
Dan dibelahan bumi yang lain, tepatnya di negeri sakura. Darren masih terlibat pertarungan sengit dengan Klan Chiba yang memang memiliki niat untuk menguasai beberapa wilayah yang dimiliki oleh Klan Shogun Young.
"Hati-hati Der, mereka sangat berbahaya dan tidak akan membiarkan lawannya lepas begitu saja." Pamannya Brian memberikan peringatan kepada keponakannya itu.
"Benar, Klan Oda bahkan sulit menembus pertahanan mereka." Kenzo Young, putra dari Brian turut menimpali. "Setidaknya kau harus pandai memegang samurai dan menikam titik lemah mereka."
"Ck, aku hanya perlu meledakan mereka saja, bukan?" seru Darren jengah. Sungguh ia ingin segera mengakhiri permainan ini yang berlanjut hingga dua hari lamanya.
"Apa maksudmu?" Paman Brian dan Kenzo bertanya serentak.
Tanpa ingin menjelaskan, Darren merogoh saku jaket kulit yang dikenakannya. Ia mengeluarkan dua granat asap dan dilemparkan kedua arah yang berlawanan.
Wuushh
Seketika keluarlah asap putih dan kuning bersamaan yang mengaburkan pandangan Klan Chiba. Termasuk Paman Brian dan Kenzo.
"Der, jangan gegabah. Kita masih harus menyelamatkan Keiko!" seru Kenzo. Mendadak cemas dengan yang dilakukan oleh Darren. Ia tidak bisa membaca apa yang tengah di rencanakan oleh sepupunya itu
"Benar. Jangan sampai mereka bertindak diluar batas dengan melenyapkan putri dari Klan Oda. Jika hal itu terjadi maka akan memicu pertikaian antara Klan Shogun Young dengan Klan Oda," sambar Brian. Kecemasan nampak tercetak jelas di wajahnya yang terdapat guratan kasar di bagian tertentu.
"Tidak, percayakan saja padaku. Aku hanya ingin mengakhiri permainan mereka." Benar. Darren tidak mungkin bertindak gegabah dengan mengabaikan para tawanan yang berada di dalam penjara bawah tanah. Lagi pula jika ia terlalu lama mengurus permasalahan antar Yakuza yang saling memperebutkan wilayah kekuasaan dan politik, hanya akan membuang-buang waktunya saja. Dirinya ini adalah pria yang sibuk, harus membagi waktu antara mengurus perusahaan dan juga misi-misi yang kini ia serahkan kepada adik-adik sepupunya, Lion Boys.
Paman Brian dan Kenzo hanya saling melemparkan pandangan, sebelum kemudian mereka mengangguk. Ia akan mempercayakan kepada Darren, mengingat selama dua hari ini rencana mereka telah terbaca oleh musuh.
Darren yang sudah terbiasa menghirup aroma dari granat itu hanya mengayunkan langkah, ia mengikuti instingnya dan dalam sekali tebas, ia bisa melumpuhkan beberapa anak buah Klan Chiba dengan senjata api kesayangan. Dalam jarak sepuluh meter saja peluru itu bisa menebus seluruh organ yang menerima serangan pelurunya.
Kenzo dan Paman Brian terperangah, mereka tidak percaya jika akan semudah itu melumpuhkan musuh hanya dengan asap yang menggumpal untuk mengalihkan perhatian.
"Apa kalian akan diam saja?" tanya Darren kepada ayah dan anak itu, ketika hanya diam memperhatikannya melumpuhkan musuh-musuh.
"Ah ya, aku akan mengejar mereka." Kenzo berlari untuk mengejar anak buah Klan Chiba yang berusaha untuk meloloskan diri. Sedangkan Paman Brian yang tenaganya tidak lagi prima hanya dapat melumpuhkan beberapa musuh saja. Ia menyerahkan musuh-musuh Klan Shogun Young dan Klan Oda kepada Darren, lalu ia berlari menuju ruang bawah tanah bersama beberapa anak buah yang tersisa untuk menyelamatkan para tawanan, termasuk putri dari teman baiknya yang berasal dari Klan Oda.
"Cepat kalian segera keluar dari sini!" seru Paman Brian kepada para tawanan wanita yang nampak duduk lemas di lantai yang dingin.
"Ojisan Brian?" Melihat dewa penyelamatnya, wanita berparas cantik itu segera bangkit dan menghampiri Paman Brian.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Paman Brian nampak lega melihat keadaan wanita muda itu.
"Aku baik-baik saja Ojisan. Aku-"
"Bicaranya nanti saja, sekarang kita harus segera keluar dari sini sebelum tempat ini diledakan." Paman Brian tidak memberikan kesempatan untuk putri dari teman baiknya itu bersuara, ia mendorong punggung wanita muda itu untuk segera meninggalkan ruangan bawah tanah.
Berhasil. Mereka berhasil keluar dari ruang bawah tanah dan Kenzo segera menggandeng tangan Keiko, lalu menuntun teman baiknya itu untuk mengikuti dirinya dan menjadi tameng ketika serangan tiba-tiba mendekat.
DAUAARR!!
Tidak lama setelah mereka keluar, Markas Klan Chiba pun meledak. Puing-puing dari bangunan tersebut terlempar dan mengudara. Darren yang lebih cepat tanggap menarik Kenzo serta wanita yang tidak ia ketahui itu untuk menjauhi puing-puing yang mencuat di udara itu.
Bruk
Kenzo ambruk di tanah, keningnya terluka karena terkena serpihan tajam. Sementara wanita yang bernama Keiko itu terjatuh tepat di atas tubuh Darren.
Deg
"Menyingkirlah dari atas tubuhku, Nona!" ujar Darren dingin dan berhasil menyentakkan wanita itu.
Keiko yang masih tergagap buru-buru beranjak dan menjauhi Darren.
"Maaf, aku...."
"Kei, kau baik-baik saja? Apa kau terluka?" Kenzo terlihat mencemaskan teman baiknya. Ia meneliti tubuh Keiko yang mungkin saja terdapat luka, tetapi kemudian menghembuskan napas lega ketika tidak mendapati luka apapun di sekujur tubuh Keiko.
"A-aku baik-baik saja Ken. Dia yang membantuku menghindari serpihan kayu yang akan menimpaku." Keiko menunjuk Darren yang baru saja beranjak berdiri.
"Ah, dia adalah Darren, sepupuku dari London," kata Kenzo menjelaskan pria yang sudah menyelamatkan Keiko.
Paman Brian tergopoh-gopoh menghampiri ketiganya. Ia pun nyaris tidak selamat jika saja terlambat keluar dari Markas Klan Chiba. Bertepatan dengan beberapa mobil yang baru saja tiba. Terlihat sosok pria paruh baya yang seusia dengan Paman Brian.
"Kei, putriku. Kau baik-baik saja?" Pria paruh baya itu memeluk erat putrinya. Napasnya memburu penuh karena dikuasai oleh kecemasan yang luar biasa.
"Aku baik-baik saja, Pa. Ojisan Brian, Ken dan sepupunya sudah menyelamatkanku," jawab Keiko kepada ayahnya itu. (Ojisan dalam bahasa Jepang adalah Paman).
Pria paruh baya itu menghembuskan napas penuh kelegaan karena putrinya berhasil di selamatkan dan tidak terluka sedikitpun. Lalu pandangannya tertuju pada teman baiknya yang menghampiri dirinya.
"Brian, terima kasih kau benar-benar menepati janjimu untuk menyelamatkan putriku, Keiko," ucapnya tulus. Awalnya ia sempat meragukan Klan Shogun Young karena beberapa dekade kesehatan kepimpinan Klan Shogun Young memburuk, tetapi karena Kenzo mampu mengambil alih sementara kepemimpinan Klan Shogun Young sehingga sedikit berjaya kembali.
Paman Brian tersenyum. "Keiko sudah seperti putriku. Jika terjadi sesuatu padanya, aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri, Hiro."
Pria paruh baya itu mengangguk. Ia tahu benar jika temannya begitu menyayangi putrinya. "Baiklah, kita segera pergi dari sini. Sebelum polisi datang kita harus membereskan kekacauan ini." Hiroki adalah politikus, sehingga ia tidak ingin namanya tercemar dengan kejadian penyerangan seperti ini.
"Kau tenang saja, Hiro. Aku sudah membereskan semua kekacauan ini dengan bantuan keponakanku Darren." Mendengar perkataan Brian, pria paruh baya yang bernama Hiroki itu mengarahkan ekor matanya ke arah Darren yang nampak datar. Sebelumnya ia sudah mendengar kehebatan keponakan dari teman baiknya itu dan ia tidak akan memuji kehebatan pria muda itu sebelum melihatnya secara langsung.
Hiroki menunduk menatap putrinya yang ternyata diam-diam mencuri pandang ke arah pria berkebangsaan Eropa. "Ayo sayang kita pergi dari sini. Papa akan meminta Dokter Shinji untuk datang memeriksa keadaanmu."
Keiko hanya mengangguki ucapan ayahnya. Ia menatap Kenzo yang tersenyum lembut kepadanya. Ia bernapas lega karena Kenzo tidak terluka parah.
Darren yang tertinggal di belakang hanya mengikuti langkah mereka. Tubuhnya seakan remuk padam karena dua hari tidak beristirahat, menyusun strategi dan menyerang Klan Chiba. Ia ingin cepat tiba di kediaman Paman Brian Young untuk membersihkan diri.
To be continue
Kenzo Young
Keiko Oda
Yang udah baca novel Elleana And The King Of Mafia pasti udah tau Brian Young kakak tiri Millie, yang sempat suka sama Millie dan bersiteru sama Jack ðŸ¤
...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...
...Always be happy 🌷...
...Instagram : @rantyyoona...