
Veronica memandang takjub bangunan mewah di hadapannya. Mulutnya menganga lebar, masih sulit mempercayai jika kekasihnya tinggal di tempat yang bagaikan sebuah istana. Berbeda jauh dengan dirinya, sejak kecil ia terbiasa hidup sederhana, tekadnya yang kuatlah yang membawa dirinya menjadi seorang model. Dan kini tidak lama lagi ia akan menjadi bagian dari Keluarga Hamilton.
Astaga, aku benar-benar seperti Cinderella yang akan dinikahi pangeran tampan.
Tidak pernah bermimpi sebelumnya jika ia akan menjadi bagian dari keluarga kaya raya. Ia seperti mendapatkan jackpot yang baru ia rasakan seumur hidupnya.
"Ada apa?" Suara Darren yang berat itu menyentak telinga Veronica. Wanita itu menoleh pada kekasihnya yang baru saja turun dari mobil.
"Aku hanya gugup dan tidak percaya diri," jawabnya jujur. Memang sejak di perjalanan, Veronica tidak henti meremat jemari-jemarinya.
"Tidak perlu gugup. Bersikap seperti biasa saja." Tentu Darren harus memberikan semangat untuk kekasihnya agar tidak perlu merasa gugup. Lagi pula sebelumnya kekasihnya itu sudah beberapa kali bertemu dengan kedua orang tuanya. "Jadilah dirimu sendiri," lanjutnya dengan senyum yang nyaris tidak terlihat.
Veronica mengangguk. Ia menarik napas panjang, lalu menerima uluran tangan Darren untuk menuntunnya masuk ke dalam.
Nuansa putih dengan interior serba mewah sungguh memanjakan mata Veronica. Dirinya seperti berada di sebuah museum, padahal bukan kali pertama ia memasuki Mansion mewah seperti ini. Bahkan Mansion Keluarga Romanov tiga kali lipat lebih besar dan mewah dari Mansion kedua calon mertuanya. Wait, apa sudah boleh dirinya memanggil mereka sebagai calon mertua?
"Ah, mereka sudah datang?!" Mommy Millie yang melihat Darren melangkah bersama seorang wanita berseru senang. Dengan antusias ia beranjak dari tempat duduknya untuk menghampiri mereka. "Ayo, sayang. Aku tidak sabar ingin melihat siapa calon menantu kita." Dengan tidak sabar, Mommy Millie menarik lengan kekar suaminya yang masih saja duduk di tempat.
"Iya sayang." Daddy Jack segera beranjak berdiri Sebenarnya ia juga penasaran dengan wanita yang berhasil mengambil hati Darren, tetapi ia tidak berlebihan seperti sang istri.
"Der....?" Betapa antusiasnya Mommy Millie melihat Darren benar-benar datang bersama dengan seorang wanita. Wanita yang sepertinya memiliki sifat pemalu, sebab bersembunyi di belakang punggung tegap putranya.
"Mom... Dad... Perkenalkan, dia adalah Vero. Kalian sudah sangat mengenalnya." Suara Darren benar-benar menambah kegugupan yang dirasakan oleh Veronica. Meskipun gugup ia harus berhadapan dengan Paman Jack dan Bibi Millie.
Dengan melangkah kesamping, Veronica memberanikan diri memperlihatkan wajahnya. "Hallo, Paman Jack dan Bibi Millie, apa kabar?" sapanya dengan seulas senyum manis. Meski tangannya yang di genggaman Darren terasa bergetar.
Hah?
Bibi Millie dan Paman Jack nyaris menganga tidak percaya. Wanita yang merupakan kekasih dari putra mereka tidak lain ialah Veronica. Wanita yang tentunya sudah mereka kenal, yang adalah teman baik dari Elie.
"Vero?" cicit Mommy Millie masih terpaku dalam keterkejutan.
"Benar Bibi. Sudah lama sekali kita tidak bertemu." Veronica mencoba memasang wajah tenang, padahal ia tengah menunggu reaksi Paman Jack dan Bibi Millie saat mereka tahu jika dirinyalah kekasih Darren.
"Astaga Vero?!" Namun tiba-tiba saja Bibi Millie berseru senang. "Ah, kemarilah sayang, Bibi ingin memelukmu." Dan membawa calon menantunya itu ke dalam pelukannya. Meskipun bingung, Veronica membalas pelukan Bibi Millie.
"Bibi benar-benar tidak menyangka jika kau adalah kekasih Darren," serunya kembali usai mengurai pelukan. "Benar 'kan sayang?" tanyanya menoleh pada sang suami.
Respon Daddy Jack hanya menganggukkan kepala. Sebenarnya ia juga terkejut, tetapi ia pun tidak masalah jika wanita di hadapannya itu yang menjadi calon menantunya. Sejauh ini, ia menilai Veronica adalah wanita yang baik dan sopan.
"Sebelumnya Bibi sempat khawatir siapa kekasih Darren. Karena dia begitu sulit ditebak dan tidak ingin terbuka pada kami," serunya memberitahu kegelisahannya sepanjang malam. Meski ia senang jika pada akhirnya Darren memiliki seseorang yang dicintai, tetapi ia dan suami pun cemas jika putra sulung mereka mencintai wanita yang salah. "Dan karena kau yang menjadi kekasih Darren, Bibi bisa bernapas lega."
Mendengar penuturan Mommy Millie, tentu Veronica merasakan kelegaan. Kegugupan yang sejak tadi melanda berangsur lenyap. Bukankah itu artinya ia diterima oleh Paman Jack dan Bibi Millie? pikirnya.
"Terima kasih banyak karena Bibi Millie dan Paman Jack menerimaku dengan baik." Kedua mata Veronica berkaca-kaca. Sungguh tidak ada hal yang membahagiakan sejak beberapa tahun yang lalu hidup sebatang kara. Tatapan Mommy Millie membuatnya rindu akan kedua orang tuanya yang sudah tiada.
Darren memutar bola matanya, ia sedikit tidak setuju ketika mendengar tudingan Mommy tercinta. Mana mungkin ia jatuh cinta pada wanita yang sudah menikah? Bahkan terhadap Elie saja ia sudah menyerah terlebih dahulu sebelum berjuang.
"Der tidak akan berani menggoda wanita yang sudah bersuami, Sayang." Sekali bersuara, Daddy Jack justru menyindir sang putra. Ia tahu benar jika dahulu putranya menyimpan rasa terhadap Elie.
Darren yang merasa disindir, menatap Daddy Jack dengan tajam. Hingga membuat Daddy-nya itu tertawa, diikuti oleh Mommy Millie serta Veronica yang turut tertawa.
"Baiklah, kita ke halaman belakang. Mereka semua sudah menunggu kedatangan kalian dan ingin berkenalan denganmu Vero," kata Mommy Millie.
"Mereka semua?" cicit Veronica bingung. Bukankah ia hanya akan bertemu dengan Paman Jack dan Bibi Millie. Lalu siapa mereka semua yang dimaksud?
"Benar. Keluarga Besar kami yang sebentar lagi akan menjadi Keluarga Besarmu." Kemudian Mommy Millie menarik pergelangan tangan Veronica yang masih dilanda kebingungan, sebab sebelumnya Darren tidak memberitahu dirinya jika akan ada Keluarga Besar.
Sembari mengikuti langkah Mommy Millie, Veronica menoleh ke belakang, menuntut jawaban dari kekasihnya itu. Darren mengangkat kedua bahunya. Ia memang tidak memberitahu jika akan berkumpul keluarga. Katakan saja sebagai suprise.
"Kau berhutang penjelasan, Son." Daddy Jack menatap sang putra. Sungguh dibuat penasaran oleh putra sulungnya itu. Ia tidak menyangka jika Darren hampir memiliki sifat yang sama dengan Arthur. Jika keduanya sudah menandai seorang wanita, maka benar-benar membuat wanita itu menjadi milik mereka.
Melihat Darren seperti enggan menjawab, Daddy Jack kembali berkata, "Jangan-jangan kau sudah lama jatuh cinta dengannya? Jika benar, maka kau benar-benar mirip sepertiku," serunya tergelak. Mengingat saat pertama kali ia jatuh cinta pada istrinya.
"Kau akan terkejut jika aku beritahu, Dad." Ya, ia saja baru bisa mengambil sikap ketika mereka melakukan penyatuan saat itu. Dan sudah pasti Daddy-nya akan mentertawakan dirinya karena begitu lamban mendekati Veronica. "Aku tidak tau pastinya kapan, tapi aku merasa nyaman saat bersamanya," sambungnya.
"Aaahh, begitu." Daddy Jack mengangguk-anggukkan kepala seolah paham. "Kau harus menjaganya dengan baik. Sejauh yang kulihat, dia wanita yang bisa menjaga dirinya meskipun profesinya seorang model."
Darren paham apa yang ingin disampaikan oleh Daddy Jack. "Dia tidak seperti itu, Dad. Aku yang pertama untuknya." Ya, selama mengawasi Veronica, kekasihnya itu tidak pernah menjual tubuhnya demi kesuksesan dan kemewahan. Bahkan ia yang pertama mendapatkan sari madunya.
Heh?
Kedua mata Daddy Jack memicing tajam. Ia gagal mencerna perkataan Darren. "Kau yang pertama untuknya? Bagaimana maksudnya? Dad kurang paham."
"Sebaiknya kita kesana, Dad. Mom pasti akan mencarimu." Darren melangkah lebih dulu. Lebih tepatnya ia ingin menghindar dari pembicaraan.
"Ah, kau benar." Lalu Daddy Jack turut melangkah, meski sebenarnya ia merasa jika Darren menyembunyikan sesuatu darinya.
To be continue
...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...
...Always be happy 🌷...
...Instagram @rantyyoona...
...SALAM SAYANG TANPA BATAS DARI SEMUA PEMERAN THE BILLIONARE MAFIA 🥰...