
Arthur benar-benar membuktikan perkataan dan keputusannya. Hanya satu hari saja Darren berhasil mendaftarkan pernikahan Arthur dengan Helena, memang sangat mudah bagi Darren. Sebab apapun mengenai Keluarga Romanov akan selalu dipermudah.
Tiga hari mendatang adalah hari pernikahan mereka di langsungkan. Pemberkatan itu akan dilakukan di Kota Paris, mengingat tidak mungkin membawa Helena kembali ke Kota London di saat kondisi wanita itu belum pulih benar.
Dan saat ini Arthur tengah berhadapan dengan Richard, pengacara dari Jonathan yang selama ini ternyata selalu mengawasi gerak-gerik Jorge. Sehingga itulah yang membuat Jorge sulit mengambil dan menguasai harta kekayaan Jonathan. Meskipun berulang kali Jorge berusaha mencelakai dirinya, akan tetapi Tuhan masih melindunginya.
"Ada apa dengan tanganmu?" Sedari tadi Arthur menahan rasa penasarannya untuk tidak bertanya mengenai tangan Richard yang di gips.
Richard terkekeh, pria matang setengah baya itu kemudian memperhatikan tangannya yang terluka. "Ini hanya luka kecil. Jorge tidak akan mudah melenyapkanku."
Kening Arthur mengernyit dalam. "Jorge?"
"Bukan pertama kalinya Jorge ingin mencelakaiku. Pria itu akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan apapun yang diinginkannya," sahut Richard memberitahu. Menurutnya tidak perlu di tutupi dari Arthur, calon suami dari Helena, putri dari sahabatnya Jonathan.
Kini Arthur paham, luka Richard disebabkan oleh Jorge yang menginginkan kematian Richard. Mungkin berharap akan memudahkan Jorge menjalankan rencananya untuk mengambil alih aset Jonathan, pikirnya.
"Aku sempat mencemaskan Helen, karena selama ini dia hidup bersama dengan Anna setelah Paman Stuart dan Bibi Belish meninggal dunia. Tapi tidak lama setelahnya, Anna juga meninggal dan Helen menjadi sendirian. Aku mencoba menjaga putri dari sahabatku dari jauh, tapi tidak berlangsung lama. Karena sejak Helen bersama dengan Tuan Mikel Jhonson aku merasa lega dan memutuskan tidak lagi mengawasi Helen. Tetapi ternyata kelegaanku tidak berlangsung lama, karena hubungan mereka harus berakhir." Ingatan Richard menerawang pada beberapa tahun yang lalu, dimana ia selalu memberikan pengawasan kepada Helena, atas permintaan Paman Stuart dan Bibi Belish setelah mereka tiada.
"Dan aku kini bisa merasa lega Helen akan benar-benar menikah dan ada yang akan melindunginya. Awalnya aku tidak percaya, mana mungkin Pewaris Keluarga Romanov mau menikahi Helen, tetapi begitu melihatnya secara langsung aku benar-benar percaya. Karena itu aku titipkan Helen padamu dan ini...." Richard kemudian memberikan sertifikat seluruh aset kekayaan Jonathan. "Simpanlah ini, kau lebih pantas menjaganya," sambungnya.
Arthur mengambil beberapa sertifikat yang sudah berhasil berubah menjadi kepemilikan menjadi nama Helena. "Aku akan menjaganya dengan baik. Dan untuk Helena, kau tidak perlu cemas, aku akan menjaganya dengan mempertaruhkan nyawaku!"
Richard tersenyum menanggapi. Arthur adalah sosok pria yang tegas dan berwibawa. Sangat pantas jika bersanding dengan Helena. "Aku percaya padamu Tuan Arthur."
***
Setelah menyelesaikan urusannya dengan Richard, Arthur memutuskan pulang ke Mansion. Ia harus membicarakan ini dengan kedua orang tuanya. Jika Daddy Xavier maupun Mommy Elleana tidak merestui pernikahannya, ia tetap akan melangsungkan pernikahan dengan ataupun tanpa restu mereka.
"Mom... Dad...." Arthur berjalan menghampiri kedua orang tuanya yang tengah saling duduk menikmati secangkir kopi dan teh, menghirup dalam udara sejuk di sore hari.
"Ar, ada apa dengan wajahmu? Apa ada sesuatu yang terjadi?" Elleana beranjak berdiri, memperhatikan wajah Arthur yang lebih datar dan serius dari sebelumnya.
"Ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian," ujar Arthur tanpa menjawab pertanyaan dari Mommy-nya itu.
"Katakan saja Son. Apa ada sesuatu yang penting?" Xavier menimpali.
"Ya, sangat penting. Aku harap kalian bisa memahamiku dan merestuiku."
Mendengar perkataan putra sulungnya, Elleana mengerutkan keningnya dalam. "Apa yang sebenarnya ingin kau bicarakan, Ar?" Tentu saja penasaran, sebab Arthur mengatakan perkataan yang membuat mereka gagal memahami.
"Katakan saja!" Xavier mendesak tidak sabar.
"Aku akan menikah dalam tiga hari lagi. Tetapi aku minta maaf sebelumnya karena tidak bisa membawa kalian." Baik Elleana dan Xavier terkejut dan mendengarnya, bagaimana bisa baru memberitahukan pernikahan dadakan.
"Jujur pada kami Ar, apa kau sudah menghamili seorang wanita?" tanya Elleana gamblang. Bukan tanpa maksud wanita setengah baya itu melayangkan pertanyaan demikian, sebab pernyataan Arthur benar-benar membuat mereka terkejut hingga berpikir yang tidak-tidak mengenai putranya yang selama ini selalu dingin dan kaku.
"Lalu kenapa kau mendadak ingin menikahi seseorang?" tanya Elleana penasaran. Sementara Xavier diam mendengarkan, pria setengah baya yang tampan itu merasa masih harus mencerna rencana putranya itu. "Dengar Ar, pernikahan itu bukan sesuatu yang bisa dipermainkan. Kau tidak perlu terburu-buru seperti ini. Mom, akan menyetujui dengan siapapun kau menikah, tetapi tidak berarti harus menikah secepat ini tanpa persiapan apapun."
"Mom, dengarkan aku." Arthur menangkup kedua bahu Mommy Elleana untuk memberikan pengertian kepada wanita pertama yang ia cintai itu. "Aku memiliki alasan menikahinya. Selain aku mencintainya, aku juga ingin melindunginya, memberikan keadilan untuknya."
"Kau mencintainya?" Elleana bahkan begitu terkejut mendengar pengakuan Arthur yang begitu tiba-tiba.
Sebagai jawabannya, Arthur mengangguk. "Karena itu Mom percayakan saja padaku. Dia wanita yang baik, hanya saja saat ini sedang sakit dan tidak bisa bertemu dengan siapapun. Aku akan menceritakan segalanya dan memperkenalkannya setelah keadaannya sudah lebih baik."
Elleana meneliti wajah Arthur, mencari kebohongan di mata putranya. Sebab untuk pertama kalinya Arthur mengatakan hal seperti itu, terlebih mengenai seorang wanita. Namun dilihat dari segi manapun, putranya itu terlihat jujur. Terdapat pancaran cinta saat membicarakan wanita itu. "Baiklah, apapun pilihanmu Mom akan menyetujuinya."
"Terima kasih Mom." Arthur begitu senang mendapatkan restu dari Mommy Elleana, ia memeluk wanita pertama di hidupnya itu.
"Son, kau boleh berbicara pada istriku, tapi tidak perlu menyentuhnya." Xavier beranjak berdiri lalu memisahkan pelukan keduanya, menarik sang istri ke sisinya dengan begitu posesif. "Dan apa aku tidak meminta persetujuanku?" katanya kemudian.
"Tidak perlu. Jika Mom sudah setuju, kau tidak memiliki pilihan lain selain menyetujuinya, Dad."
Ck. Xavier tidak dapat berkutik, memang apapun keputusan sang istri, sudah pasti ia akan mendukung penuh. Melihat wajah kekesalan suaminya, Elleana terkekeh dan memberikan usapan lembut pada punggung kekar suaminya itu.
"Aku akan pergi ke Paris malam ini," ucap Arthur memberitahu mengenai keberangkatannya.
"Hem, sampaikan salam kami untuk menantu kami." Elleana menyahut dengan seulas senyum.
"Baiklah." Arthur mengangguk, kemudian berpamitan untuk ke kamarnya.
Selepas kepergian Arthur dari hadapan mereka, Xavier menatap sang istri. "Kau lihat Sweety, putramu sudah banyak berubah."
"Benar. Aku harus berterima kasih kepada menantu kita karena sudah berhasil meluluhkan Ar." Elleana setuju dengan ucapan sang suami. Akhirnya putra mereka yang sangat dingin dan tidak tersentuh dengan wanita manapun memutuskan untuk menikah.
"Kau akan bertemu dengannya lagi. Biarkan dia mendapatkan perawatan terbaik. Ar tidak akan membiarkan wanita yang akan di nikahinya itu merasakan sakit secara terus-menerus." Xavier mengusap lembut kepala Elleana.
Elleana mengangguk. "Akhirnya kita memiliki menantu seorang desainer," ucapnya terkekeh. "Dan kita juga akan memiliki cucu."
Melihat senyum yang terpatri di wajah sang istri, Xavier turut mengulas senyum. Beberapa hari ini ia sudah menyelidiki apa yang dilakukan oleh Arthur, tentu keputusan itu sudah diketahui olehnya. Dan ia mendukung penuh keputusan Arthur. Tidak menentang, sebab putranya sudah dewasa dan sangat tahu tanggung jawab yang sudah menjadi keputusannya.
To be continue
...Pokoknya jangan pernah bosan ya dan tetap dukung Yoona 🤗...
...like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...
...Always be happy 🌷...
...Instagram : @rantyyoona...