
"Kau? Bukankah kau Mikel Jhonson?!" Tentu Franco mengetahui pembisnis muda yang ramai di perbincangkan di dunia bisnis. Namun selama ini ia belum pernah bertemu, sebab perusahaan mereka tidak saling bersangkutan. Namun apa masalah pria itu dengannya sehingga harus menyerang kediamannya?
Mikel hanya menyunggingkan senyum disertai dengan decihan, tanpa menyurutkan tatapan tajamnya. "Tidak ku sangka kau mengenalku," ucapnya sinis.
"Ya, aku sering mendengar namamu. Ku akui kau cukup hebat bisa mengembangkan perusahaan dalam kurun waktu enam tahun saja." Franco tidak menutupi jika dirinya cukup kagum terhadap pria itu, siapapun mengetahui jika ingin melebarkan sayap di dunia bisnis tidaklah mudah, akan tetapi pria di hadapannya itu mampu melakukannya. "Tapi aku merasa jika tidak memiliki masalah dengan salah satu di antara kalian. Lalu kenapa kalian menyerang Mansionku heh?!" Sembari menunjuk kepada Mikel, Sid serta Nathan.
Entah mengapa tiba-tiba saja Franco tergelak hingga tawanya itu menggelegar di dalam sana. "Tapi jika kalian sudah datang kesini, tentu aku akan dengan senang hati bermain-main dengan kalian. Kalian bisa masuk kemari, jangan harap bisa keluar dari sini dalam keadaan hidup-hidup. Kedatangan kalian hanya akan mengantarkan nyawa!" serunya terkekeh kecil.
Rasanya Mikel tidak dapat menahan dirinya lebih lama lagi, ia ingin segera menghabisi Franco detik ini juga. "Sayangnya aku yang akan mengambil nyawamu lebih dulu!" cetus Mikel tersenyum smirk.
Mendengar penuturan Mikel, kekehan Franco semakin menjadi hingga terdengar suara gelak tawanya. "Jadi kau ingin membunuhku?" tanyanya di sela-sela ia tergelak. "Sepertinya kau mencari lawan yang salah!"
"Tidak. Aku tidak salah. Aku tau semua tentangmu dan semua yang kau lakukan di masa lalu," pungkas Mikel.
Kening Franco berkerut begitu dalam. "Apa maksudmu?" Dan gagal mencerna apa yang diucapkan oleh Mikel.
"Apa aku perlu mengingatkan peristiwa sebelas tahun lalu, bahwa kau telah membunuh satu keluarga?" Dan tetap tenang menyampaikan, meskipun hatinya tersayat begitu dalam jika mengingat peristiwa menyedihkan itu.
"Apa yang kau bicarakan, heh?!" seru Franco. Sebenarnya ia terkejut dan mendadak gusar. Pria di hadapannya itu seperti mengetahui peristiwa di masa lalu yang dilakukan olehnya beserta ayahnya.
Kembali Mikel menyunggingkan senyum, ia bergerak maju satu langkah, tanpa melepaskan pandangannya pada sosok pria yang masih berdiri di anak tangga.
"Matthew Jhonson beserta istrinya. Kau dan ayahmu telah membunuh mereka. Karena itu malam ini aku datang untuk membalaskan dendam kematian mereka!" Satu tangan Mikel yang tidak menggenggam senjata mengepal kuat.
Deg
Nyaris saja tubuh Franco limbung, lantaran kedua kakinya seakan melumpuh. Jadi alasan mereka menyerang Mansion miliknya karena ingin membekas perbuatan di masa lalu? Tapi siapa sebenarnya Mikel Jhonson? Kenapa pria itu mengetahui peristiwa sebelas tahun lalu? pikirnya.
"Si-siapa kau?" Suara Franco bagaikan tercekat. Namun ia ingin mengetahui siapa sebenarnya pria di hadapannya itu.
Mikel tidak langsung menjawab, ia membiarkan keheningan melingkupi mereka selama seperkian detik. "Apa kau benar-benar sudah melupakan sepupumu sendiri?" ujarnya.
"Se-sepupu?" Semakin dalam kerutan di kening Franco.
"Benar, aku adalah sepupu yang kedua orang tuanya sudah kalian habisi. Apa kau melupakan hal itu Franco Reus?!"
"Mike?" sahutnya terkejut. "Ti-tidak mungkin." Kepala Franco menggeleng kuat. Ia tidak mempercayai apa yang di lihatnya. Tidak mungkin pria di hadapannya itu adalah Michael, sepupu yang sudah berhasil ia dan ayahnya singkirkan.
"Benar, apa kau terkejut melihat wajahku yang baru?" Mikel tersenyum tipis, namun senyum yang nampak mengerikan di mata Franco. "Apa kau bisa melihat jika aku merasa sangat senang bisa bertemu lagi denganmu? Ck, tapi sayang sekali malam ini adalah hari terakhirmu, jadi-"
Brukk
Belum sempat Mikel menyelesaikan kalimatnya, ternyata Franco mencoba untuk melarikan diri dengan berlari menaiki tangga, namun karena tergesa-gesa sehingga ia terpeleset dan jatuh tersungkur. Franco segera bangkit dan kembali berlari menuju lantai dua.
"KAU TIDAK AKAN BISA LARI DARIKU, FRANCO!" Dor. Melihat Franco yang berusaha melarikan diri, membuat Mikel berteriak diiringi muntahan peluru yang ia arahkan tepat ke arah Franco, tetapi sialnya peluru tersebut melesat. Mikel pun mengejar Franco, berlari cepat menaikkan beberapa anak tangga.
Dor
Dor
Seketika suasana menjadi ricuh kembali, para anak buah Franco yang tersisa menyerang Sid, Nathan beserta anak buah yang lain. Loz Zetas tidak tinggal diam, mereka pun melakukan serangan balasan, hingga berhasil membuat anak buah Franco terkena hantaman peluru mereka.
"Aku tidak akan membiarkanmu hidup lagi. Sudah cukup selama ini kau hidup dengan tenang di atas penderitaanku dan adikku!" Mikel mencoba mendobrak pintu ruangan yang saat ini menjadi tempat persembunyian pria itu.
Dan di dalam sana wajah Franco memucat, keningnya mulai dibanjiri keringat hingga merambat ke lehernya. "Sial!! Ponselku berada di kamar." Franco mengusap rambutnya kasar, ia ingin menghubungi ayahnya, akan tetapi ponselnya berada di kamarnya. Sementara dirinya berada di ruangan yang lain karena ruangan tersebut lebih dulu di jangkauannya untuk menghindari hantaman peluru Mikel. "Ternyata Mike masih hidup dan mengubah wajahnya. Seharusnya aku menyadari ini sejak awal saat pertama kali melihatnya di televisi." Kebodohan dirinya adalah tidak mencari informasi mengenai pria yang bermana Mikel Jhonson. Padahal sejak awal ia merasa jika mata pria itu serupa dengan mata Michael, terlebih nama marga mereka sama.
Franco berjalan kesana-kemari, satu tangannya terus mengusap wajahnya yang kini sudah dipenuhi oleh keringat. Ia harus cepat pergi dari sana sebelum Mikel berhasil menerobos pintu itu.
Dor
Dor
Dan Franco semakin panik ketika handle pintu itu nyaris terbuka karena dihantam oleh senjata Mikel.
"Tidak. Dia tidak akan bisa membunuhku." Franco berlari menuju jendela, kemudian membukanya dengan lebar. Mau tidak mau ia harus melarikan diri dengan melompat dari lantai dua.
Namun baru saja satu kakinya menaiki jendela itu, Mikel berhasil membobol pintu tersebut dan menendangnya. Melihat Franco yang berusaha ingin melompat, sontak saja Mikel menarik bahu pria itu.
Brugh
"Sudah kukatakan kau tidak akan bisa melarikan diri!" Mikel mendorong tubuh Franco hingga menghantam dinding.
Bugh
Bugh
Dan kemudian memberikan pukulan bertubi-tubi di wajah Franco. "Percuma saja kau melarikan diri. Kau bersembunyi ke ujung dunia pun aku pasti bisa menemukanmu!"
Bugh
Bugh
Dan Mikel menghantam perut Franco, hingga darah menyembur keluar dari mulut pria itu. Franco terbatuk-batuk dan berdecih. Ia berusaha membalas serangan tetapi Mikel berhasil menghindar.
Bugh
"Malam ini kau harus mati di tanganku! Menebus dosa yang kau lakukan kepada adikku dan kedua orang tuaku!" serunya. Kedua matanya nampak mengembun dengan kemarahan yang luar biasa.
Bugh
Berulang kali Mikel tidak membiarkan kepalan tangannya itu melesat. Ia secara membabi buta menghajar dan menendang seluruh tubuh Franco.
Grep
Mikel menyahut kedua merah pakaian Franco yang sudah tidak berdaya, wajahnya penuh dengan darah dan luka memar. Bahkan sudut bibirnya terlihat sobek begitu dalam. Telapak tangan Mikel kemudian menepuk-nepuk wajah Franco.
"Kau harus menebus semuanya..." Lalu menyeret Franco keluar dari ruangan itu. Franco yang sudah terkulai lemah hanya bisa pasrah. "Kau sudah memperkosa Meisha. KAU SUDAH MEMBUAT ADIKKU MENDERITA SELAMA INI. KAU PANTAS MATI!!" Mikel yang menggila dan tidak dapat mengendalikan emosi dan kilatan amarah yang membara melemparkan tubuh Franco ke bawah.
Brugh
Sid dan Nathan terkejut melihat Franco yang terjun bebas dari lantai dua. Bahkan anak buah Franco yang tersisa berhenti mengarahkan senjatanya ketika melihat bos mereka terkapar di lantai dan sudah tidak berdaya. Nampak darah yang mengucur dari kepala Franco tetapi ia terlihat masih bernapas karena berusaha untuk menggerakkan tangannya.
To be continue
Franco Reus
...Jangan lupa dukungan kalian ya.. untuk like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 terima kasih 🤗...
...Always be happy 🌷...
...Instagram : @rantyyoona...