The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Sentuhlah aku



Peringatan area dewasa ya (21+).


Darren melebarkan langkah kakinya menuju kamar yang berada di lantai dua. Ia berulang kali menahan geram kala wanita itu semakin menggeliat gelisah dan menempelkan tubuhnya di dada bidangnya.


Ketika sudah berada di dalam kamar, bukan ranjang yang menjadi tujuan Darren untuk membaringkan wanita itu, melainkan ia membawa Veronica ke dalam kamar mandi. Lalu menurunkan wanita itu ke dalam bathtub dan mengisi air di bathtub dengan air dingin.


"Sebaiknya kau berendam disini!" Perkataan Darren lebih pada sebuah perintah. "Karena kebodohanmu sendiri kau bisa sampai seperti ini!" lanjutnya mencibir. Ia bahkan tidak pedulikan Veronica yang menggeliat dan sesekali menggosokan tubuh agar hawa panas yang semakin menjalar panas itu berangsur menghilang.


"A-aku benar-benar kepanasan. Kenapa kau tega sekali membawaku berendam disini." Veronica masih dalam keadaan setengah sadar, meski tidak tahu sedang berada dimana, tetapi ia menyadari jika dirinya berada di dalam kamar mandi. "Ahhh.... aku tidak tahan lagi...." Lalu dengan gerakan cepat Veronica menanggalkan pakaiannya hingga membuat Darren harus mengalihkan pandangannya ke arah lain dan segera melangkah keluar dari kamar mandi sebelum wanita itu benar-benar dalam keadaan naked.


Darren menutup pintu kamar mandi yang lebih terkesan membanting. Sungguh sial matanya sudah ternodai oleh bentuk tubuh seorang wanita yang baru pertama kali ia saksikan dengan mata kepalanya sendiri. Darren mengusap wajahnya frustasi, meruntuki sikap bodoh wanita itu, yang selalu saja terlibat masalah. Bagaimana jika anak buahnya tidak memantau keberadaan wanita itu? Mungkin saat ini bajingan itu sudah menikmati ketidakberdayaan Veronica.


Larut dalam kegeramannya, tiba-tiba saja telinga Darren tersentak ketika mendengar suara lenguhan dari dalam kamar mandi. Sudah bisa ia tebak apa yang dilakukan wanita itu di dalam sana untuk menghilangkan efek dari obat perangsang.


"Damn it!!" Tentu ia tidak bisa terus berada di dalam satu ruangan dengan wanita itu. Buru-buru kakinya melangkah menuju pintu kamar, bersamaan dengan pintu kamar mandi yang terbuka lebar dan menampakkan Veronica dengan penampilannya yang berantakan.


"Aahhh, tolong aku... aku benar-benar tidak tahan lagi." Rintihan Veronica berhasil menghentikan langkah Darren, pria itu memutar arah tubuhnya dan terpampanglah tubuh Veronica yang nyaris naked dengan pakaian dalamnya.


Percayalah, meski Darren memasang wajar datar, tetapi pria itu tengah menelan salivanya yang tiba-tiba saja terasa kering.


Melihat satu-satunya pria yang bisa menolong dirinya, tentu Veronica tidak tinggal diam. Ia berlari ke arah Darren sebelum pria itu pergi meninggalkannya dengan segala gairah yang tertahan. Dan begitu sudah berada di hadapan Darren, Veronica berjinjit dan menempelkan bibirnya pada bibir Darren. Mencumbu bibir pria itu dengan sangat sensual.


Darren terkesiap saat mendapatkan serangan mendadak. Ia terlambat menghindar, sehingga wanita itu begitu liar memagut bibirnya. Namun seperkian detik kemudian ia mendorong tubuh Veronica hingga wanita itu nyaris terjungkal.


"Kau..... berani-beraninya kau menciumku!" hardiknya tidak terima. Meski ada perasaan asing yang menelusup kala merasakan bibir seorang wanita untuk pertama kalinya. Akan tetapi tetap saja wanita itu sudah memanfaatkan ketidaksiapannya.


Veronica yang sudah benar-benar tidak bisa menahan diri lagi, mengabaikan hardikan Darren. Wanita itu menatap Darren dengan sendu bercampur gairah.


"Tolong aku... sentuh aku... A-aku benar-benar tidak tahan lagi. Aahh...." lirihnya memohon dengan sangat. Bahkan ia harus menggosok kedua lengannya kala rasa gairah itu tidak kunjung mereda.


Mendengar Veronica yang semakin terbakar gairah dengan selipan desahaan membuat Darren melangkah mundur, seolah wanita di hadapannya itu adalah wanita yang sangat berbahaya. Memang sangat berbahaya, sebab ia tidak yakin akan bertahan lebih lama lagi, mengingat wanita itu dua kali lebih liar dari biasanya.


Jika saja wanita itu adalah wanita lain, ia bisa bebas mencekiknya tanpa pikir panjang. Tetapi sialnya yang ia hadapi adalah Veronica. Teman dari Nona Elie sekaligus wanita yang sudah berhasil menarik perhatiannya.


"Menjauhlah dariku. Jika tidak, mungkin kau akan menyesal jika tetap memaksaku." Tentu Darren harus memperingati Veronica selain ia harus membentengi diri agar tidak tergoda. Terlebih ia sudah terbiasa dihadapkan dengan wanita seksi lainnya, akan tetapi ia tidak dapat menjamin jika Veronica terus menerus menggodanya.


"Shhh.... tapi kumohon tolonglah aku dengan cara lain. Aku benar-benar merasa tersiksa." Veronica mendesis tertahan kala kabut gairah semakin menyiksanya. Bahkan ia sudah memangkas jaraknya dengan Darren.


Darren menghela napas berat. Sungguh ia benar-benar dibuat pusing akan keinginan Veronica yang terus memohon padanya.


"Apa kau sadar dengan yang kau katakan?" tanyanya memastikan. Ia ingin tahu, apa wanita itu juga masih mengenali dirinya atau tidak.


Veronica mengangguk lemah. "Aku hanya ingin disentuh olehmu." Ya, meski dalam keadaan dikuasai obat perangsang, tentu Veronica sadar apa yang ia katakan. Karena mengenali pria yang berdiri menjulang di hadapannya itu, sehingga ia hanya menginginkan pria itu.


BRUGH


Dalam keadaan seperti ini tentu bukan waktu yang tepat untuk berbicara, sehingga Veronica tidak sabar dan menubruk Darren hingga keduanya terjerembab di atas ranjang dengan posisi Veronica yang berada di atas tubuh Darren.


"Aku menginginkanmu Tuan Darren," bisiknya sensual dan membekap bibir Darren dengan bibirnya.


Meski ciumannya tidak disambut baik oleh Darren, Veronica tetap melesatkan lidahnya ke dalam. Ia ingin Darren membalas ciumannya sehingga berusaha menggigit bibir bawah pria itu. Dan berhasil, Darren membuka mulutnya hingga semakin membuat Veronica leluasa mengeksplor ciumannya. Entah dorongan dari mana, perlahan Darren membalas ciuman Veronica.


Tentu saja, sebagai pria normal yang memiliki ketertarikan terhadap wanita di atasnya itu, ia mulai terangsangg sehingga membalas ciuman Veronica.


Keduanya kini saling menyesap dan memperdalam ciuman mereka. Bahkan Veronica sesekali melenguh lantaran gairah yang tak tertahankan. Mereka bercumbu hingga terpaksa melepaskan tautan bibir kala keduanya merasakan sesak napas.


Veronica menatap gairah pada Darren. Ah, ia benar-benar tidak tahan dengan wajah tampan yang berada di bawah tubuhnya. Dengan nakal jemari indahnya bermain di dada bidang Darren yang masih terbungkus pakaian, tetapi mencetak otot-otot dada pria itu.


"Keras sekali....." lirihnya penuh damba. Bahkan jemarinya menelesup ke dalam T-shirt yang dikenakan Darren.


Napas Darren menderu kasar. Wanita itu benar-benar menggodanya dengan jemarinya yang nakal. Terlebih ia disajikan dada menantang yang seperti ingin tumpah dari penampungannya. "Hentikan...." Sebelum hilang kendali, ia segera menangkap tangan Veronica.


Wajah kemerahan Veronica yang tengah diliputi gairah menambah daya tarik wanita itu dan terlihat lebih seksi dari biasanya.


"Kenapa?" Veronica mengigit bibir bawahnya. Ia merasa kecewa karena Darren menghentikan kegiatannya. "Aku menginginkanmu...." Namun ia tidak menyerah, menarik tangan Darren dan menuntunnya di salah satu dadanya yang membusung. "Sentuhlah ini, Tuan Darren. Mereka milikmu."


Oh gosh! Darren benar-benar dibuat gila mendadak. Ia menangkup satu buah dada yang besar itu. Ya, benar-benar besar.


Dan Veronica tidak bisa membayangkan tangan besar Darren menjamah tubuhnya. Karena semakin membuatnya terangsangg, sehingga ia menggesekkan bagian bawahnya yang tepat berada di milik pria itu.


"Arrgh, Shittt!!!!" umpat Darren kalah telak. "Jangan menyesal setelahnya, karena aku tidak akan berhenti meski kau memohon ampun sekalipun!" Dalam satu gerakan, Darren berhasil menggulingkan tubuh Veronica. Kini Veronica berada di bawahnya dengan senyum nakalnya yang justru sukses membuat Darren tertarik untuk merasakan bibir wanita itu kembali.


To be continue


Maafkan Yoona baru bisa up lagi. Yang beberapa DM Yoona pasti udah tau alasan Yoona baru bisa up lagi. Makasih banyak semuanya yang masih menunggu bang Darren 🤗❤️


...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram @rantyyoona...


...SALAM SAYANG TANPA BATAS DARI SEMUA PEMERAN THE BILLIONARE MAFIA 🥰...