
Tidak ada keramahan pada wajah Arthur ketika berhadapan dengan Jorge. Bahkan saat Jorge mempersilahkan Arthur untuk duduk di kursi yang berada di balkon, pria itu tidak menyahut tetapi segera membenamkan tubuhnya di kursi besi yang sudah tersedia, tatapannya dingin dan menghunus tajam. Berbeda dengan Jorge yang sepertinya senang dan tidak menduga-duga dengan kehadiran pria muda yang sangat berpengaruh. Ia yakin jika saat ini Arthur akan membicarakan kerjasama perusahaan mereka seperti janji pria itu satu minggu yang lalu.
"Sepertinya kau kemari tidak dengan asistenmu?" Jorge membuka percakapan agar lebih akrab dari sebelumnya. Dua minggu yang lalu, untuk pertama kalinya datang ke Perusahaan Romanov, ia mengajukan proposal kerjasama dan yang membuatnya senang adalah satu minggu setelahnya Arthur mengabari jika setuju dengan proposal yang ia ajukan.
"Hmm, dia sedang mengerjakan sesuatu," jawab Arthur acuh. "Aku masih ada urusan lain, jadi percepatan pembicaraan kali ini!" Dan suara kian dingin hingga membekukan suasana.
"Baiklah." Jorge mengangguk kecil. Sejujurnya ia tidak suka dengan sikap Arthur yang begitu arogan menurutnya. Tetapi tidak ada pilihan lain membiarkan pria yang lebih muda itu mengintimidasi dirinya. "Aku sudah membuat kesepakatan yang menguntungkan untuk Perusahaan Bonham dan Perusahaan Romanov. Kau bisa membaca dan mempelajarinya."
Arthur kemudian meraih map yang di sodorkan kepadanya. Masih menampakan guratan datar di wajahnya, ia merasa tidak ada yang menarik. Bahkan keuntungannya masih jauh di bawah Perusahaan Romanov jika tidak menyepakati kerjasama dengan Perusahaan Bonham.
"Yang seperti ini kau mengatakan saling menguntungkan?!" seru Arthur tiba-tiba, melemparkan map tersebut, sehingga membuat Jorge tertegun.
"Ta-tapi bukankah sejak awal kesepakatannya seperti ini?" Jorge merasa tidak ada yang salah di dalam surat kesepakatan itu.
Arthur mendecakan lidah dengan bibir yang menyunggingkan senyum meremehkan. Mencondongkan tubuhnya hingga lebih dekat dari jarak sebelumnya. "Kau pikir aku akan tertarik? Yang seperti ini tidak ada artinya untuk perusahaanku! Bahkan aku tidak bisa bekerjasama dengan seseorang yang tidak jujur dalam berbisnis!"
Kening Jorge mengernyit, merasa gagal mencerna maksud perkataan pria di hadapannya itu. "Maksudmu?"
"Meskipun kau menyembunyikan kebenarannya, pada akhirnya aku akan mengetahuinya!" Arthur mengetuk-ngetuk meja. Dan kian membuat kerutan dalam di kening Jorge.
"Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan. Jika kau tidak setuju dengan kesepakatan kita, aku bisa membuatnya yang baru."
Arthur tersenyum miring. "Bagaimana bisa aku mempercayakan proyek ini kepada pimpinan yang sebenarnya bukanlah pemilik dari Bonham Company?!"
Sejujurnya hati Jorge bertalu-talu waspada, ia merasa jika Arthur mengetahui sesuatu yang selama ini ia sembunyikan dengan begitu rapat.
"Bonham Company adalah milikku, tentu saja kau tidak perlu meragukan hal itu."
Seolah percaya, Arthur mengangguk-angguk kepalanya pelan. "Lalu siapa pria yang bernama Jonathan?" katanya menelisik tajam reaksi dari Jorge.
Deg
Terkejut dan bahkan jantung Jorge seolah berhenti berkerja. Wajahnya menunjukkan ketidaknyamanan ketika Arthur menyebutkan nama yang sudah lama tidak ia dengar.
"A-aku tidak mengenalnya." Mengelak dan berdusta, Jorge berusaha memasang wajah seperti benar-benar tidak mengenal pria yang bernama Jonathan itu.
Arthur sudah menduga jika Jorge tidak akan mengakuinya begitu saja. Sudut bibirnya tertarik tipis, lalu mengeluarkan sebuah map yang memang ia letakkan di atas meja. Hanya saja Jorge merasa tidak tertarik dengan map yang dibawa oleh Arthur, sehingga tidak begitu memperhatikan isi dari map tersebut.
"Apa kau masih tidak mengenalnya saat sudah melihat ini?" Tangan Arthur kemudian mendorong map miliknya kepada Jorge.
Jorge yang penasaran akan isi dari map tersebut, segera meraihnya dan membacanya. Wajahnya tiba-tiba menegang, mendapati informasi mengenai Keluarga Bonham tertulis di dalam secarik kertas tersebut, bahkan disertai foto pria itu bersama dengan istrinya.
Melihat Jorge yang terbungkam rapat. Arthur berdecak dengan tatapan sengit, lalu berkata, "Jonathan Bonham adalah pemilik dari Bonham Company yang sebenarnya, yang tidak lain adalah adik kandungmu. Di usia 30 tahun mengalami kecelakaan mobil bersama istrinya. Jonathan meninggal di tempat, sementara istri dan bayi yang berada di dalam kandungannya selamat. Demi bisa kembali ke Keluarga Bonham, kau menerima syarat dari Stuart dan Belish untuk meninggalkan istrimu yang bernama Margareth dan menikahi Anna Carl. Berperan menjadi suami serta ayah dari bayi yang di kandungnya saat wanita itu kehilangan ingatannya." Arthur memberitahu tanpa jeda, namun sangat detail hingga nyaris membuat Jorge terkena serangan jantung.
"Da-dari mana kau mengetahui semua itu?!" Jorge panik bahkan membentak tidak terima jika ternyata Arthur sudah mengetahui segalanya. Mengenai siapa dirinya, siapa Jonathan dan mengetahui masa lalu yang ia sembunyikan dengan sangat apik selama ini.
Arthur memandang Jorge dengan tatapan meremehkan. "Apa kau lupa siapa diriku? Aku bisa mendapatkan informasi apapun yang kuinginkan!"
Benar. Bahkan Jorge tidak bisa menyanggahnya. Informasi apapun sangat mudah di dapatkan oleh pria yang berpengaruh di Eropa itu.
"Lalu apa tujuanmu mencari informasi tentangku dan rela membuang waktumu mengorek masa laluku?" Penasaran, itulah yang dirasakan oleh Jorge. Ia tidak bisa menebak motif pria itu mencari tahu segala informasi mengenai dirinya serta keluarganya.
"Apa kau percaya jika aku mengenal putri dari Jonathan?!" kata Arthur membiarkan Jorge berpikir lebih.
"Benar, Helena Bonham," sahut Arthur mengangguk.
"Tidak mungkin!" Jorge menggeleng cepat, rasanya tidak percaya dengan penuturan Arthur. Lagi pula selama ini Helena menetap di Paris, mustahil jika Arthur mengenal baik dengan Helena. Akan tetapi jika Arthur mencari informasi hingga ke akarnya, hubungan mereka tidak hanya sebatas saling mengenal. Jorge meyakini jika mereka memiliki hubungan yang lebih. Tidak mungkin seorang Arthur mengurusi masalah yang bukan menjadi urusannya.
"Apa hubunganmu dengannya?!" Pada akhirnya Jorge menanyakan perihal hubungan Arthur dengan Helena.
Arthur menarik satu sudut bibirnya ke atas. Ia sedikit mencondongkan tubuhnya. "Dia adalah wanitaku. Mulai saat ini, musuhnya adalah musuhku dan siapapun yang menyakitinya akan kubalas dengan berkali-kali lipat!"
Melihat aura Arthur yang tiba-tiba menggelap membuat Jorge menelan saliva dengan susah payah. Dengan kata lain, Arthur menganggap dirinya sebagai musuh dan akan membalas semua perlakuannya terhadap Anna beserta Helena.
"Kau menantangku?!" Namun Jorge tidak membiarkan Arthur mengintimidasi dirinya kembali.
"Benar. Aku menantangmu untuk mengembalikan semua yang seharusnya menjadi miliknya!" serunya menekan. Bahkan nada bicaranya lebih dingin dari sebelumnya.
Jorge berdecih, mana mungkin ia memberikan semua yang memang sudah sepantasnya menjadi miliknya. "Tidak akan pernah! Kau dengar itu baik-baik. Aku tidak takut denganmu, meskipun kau berkuasa sekalipun!" Kehilangan seluruh harta kekayaan Keluarga Bonham lebih menakutkan ketimbang menghadapi pria seperti Arthur.
Arthur akui jika Jorge adalah seseorang yang tidak mudah terpengaruh dengan kekuasaan dirinya. Terbukti pria tua itu justru menantang dirinya. "Tapi sepertinya kau melupakan satu hal jika sebenarnya perusahaan itu bukanlah milikmu!"
Jorge menggebrak meja. Sampai kapanpun Bonham Company adalah miliknya. Jonathan tidak pantas menerima seluruh harta kekayaan kedua orang tua mereka hanya karena ia pernah melakukan kesalahan dengan menikahi Margareth. Tetapi pada akhirnya ia kembali ke kediaman Bonham meskipun statusnya masih memiliki istri, dengan catatan harus menikahi Anna dan berperan menjadi suami yang baik dan menjadi ayah dari bayi yang dikandung wanita itu.
"Bonham Company adalah milikku. Dan aku adalah pimpinannya!"
"Sebaiknya kau segera bangun dari mimpimu!" Arthur beranjak berdiri, lalu mengeluarkan amplop berwarna cokelat yang dilipat menjadi dua bagian dari dalam saku jas dan melemparkannya kepada Jorge yang segera diraih oleh pria tua itu dan segera membacanya tanpa ada yang terlewat.
Kedua mata Jorge lagi-lagi membola sempurna ketika membaca isi amplop yang menyatakan jika Bonham Company kini sudah berpindah tangan dari nama Jonathan menjadi nama Helena. Sehingga membuat Jorge menjadi murka disertai rahang mengetat memupuk amarah.
"Keparat! Kalian menjebakku!" Jorge meremass kertas tersebut, melemparkannya ke sembarang arah. Kini ia baru menyadari, kenapa pria yang bernama Chris itu begitu memberikan keuntungan yang fantastis. Ternyata tujuannya adalah surat kuasa yang ia tandatangani dan dengan bodohnya ia tidak memeriksa terlebih dahulu dan menandatanganinya begitu saja.
"Bonham Company jatuh ke tangan pewaris yang sebenarnya!" kata Arthur mengingatkan akan pemilik dari Perusahaan Bonham yang tidak lain ialah Helena.
"Bajingan! Kalian menipuku!"
"Benar. Jika aku tidak menipumu, sampai saat ini kau tidak akan membiarkan Perusahaan Bonham jatuh ke tangan Helena!" Arthur menyahut dengan santai. Untuk apa ia mengelak jika memang ia telah menipu Jorge.
"Bedebah sialan! Pergi kau dari sini!" Jorge yang sudah dipenuhi amarah yang memuncak mengusir Arthur dari kediamannya. Ia tidak ingin pria keparat itu menginjakkan kaki di kediamannya. "Sampai aku mati pun, aku tidak akan pernah memberikan Mansion ini kepadanya. Tidak akan pernah! Mansion dan seluruh harta Bonham adalah milikku! Caroline, putri kandungku yang akan mewarisi semuanya!"
Ternyata benar apa yang di katakan oleh Helena, bahwa Caroline adalah putri kandung dari pria tua itu. Arthur segera melangkah keluar dari kediaman Bonham, meninggalkan Jorge dengan ketamakannya.
Satu tangannya dimasukan ke dalam saku celana dengan wajah yang dingin.
"Kau terlalu lama menikmati kemewahan yang bukan milikmu."
"Jika kau tidak bisa mengembalikannya, maka nikmatilah bersama kehancuranmu."
To be continue
...Jangan bosan ya dan tetap dukung Yoona 🤗...
...like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕...
...Always be happy 🌷...
...Instagram : @rantyyoona...