The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Mulai Saat Ini Kau Adalah Milikku



Mohon maaf bab ini masih adegan dewasa (21+) Yang gak suka bisa di skip hihi


Darren memagut bibir Veronica dengan liar dan tidak membiarkan wanita itu untuk menarik napas terlebih dahulu. Siapa yang mengira jika pria itu baru pertama kali berciuman dengan seorang wanita. Bahkan Veronica sendiri mengakui keahlian Darren dalam berciuman. Good kisser. Ah, Veronica semakin tenggelam dalam pesona Darren.


Setelah puas melumatt bibir Veronica, akhirnya Darren menjauhkan wajahnya. Ia mengusap sudut bibir wanita yang terlihat lebih seksi itu ketika bergairah. Ia menyunggingkan senyum, wanita itu sungguh-sungguh memiliki rasa bibir yang manis bagaikan buah Cherry.


Hingga kemudian Darren menumpu kedua lututnya pada ranjang, ia mulai melepaskan pakaiannya dan melemparkannya dengan asal. Kini terpampang otot-otot perut Darren yang tidak pernah dibayangkan oleh Veronica sebelumnya.


Satu tangan wanita itu terayun menyentuh perut Darren yang membentuk otot-otot kekar, hingga gerakan jari lentik Veronica yang naik turun itu mampu menimbulkan desisan berat dari bibir Darren.


Ketika telapak tangan Veronica nyaris mencapai miliknya, Darren segera menangkap pergelangan tangan wanita itu.


"Sudah cukup menyentuhnya, Nona." Darren tersenyum smirk, dapat ia lihat wajah Veronica yang kesal lantaran tidak diperbolehkan menyentuh bagian bawah miliknya.


Namun kekecewaan Veronica hanya berjalan seperkian detik saja, sebab Darren kini tengah menjelajahi lehernya. Menyapukan lidah disana dengan sensual, membuat wanita itu menggelinjang geli bercampur rasa nikmat. Perlahan ciuman Darren turun hingga ke dada Veronica. Ditariknya penutup yang menopang dada wanita itu hingga benar-benar tumpah ruah dengan puncak yang berwarna pink kemerahan. Entah penghalang itu jatuh kemana, Darren tidak peduli. Ia sedang terkesima dengan pemandangan wanita naked di hadapannya. Putih mulus dan besar pada bagian-bagian tertentu. Pria itu kini mulai menyesap bak bayi yang mendapatkan sumber untuk melepaskan dahaganya.


"Holy shiitt!!" Darren mendesis tertahan. Untuk pertama kalinya ia memainkan dada seorang wanita di dalam mulutnya.


Hal yang sama dirasakan oleh Veronica. Wanita itu mendesaah nikmat. Hal yang juga baru pertama kali ia rasakan. Meski ia pernah berciuman dan saling menyentuh bagian tubuh, tetapi hanya sebatas itu saja. Veronica selalu berpikir dua kali untuk menyerahkan dirinya kepada beberapa mantan kekasihnya. Dan hal itu menyebabkan ia kerap kali diselingkuhi lantaran selalu menolak ajakan having sekss.


Namun kali ini entah kenapa ia berani menyerahkan dirinya kepada Darren. Yang ada di dalam pikirannya saat ini adalah menuntaskan gairah yang benar-benar menyiksa. Lagi pula lebih baik menyerahkan keperawanannya kepada pria yang benar-benar ia cintai, dari pada diberikan kepada beberapa mantan pacar berengseknya.


"Aahhhh...." Veronica kembali mendesaah ketika lidah pria itu menyapu lebih kebawah. Sensasi geli lagi-lagi dirasakan.


Srek


Terdengar suara sobekan segitiga yang membungkus bagian bawah wanita itu. Ah, mudah sekali menariknya sebab sangat tipis dan tenaga Darren yang begitu besar seperti otot-ototnya.


Meski baru pertama kali melakukannya dan minim pengalaman, akan tetapi Darren bukan pria awam yang polos. Tentu ia sering mendengar dari beberapa anak buah cara bercinta, secara tidak langsung itu menjadi bekal dirinya untuk melakukan hal itu.


Jemari besar Darren menari-nari diantara dua pangkal paha Veronica dan benar-benar sukses membuat wanita itu kembali meloloskan desahannya.


"Ahhhh, panas sekaliiii...." Dan wanita itu kembali merintih ketika rasa itu benar-benar menyiksanya.


Darren paham betul. Yang diberikan pria berengsek itu mungkin obat perangsang yang memiliki dosis tinggi, sehingga efeknya akan lebih dahsyat jika belum benar-benar menuntaskannya.


Dibukanya kedua paha Veronica dengan lebar. Seketika Pria itu meneguk saliva dengan susah payah. Sebab untuk kali pertama melihat jelas bentuk milik wanita dan ia masih terperangah selama beberapa saat. Ya, klitoriss wanita itu nampak bersih dan kemerahan seperti belum terjamah oleh siapapun. Hingga kemudian ia mencoba menyentuh klitoriss itu yang masih asing menurutnya. Dan membuat tubuh Veronica bergetar sesaat. Wanita itu merasakan sesuatu yang asing juga, sebab untuk kali pertama seorang pria menyentuh bagian intinya.


Melihat Veronica yang menggelinjang, Darren memasukkan satu jemarinya ke dalam sana. Perlahan membuat gerakan maju mundur, hingga cairan dari dalam inti wanita itu keluar secara teratur.


Veronica mendesaah panjang. Sungguh nikmat sekali. Rasa yang sebelumnya menyiksa kini perlahan memudar seiring ia mengeluarkan cairan menuju pelepasan pertamanya.


Melihat tubuh Veronica yang bergetar karena baru saja mendapatkan pelepasannya, bibir pria itu melengkung tipis. Ia berhasil membuat seorang wanita mendesaah karenanya.


Damn, apa ia sudah menjadi pria mesum? Predikat sebagai pria kaku mungkin akan menjadi bahan ejekan bagi para anak buahnya jika mengetahui ia berhasil menyentuh wanita dan membuatnya mendesaah.


Tapi persetan. Ia sudah terbakar gairah karena wanita itu berhasil memantik gairah yang selama ini selalu ia tekan. Dan hanya wanita di atas ranjangnya itu yang ingin ia sentuh dan ia gagahi.


Darren beranjak dari ranjang. Ia buru-buru membuka celana panjangnya, terlebih ketika mendengar wanita itu kembali merintih karena belum merasa puas.


Rasa ingin menyentuhnya begitu mendominasi, sehingga wanita itu beranjak duduk hanya untuk melihat lebih jelas milik Darren.


"Besar dan panjang. Aku menyukainya." Biarlah ia dikatakan wanita mesum dan jalaang. Sebab hal ini pun kali pertama ia melihat milik seorang pria. Berbeda dengan reputasinya yang dikenal sebagai wanita yang bar-bar dan liar.


Darren terpekik ketika ia baru saja merangkak naik ke atas ranjang, tangan wanita itu sudah menyentuh miliknya.


"Apa yang akan kau lakukan?"


"Aahh, aku ingin menyentuhnya seperti ini." Dan wanita itu meremass hingga bergerak maju mundur. "Dan mengulumnya," sambungnya. Sungguh ia ingin sekali merasakan milik seorang pria ketika berada di dalam mulutnya. Selama ini ia hanya mendengar teman-temannya bercerita mengenal milik pasangan mereka dan ia bisa melihat sendiri milik Darren yang benar-benar besar.


Veronica memajukan wajahnya. Ia membuka lebar dan benda panjang itu berhasil masuk ke dalam mulutnya. Lagi-lagi membuat Darren mendesis kuat. Oh, Gosh! Wanita ini benar-benar liar dan menggoda dirinya.


"Sudah cukup!" Ya, Darren tidak tahan lagi. Wanita itu begitu piawai dalam memanjakan miliknya yang tidak pernah terjamah oleh siapapun. Darren mendorong bahu Veronica hingga wanita itu kembali tergelepar di atas ranjang dengan wajah yang benar-benar berkabut gairah.


Dibukanya kembali kedua paha Veronica dengan lebar. Ia mulai memposisikan miliknya tepat di hadapan inti wanita itu. "Aku tidak tau bagaimana rasanya, tapi yang kudengar jika baru pertama kali melakukannya, maka akan terasa sakit."


Napas Veronica menderu tidak beraturan, tetapi wanita itu tetap menjawab, "Ti-tidak apa... Masukan saja, aku sudah tidak tahan."


Darren mengangguk singkat. Veronica memang terlihat lebih tersiksa dari sebelumnya. Perlahan Darren kembali fokus dan mencoba memasukkan miliknya yang panjang itu.


"Shiittt! Sulit sekali." Pria itu mengumpat kesal.


"Pelan-pelan. Aku masih perawan,"


Satu Darren terangkat satu mendengar gumaman Veronica. Pantas saja sangat sulit memasukinya, ternyata ia adalah yang pertama. Hal itu membuat Darren tersenyum tipis yang nyaris tidak nampak.


Meski sulit, tetapi pada akhirnya benda panjang itu berhasil menerobos masuk dan menjebol selaput darah yang ia rasakan mengalir seiring dengan pekikan rasa sakit yang dirasakan oleh Veronica.


Darren mencoba bergerak secara perlahan. Tentu ia tidak ingin membuat wanita itu kesakitan. Dan berhasil wanita itu tidak kembali merintih, melainkan mendesaah kenikmatan.


"Damn it!!!!" Darren kembali mengumpat lantaran tidak bisa menjabarkan kenikmatan yang baru saja ia rasakan. "Nona Vero, mulai saat ini kau adalah milikku!" Tentu siapapun yang mencoba merebut sesuatu yang sudah diklaim sebagai miliknya akan ia singkirkan.


Veronica yang sedang menikmati dibawah sana hanya terus meloloskan desahaan, tanpa mengindahkan ucapan Darren yang mengklaim dirinya sebagai milik pria itu.


To be continue


Wah, bang Darren pecah telur gaiisssss 😅


...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram @rantyyoona...


...SALAM SAYANG TANPA BATAS DARI SEMUA PEMERAN THE BILLIONARE MAFIA 🥰...