
Arthur tidak mengantar kepulangan Keluarga Jhonson. Ia baru saja membersihkan diri, sembari menunggu Helena berada di kamar mandi, Arthur bersantai di atas sofa dengan bertelanjang dada dan bagian bawahnya di tutupi boxer, memeriksa beberapa email di dalam ponselnya. Wajah yang serius itu tidak menyadari jika Helena sudah keluar dari kamar mandi dengan lingerie berwarna hitam, menyatu dengan kulit Helena yang kontras.
Mencium aroma harum yang semerbak di penciumannya, Arthur menoleh ke arah sumber harum tersebut. Bibirnya tersenyum samar, pikirannya sudah berkelana hanya dengan menatap tubuh sintal istrinya itu.
Diletakkannya ponsel yang sebelumnya menjadi pusat perhatiannya di atas meja dan lebih memilih istrinya itu. "Kemarilah," ujarnya kemudian.
Helena menurut, ia mendekati sofa dan membenamkan tubuhnya di atas pangkuan Arthur. Pria itu tersenyum, ternyata tanpa ia mengatakannya, istrinya itu sudah tahu apa yang diinginkannya.
"Pintar. Apa kau sengaja ingin menggodaku, hm?" Diusapnya wajah Helena yang cantik tanpa celah.
Helena tersenyum, ia tidak salah bukan jika menggoda pria yang merupakan suaminya sendiri. "Apa kau tergoda, hm?" Diluar dugaan, Helena melakukan hal yang sama yaitu membelai wajah tampan Arthur.
"Sebelumnya aku tidak pernah tergoda dengan wanita telanjang sekalipun. Tapi kau pengecualian, kau bisa membuatku.... bergairah."
"Kalau begitu aku adalah wanita spesial." Helena beebangga diri, dari sekali banyak wanita yang menginginkan pria di hadapannya ini, tetapi hanya dirinya yang dipilih.
"Benar." Arthur setuju, Helena memang berbeda dengan wanita kebanyakan yang selalu mengincarnya. "Karena itu kau tidak diizinkan dekat dengan pria lain, termasuk Mike."
"Mike?" Helena menautkan kedua alisnya, Mike yang di maksud adalah Mikel, ia kemudian terkekeh. "Aku dan Mikel tidak memiliki hubungan apapun. Dia hanya menjagaku dari Jorge dan Margareth. Mereka selalu menggangguku, karena itu aku membiarkan mereka menarik kesimpulan jika diriku dan Mike berhubungan. Tapi ternyata aku salah paham dengan kebaikannya dan aku-" Helena mengantungkan kalimatnya.
"Dan kau jatuh cinta padanya, hm?" Arthur menyela, ia sudah dapat menebak. Dengan dada yang bergemuruh, ia membelai tengkuk leher Helena dan menyingkap rambut sang istri ke samping. "Apa dia tidak pernah menyentuhmu seperti ini, hm?" Tangan Arthur kemudian turun ke bawah, menyentuh setiap titik sensitif Helena. Rasa tidak nyaman akan hubungan Helena dan Mike di masa lalu merayap hingga menjadi rasa cemburu yang hebat.
Tubuh Helena sudah merinding sejak tadi, tetapi ia mencoba menahan sesuatu yang bergejolak dalam tubuhnya. Arthur benar-benar mampu membangkitkan gairahnya.
"Tidak. Mikel bukan pria seperti itu, dia tidak pernah menyentuhku. Tidak ada pria yang menyentuhku salain dirimu. Akkhhh..." Helena tidak mampu menahan lenguhannya ketika jemari Arthur menekan bagian bawahnya yang masih tertutupi kain tipis.
"Berarti aku yang pertama?" Senyum Arthur terbit, ia semakin menikmati wajah Helena yang sudah terselimuti gairah.
"I-iya, bukankah kau sudah membuktikannya." Mata Helena terpejam singkat saat tangan Arthur berhasil merobek pembungkus bagian bawahnya, hingga satu jemari Arthur menerobos masuk ke dalam intinya. "Honey, aku... Arghhh....
"Teruslah bercerita Love, aku akan mendengarkannya.
Bagaimana Helena dapat bercerita jika tubuhnya bergetar hebat dan ia menahan gejolak panas hingga kehilangan fokusnya.
"Honey, aku menginginkanmu. Faster, Honey.... Arghhh...."
Arthur tersenyum, ia menyukai ekspresi dan lenguhan yang keluar dari bibir istrinya. "As you wish, Love." Arthur menambah tempo kecepatan jemarinya, keluar masuk hingga cairan dibawah sana semakin menyapu bersih jemarinya. Hingga beberapa detik kemudian, Helena mencapai pelepasan.
"Sudah keluar hm?" Arthur menarik jemarinya dibawah sana, ia kemudian menjilati jemarinya. "Manis," ucapnya. "Sekarang giliranku."
Napas Helena masih terengah-engah hanya dengan permainan jari saja. "Lakukan sesukamu, tubuh dan hatiku hanya milikmu."
Arthur yang sudah berkabut gairah, tidak menghiraukan racaun Helena. Ia merobek gaun tipis itu hanya dengan satu hentakan saja dan menampakkan dua dada besar Helena yang membusung dan menantang. Arthur segera memasukkan salah satunya ke dalam mulutnya, mengulum dan bahkan menggigitnya. Tubuh Helena menggelinjang hebat, ia mengeluhkan desahaannya dengan menggesek bagian bawah Arthur yang menyembul dari balik boxer.
Damn! Aku benar-benar kecanduan dengan tubuhnya.
Dan selanjutnya mereka saling mengeluhkan erangan-erangan panjang. Terlebih Arthur sudah polos tanpa selesai benangpun, hingga Helena bebas bergerak liar di atas tubuh pria itu dan memompa dengan kecepatan penuh agar milik Arthur yang sudah berada di dalam intinya merasakan lahar yang siap dimuntahkan.
***
Mike dan Elie sudah berada di penthouse milik Mike. Keduanya sudah membersihkan diri, duduk di atas balkon dengan pemandangan langit malam yang bertaburan bintang di atas sana. Mike memberikan satu gelas wine kepada istrinya itu, tentu saja disambut suka cita oleh Elie, ia tidak suka mabuk tetapi cukup suka minum sehingga tidak mudah untuk mabuk.
"Kau tau Sweetheart, aku pernah memimpikan hal seperti ini. Menikah denganmu dan menghabiskan waktu berdua seperti ini." Mike mulai membuka percakapan mengenai apa yang menjadi impiannya selama ini selain menjadi pengusaha yang sukses. Menikah dengan wanita yang ia cintai dan memiliki keluarga kecil yang bahagia.
"Dan mimpimu sudah tercapai, sekarang kau sudah menikahiku walaupun dengan cara memaksa." Elie terkekeh saat mengingat bagaimana mereka mengucapkan janji suci pagi tadi.
"Jadi kau terpaksa, hm?" Mike mencubit hidung Elie. Ia tidak tersinggung, karena memang cara dirinya menikahi Elie penuh paksaan.
Elie senang menggoda Mike. Wajah suaminya itu sungguh menggemaskan. "Menurutmu?"
"Hm, meskipun kau terpaksa, tidak masalah bagiku, asalkan kau selalu berada di sisiku.
"Ck, gombal." Bibir Elie mencebik, tetapi tidak dipungkiri jika ia tersanjung mendengarnya.
Mike tersenyum. Meski terdengar seperti gombalan, tetapi ia benar-benar serius mengatakannya. Apapun akan ia lakukan agar wanita itu selalu berada di sisinya.
"Apa aku pria yang mudah menggombal hm?" Mike bergerak mendekat dengan seringai senyum tipis di sudut bibirnya, hingga membuat Elie menelan salivanya penuh kewaspadaan.
"A-aku tidak tau." Elie membuang pandangannya ke arah lain. Dan Mike terus mendekat, membelai kaki jenjangnya yang memang ia tekuk di atas kursi.
"Jangan memalingkan wajahmu Sweetheart." Tangan Mike meraih dagu Elie agar pandangan istrinya itu tertuju padanya.
"Sepertinya kau mabuk, Mike." Elie melamati wajah Mike yang tidak seperti biasanya.
Mike terkekeh. Mana mungkin ia mabuk, ia adalah peminum yang handal. Terlebih ia hanya meneguk satu gelas wine.
"Aku memang mabuk. Mabuk karenamu Sweetheart. Kau benar-benar mengacaukan pikiranku. Kau membuatku tidak bisa berhenti memikirkanmu. Saat kau tidak ingin menjawab panggilanku, aku ingin sekali membawamu ikut bersamaku. Tapi aku belum bisa kembali jika urusan balas dendamku belum di tuntaskan. Aku tidak ingin kau dalam bahaya karenaku." Perkataan yang benar-benar dari dalam hatinya, Mike benar-benar sudah gila karena wanita teman masa kecilnya.
"Mike..."
"Sshhtt, diamlah Sweetheart. Aku hanya ingin menyentuh bibirmu." Tangan Mike memang tengah menyusuri bibir tebal Elie yang dilapisi lipstik berwarna brown. Namun ia sudah berhasrat, hingga kemudian menyambar bibir kenyal Elie yang segera di balas oleh wanita itu.
Keduanya saling melummat dan membelit, memainkan lidah hingga ke dalam rongga mulut dengan begitu dalam.
To be continue
Tanggung banget ya 😂 Tapi besok lagi ya.... ðŸ¤
Babang Mike
Babang Arthur
...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...
...Always be happy 🌷...
...Instagram : @rantyyoona...