The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Ditolak?



Berita mengenai European Airlines (EA) yang dinyatakan terjatuh di Selat Inggris menjadi sejarah pertama kalinya terjadi pada maskapai penerbangan yang menewaskan seluruh penumpang. Kecelakaan tersebut bisa terjadi dikarenakan adanya kerusakan pada alat bantu sistem navigasi inersia (IRS), dan kegagalan kinerja pilot dalam menghadapi situasi darurat.


Tim pencarian belum dapat menemukan para jenazah korban dan hanya menemukan puing-puing di permukaan Selat Inggris. Hal itu sangat disesalkan oleh pihak maskapai yang menyatakan jika pihak keluarga para korban sangat berharap pada tim pencarian, namun hasilnya tidak memuaskan. Bahkan terdapat satu keluarga yang sangat berpengaruh menuntut pihak maskapai, karena kecelakaan tersebut telah menewaskan putra bungsu mereka beserta asistennya.


Kejadian kecelakaan pesawat tersebut sudah tiga minggu berlalu. Berita buruk yang membuat Keluarga Romanov begitu syok hingga pada akhirnya menuntut pihak maskapai. Apapun bisa dilakukan karena Keluarga Romanov adalah Keluarga terkaya nomor satu di Eropa. Kenangan buruk harus dilupakan karena hidup tetap berjalan kedepan. Apapun rintangannya, selama dilalui bersama-sama akan terasa begitu mudah.


Untuk melepaskan beban dan melupakan semua hal yang terjadi, Keluarga Romanov memutuskan untuk berlibur ke Hawai. Helena dan Arthur tentu membawa baby twins. Sedangkan Elie tentu membawa baby twins yang masih berada di dalam kandungannya. Saat ini perut Elie sudah terlihat membuncit dan Mike menjadi suami siaga yang selalu ada untuk istrinya itu.


"Kak Mike, aku ingin berenang. Temani aku." Meisha, sang adik bergelayut manja di lengan Mike. Sejak tadi ia ingin berenang akan tetapi semuanya hanya sibuk masing-masing saja. Sementara ia masih canggung dengan yang lainnya.


Mike terkekeh. Meski sudah bisa bersosialisasi kembali, akan tetapi Meisha masih sedikit menjaga jarak pada siapapun.


"Kak Mike tidak bisa meninggalkan kakak iparmu," sahut Mike mencubit gemas pipi Meisha. Ia tidak ingin melepaskan pandangannya dari Elie barang sedetik pun.


Dan Meisha yang mendengarnya menjadi kecewa, ia terlihat mencebikan bibirnya. "Lalu dengan siapa aku akan berenang?"


"Nath?" sahut Mike teringat akan asistennya itu. "Dimana dia? Bukankah dia sudah kutugaskan untuk menjagamu?"


Mendengar nama Nathan disebut, Meisha sontak menepis tangan kakaknya, lalu menyilangkan kedua tangan di depan dada. "Ck, jangan membicarakannya. Sejak tadi dia menyebalkan dan mengabaikanku!"


"Maksudmu?" Mike mengernyit tanda tidak mengerti.


"Sejak tadi dia bersama dengan Kim, Grei dan Livy," serunya mendengkus kesal. Sudah sejak pagi ia mencari keberadaan Nathan, akan tetapi pria itu terlihat sibuk tertawa-tertiwi bersama dengan para gadis-gadis.


Mike terheran mendengarnya, selama mengenal asistennya itu, tidak pernah sekalipun ia melihat Nathan tebar pesona dengan para wanita. Lama tercenung, tiba-tiba saja Mike terkekeh. Ia menyimpulkan jika saat ini adiknya itu tengah cemburu.


"Apa kau cemburu, hm?" Dengan sengaja Mike justru menggoda adiknya itu.


Meisha membulatkan matanya dengan lebar. "Tidak. Te-tentu saja tidak. Untuk apa aku cemburu?!" elaknya menggeleng cepat. Padahal jelas sekali kentara jika wanita itu tengah memendam rasa cemburu.


Ya, sangat disadari oleh Mike. Lalu apa Mike akan marah jika adiknya itu memiliki perasaan terhadap Nathan? Jawabannya tentu tidak. Nathan adalah pria yang baik dan ia menaruh harapan pada asistennya itu untuk menjaga atau jika perlu menjadi pendamping Meisha.


"Yasudah jika Kak Mike tidak ingin menemaniku, aku akan minta ditemani oleh Mommy saja." Meisha yang terkandung kesal meninggalkan kakaknya begitu saja dan sesekali menghentakkan kaki saat menuruni tangga balkon.


Elie yang baru saja datang begitu terheran saat mendapati adik iparnya terlihat kesal. "Ada apa dengan Mei? Kenapa dia terlihat kesal seperti itu?"


Mike tidak langsung menjawab, yang pria itu lakukan justru menarik tangan Elie dan membawanya ke dalam pelukannya.


"Apa hari ini kau senang, Sweetheart?" tanyanya kemudian setelah mengecupi puncak kepala Elie.


Elie mengangguk kecil di dalam dekapan Mike. Tidak hanya senang saja tetapi ia sangat senang, sebab jarang sekali bisa berlibur bersama keluarga. Terlebih terakhir kali berlibur bersama keluarga besar pada saat ia masih duduk di bangku kuliah. Dan saat ini kebahagiaannya bertambah karena selain dirinya berlibur bersama suaminya, ia pun sedang mengandung buah cinta mereka. Itu artinya calon kedua baby mereka turut berlibur bersama.


Mike mengurai pelukan mereka, lalu menangkup wajah Elie dan melabuhkan kecupan pada bibir istrinya itu. "Aku juga senang jika kalian semua senang." Tersenyum tipis, lalu menolehkan kepala dan memperhatikan kedua orang tuanya di bawah sana yang sedang tertawa lepas. Masih sangat segar dalam ingatannya saat terakhir kali ia dan keluarganya berlibur di villa untuk merayakan ulang tahun Meisha yang ke-17. Akan Tetapi justru menjadi liburan terakhir mereka sejak kejadian mengerikan itu, hingga 11 tahun berlalu mereka baru dipertemukan kembali.


Mike mengangguk setuju, ia pun begitu bahagia. Dan kebahagiaannya akan menjadi lengkap saat baby twins mereka lahir enam bulan lagi. Mike kemudian kembali memeluk Elie untuk menyalurkan rasa cintanya yang membuncah.


"Ehemm...." Namun suara deheman seseorang yang berdiri di hadapan mereka, membuat keduanya sontak menoleh dan saling mengurai pelukan.


"Ada apa, Nath?" Tentu Mike bertanya-tanya untuk apa Nathan mendatangi dirinya. Jika bukan dirinya yang memanggil, maka Nathan tidak akan mendatanginya jika sedang bersama Elie.


"Ada yang ingin saya bicarakan dengan Tuan." Nathan memberitahu tujuannya mendatangi Tuannya itu. Lalu melirik Elie yang masih berada di sisi Mike.


Merasa diperhatikan oleh Nathan, tentu Elie segera sadar diri jika Nathan memerlukan privasi dengan Mike. "Kalian bicara saja. Aku akan turun," katanya kemudian.


"Ah, tidak perlu Nyonya." Namun Nathan buru-buru mencegah. Ia tidak bermaksud mengusir. Alasannya menatap istri dari Tuannya itu karena sudah merasa malu terlebih dahulu sebelum mengutarakan niatnya.


Lantas Elie mengurungkan langkahnya untuk pergi dari sana. Ia menatap Mike yang justru menginginkan istrinya itu untuk tetap tinggal.


"Begini Tuan. Mungkin terdengar terburu-buru, tetapi saya sudah memikirkannya dengan matang sejak beberapa bulan yang lalu."


Mike masih diam mendengarkan Nathan menyelesaikan bicaranya. "Lalu?" tanyanya kemudian.


Nathan menarik napas dalam, lalu menghembuskannya secara perlahan. "Izinkan saya untuk menjaga Nona Mei seumur hidup saya, Tuan."


Baik Mike dan Elie tentu saja tertegun mendengar penuturan Nathan yang tiba-tiba itu. Namun mereka masih belum memberikan respons dan menunggu Nathan untuk kembali melanjutkan kalimatnya.


"Tidak hanya menjaga saja, tapi saya ingin menjadi pendamping Nona Mei. Saya ingin memberikan kebahagiaan untuk Nona Mei dan melengkapi kehidupannya. Jadi, saya bermaksud melamar Nona Mei untuk menjadi pendamping saya di masa depan."


Kelanjutan kalimat Nathan benar-benar membuat Mike tidak dapat berkata-kata. Berbeda dengan Elie yang justru merasa senang. Bahkan sudah lama ia merestui adik iparnya bersama Nathan. Jika Mike menolak pria sebaik Nathan, maka ia sendiri yang akan membuat suaminya itu untuk merestui mereka.


"Aku merestuimu Nath!" seru Elie menyahut hingga membuat Mike menoleh kearah istrinya itu.


Dan Nathan tersenyum karena merasa sudah diberikan lampu hijau. Namun senyumnya memudar seketika kala mendapati wajah datar Tuannya. Apa lamarannya ditolak? pikirnya.


To be continue


...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram @rantyyoona...


...SALAM SAYANG TANPA BATAS DARI SEMUA PEMERAN THE BILLIONAIRE MAFIA 🥰...