The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Siapa Helena?



Keesokan harinya, berita mengenai beberapa perusahaan yang tiba-tiba failed dan mengalami kebakaran telah ramai menguasai berbagai stasiun televisi. Pembawa berita dan seluruh penduduk bumi merasakan keanehan, sebab perusahaan-perusahaan tersebut sebelumnya nampak baik-baik saja dan mengalami failed hanya dalam waktu kurang dari 24 jam.


Sandler Company dan Born Corp pagi ini ramai di perbincangkan. Cukup banyak wartawan yang menunggu di depan perusahaan Sandler Company untuk mendengarkan keterangan mengenai perusahaan yang tiba-tiba saja mengalami krisis keuangan. Dan banyak yang bertanya-tanya, apakah batalnya kerjasama antara Sandler Company dengan MJ Corp menjadi pemicu perusahaan Sandler Company mengalami kerugian besar dan harus mencari suntikan dana dari perusahaan besar lainnya? Atau mungkin Sandler Company akan failed seiring berjalannya waktu seperti Perusahaan Born Corp yang sudah lebih dulu mengalami kerugian karena saham yang melonjak turun akibat perusahaan besar seperti Romanov Group menarik kerjasama mereka.


"Sekian berita yang kami sampaikan. Saya Orlando Bloom pamit undur diri dan sampai jumpa di berita selanjutnya siang ini."


Klik


Sudah satu jam yang lalu Mommy Elleana menonton televisi yang dipenuhi berbagai berita itu, ia mengganti saluran televisi lainnya.


"Hubby, kenapa pagi ini banyak sekali berita tentang perusahaan yang tiba-tiba saja failed? Dan ada beberapa perusahaan yang mengalami kebakaran," tutur Mommy Elleana kepada suaminya yang tengah memeluk dirinya dan menenggelamkan dadanya di ceruk sang istri, hingga membuat Mommy Elleana menggeliat geli. Wanita paruh baya yang masih nampak cantik itu sungguh prihatin dengan kejadian yang menimpa mereka.


Mendengar perkataan sang istri, Daddy Xavier mengangkat wajahnya, lalu melihat layar televisi yang sudah berganti saluran tersebut. "Mungkin mereka tidak becus mengurus perusahaan, Sweety. Sudahlah jangan dipikirkan."


"Tapi semua orang merasa heran, termasuk diriku, Hubby. Kenapa hanya dalam waktu kurang dari 24 jam saja? Apa Hubby tidak merasakan keanehan, hm?" Mommy Elleana menyuarakan pendapatnya, sangat aneh dan bahkan semua orang turut berpikir yang sama dengannya.


"Tidak. Semua itu sesuatu yang biasa terjadi dalam dunia bisnis. Jika kita lalai sedikit saja, maka saham perusahaan akan turun dengan cepat. Mungkin perusahaan mereka mengalami hal seperti itu." Xavier menjawab seadanya, saat ini pria paruh baya yang masih nampak tampan dengan bulu-bulu lebat di rahangnya itu tengah memainkan ujung rambut istrinya dengan gemas.


"Benarkah?" Namun Mommy Elleana tidak percaya sepenuhnya. Ia tetap merasa ada yang janggal, mengingat ia pernah menjabat menjadi Presdir sebelum pada akhirnya menyerahkan tanggung jawabnya kepada kakaknya Edward. "Tapi kenapa aku merasa ada sesuatu dengan perusahaan mereka. Atau hancurnya perusahaan mereka karena perbuatan seseorang?" gumam Elleana prihatin. Merasa iba dengan nasib para karyawan perusahaan-perusahaan yang failed tersebut.


Aktivitas memainkan ujung rambut sang istri terhenti, Daddy Xavier tercenung selama beberapa saat. Bagaimana jika istrinya itu mengetahui semua yang terjadi adalah perbuatan kedua putra mereka dan teman-teman mereka.


"Pagi, Mom.... Dad...." Suara Arthur yang menyapa kedua orang tuanya menyita perhatian mereka. Arthur melewati kedua orang tuanya begitu saja menuju dapur untuk mengambil air minum.


"Pagi Ar. Pekerjaanmu sudah selesai?" kata Elleana menatap putra sulungnya.


"Ehm, sudah Mom. Ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan di ruang kerja." Arthur meraih picther dan menuangkan air putih itu ke dalam gelas kristal.


Mommy Elleana hanya mengangguk, sejak pagi buta ia memang sudah mendapati Arthur berada di dalam ruangan kerja dan meminta maid membawakan kopi hitam ke dalam ruangan kerja.


"Kau tidak ke perusahaan, Son?" tanya Daddy Xavier. Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, tetapi putranya itu belum bersiap-siap.


"Tidak. Aku akan bertemu Mr. Okada diluar," sahut Arthur. Jadwalnya bersama Mr. Okada dari Jepang pukul 12 siang, Darren sudah mereservasi Gong Restaurant, berada di dalam hotel Shangri-La The Shard yang menghidangkan makanan Jepang.


Daddy Xavier mengangguk, ia mengenal Mr. Okada yang berasal dari Jepang. Mr. Okada terkenal alot jika berbisnis tetapi jika sudah mengenal baik pria tua itu, akan melihat sisi lainnya, royal dan tidak segan menghamburkan uang untuk kolega yang disukainya.


"Ar, kau lihat berita tentang beberapa perusahaan yang tiba-tiba failed?" tanya Mommy Elleana yang masih penasaran dan ingin membahas perusahaan-perusahaan tersebut.


"Ehm, ada apa Mom?" Arthur mendudukkan tubuhnya di kursi bar yang menghadap ke arah kedua orang tuanya.


"Apa kau tidak merasa aneh, perusahaan yang baik-baik saja, tiba-tiba mengalami kerugian dan failed begitu saja?"


Arthur dan Daddy Xavier bersilang pandang, lalu kembali memusatkan perhatian pada wanita yang mereka cintai itu.


"Tidak ada yang aneh. Hal itu sangat wajar dalam dunia bisnis Mom," jawab Arthur kembali meneguk air mineral.


Dan jawaban Arthur membuat Mommy Elleana mendecakan lidah. "Kenapa jawaban kalian sama?" Merasa tidak puas, sebab ia menginginkan jawaban yang sama dengan pendapatnya.


"Karena dia putraku, Sweety. Sudahlah jangan di pikirkan lagi. Kau ingat tidak boleh terlalu banyak berpikir." Daddy Xavier menengahi dan menyudahi percakapan tidak penting itu. Ia mengusap lembut rambut istrinya itu.


"Ehm, aku sedikit ingat Sweety." Entahlah, Daddy Xavier mulai mencoba meraba ingatan akan cerita istrinya itu. "Ada apa, hm?" tanyanya kemudian dengan lembut.


"Aku baru ingat jika wanita itu adalah wanita yang sama di televisi. Aku baru tau dari berita jika wanita itu adalah mantan kekasih Mikel Jhonson."


"Uhuk.... Uhuuk...." Arthur tersedak dan bahkan air minumnya gagal meluncur hingga sedikit menyembur keluar. Apa ia tidak salah mendengar? Wanita yang Mommy maksud adalah mantan kekasih Mikel Jhonson yang tidak lain ialah Helena Bonham?


Kedua pasangan suami istri itu kompak menoleh ke arah sang putra yang tiba-tiba saja terbatuk-batuk. "Pelan-pelan saja, Son. Minum saja tidak benar!" seru Xavier heran.


"Apa Mom yakin jika wanita itu adalah wanita yang memasuki ruangan saat aku koma?" Arthur tidak menghiraukan ejekan Daddy Xavier, ia terlalu penasaran dengan wanita yang dimaksud oleh Mommy Elleana.


Meskipun bingung dengan Arthur yang tiba-tiba menjadi semangat, Elleana berkata, "Mom sangat yakin mereka adalah wanita yang sama." Dan jawaban Mommy Elleana semakin menyakinkan Arthur jika saat itu bukanlah mimpi. Saat Arthur mengalami koma, ia merasakan ada yang memanggil dirinya dengan hangat dan suara itu begitu tidak asing.


Arthur kemudian beranjak berdiri dan berlalu meninggalkan kedua orang tuanya. Sehingga membuat kedua pasangan suami istri paruh baya itu saling menatap penuh kebingungan.


Langkah Arthur menuju halaman belakang, ia harus lebih banyak lagi menyebarkan para anak buahnya ke berbagai negara di Eropa. Namun sebelum menghubungi salah satu anak buah, ponselnya lebih dulu berdering dan tertera nama satu anak buah.


"Ada apa?" tanyanya mendesak penuh.


"Bos Ar, kami sudah menemukan keberadaan Nona Helena."


"Dimana dia saat ini?" Arthur begitu tidak sabar, sehingga memotong perkataan anak buahnya tersebut.


"Saat ini Nona Helena berada di rumah sakit besar di Paris. Nona di jaga oleh Sheriff yang berteman dekat dengan putra dari pemilik rumah sakit. Karena itu selama ini kita tidak bisa menemukan keberadaan Nona karena identitas Nona Helena disembunyikan. Aku dengar Tuan Jorge Bonham juga sedang mencari keberadaan putrinya itu."


Dan keterangan anak buahnya tersebut membuat rongga dada Arthur memasok udara lebih banyak. Lega dan menyejukkan. Kini ia tidak perlu bingung lagi mencari keberadaan wanita itu.


"Cari tau nomor ponsel Helena. Jika perlu retas semua sistem yang berhubungan dengan rumah sakit itu!" titah Arthur tidak terbantahkan. Setelah diiyakan oleh anak buah di seberang sana, Arthur segera memutuskan sambungan telepon.


Ketika berbalik badan, Arthur bergeming sesaat ketika mendapati Daddy Xavier berdiri dengan bersandar pada pilar dan menatapnya penuh selidik.


"Son, siapa Helena? Kenapa kau mencarinya, hm?"


To be continue


Daddy Xavier & Mommy Elleana



...Jangan bosan ya dan tetap dukung Yoona 🤗...


...like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...