The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Honeymoon 1



Selama satu hari di Pulau Mustique, Arthur memboyong Helena ke suatu tempat untuk honeymoon mereka. Baik Arthur dan Mike sudah merencanakan honeymoon mereka bersama. Kini Arthur, Helena dan Mike serta Elie sudah berada di super yacth yang memiliki tiga lantai, dimana kapal mewah itu telah menunggu keempat pasangan pengantin tersebut.


Helena mengagumi keindahan hamparan laut, semilir angin menerpa wajah dan membuat sulur anak rambut menutupi sebagian wajah cantiknya. Arthur yang tengah berada di dalam kolam renang di lantai paling atas dengan Mike hanya memandangi istri serta adiknya itu.


"Love, kemarilah." Arthur memanggil sang istri untuk bergabung dengannya serta Mike yang duduk bersebrangan.


Helena menolehkan kepala dan tersenyum. "Iya, tunggu sebentar." Ia pun melangkah dengan berhati-hati. Tubuh sintal berbalut bikini itu menambah kesan seksi untuk wanita itu.


Helena duduk di tepi kolam renang bersama Arthur yang menyambutnya. Pria itu mendaratkan kecupan berulang kali di bahu Helena yang terbuka.


"Jangan membuatku geli, Honey." Tubuh Helena dibuat merinding, terlebih bulu-bulu halus di rahang tegas suaminya menggesek kulit bahunya.


Alih-alih berhenti, Arthur justru semakin menjadi memberikan kecupan di bahu serta leher Helena. Dan hal tersebut disaksikan jelas oleh Mike yang tengah menyesap minuman di tepi kolam renang.


"Sweetheart, kemarilah." Dan Mike memanggil Elie untuk mendekat padanya. Ia tidak ingin menjadi penonton saja dan tentunya ingin bermesraan dengan istri tercinta.


Elie segera menghampiri suaminya dan tiba-tiba saja duduk di atas pangkuan Mike. Melihat sang istri yang begitu agresif, tentu disambut baik oleh Mike. Ia kemudian mengecup bibir Elie dengan gemas.


"Kau cantik sekali, Sweetheart. Aku tidak tahan ingin memakanmu." Seringai nakal tersemat di wajah Mike.


"Sshhtt, Mike." Telapak tangan Elie menutup mulut suaminya itu. "Helen dan Kak Ar bisa mendengar ucapan mesummu," sambungnya.


Mike tidak peduli. Lagi pula Arthur dan Helena tidak memperhatikan mereka dan sibuk saling membelit lidah. Ibu jari pria itu kemudian menekan dagu Elie, mengarahkan tatapan sang istri agar menatap dirinya. Sebelum kemudian ia membenamkan bibirnya pada bibir Elie. Elie yang sudah terbiasa di serang tiba-tiba membalas ciuman Mike yang semakin lama kian menuntut.


Untuk sesaat mereka berciuman di tepi kolam, hingga Arthur dan Helena menyudahi ciuman mereka. Di angkatnya tubuh sang istri ala baby koala dan Helena melingkarkan kedua kakinya pada pinggang Arthur. Pria itu meninggalkan kolam renang yang berada di lantai atas, menuruni beberapa anak tangga untuk mencapai kabin mereka.


Arthur membaringkan Helena di atas ranjang. Ia menarik tali bikin yang membungkus kedua dada Helena, lalu jemarinya sengaja bermain di atas perut istrinya itu, hingga sukses membuat tubuh Helena menegang. Perlahan tetapi pasti, jemari Arthur turun ke bawah, mencapai ******** yang masih dibungkus celana bikini. Ditariknya kain penghalang satu-satunya itu hingga ke lutut, lalu semakin di tarik hingga ke mata kaki dan terlepas sempurna.


Arthur merangkak naik ke atas ranjang, menindih tubuh Helena yang sudah polos. Bibirnya kembali melumatt bibir sang istri, tangannya tidak tinggal diam, meremmas satu dada dan memiliki pucuk pink kemerahan.


"Euggh...." desis Helena menikmati permainan tangan serta bibir Arthur yang masih membelit lidahnya.


Mereka mengakhiri ciuman saat dirasa kehabisan napas. Tatapan keduanya sudah berkabut gairah, bibir Arthur turun ke leher Helena dan berhenti tepat di dua dada kenyal, padat dan berisi. Bibirnya pun mulai menjelajahi satu dada Helena, dikulum dengan lembut. Setelah puas, ia meremmas kedua dada Helena dan menghisap secara bergantian.


Suara lenguhan kenikmatan lolos dari bibir Helena, sehingga membuat Arthur semakin diliputi gairah. Sembari menikmati dada Helena, tangan kanan pria itu turun ke bawah, menjelajah ke arah bawah pusar. Jarinya membelai lembut bagian inti bawah Helena.


"Aahhhh...." Mata Helena terpejam singkat dan mengigit bibir bawahnya.


Begitu lihainya jemari tengah Arthur bergerak maju mundur, menimbulkan getaran pada tubuhnya dan membuat wanita itu kembali mengerang.


"Aaaaaahhh......" Dan gelombang kenikmatan dirasakan Helena begitu sudah mencapai pelepasannya.


Arthur mengulas senyum, senyum yang jarang sekali ditujukkan orang lain, sehingga membuat Helena terpana di sela napas naik turun yang bercampur gairah.


"Kau tampan sekali." Jemari lentik itu mengusap rahang kokoh Arthur, lalu setengah duduk dan mengecup rahang dipenuhi bulu halus itu.


Arthur sangat senang ketika istrinya terpuaskan. "Kau juga sangat cantik Love," sahut Arthur dengan suara serak berkabut gairah. Lalu kembali menyambar bibir mungil Helena sembari mengarahkan kejantanannya di sela pangkal istrinya.


Perlahan kejantanan Arthur membenam di bawah sana, membuat Helena melenguh di bawah kendalinya. Rasa nikmat yang menjalar sungguh mampu melumpuhkan tulang, tenggelam dalam pusara panas yang menggairahkan.


Pinggul Arthur semakin menghentak keras, membuat kejantanannya semakin tertelan ke dalam tubuh sang istri. Tak tahan, Helena mengeluarkan desahaan erotis yang tentu saja kian memancing gairah Arthur.


Tubuh Helena menggelinjang bersamaan dengan hentakan yang hebat hingga pada akhirnya wanita itu meledakkan di dalam pelepasan yang begitu dahsyat. Pun dengan Arthur yang mengerang panjang ketika ia menumpahkan cairannya ke dalam rahim sang istri. Selalu puas. Bersatu dengan wanita yang dicintai tidak mampu digambarkan melalui apapun. Untuk pertama kalinya ia begitu mengagumi sosok wanita selain Mommy Elleana. Dan ia berjanji akan selalu melindungi istrinya.


Di kabin yang berbeda, Mike pun tengah memberikan kenikmatan tiada tara kepada Elie. Suara erangan yang saling bersahutan itu membuktikan seberapa gairah berkumpul. Menyatukan keringat berbalut penyatuan yang dirasa tidak akan pernah puas jika melakukannya hanya satu kali.


***


Selama dua jam mengabiskan waktu di dalam kabin. Arthur, Helena, Mike dan Elie sudah berada di beranda. Beberapa menit yang lalu, crew kapal mengatakan jika mereka akan tiba di tempat tujuan.


Angin yang berhembus begitu kencang menyapu wajah mereka. Rambut panjang Elie dan Helena yang terurai itu sesekali menutupi wajah mereka.


Kini Helena dan Mike sudah sering melemparkan senyum. Hanya saja memang di antara mereka tidak dibiarkan intens saling bercengkrama. Sebab Arthur begitu menjaga Helena dari pria manapun, tak terkecuali Mike, cinta pertama istrinya.


Mereka tiba di pelabuhan dan tidak jauh dari posisi mereka terlihat dua mobil mewah untuk menjemput mereka menuju landasan pribadi. Dengan merangkul pinggang istri masing-masing, kedua pria tampan dan posesif itu mempersilahkan istri mereka masuk ke dalam mobil terlebih dahulu. Tidak membutuhkan waktu lama, begitu meninggalkan pelabuhan. Lima belas kemudian mobil yang mereka tumpangi sudah tiba di sebuah landasan. Jet pribadi terpakir gagah. Pemandangan deretan anak buah menjadi pusat perhatian mereka. Sontak saja membuat beberapa anak buah menunduk hormat.


Dengan menggunakan jet pribadi yang sama, mereka mengudara menuju beberapa negara. Mulai dari Greece beserta beberapa kota di dalamnya. Hingga tujuan terakhir mereka adalah Paris.


Karena berada di Benua Eropa, sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk mereka tiba di Greece. Dua mobil sport mewah menyambut mereka. Arthur dan Helena menggunakan mobil sport berwarna biru, sementara Mike dan Elie menggunakan mobil sport berwarna merah. Mereka memiliki rencana tersendiri meskipun berada di negara yang sama.


Arthur yang mengendarai mobil menghentikan laju mobil ketika mereka sudah tiba di hadapan bangunan mewah bertingkat. Meski sudah biasa melihat bangunan mewah, Helena tetap tidak bisa menutupi kekagumannya. Selama ini ia terlalu sibuk mengurus butiknya, sehingga jarang sekali berlibur. Lagi pula, ia tidak memiliki siapapun untuk menemaninya.


"Kau menyukainya, hm?" Arthur melingkarkan tangan di pinggang Helena. Pria itu mengecup pipi Helena yang merona.


Wanita itu mengangguk. Ia tidak bisa menjabarkan hatinya yang dipenuhi kebahagiaan.


"Aku sangat menyukainya." Lalu ia sedikit berjinjit untuk mengecup bibir Arthur. Pria itu menahan tengkuk leher Helena. Ia tidak ingin hanya kecupan saja, tentu harus mendapatkan lumataan liar.


Untuk beberapa saat mereka berciuman di depan Villa di atas bukit. Pemandangan laut lepas di bawah sana menambah keintiman mereka untuk kembali bersatu di dalam Villa yang hanya terdapat mereka saja.


To be continue


Babang Arthur



Helena



Babang Mike



Elie



...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...