The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Rencana Licik



Jorge tidak terima diperlakukan seperti itu oleh Mikel. Ia ingat bagaimana beberapa tahun silam sangat tidak menyukai Mikel yang begitu digilai oleh putrinya. Karena niatnya ingin menghancurkan pria muda itu, akhirnya Jorge menyetujui permintaan Helena untuk berinvestasi di perusahaan MJ Corp dengan syarat Helena harus menuruti semua permintaannya dan Mikel akan membayar lebih dari harga perusahaan pria itu.


Namun putrinya itu bukanlah wanita yang mudah di hadapi, sikapnya selalu semena-mena dan tetap pada keputusannya untuk melanjutkan bisnis di Paris. Hal itu membuat Jorge murka dan selalu berusaha mengacaukan perusahaan MJ Corp tanpa sepengetahuan mereka. Tetapi Mikel tidaklah bodoh, ia sudah menyadari jika ada campur tangan Jorge yang mengacaukan sebagian saham perusahaan.


"Jangan menghalangiku memberinya pelajaran. Dia harus belajar menjaga ucapannya!" Suara Jorge meninggi penuh amarah sembari menunjuk putrinya itu.


Helena tidak terima. Ia bergerak maju, menjangkau lebih dekat wajah sang ayah. "Yang kukatakan benar. Kau seorang bajingan yang berselingkuh di belakang Mommy. Jadi untuk apa aku menjaga ucapanku kepada orang seperti kalian!" Helena balas memaki, untuk kesekian kalinya ia melupakan jika memiliki ikatan darah dengan pria tua di hadapannya itu.


"JANGAN BICARA OMONG KOSONG! Aku menikah dengan Margareth setelah Anna tiada!" seru Jorge membantah tuduhan yang dilayangkan oleh Helena.


Helena tertawa sumbang, sorot matanya kian nyalang tertuju pada Jorge dan Margareth secara bergantian. Tanpa sadar Caroline mencengkram lengan Margareth, wanita itu merasa bergidik melihat kakak tirinya yang tidak seperti biasanya. Tertawa menggelegar bagaikan seseorang yang kehilangan akal sehat.


"Mom, ada apa dengannya?" bisik Caroline tepat di belakang telinga Margareth.


Wanita setengah baya itu tidak langsung menjawab pertanyaan putrinya. Ia menelisik dalam akan sikap Helena dan juga maksud ucapan putri sambungnya itu.


"Apa kau pikir aku bodoh, heh? Aku tahu kau berselingkuh dengan wanita ini saat Mommy masih hidup! Dan kau bilang menikahi wanita jalaang ini...." Sembari menunjuk Margareth. "Saat Mommy sudah tiada?! Lucu sekali!!" Helena mendecakan lidah meremehkan.


"TUTUP MULUTMU. DIA ISTRIKU BUKAN JALAANG!" bentak Jorge tidak terima. Serupa dengan Jorge, Margareth yang merasa terhina meradang sembari mengepalkan tangannya.


Air mata Helena kembali meluruh, hatinya bagai tersayat-sayat saat mendengar pria tua itu mengakui wanita perebut kebahagiaan Mommy-nya. "KAU MENGANGGAP WANITA INI ISTRIMU. LALU KAU ANGGAP APA MOMMY-KU?! KAU MENGABAIKAN ISTRI PERTAMAMU HANYA DEMI WANITA MURAHAN SEPERTINYA. DAN KAU MEMINTAKU UNTUK MENGANGGAPNYA SEBAGAI MOMMY-KU?" Helena sudah kehilangan kendali, meluapkan emosi serta sakit hati setelah sekian lama hanya memendamnya seorang diri. "Sampai matipun aku tidak sudi menganggapnya sebagai Mommy-ku!"


Darah Jorge mendidih mendengarnya. Hari ini Helena sudah berulang kali menghina istrinya dan ia tidak terima. Ia harus memberikan putrinya itu pelajaran. Namun kecemasan nampak terselip pada bola mata Jorge, sebelum kemudian ekor matanya melirik ke arah Margareth yang juga menatap ke arahnya. Dan detik itu juga kembali memusatkan perhatiannya kepada Helena.


"Kau benar-benar keterlaluan. Selama ini aku terlalu membebaskanmu!" Kembali Jorge bergerak maju, melayangkan tatapan tajam kepada Helena. "Mulai hari ini kau tidak boleh pergi kemanapun! Aku juga melarangmu kembali ke Paris!" Suara Jorge penuh dengan penekanan. Setelah apa yang dilakukan oleh putrinya itu, tentu ia berhak untuk membatasi kegiatan wanita itu.


"Kau pikir kau siapa bisa melarangku? Kau tidak peduli padaku bahkan semenjak Mommy masih hidup. Lalu hari ini kau berperan menjadi seorang Daddy! Ck, lucu sekali!!" Helena mentertawakan sikap Jorge. Setelah sekian lama, baru kali ini pria paruh baya itu berlaku menjadi ayah yang sesungguhnya.


Jorge memupuk emosinya hingga ke ubun-ubun kepala, menjalar ke telapak tangannya yang mengepal. "Kalian kemarilah!" Jorge terlihat menepuk-nepuk tangannya dengan kencang. Tidak lama, nampaklah lima anak buah datang tergopoh-gopoh menghampiri. "Bawa Helen ke kamarnya di lantai atas dan kurung dia disana!" perintahnya kemudian kepada beberapa anak buahnya.


Seketika Helena panik, ia tidak menduga jika ayahnya benar-benar akan menjalankan niatnya itu. "Tidak! Aku tidak ingin berada disini!" Helena berlari menjauh dan berlindung di belakang punggung Mikel.


Mikel dan Nathan sigap menghadang lima anak buah Jorge. Tentu mereka tidak akan membiarkan Helena dikurung di Mansion pria tua itu.


"Tidak ada dalam perjanjian jika kau akan mengurung Helena. Putrimu sudah pulang, lalu apalagi yang ingin kau rencanakan?!" seru Mikel memasang badan melindungi Helena, persis yang ia lakukan beberapa tahun silam.


"Bukan urusanmu. Kau hanya orang luar, sebaiknya tidak perlu ikut campur dalam urusan keluargaku!" hardik Jorge.


"Aku tidak peduli. Bukankah sudah pernah kukatakan sebelumnya, jika kau tidak berhak melarangku menjaga Helena!" Perkataan Mikel bagaikan audio lama yang berputar-putar di kepala Helena. Pria itu juga pernah mengatakan hal seperti itu, tetapi siapa yang menduga jika makna pria itu adalah menjaganya dalam bentuk seorang kakak terhadap adiknya. Entah kenapa ia baru memahami ucapan Mikel dan selama ini sudah salah paham dengan kebaikan pria itu.


"Kau...." Jorge bukan pria tua yang memiliki kesabaran lebih, ia tentu tidak terima. "Kalian berlima berikan dua pria itu pelajaran dan seret Helen masuk ke dalam kamarnya!"


"Baik...." Mereka menyahut serentak perintah Jorge. Hingga kemudian menyerang Mikel bersamaan dengan Nathan.


Nathan bukan pria awam yang tidak memiliki ilmu dasar berkelahi, ia cukup pandai melumpuhkan lawan-lawannya selama ini, meski kemampuan masih jauh di bawah Mikel.


Mikel menepis serangan dua anak buah yang menyerangnya itu. Ia tetap berdiri melindungi Helena tanpa menjauh dari wanita itu.


BUGH!


Mikel berhasil menumbangkan satu lawannya. Tersisa dua lagi, dan Nathan pun nampak bergulat dengan dua anak buah Jorge yang lain. Apapun yang terjadi, Mikel tidak akan membiarkan Jorge berhasil mengurung Helena. Ia akan melindungi Helena sebelum wanita itu menemukan pria yang mampu melindunginya.


BUGH!


BUGH!


"Keparat!" pekik Jorge tidak terima saat Mikel dan Nathan berhasil melumpuhkan beberapa anak buahnya itu. "Kalian berdua sama saja, tidak tahu terima kasih! Seharusnya aku membiarkan kalian menjadi gelandangan di luar sana!" seru Jorge. Kedua matanya menyorot tajam kepada Mikel dan Helena bersamaan.


Mendengar perkataan Jorge, Mikel tersenyum kecut. "Apa aku perlu berterima kasih padamu karena sudah mengacaukan perusahaanku?!" sahut Mikel sengit. "Nath!" panggilnya kemudian kepada Nathan, membuat asistennya itu mendekat dengan deru napas yang masih terengah-engah. "Berikan cek kepadanya. Aku benar-benar muak berada disini lebih lama lagi!"


Nathan mengangguk mengerti, ia kemudian merogoh saku jasnya dan mengeluarkan cek dari dalam sana. Nathan menyodorkan cek tersebut kepada Jorge, namun Jorge hanya menatap cek itu tanpa berniat untuk mengambilnya. Sehingga Nathan menarik tangan Jorge dan membuat pria itu mau tidak mau untuk menerima cek dari tuannya.


"Sesuai kesepakatan. Kau tidak memiliki keterlibatan pada perusahaanku lagi. Aku sudah membayarmu sama seperti harga perusahaanku saat ini. Jadi jangan pernah kau mengacaukan perusahaanku lagi!" Mikel tidak peduli cek yang ia berikan lebih dari harga perusahaan yang berkisar triliunan. Yang terpenting ia tidak lagi melihat pria tua itu ikut andil dalam membuat keputusan pada perusahaannya. Lagi pula ia bisa mendapatkan uang kembali dari hasil pekerjaannya di dunia bawah.


Jorge tercengang tidak percaya, bahkan ia berusaha memeriksa cek yang memang asli adanya. Ia tidak pernah menduga jika Mikel benar-benar memiliki uang sebanyak itu, bahkan tidak ragu memberikan uang yang tentunya jauh di bawah dari yang ia berikan kepada Mikel beberapa tahun lalu.


"Ayo pergi." Mikel menarik tangan Helena untuk segera berlalu dari sana. Diikuti oleh Nathan mereka bertiga perlahan lenyap dari pandangan mata Jorge, Margareth dan juga Caroline.


Margareth segera mendekati suaminya. Tentu ia tidak terima jika Helena dibiarkan pergi begitu saja.


"Kenapa kau membiarkannya pergi? Kau tau dia sudah ingat semuanya, obat yang kita berikan sudah tidak bekerja lagi. Apa kau tidak cemas jika dia akan membongkar semuanya?!" serunya mengingatkan semua yang mereka lakukan pada beberapa tahun silam.


"DIAM!!!!" Jorge membentak istrinya. Sudah cukup ia dibuat pusing dengan sikap Helena dan istrinya itu justru menambah kekesalannya saja. "Aku tau, tapi aku tidak bisa melakukan apapun selama Mikel berada disisinya. Kau lihat, mereka berhasil menumbangkan beberapa anak buahku! Apa kau juga ingin mereka memukul wajahmu heh?!!" ujarnya sarkastik. Istrinya itu benar-benar tidak mengerti dirinya.


"Lalu apa yang harus kita lakukan? Aku tidak ingin Helen mengingat semuanya dan kita akan berakhir menjadi gelandangan...."


"Cukup Margareth!!" Jorge mengusap wajahnya frustasi. Celotehan sang istri hanya menambah beban pikirannya saja. "Aku akan memikirkan caranya. Kalian hanya perlu diam dan jangan membuatku sakit kepala!" Setelah mengatakan hal tersebut, Jorge berlalu dari sana setelah ia meminta beberapa anak buah yang terluka itu untuk kembali pada tempat mereka.


"Mom, bagaimana ini?" cicit Caroline nampak panik, ia memegang kuat lengan Margareth.


"Satu-satunya cara kau harus bisa mendapatkan Mikel Jhonson," sahutnya meyakinkan putrinya itu.


"Lalu bagaimana jika aku tidak bisa membuat Mikel menjadi milikku, Mom..."


Margareth terdiam berpikir. "Kalau begitu kau harus bisa mendapatkan pria yang lebih berkuasa dari Mikel."


Caroline nampak mencerna, sebelum kemudian mengangguk setuju. "Kau benar Mom. Aku harus mengikat pria yang lebih kaya dan berkuasa dari Mikel. Dan aku akan membuatnya menyesal karena sudah berani menolakku." Mata Caroline berbinar penuh rencana licik. Setelah ini ia harus menyusun rencana untuk melemparkan dirinya kepada pria-pria yang lebih kaya dari Jorge dan juga Mikel, tetapi siapa? pikirnya.


To be continue



Babang Nathan



...Jangan lupa untuk like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...