
Satu persatu yang berkunjung ke Kediaman Romanov nampak mulai berpamitan. Nick dan Noah berpamitan terlebih dahulu karena pesawat mereka akan landing malam ini. Pun dengan Zayn, teman berdebat Xavier itu berpamitan kepada Xavier serta Elleana, merangkul pundak sang istri dan menggandeng pergelangan tangan Jolicia. Kini tersisa Keluarga Jhonson yang sudah menjadi besan sekaligus keluarga.
Arthur baru saja kembali dari ruangan kerja, ia memberikan satu amplop cokelat kepada Mike. Semula Mike bingung, tetapi sorot mata Arthur meminta Mike untuk segera meraihnya. Hingga kemudian Mike membuka amplop cokelat tersebut, ia mendapati sebuah peta, peta yang merupakan harta peninggalan Daddy Matthew.
"Ini...." Mike tidak mampu berkata, ternyata apa yang ia cari berada di tangan Arthur. Dan pada lembar kedua terdapat kode sandi yang harus dipecahkan terlebih dahulu jika ingin memasuki goa berisi harta tersebut. Mike mengalihkan pandangannya dari kertas tersebut, beralih menatap Daddy Matthew yang melihatnya penuh kebingungan.
"Aku mendapatkannya dari Kakek Mateo dan sudah lama aku menyimpannya," ucap Arthur memberitahu.
Mendengar nama Mateo disebut, bibir Matthew bergerak. Ia paham apa isi dari amplop tersebut, ternyata peta yang ia titipkan kepada Mateo.
"Aku mencarinya hingga ke Swiss, tapi aku tidak mengira jika benda ini ada padamu." Mike tersenyum kecut, lagi-lagi ia merasa telah dikerjai oleh Arthur.
"Sebelumnya aku tidak menyadari identitasmu, jadi aku menyimpannya dengan baik, menutup akses dari pamanmu." Memang seperti itu kenyataannya. Karena ia sangat peduli dengan Mike dan keluarga pria itu. Mana mungkin membiarkan harta itu jatuh di tangan yang salah, seperti Todd.
Mike mengangguk, lalu mendesahkan napasnya penuh kelegaan, seolah apa yang membebaninya selama ini lenyap seketika.
"Dad lihatlah, peta ini ada pada Ar. Ini adalah peninggalan harta kalian," kata Mike menjelaskan.
Mommy Aprille yang tidak tahu menahu mengenai harta peninggalan tersebut hanya memberikan tatapan bingung. Berbeda dengan Matthew yang menarik kedua sudutnya.
"Baguslah, harta yang kutinggalkan untuk Mike dan Meisha masih tersimpan dengan baik," ucapnya dalam hati. Sungguh ia bersyukur memiliki teman baik seperti Xavier, mereka selalu peduli pada keluarganya. Meksipun yang mereka ketahui dirinya beserta keluarga kecilnya sudah tiada.
"Terima kasih, kau dan Paman Vier sudah banyak membantuku." Ungkapan rasa terima kasih Mike begitu tulus. Tanpa bantuan Arthur, ia tidak akan dengan mudah melancarkan aksi balas dendamnya. Meski pria yang sudah menjadi iparnya itu selalu bersikap seenaknya dan bahkan terkesan ingin memisahkan dirinya dari Elie, tetapi Arthur adalah pria yang begitu baik.
"Hm, aku melakukan apa yang harus aku lakukan." Seperti biasa Arthur menanggapi dengan ekspresi datar.
Xavier hanya tersenyum sebagai respons ketika pandangan Mike tertuju padanya. Ia membiarkan Arthur dan Mike berinteraksi lebih, agar kedua pria itu lebih mudah akur. Dan Elleana tidak ingin bergabung dalam percakapan yang tentu sudah ia mengerti. Ia lebih nyaman mendengarkan dan sesekali melemparkan senyum kepada Mike.
"Kalau begitu kami pulang dulu. Sudah terlalu lama kami berada disini dan pasti sangat merepotkan kalian," tutur Aprille angkat suara.
"Jangan bicara seperti itu, kami tidak merasa direpotkan. Justru aku sangat senang bisa berkumpul seperti ini lagi seperti dulu," sahut Elleana jujur. Ia begitu senang dengan kehadiran kedua teman baiknya itu. Dan kebahagiaannya lengkap sudah karena baik Arthur dan Elie sudah memiliki kebahagiaan mereka masing-masing. Hanya tersisa Austin saja, putra bungsunya itu lebih senang bermain-main diluar.
"Ah, kau benar. Rasanya sudah lama sekali." Aprille mengangguk setuju disertai desahaan penuh kerinduan pada saat-saat seperti dulu.
"Bagaimana jika kalian menginap saja?" Jujur saja Elleana masih merindukan momen kebersamaan mereka dan merasa enggan ketika Aprille berpamitan pulang.
Aprille mengulas senyum. Ia pun masih merindukan teman baiknya itu, akan tetapi ia harus pulang mengingat kondisinya yang mungkin saja akan menyusahkan mereka nantinya. "Mungkin lain kali kami akan menginap."
"Hm, sayang sekali." Elleana mendesahh kecewa, tetapi ia pun tidak ingin memaksa teman baik sekaligus besannya itu.
Detik itu juga Aprille berpamitan dan Matthew bertukar pelukan dengan Xavier. Ada perasaan tidak percaya diri yang dirasakan oleh Matthew saat berhadapan dengan Xavier, ia yang tentunya tidak dapat bicara merasa enggan berhadapan lebih lama lagi dengan Xavier. Meskipun ia tahu jika Xavier tidak mungkin memandang aneh kepadanya, ia dapat melihat kebaikan dan ketulusan temannya itu meski wajahnya nampak tegas dan dingin. Meisha pun berpamitan kepada Elie, ia yang sejak tadi berbaur cerita dengan kakak iparnya itu merasa sedih harus berpisah.
"Secepatnya aku akan mengunjungimu, Mei." Elie sedikit membungkuk dan menyembulkan kepalanya pada jendela mobil yang terbuka lebar.
"Hm, kabari aku melalui Kak Mike," sahut Meisha dengan seulas senyuman.
"Tentu."
"Nath, berhati-hatilah. Kabari aku jika sudah sampai," ujar Mike berdiri di sisi pintu kemudi.
"Baik Tuan." Nathan mengangguk mengerti, ia segera masuk ke dalam mobil dan menghidupkan mesin mobil hingga kemudian melajukan mobil meninggalkan Kediaman Romanov.
Elleana mengusap lengan kekar Xavier yang melingkar di pundaknya sembari memperhatikan mobil mereka yang perlahan lenyap dari pandangan mata.
"Kalian tidak menginap? Apa suamimu ini tidak mengizinkanmu tinggal bersama kedua orang tuamu lagi, heh?!" Xavier tidak terima jika putrinya juga harus meninggalkan kediamannya. Meskipun Mike sudah berhak membawa putrinya pergi kemanapun pria itu inginkan.
"Bukan begitu Dad, aku...."
Mike menggaruk tengkuk lehernya, Paman Vier yang kini sudah menjadi ayah mertuanya kembali dalam mood galak. "Jika Paman tidak setuju, kami akan menginap-"
"Tidak perlu, kalian pergilah. Pasti kalian ingin menghabiskan waktu berdua." Elleana membelit lengan suami, tidak lupa memberikan cubitan di pinggang suaminya itu.
"Tapi Mom, Dad....."
"Sudah sana kalian pergi saja. Daddy kalian tidak akan marah. Benar 'kan Hubby? Mereka seperti kita saat muda yang ingin menghabiskan waktu berdua saja." Elleana tersenyum kepada Mike dan Elie, lalu mendongak menatap wajah sang suami yang terpaksa mengulas senyum.
"Ya, pergilah." Dengar terpaksa Xavier mengizinkan putrinya mengikuti Mike.
"Kalian dengar? Cepat kalian pergi dan berhati-hatilah. Mom dan Daddy akan ke kamar. Kami juga ingin berdua saja," kata Elleana sembari mendorong tubuh Xavier untuk masuk ke dalam Mansion.
"Kau harus membayar dengan tubuhmu Sweety dan aku tidak akan membiarkanmu tidur sampai pagi," bisik Xavier sensual.
"Lakukan sesukamu, karena semua yang ada padaku adalah milikku, suamiku." Dan senang sekali Elleana karena dapat menggoda dan membangkitkan gairah sang suami yang tidak lagi muda.
Gemas dengan sang istri, Xavier mengendong Elleana ala bridal style, agar lebih cepat menuju kamar mereka dan melakukan ritual suami istri hingga pagi menjelang.
Mike dan Elie tercengang menatap keduanya, percakapan mereka tentu saja dapat di dengar, kadang pasangan paruh baya itu masih berada di depan Mansion ketika Mike dan Elie berjalan menghampiri. Sebenarnya siapa yang pengantin baru disini? Dirinya dengan Elie atau pasangan paruh baya itu?
"Sweetheart, sepertinya aku kalah cepat dari Daddy Vier," ucap Mike tersenyum penuh arti.
"Maksudmu?" Elie mendadak merinding, apa Mike merencanakan sesuatu di malam pertama mereka?
Mike tidak menyahut, justru mengikis jarak di antara mereka. "Malam ini aku tidak akan mengampunimu, aku akan membuatmu mendesaah di bawah tubuhku," bisiknya sensual hingga deru napasnya itu terdengar berat.
"Mike, kau mesum." Buru-buru Elie mendorong dada suaminya. Ia segera berlari ke dalam menghindari Mike. Belum apa-apa, ia sudah dibuat merinding dengan ucapan Mike yang tidak akan mengampuni dirinya. Oh God. Bagian bawahnya sudah berdenyut entah kenapa.
Melihat reaksi Elie yang berlebihan, Mike terkekeh-kekeh. Meski ia hanya menggoda Elie, tetapi ia bersungguh-sungguh dengan ucapannya yang akan terus membuat wanita yang sudah menjadi istrinya itu mendesahh kenikmatan.
To be continue
Bagian depan Mansion Keluarga Romanov
Bagian belakang (Halaman luas)
...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...
...Always be happy 🌷...
...Instagram : @rantyyoona...