
"Sudah ku katakan berhentilah menggangguku!" Helena menepis tangan Edwin ketika pria itu kembali menyentuhnya.
"Nona Helen, tolong pertimbangkan aku sekali saja. Aku benar-benar-"
"Apa kau tuli, aku tidak bisa menerimamu dan kau adalah kekasih Carol. Sebaiknya kau mengurus kekasihmu itu agar tidak menggangguku sama sepertimu!" Entah harus berkata seperti apa lagi untuk membuat pria itu mengerti dan tidak terus-menerus memaksa dirinya.
"Tapi aku-"
"Aku sudah memiliki kekasih, jadi kau tidak perlu mengejarku lagi. Apa kau lupa jika kau dan Carol sudah kembali bersama, jadi urus saja kekasihmu yang tidak tau malu itu!"
"Kekasih?" Edwin tidak mendengarkan kalimat panjang lebar Helena mengenai kekasihnya Caroline. Yang ia dengar sepenuhnya adalah kalimat kekasih yang terlontar dari bibir merah ranum wanita di hadapannya itu. "Bukankah kau sudah tidak bersama dengan Tuan Mikel? Jadi untuk apa kau masih mengakuinya sebagai kekasihmu?" Edwin pernah bertemu dengan Mikel ketika beberapa tahun yang lalu ia baru saja berkencan dengan Caroline, kekasihnya itu membawa dirinya ke Mansion dan mengenalkannya kepada Margareth, ibu dari kekasihnya. Dan disanalah, untuk pertama kalinya ia bertemu dengan Helena yang mampu membuat hatinya berdesir, namun ketika ia tahu di samping wanita itu adalah Mikel Jhonson, ia mengurungkan niatnya untuk memiliki wanita itu. Namun ketika ia mendengar kabar merenggangnya hubungan mereka, Edwin tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memulai mendekati Helena, kebetulan ia pun sudah putus dengan Caroline.
"Apa selama ini kau mencari tau tentangku?" Helena menjadi tidak suka ketika pria itu mencari tahu tentang kehidupannya bersama dengan Mikel.
"Ti-tidak." Edwin menggeleng gelisah, ia tidak ingin wanita itu mencurigai dirinya. Ia hanya kebetulan saja mendengar berita itu dari orang suruhannya. "Aku sudah tidak pernah melihatmu bersama dengan Tuan Mikel di berita apapun, jadi aku berpikir jika hubungan kalian sudah berakhir."
Helena tersenyum masam. Ia meneliti wajah Edwin yang mendadak gugup. "Hubunganku dengannya memang sudah berakhir, tapi aku sudah memiliki penggantinya. Jadi berhentilah menggangguku. Kau benar-benar memuakkan!" Ya, Helena sungguh muak dengan Edwin. Sejak dulu tatapan pria itu selalu saja seperti itu padanya, seolah ingin menerkam dirinya.
Mendengar jika Helena sudah memiliki kekasih yang baru, rahang Edwin mengetat. Ia sudah menunggu terlalu lama untuk mendekati Helena hingga harus rela bersama dengan Caroline. Dirinya pun harus berpura-pura masih mencintai Caroline dan kembali bersama dengan wanita itu hanya untuk mendapatkan informasi mengenai Helena.
"Aku tidak akan membiarkanmu bersama dengan pria lain lagi. Selama ini aku diam saja karena tidak bisa melawan Tuan Mikel tapi begitu mengetahui jika hubungan kalian berakhir, aku kembali mencari tau melalui Caroline. Aku bahkan rela bersama lagi dengan wanita itu hanya untuk mencari informasi mengenai dirimu!" Napas Edwin memburu penuh amarah yang terselip. Ia begitu tidak terima ketika Helena kembali memiliki kekasih, itu artinya ia tidak memiliki kesempatan kembali. "Aku bisa memberikan apapun yang kau inginkan, aku pewaris tunggal Hemsworth, aku bisa membahagiakanmu dan menjauhkanmu dari keluargamu. Aku tau mereka bersikap tidak adil padamu." Sedari dulu Edwin menyadari sikap Caroline dan kedua orang tua kekasihnya itu. Entah kenapa keluarga itu terlihat sangat membenci Helena.
Helena bergeming, ia baru mengetahui alasan pria itu bersama dengan Caroline. Dan ia mengetahui Keluarga Hemsworth yang setara dengan Keluarga Bonham, sudah pasti kehidupannya akan lebih baik jika hidup bersama Keluarga Hemsworth yang terkenal dengan kebaikannya. Namun ia tidak berniat hidup bersama dengan Edwin, ia tidak mencintai pria itu. Terlebih ia pantang menerima pria yang sudah pernah dipakai oleh Caroline.
"Tidak. Aku tetap tidak bisa, aku lebih memilih kekasihku dari pada dirimu!" Setidaknya seperti ini saja dulu, menggunakan kekasih khayalan untuk mengusir pria itu dari kehidupannya... selamanya.
"Tidak ada yang pantas bersanding denganmu selain diriku." Edwin tetap bersikukuh mendapatkan Helena. Saat itu ia sudah kalah lebih dulu dari Tuan Mikel dan kini menurutnya tidak ada lagi keluarga yang lebih sepadan dengan Keluarga Bonham selain Keluarga Hemsworth.
Helena menghela napas panjang, kentara sekali jika ia jengah setengah mati. Akan tetapi pria itu justru tidak peka jika ia sungguh-sungguh tidak berminat. Membuang pandangannya ke arah lain, Helena seketika melihat Arthur yang berjalan ke mobil. Entah kenapa pria itu masih berada disana, Helena mengernyit heran. Namun terlintas ide gila agar bisa pergi dari Edwin yang tidak tahu malu dan keras kepala itu.
"Kekasihku ada disini. Jadi sebaiknya kau menyingkir!"
"Nona Helen, tapi aku-"
Helena tidak peduli apa yang ingin kembali dibicarakan oleh Edwin, wanita itu mendorong bahu Edwin dan melewatinya begitu saja.
Helena tersenyum manis kepada Arthur dengan ekor mata yang sedikit melirik ke arah Edwin yang berjalan mendekat. Berada di dekat Arthur seperti ini membuat detak jantung wanita itu berpacu dengan cepat. Terlebih Arthur sudah memangkas rambutnya menjadi pendek kembali, padahal saat di tempat Gym rambut pria itu masih panjang dan diikat kebelakang.
"Apa yang kau lakukan? Singkirkan tanganmu dariku!" Meskipun Arthur berbisik, namun suaranya terdengar penuh penekanan kepada Helena, sehingga membuat wanita itu tertegun karena suara Arthur membuyarkan lamunannya.
"Honey, jangan marah lagi padaku. Apa kau tau jika pria itu menggodaku dan dia ingin merebutku darimu." Suara Helena sengaja diperbesar agar Edwin mendengarnya. Dan benar saja, Edwin begitu marah dengan kepalan tangannya yang mengeras. Namun ia tidak bisa berbuat apapun ketika kekasih yang dimaksud Helena adalah Arthur Kennard Romanov.
"Bantulah aku sekali ini saja, supaya aku terlepas dari pria sialan itu," balasnya berbisik. Wajah Helena menempel di lengan Arthur. Jika orang lain melihat, maka seperti terlihat Helena sedang menciumi lengan pria itu.
"Kau...." Arthur berusaha menahan geram ketika sirat mata Helena penuh harap agar dirinya membantunya. Arthur menarik napas panjang, matanya kemudian menemui Edwin yang sedari tadi menyorot tajam padanya. "Ada perlu apa kau dengan.... kekasihku?" Rasanya sulit sekali mengatakan sebuah kata 'kekasihku' walaupun terdengar biasa saja bagi siapapun yang mendengar. Namun berbeda untuk Arthur, sebab kekasih yang berarti adalah miliknya terucap begitu saja dari bibirnya. Dan pada akhirnya ia membantu Helena untuk bersandiwara.
Helena tersenyum lega di dalam hati, setidaknya Arthur bersedia membantu dirinya. Berbeda dengan Edwin yang benar-benar benci dengan situasi macam ini. Seharusnya ia yang berada di sisi Helena, bukan pria lain.
"Maaf Tuan Arthur, aku hanya berbicara saja dengan Nona Helena, kebetulan kami adalah teman lama." Dengan terpaksa Edwin menyematkan senyuman. Jika saja pria itu bukan Arthur, mungkin saat ini ia sudah mengajak pria itu untuk berkelahi.
Arthur mengangguk seolah paham, lalu menunduk menatap Helena. "Apa sebelumnya kalian saling mengenal, Love?"
Tidak hanya Helena yang dibuat terkesiap lantaran terkejut. Darren pun tidak percaya apa yang baru saja di dengarnya. Love? Apa kepala Arthur terbentur sesuatu? pikir keduanya.
To be continue
Babang Arthur
Helena
...Jangan lupa untuk like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕...
...Always be happy 🌷...
...Instagram : @rantyyoona...