The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Membawanya Kehadapan Kalian



Sosok yang begitu asing nampak mengganggu pandangan Austin. Pria itu lantas memperhatikan interaksi keduanya dengan sorot mata yang tajam. Entahlah, ia hanya tidak suka jika ada yang membuat gadis yang sudah ia anggap sebagai adik itu tertawa begitu lepas dengan pria lain. Padahal yang ia tahu selama ini jika gadis itu begitu sulit di dekati oleh makhluk yang bernama pria, kecuali dirinya berserta Lion Boys dan Dragon Boys.


Tanpa sadar Austin mencengkram kuat stir kemudinya. "Damn it! Ada apa denganku? Bukankah hal yang wajar jika dia dekat dengan siapa saja?"


Tidak ingin terlalu lama berada disana, Austin memutuskan untuk kembali melajukan kemudinya. Sepanjang perjalanan ia nampak masih terganggu dengan pemandangan yang ia lihat tadi, tetapi segera mungkin mengenyahkan bayangan gadis itu. Lantas Austin menambah kecepatan laju mobilnya dan melintasi beberapa pengendara yang lain.


Begitu tiba di Mansion, Austin melangkah dengan langkah yang terdengar seperti dihentakan. Ia yang sedang dalam mood buruk melewati kedua orang tuanya yang tengah berada di ruangan santai, sebelum kemudian ia menaiki tangga menuju kamar.


Mommy Elleana yang menyadari putranya sudah pulang dan melewati mereka begitu saja terlihat begitu bingung dengan alis yang berkerut dalam.


"Ada apa dengan As?" tanya Mommy Elleana kepada dirinya sendiri, yang justru di dengar oleh suaminya.


Xavier mendongak menatap wajah sang istri, lalu segera menoleh ke arah tangga dan terlihat punggung putranya yang sedang menuju kamar.


"Mungkin As sedang kesal, Sweety" jawab Daddy Xavier asal. Ia kembali membenamkan wajahnya di pangkuan istri tercinta.


"Ck, tapi tidak biasanya putramu seperti itu. Sekesal apapun As pasti akan menyapa kita, Hubby." Mommy Elleana mengenal baik putra bungsunya itu. Sembari memainkan rambut sang suami di sela-sela jemarinya, wanita paruh baya itu nampak menerka-nerka sesuatu yang membuat putranya itu nampak dalam mood buruk.


Benar. Daddy Xavier pun berpikir demikian. Akan tetapi ia tidak ingin mengambil pusing.


"Sudahlah Sweety, As sudah besar. Mungkin dia hanya sedang patah hati," selorohnya kemudian. Baginya Austin sudah dewasa sama seperti Arthur dan Elie, sehingga sudah pasti bisa mengurus masalahnya sendiri.


"Patah hati? Dengan siapa?" Justru jawaban asal sang suami membuatnya kian berpikir.


"Aku juga tidak tau, Sweety. Selama ini As tidak pernah dekat dengan gadis manapun."


"Apa kau lupa jika As sangat dekat dengan Licia. Tapi apa mungkin As kesal dengan gadis itu?" Mommy Elleana menduga-duga.


"Ck, tidak ayahnya tidak putrinya sama-sama menyebalkan. Jika gadis itu berani mengecewakan As, akan kupatahkan kaki ayahnya!" Decakan lidah kesal Daddy Xavier mewakili perkataannya yang tidak main-main.


"Ayahnya?" sahut Mommy Elleana bingung. "Maksud Hubby, Zayn?" tanyanya memastikan.


"Ya, ayah gadis itu memang Zayn, siapa lagi ayahnya jika bukan pria tidak waras itu. Apa Angel memiliki suami lain? Jika benar, aku adalah orang pertama yang akan mentertawakan Zayn." Perkataan Daddy Xavier diakhiri dengan tawa ringan pria paruh baya tampan itu, sebelum kemudian ia mengaduh pelan saat Mommy Elleana mencubit lengannya. "Sakit Sweety...." ucapnya mengadu dengan memasang wajah memelas.


"Itu karena salahmu bicara sembarangan. Bagaimana jika Zayn mendengar ucapanmu, Hubby? Dia pasti tidak akan terima dan sudah pasti kalian akan bertengkar seperti biasanya."


"Biarkan saja. Lagi pula dia tidak disini sekarang. Jika dia berada disini, aku sudah pasti menendangnya keluar dari Mansion kita." Daddy Xavier lalu mencubit gemas pipi istrinya itu. "Sudahlah, jangan bicarakan Zayn. Dia bisa besar kepala karena kau membicarakannya."


Mommy Elleana terkekeh, ia bisa melihat rona kecemburuan di wajah suaminya. "Ayolah Hubby, kau tidak mungkin masih cemburu dengan Zayn, bukan?"


"Entahlah, mendengar namanya saja sudah membuatku kesal."


Kekehan Mommy Elleana menjadi tawa. Ia tahu jika suaminya itu begitu posesif serta pencemburu dan sejujurnya ia menikmati kecemburuan sang suami. "Kalau begitu sayang sekali, padahal aku berniat menjodohkan Licia dengan As. Mereka terlihat begitu serasi." Dan Mommy Elleana memasang wajah kecewa. Ia ingin melihat reaksi suaminya saat mendengar niatnya itu.


"Jangan coba-coba menjodohkan mereka Sweety. Bertemu dengan Zayn saja sudah membuatku darah tinggi. Bagaimana jika berbesan dengannya? Apa kau bisa membayangkannya, Sweety?"


Mommy Elleana terdiam. Detik itu juga ia membayangkan suaminya dan Zayn yang akan bertengkar setiap hari. Mungkin akan membuat dirinya serta Angela merasakan sakit kepala.


"Pasti setiap hari akan ada perang dunia," cicit Mommy Elleana meringis.


"Sweety, apa sebaiknya kita memberikan adik untuk As. Sepertinya aku merindukan saat kau hamil dan aku akan mengurus masa mengidammu," ucapnya tiba-tiba hingga memberikan kecupan bertubi-tubi diperut istrinya.


"What??!" Mommy Elleana terpekik. Yang benar saja, suaminya menginginkannya untuk hamil kembali di usianya yang sudah cukup dipanggil grandma. "Tidak Hubby! Kita sudah terlalu tua untuk memiliki bayi lagi." Ia langsung menolak tegas keinginan suaminya yang tiba-tiba itu. "Lagi pula kita akan mendapatkan cucu dari Ar dan Helen, juga Elie dan Mike."


Mendengar hal itu membuat Daddy Xavier menghela napas lesu. Padahal menurutnya akan mengasyikkan jika istri, menantu serta putrinya itu mengandung bersamaan.


"Kau benar Sweety," jawabnya tidak bersemangat.


Mommy Elleana mengulum senyum, ia tahu jika suaminya itu kecewa dengan jawabannya. Dan ia harus mengembalikan mood suaminya itu.


"Lagi pula aku sudah memiliki bayi besar," ucapnya. Lalu menyurai rambut brunette suaminya.


Mendengar kalimat menjurus sang istri, bibir Daddy Xavier melengkung tipis. "Kalau begitu kita ke kamar." Dan dengan semangat ia beranjak duduk, lalu berdiri dan menggendong istrinya ala bridal style.


"Memangnya apa yang akan kita lakukan di kamar, Hubby?" Mommy Elleana berpura-pura polos.


"Apalagi selain menjadi bayi besar dan menunggangi kuda." Daddy Xavier tersenyum menggoda.


"Astaga Hubby, kondisikan bicaramu. Bagaimana jika As mendengar ucapanmu?" Mommy Elleana menepuk dada bidang Daddy Xavier.


Namun sepertinya Austin sudah mendengar percakapan absurd kedua orang tuanya. Ia yang berniat untuk mengambil minum, justru mendengar kalimat-kalimat sensual. Tetapi tetap melanjutkan langkahnya menuju dapur, hingga percakapan itupun belum usai setelah ia selesai mengambil satu botol air mineral.


"Aku seperti orang yang menumpang di Mansion-ku sendiri. Kenapa kalian tidak tau malu seperti itu?" seru Austin berdiri tepat di belakang kedua orangtuanya.


"Astaga As, kau mengejutkan kami." Mommy Elleana nyaris terjatuh dari gendongan Daddy Xavier.


"Setidaknya Mom dan Dad menghargaiku yang masih lajang ini," keluh Austin menyuarakan isi hatinya.


Mommy Elleana terkekeh. Baru kali ini ia melihat Austin begitu ekspresif ketika membicarakan mengenai statusnya itu.


"Karena itu cepatlah kenalkan Mommy dengan kekasihmu As," ujar Mommy Elleana asal. Tetapi penuh maksud agar putranya benar-benar mengenalkan seorang gadis cantik padanya.


"Kalau begitu aku akan membawanya ke hadapan kalian." Dan di balas dengan santai. Sebelum kemudian Austin melintasi kedua orang tuanya begitu saja.


"What?!" Baik Mommy Elleana dan Daddy Xavier terkejut. Padahal Mommy Elleana hanya memancing reaksi putranya saja, akan tetapi ditanggapi begitu serius oleh Austin.


"Apa As benar-benar memiliki hubungan dengan gadis itu?" kata Xavier membatin.


Ah, jika memang benar. Maka ia harus menaburkan banyak garam keseluruh Mansion agar tidak terkena sial akan sikap Zayn.


To be continue


...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...