The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Perjodohan?




Suasana di kediaman Keluarga Romanov nampak dipenuhi oleh gelak tawa dan canda. Setelah masing-masing dari mereka memberikan ucapan selamat kepada Helena karena telah mengandung keturunan Keluarga Romanov. Mereka tentunya menyambut antuasias kehamilan pewaris Keluarga Romanov selanjutnya.


"Helen, selamat untukmu. Aku benar-benar senang saat Mommy memberitahuku di telepon," seru Elie dengan bahagia usai mengurai pelukan mereka. Tubuhnya sedikit membungkuk dan salah satu tangannya terulur untuk menyentuh perut Helena. "Hallo, keponakan-keponakan aunty, baik-baik di perut Mommy-mu, ok." Sembari mengusap perut rata kakak iparnya itu.


Sudut bibir Helena melengkung, hatinya menghangat. Usapan tangan lembut Elie memberikan getaran di dalam hatinya yang tidak pernah ia rasakan selama ini. Sejak dulu ia hanyalah putri tunggal, dan entah dimulai sejak kapan Jorge membawa seorang putri yang lain untuk dijadikan adiknya. Yang ternyata Caroline adalah putri kandung Jorge, sedangkan dirinya hanya orang asing. Tidak heran jika selama ini Jorge selalu mengabaikan dirinya serta Mommy Anna. Dan hingga kapanpun ia hanya putri dari Anna Carl dan Jonathan Bonham. Rasanya tidak sudi jika mengakui pria tua itu sebagai ayah sambungnya.


"Helen, kau baik-baik saja?" Elie menjadi cemas sebab Helena termangu saat ia ajak bicara.


"Ah, maaf Elie, aku hanya terharu saja. Mereka sangat senang disapa olehmu." Helena mengusap perutnya yang rata. Wanita itu berusaha keras untuk tidak menangis kala ingatannya berputar masa lalu yang begitu menyakitkan. Kini ia sudah memiliki keluarga yang begitu menyayanginya.


Elie tersenyum menanggapi. Syukurlah jika Helena baik-baik saja, ia sudah terlalu cemas memikirkan kakak iparnya yang terlihat sedih. "Aku akan menjadi pendengar yang baik untukmu, jadi kau bisa cerita kapan saja padaku. Jangan disimpan seorang diri, karena yang kutahu wanita hamil tidak boleh stress."


Mendengar perkataan Elie yang begitu perhatian pada dirinya, Helena menipiskan bibirnya. "Aku akan selalu mengingat perkataanmu. Karena itu kau harus selalu ada jika aku membutuhkan dirimu." Sedikit memberikan candaan pada perkataannya itu.


"Baiklah, tidak masalah. Aku akan datang padamu kapanpun kau butuhkan." Namun Elie menanggapi dengan serius. Meskipun ia tahu jika Helena hanya bergurau saja. Keduanya kemudian saling melemparkan tawa sebelum akhirnya bergabung dengan yang lain.


"Aku benar-benar tidak menyangka kau akan menjadi seorang ayah." Mike tidak bisa menutupi rasa ketidakpercayaannya. Ia sangat mengenal Arthur. Ah tidak, lebih tepatnya semua yang berada di Kediaman Romanov tidak menyangka jika mereka akan mendapatkan anggota baru dari pria dingin seperti Arthur, yang begitu anti terhadap wanita.


Arthur mengacuhkan Mike. Jelas saja ia bersikap acuh, sebab tatapan Mike padanya begitu menyebalkan. Apakah suatu hal yang mustahil jika dirinya akan menjadi seorang ayah?


"Sekali lagi kau bicara seperti itu, akan kutenggelamkan kau di Sungai Thames!" Sahutan sarkastik Arthur membuat mereka yang berada disana bergidik ngeri, tetapi tidak dengan Mike, pria itu justru tergelak.


"Baiklah, sorry..." Tawa Mike seketika menyurut saat tatapan Arthur kian menajam dan membuatnya sedikit menciut.


Percakapan Mike dengan Arthur di dengar oleh para orang tua di tempat duduk mereka masing-masing dan mereka hanya saling melemparkan senyum.


"Setiap pasangan yang menikah jika beruntung akan mendapatkan bonus yaitu seorang anak. Jadi intinya Mike, apa kau iri dengan Ar, karena Ar lebih dulu menjadi seorang ayah? Apa kau sudah tidak sabar ingin segera mendapatkan bayi yang lucu?" Tiba-tiba Edward ikut bergabung dalam percakapan mereka. Sejak tadi ia tidak tahan untuk tidak menimpali.


Mike tersenyum kikuk. Kali ini ia tidak bisa menyahuti perkataan Pamannya itu. Apa dirinya iri? Tentu tidak, ia tidak akan memaksa Elie untuk mengandung bayi mereka, jika Elie mengandung dalam waktu dekat ia pun akan menyambutnya dengan senang hati.


"Hm, aku tidak iri Paman. Cepat atau lambat Elie akan hamil anak kami, tapi sepertinya untuk saat ini Elie dan aku masih belum terpikirkan untuk memiliki bayi." Bukan tanpa alasan Mike berkata demikian, karena sebelumnya ia dan Elie pernah membicarakan hal itu. Dan Mike bisa melihatnya sendiri ketika istrinya itu mendapatkan kabar mengenai kehamilan Helena, Elie tidak nampak iri ataupun merasa terganggu dengan berita kehamilan Helena. Justru sebaliknya, ia melihat Elie begitu bahagia dan antusias. Pandangan Mike kemudian berpindah pada Elie yang tengah bersenda gurau dengan Helena dan yang lainnya. See, Elie terlihat santai dan tidak terbebani.


"Hm, begitu ya." Edward mengangguk-angguk seolah paham.


"Ck, bodoh." Zayn menyambar, ia mendudukkan dirinya tepat bersisian dengan Edward. "Jangan kau samakan Elie dengan Olivia, kau menginginkan seorang pewaris sehingga setiap malam kau menggempurnya dan dalam waktu singkat benihmu akhirnya tumbuh." Entahlah, Zayn tidak berpihak kepada siapapun, bibirnya hanya gatal ingin menimpali perkataan Edward.


"Ck, kau pikir hanya aku saja yang seperti itu. Bukankah setiap malam kau juga menggempur Angela?!" seru Edward tidak terima.


"Karena kebutuhan biologis." Zayn menjawab santai.


"Kau pikir aku apa, heh? Kau pikir aku hanya kurang kerjaan menggempur istriku setiap malam?!"


"Wah, kau maniak sekss rupanya." Zayn mengejek Edward diiringi gelengan kepala tidak percaya.


BRUG


Edward yang kesal sekaligus tidak terima melemparkan bantal sofa tepat mengenai kepala Zayn.


"Salahkan mulutmu yang tidak bisa dikondisikan!" sahut Edward tidak kalah kesal. Bagaimana tidak, Zayn mengatakan dirinya maniak sekss di hadapannya yang lain. Bahkan perkataan pria tua itu sudah mencemarkan nama baiknya di hadapan Devano dan Freya, putra putrinya. "Dev, jangan dengarkan dia. Kau tau Paman Zayn tidak pernah bercermin pada dirinya sendiri, padahal dia sendiri yang maniak sekss." Edward menyunggingkan senyum puas karena berhasil membalas perkataan Zayn.


BRUG


Kali ini bantal sofa melayang di wajah Edward dan pelakunya tidak lain ialah Zayn. Karena tidak terima, Edward membalas Zayn dengan bantal sofa lainnya. Jengah melihat berdebatan tidak penting itu, mereka segera membubarkan diri, tak terkecuali Arthur dan Mike. Keduanya lebih memilih menghampiri istri mereka masing-masing.


"Astaga Daddy." Freya menepuk keningnya. Selalu saja seperti itu setiap kali mereka bertemu. Devano acuh tak acuh, lebih baik ia berlalu menghindari Daddy-nya dan Paman Zayn.


"Daddy, sudah hentikan. Bagaimana jika Mommy melihat Daddy bertengkar dengan Paman Ed?" seru Jolicia mengingatkan keduanya. "Dan Paman Ed, Bibi Oliv pasti akan memarahi Paman," sambungnya beralih pada Edward.


Aksi saling melempar itu terjeda sejenak ketika suara Jolicia mengintrupsi pergerakan mereka.


"Ah, kau benar." Edward melemparkan bantal ke tempat semula.


"Sialan. Karena kau aku kehilangan wibawaku di depan putriku," sembur Zayn yang masih memupuk kekesalannya. Namun ketika pandangannya menoleh ke sekitar, ia tidak melihat keberadaan yang lainnya disana. "Kemana perginya mereka?" tanyanya kemudian entah pada siapa.


"Mereka disana." Jolicia menunjuk keberadaan yang lainnya, mereka masuk ke dalam ruangan keluarga. "Itu karena Daddy dan Paman Ed tidak berhenti bertengkar."


"Ck, kami tidak bertengkar!" Baik Edward dan Zayn menyahut bersamaan.


***


Seorang wanita baru saja tiba setelah membayar taksi yang ditumpanginya dan membiarkan taksi itu pergi dari sana. Ini adalah kali pertama dirinya menginjakkan kaki di kediaman Keluarga Romanov. Ia tercengang setengah mati melihat kediaman yang begitu besar bak sebuah istana.


"Aku seperti berada di sebuah kerajaan," gumamnya berdecak kagum. Menyapukan pandangannya pada sekitar, ia bisa menebak seberapa besar biaya untuk membangun Mansion mewah di hadapannya itu, bahkan jika ia menjual semua ginjalnya pun tidak akan cukup untuk membayar salah satu pintu yang terbuat dari lapisan emas itu.


"Nona, silahkan masuk. Nona Elie sudah menunggu kedatangan Nona." Wanita itu terkesiap ketika salah satu bodyguard berjalan menghampiri dan menyampaikan pesan dari Nona-nya untuk wanita di hadapannya.


"Hm, baiklah. Aku akan masuk." Setelah diangguki oleh bodyguard tersebut, ia segera melesat masuk. Pandangannya di edarkan ke kanan dan ke kiri, ia menikmati suguhan furniture mewah di hadapannya. "Apa saat ini aku sedang berada di museum?" Berlebihan memang, tetapi ia sungguh mengagumi kemewahan Mansion Keluarga Romanov.


"Vero, kemarilah." Telinganya menangkap suara Elie yang tengah memanggilnya. Ia menoleh ke asal suara dan mendapati Elie beranjak dari tempat duduknya.


Veronica melebarkan senyum, ia melangkah menuju Elie yang sedang berjalan menghampiri dirinya. Namun samar-samar ia mendengar percakapan para orang tua disana, hingga mencoba menajamkan telinganya.


"Jadi Darren menerima perjodohannya dengan wanita Asia itu?"


Deg


Langkah Veronica terhenti seketika bersamaan dengan jantungnya yang seolah berhenti berdetak saat mendengar percakapan mereka. Perjodohan? Siapa yang dijodohkan? Benarkah Darren dijodohkan? Siapapun tolong jelaskan apa yang baru saja ia dengar.


To be continue


...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram @rantyyoona...