaga Ar."


Setelah Jack mengiyakan, Darren berjalan panjang disusul oleh satu anak buahnya itu menuju ruangan Veronica yang berada di bawah satu lantai dari ruangan Arthur. Karena ruangan perawatan Arthur khusus untuk pria itu saja, karena jika Arthur kembali memberontak hanya akan mengganggu pasien yang lain.


Darren membuka pintu ruang perawatan, menjeda sejenak kegiatan dokter yang sedang memeriksa Veronica karena perhatiannya tersita ke arah pintu, dimana Darren baru saja datang, tak terkecuali Veronica sendiri. Wanita itu mengernyitkan kedua alis begitu melihat sosok Darren yang tidak asing menurutnya.


"Nona hanya perlu beristirahat saja. Tidak ada luka yang serius dan oleskan salep saat pagi dan sore di sudut bibir Nona," ujar Dokter pria setengah baya menjelaskan dengan ramah.


"Baik Dokter terima kasih."


"Sama-sama Nona. Semoga Nona lekas pulih. Saya permisi dulu." Dokter setengah baya tersebut pamit undur diri dari sana, ia mengangguk hormat kepada Darren yang mendekati ranjang setelah ia melangkah menuju pintu. Disusul oleh satu perawat wanita, dokter itu lenyap di balik pintu yang baru saja tertutup rapat.


Suasana nampak menghening, Veronica berusaha untuk beranjak duduk, tanpa bantuan Darren tentunya. Pria itu begitu kaku memperlakukan wanita, sehingga hanya memperhatikan saja tanpa berniat untuk membantu. Sementara Veronica nampak duduk dengan canggung, sebab ia hanya berdua saja di dalam ruangan bersama pria yang baru dua kali ini ditemuinya. Ya, wanita itu mengingat Darren yang merupakan teman dari Elie.


"Te-terima kasih Tuan sudah menyelamatkanku." Tentu Veronica mengingat jika pria itu yang telah menyelamatkan dirinya, sebab sebelum ia tidak sadarkan diri, ia melihat wajah Darren dengan jelas yang menyelimuti tubuh nyaris telanjangnya mengunakan jaket pria itu.


"Darren, namaku Darren bukan Tuan," katanya dingin dan suasana mendadak membeku. Veronica hanya mengangguk saja sembari mengingat nama pria itu. "Dimana keluargamu? Aku tidak melihat orang lain datang menjengukmu?" Pertanyaan Darren sontak membuat bibir Veronica terkatup rapat.


"Aku...." Veronica nampak berpikir, ia enggan menjawab namun melihat tatapan Darren yang menunggu jawabannya membuatnya mau tidak mau harus menjawab. "Aku tidak memiliki keluarga. Kedua orang tuaku sudah tiada dan aku hanya putri tunggal."


Darren mengangguk saja, ia tidak ingin bertanya lebih. Baginya jawaban itu cukup untuknya.


"Ehm, tapi aku memiliki teman baik. Tolong hubungi Elie, katakan padanya aku berada di rumah sakit."


Kedua alis Darren nampak menyatu. Benar, Elie adalah teman dari wanita di hadapannya itu. Ia akan mengabari Elie sesuai permintaannya dan mengatakan jika temannya dalam keadaan baik-baik saja, pikirnya.


Veronica sontak menutup mulutnya, ia bahkan meruntuki dirinya yang bodoh, karena sudah lancang menyuruh pria itu untuk menghubungi Elie. "Maaf, ponselku berada di dalam tasku yang hilang, jadi..."


"Baiklah, aku akan menghubunginya." Darren menyahut sebelum Veronica menyelesaikan kalimatnya. Ia kemudian meninggalkan ruangan untuk menghubungi Elie. Veronica menatap punggung Darren yang membelakanginya dari celah pintu yang sedikit berbuka. Tanpa sadar bibirnya melengkung tipis.


"Dia tampan sekali," gumamnya.


Setelah selesai menghubungi Elie, Darren kembali ke dalam ruangan perawatan. Matanya mendelik ketika mendapati Veronica yang tidak berkedip melihatnya.


"Ehemm...." Dan Darren sengaja berdehem untuk menyadarkan wanita di hadapannya itu.


Veronica tersentak kaget, ia berusaha mengatur mimik wajahnya yang mungkin terlihat konyol di hadapan pria tampan itu.


"Ka-kau sudah menghubunginya?"


"Nona Elie... Ehm maksudku dia akan datang kemari." Nyaris saja Darren kelepasan bicara, ia sudah terbiasa memanggil Elie dengan sebutan Nona sehingga lidahnya nyaris tergelincir menyebut Nona Elie di hadapan Veronica.


"Baiklah, terima kasih." Veronica tersenyum tulus. Ia berhutang nyawa kepada Darren. Jika saja Darren dan temannya itu tidak datang tepat waktu, pria bajingan itu sudah merenggut kesuciannya. Ingatannya kembali berputar pada peristiwa mengerikan itu, ia benar-benar tidak habis pikir jika ada seseorang yang ingin menjebak dirinya. Ia baru saja menyelesaikan pemotretan, namun begitu menerima pesan dari nomor tidak dikenal ia mendatangi tempat yang dituju. Sungguh ia benar-benar bodoh karena percaya begitu saja kepada seseorang di seberang sana yang mengatasnamakan pekerjaan.


"Sebaiknya kau beristirahat saja. Sebentar lagi temanmu akan datang." Dan pada akhirnya Darren benar-benar tidak bisa menenangkan Veronica, sehingga ia hanya meminta wanita itu untuk beristirahat.


"Ya, terima kasih." Veronica benar-benar mengikuti ucapan Darren. Wanita itu kembali berbaring dan menutupi tubuhnya dengan selimut hingga mencapai dada. Meski kejadian mengerikan itu sulit untuk dilupakan, tetapi ia tidak boleh larut dalam ketakutannya. Ya, ia harus meluapkan kejadian itu agar bisa bekerja dengan baik untuk menghidupi kehidupannya yang hidup sebatang kara.


Melihat mata Veronica yang sudah terpejam, Darren memutuskan untuk keluar dari ruangan. Setidaknya menunggu di luar ruangan lebih baik dan tidak harus bersitatap dengan wanita itu, pikirnya.


***


BUGH


BUGH


"Bagaimana bisa hilang, hah?!!!" Jack baru saja meninju wajah dua anak buahnya yang telah lalai menjalankan tugas. Padahal ia hanya meninggalkan ruangan perawatan Arthur sebentar saja untuk menerima telepon, tetapi ketika ia kembali hanya mendapati dua anak buah yang terkapar dengan luka di sekujur wajahnya.


"Dad, apa yang terjadi?" Darren tergesa-gesa menghampiri Daddy-nya itu. Ia tidak sengaja melihat Jack yang tengah murka memukul kedua anak buah mereka.


"Mereka bodoh dan tidak bisa diandalkan. Lihatlah, Ar berhasil melarikan diri."


Kepala Darren menoleh ke dalam, ia mendapati ranjang yang kosong dengan tali yang sudah terlepas di lantai. Ia benar-benar tidak menyangka jika Arthur begitu kuat melepaskan ikatan tali itu dalam kondisi terluka.


"Biar aku yang mencarinya. Dad tunggu saja disini." Darren hendak melangkah pergi, tetapi ditahan oleh Jack.


"Tidak, kita harus mencarinya bersama-sama. Aku tidak ingin Ar melukai banyak orang."


"Tapi Dad...."


Suara langkah kaki dari arah berlawanan menyita perhatian Darren serta Jack. Kedua mata mereka terkejut mendapati Elie berjalan tertatih-tatih dan memegangi lengannya. Lantas Jack dan Darren mendekati Elie.


"Apa yang terjadi?" Baik Darren dan Jack menanyakan hal yang sama.


"Ada apa dengan Kak Ar? Kenapa dia mendorongku?" Elie merintih, sungguh ia tidak pernah membayangkan jika kakaknya akan berlaku kasar padanya.


"Nona bertemu dengan Ar?" Suara Darren nyaris tercekat tidak percaya. Lihatlah, adik kesayangannya saja diperlakukan seperti itu. Bagaimana jika Arthur bertemu dengan orang lain dan langsung menghabisinya?


Jack dan Darren saling pandang, sedangkan Elie menatap keduanya dengan penuh tanda tanya. Tentu ia mencium aroma tidak beres, terlebih sikap kakaknya benar-benar sangat mengejutkan.


To be continue


Novel Yoona yang berjudul Cinta Di Atas Luka bisa kalian baca di apk Noveltoon ya man-teman 🤗



...Jangan lupa untuk like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...