The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Hari Bahagia



Mendengar perkataan Dokter Liza, semua sontak saling pandang. Terutama Daddy Xavier yang langsung menatap Austin dan Darren secara bergantian. Ia menuntut jawaban atas hilangnya Arthur saat ini.


Dokter Liza segera undur diri ketika satu perawat wanita memberitahukan jika ruangan operasi sudah disiapkan. Setelah memerintahkan beberapa perawat untuk membawa Helena ke ruangan operasi, dokter Liza dan dua perawat segera berlalu dari sana menuju ruang operasi.


Sebenarnya Daddy Xavier ingin berbicara dengan Austin dan Darren. Akan tetapi Mommy Elleana menariknya untuk segera ke ruangan operasi, karena tidak ingin membiarkan Helena berjuang sendiri. Daddy Xavier mengiyakan, ia pun tidak ingin membiarkan menantunya itu merasa jika hanya seorang diri. Terlebih Arthur tidak berada di sisi wanita itu.


Austin dan Darren mengikuti barisan paling akhir. Mereka saling berpikir akan keberadaan Arthur yang belum ditemukan oleh beberapa anak buah. Keduanya berharap Arthur akan segera datang dan menemani Helena yang akan berjuang untuk melahirkan penerus Keluarga Romanov.


Semua yang menunggu disana saling memanjatkan doa akan keselamatan Helena dan kedua bayinya. Terlebih saat mendengar keterangan Dokter Liza jika Helena mengalami pendarahan. Mereka tertakut-takut jika Helena serta kedua bayinya tidak bisa diselamatkan. Namun pikiran buruk seperti itu segera dienyahkan, mereka yakin jika Helena dapat bertahan untuk melahirkan kedua bayinya.


"Hubby, dimana Ar? Apa dia tidak ingin menemani Helen dan melihat kedua bayinya yang akan segera lahir?" Suara Mommy Elleana memecahkan keheningan, ia menatap wajah suaminya itu.


Daddy Xavier tidak dapat menjawabnya, sebab ia sendiri tidak mengetahui dimana keberadaan putra mereka itu.


"Ar pasti akan datang." Namun Daddy Xavier sangat yakin jika tidak akan lama lagi, Arthur akan datang.


Entahlah, Mommy Elleana terlalu lemas untuk banyak berpikir, sehingga ia kembali merapalkan doa untuk menantu serta kedua cucunya yang akan segera lahir ke dunia.


Daddy Xavier beranjak berdiri, lalu mendekati Austin dan Darren yang tengah berbincang kecil di sudut ruangan.


"Katakan yang sebenarnya dimana Ar saat ini?" Dan ia menyerbu pertanyaan kepada Austin dan Darren. Siapapun di antara mereka harus menjawabnya.


"Dad, sebenarnya..." Pada akhirnya Austin menceritakan yang terjadi pada kakaknya itu. Sontak saja membuat Daddy Xavier terkejut, tetapi menjadi mengerti kenapa saat ini putra sulungnya tidak berada di rumah sakit. Karena jika Arthur yang biasanya akan bersikap posesif dan akan selalu menjaga sang istri apapun yang terjadi.


Daddy Xavier menyugar rambutnya. Ia tidak menyangka sosok Killer akan menguasai Arthur dalam keadaan genting seperti ini.


"Aku akan mencarinya!" Tiba-tiba saja Daddy Xavier mengatakan hal demikian, sehingga membuat Austin dan Darren terkesiap.


"Tapi Dad...." Percuma saja Austin melarang, sebab Daddy-nya itu sudah lebih dulu melangkah pergi.


Namun baru beberapa langkah, Daddy Xavier menghentikan langkah, pun dengan Austin dan Darren yang memang mengikuti di belakang. Mereka begitu terkejut akan sosok Arthur yang berjalan tergesa-gesa dengan raut wajah panik, tentu dalam keadaan lebih segar dari beberapa jam yang lalu. Dan di belakang Arthur terdapat Mike bersama Elie, wanita itu duduk di kursi roda dan Mike yang mendorong kursi roda tersebut.


"Dad, dimana istriku?!" Guratan kepanikan tercetak jelas di wajah Arthur. Bahkan tangan pria itu begitu dingin saat bersentuhan tangan dengan Daddy Xavier.


"Ar, untunglah kau sudah disini." Daddy Xavier menghembuskan napas kelegaan. "Istrimu berada di ruang operasi, dia akan segera melahirkan."


"Apa??!" Kedua mata Arthur melebar. Wajar jika dirinya terkejut karena mengetahui usia kandungan istrinya yang belum memasuki bulan untuk melahirkan. "Aku akan menemaninya." Lalu melintasi Daddy Xavier, Austin serta Darren.


"Ya, kau memang harus menemani menantuku!"


Arthur mengabaikan seruan Daddy Xavier, ia berjalan cepat menuju ruang operasi. Bahkan ia mengabaikan tatapan semua keluarganya, termasuk mengabaikan Mommy Elleana yang menatapnya dan terlihat lega akan kedatangannya.


BRAK!


Pintu ruangan operasi dibuka kasar oleh Arthur, sehingga membuat Dokter Liza dan juga beberapa perawat terlonjak kaget. Bahkan proses berjalannya operasi harus terjeda sejenak akan kedatangan Arthur yang tiba-tiba itu.


Sebelum mendekati ranjang, Arthur terlebih dahulu mencuci tangan atas saran dari salah satu perawat, lalu menggunakan pakaian steril. Begitu sudah mematuhi prosedur memasuki ruangan operasi, Arthur segera berjalan mendekati brankar, dimana istrinya itu terbaring lemah dengan mata yang terpejam. Sedangkan Dokter Liza yang dibantu oleh asistennya segera melanjutkan proses sayatan di bagian dinding perut berbentuk horizontal. Darah yang keluar itu tidak membuat Arthur merasa risih, sebab ia sudah terbiasa dengan bau darah ataupun yang berhubungan dengan darah.


Digenggamnya tangan Helena dengan erat. Tubuhnya membungkuk agar sejajar dengan posisi sang istri yang tengah berbaring. Sebelum kemudian bersisik, "Bertahanlah Love. Aku sudah berada disini." Lalu mengecupi punggung tangan sang istri berulang kali. "Maaf, aku datang terlambat," tuturnya sendu.


Sebenarnya ia ingin sekali segera datang ke rumah sakit usai dirinya mampu menguasai diri dari sosok Killer yang sebelumnya mengambil alih dirinya. Namun karena keadaannya yang terluka membuatnya harus tertahan di jalan. Beruntung mobil yang dikendarainya berpapasan dengan mobil Mike yang ingin menjemput Elie, sehingga ia membawa Arthur ke Mansion dan mengobati luka Arthur terlebih dahulu. Mana mungkin Mike membiarkan Arthur dalam keadaan mandi darah. Semua yang melihat sudah pasti akan berteriak histeris.


Dengan sabar Arthur mengajak Helena berbicara meskipun istrinya itu tidak merespon. "Sebentar lagi mereka akan segera lahir, aku tidak sabar untuk bertemu dengan mereka. Setelah mereka bisa berjalan aku akan melatihnya bermain bola atau jika perlu, aku akan mengajari mereka ilmu bela diri."


Dokter Liza dan beberapa perawat hanya mengulum senyum ketika mendengar perkataan Arthur. Ternyata pria yang terkenal dingin itu dapat bersikap hangat pada istrinya. Dan ternyata rumor yang mereka dengar benar adanya. Semua pria di Keluarga Romanov hanya akan bersikap hangat pada orang-orang yang terkasih saja.


Sembari mencuri dengar perkataan Arthur kepada sang istri, Dokter Liza mengambil janin pertama yang berjenis kelamin laki-laki. Begitu di angkat, bayi laki-laki tersebut menangis hingga membuat Arthur menoleh ke arah bayinya yang menangis. Ia sempat tertegun selama beberapa saat dan menatap bayi laki-laki yang sudah berpindah tangan ke perawat.


"Selamat Tuan, bayi pertama anda berjenis kelamin laki-laki," ujar perawat tersebut kepada Arthur.


"Pu-putraku?" Untuk kali pertama Arthur dibuat tidak bisa berkata-kata. Hingga tangisan bayi kedua membuat Arthur kembali tertegun.


"Bayi kedua anda perempuan dan keduanya sangat sehat meski lahir secara prematur," ujar Dokter Liza sembari memberikan bayi perempuan kepada satu perawat yang lain.


Arthur menatap secara bergantian bayi yang sedang dibersihkan itu. Sedangkan Dokter Liza sedang menjahit seluruh sayatan dinding perut Helena.


Salah atau perawat mencoba menghampiri Arthur meski sejujurnya merasa segan. Tetapi tidak ada pilihan lagi karena ia hanya mengikuti prosedur. "Tuan, kedua bayi Tuan akan kami bawa ke ruang NICU. Tuan bisa menunggu selama kami memindahkan istri Tuan ke ruangan perawatan."


Arthur tersentak saat mendengar perkataan perawat wanita tersebut. "Aku akan menunggu istriku disini!" Ya, Arthur tetap bersikeras menunggu Helena hingga Dokter Liza menyelesaikan tugasnya.


Ah, mau bagaimana lagi? Perawat tersebut hanya mengangguk patuh. Ia kembali ke tempat semula dan membantu Dokter Liza merapihkan peralatan bedah.


"Terima kasih banyak, Love." Arthur mengecup kening Helena berulang kali, hingga kecupan terakhir begitu dalam dan lama. Meresapi betapa bahagianya dirinya karena saat ini statusnya bertambah menjadi seorang Daddy.


"Kau harus segera sadar agar bisa melihat mereka," imbuhnya dengan Kedua mata yang berkaca-kaca. Tidak peduli jika mereka yang berada di ruangan memperhatikan dirinya. Hari ini adalah hari bahagia, karena kedua bayinya lahir dengan selamat.


To be continue


Btw Yoona belum ada nama yang bagus buat baby twins. Kalau kalian punya saran nama yang bagus silahkan tulis di komentar ya 🤗


...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram @rantyyoona...


...SALAM SAYANG TANPA BATAS DARI SEMUA PEMERAN THE BILLIONAIRE MAFIA 🥰...