
Selesai penyatuan selama satu jam, Helena kembali menikmati pemandangan di luar Villa. Ia mengenakan floppy hat berwarna beige dengan bikini hitam bermodel swimsuit. Senyum mengembang menghiasi wajah wanita itu, menandakan betapa bahagia dirinya, hingga rasa sakit yang selama ini di alaminya dapat terobati dan tergantikan dengan kebahagiaan berlimpah. Semua itu tidak luput dari sosok pria yang hadir dan menawarkan pernikahan padanya tanpa memberikan pilihan dirinya untuk menolak. Namun sungguh Helena tidak pernah menyesali mengenal dan bahkan dapat menikah dengan Arthur. Pria yang tidak pernah ada dalam mimpinya sebelumnya.
Arthur yang masih mengenakan bathrobe memperhatikan senyum Helena sembari menyesap wine dalam gelas kristal. Ia menyematkan senyum tipis. Baginya tidak ada hal yang menarik selain melihat senyum istrinya itu.
Merasakan ada sepasang mata yang memperhatikan, Helena menoleh. Ia kembali tersebut ketika bersitatap dengan Arthur.
"Kemarilah." Satu tangan Arthur terentang, mempersilahkan Helena untuk masuk ke dalam dekapannya. Sontak saja wanita itu beralih kecil dan melemparkan floppy hat dengan asal, sebelum kemudian masuk ke dalam dekapan suaminya.
Dekapan yang memberikan rasa aman dan rasa nyaman. Helena tidak ingin kehilangan suaminya. Ia sudah terlalu dalam mencintai Arthur dan mungkin ia akan kembali depresi jika mereka harus terpisahkan. Memikirkannya saja membuat Helena menjadi takut, ia semakin mengeratkan pelukannya dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya. Arthur mengeratkan pelukan dan memberikan kecupan di puncak kepala Helena berulang kali. Entah apa yang dipikirkan oleh Helena, tetapi ia dapat merasakan kegelisahan istrinya.
***
Dan di Villa lainnya, Mike dan Elie tengah menikmati makan siang bersama di atas balkon yang menyuguhkan pemandangan lautan lepas. Wanita itu begitu cantik dengan dress corall bunga tanpa lengan.
Mike menyodorkan potongan beefsteak ke mulut istri yang segera disambut Elie dengan membuka mulutnya, menerima beefsteak dan mengunyahnya dengan riang.
"Lezat," ucapnya ketika rasa beef dengan bumbu berlimpah meresap dan menyatu di dalam mulut. "Kau juga harus mencobanya." Dan bergantian Elie yang menyuapi beefsteak ke mulut Mike.
Membuka mulutnya dan Mike menerima beefsteak hingga mengunyahnya. Ia tersenyum, lalu mengusap puncak kepala istrinya dengan sayang.
Mereka saling suap menyuap. Bahkan Mike berulang kali mencuri kecupan di bibir Elie yang tentu tidak dipermasalahkan oleh wanita itu. Baginya Mike bebas melakukan apapun pada dirinya serta tubuhnya.
"Sore nanti kita berjalan-jalan di pantai," kata Mike di sela-sela ia membantu memegangi gelas orange juice yang tengah diseruput oleh istrinya itu.
"Hem, aku juga ingin berjalan-jalan di sekitar sini," sahutnya menyeka sudut bibirnya dengan napkin berbahan lembut setelah menghabiskan satu gelas orange juice. "Apa Kak Ar dan Helen berada di sekitar sini?" tanyanya penasaran. Mereka menaiki super yacth dan jet pribadi bersama, tetapi berpisah begitu tiba di Greece. Dan ia tidak mengetahui dimana keberadaan Helena serta Arthur saat ini.
Mendengar pertanyaan istrinya, Mike mengangkat kedua bahunya, tanda tidak tahu menahu. "Entahlah, Ar tidak mengatakan apapun," jawabnya. Lagi pula ia tidak ingin mencampuri kemanapun mereka pergi. Mereka bebas honeymoon dimana saja, pun dengan dirinya yang bebas menghabiskan waktu bersama Elie dimanapun.
Elie hanya mengangguk saja. Ia tidak bertanya kembali dan justru beranjak berdiri, lalu melangkah menuju halaman balkon dengan pemandangan laut di bawahnya.
Mike mengikuti langkah Elie dan memeluk istrinya dari belakang. "Kau menyukainya, Sweetheart?" tanyanya. Menjatuhkan dagu di bahu Elie, lalu mencium leher dan menghirup aroma tubuh istrinya.
Elie mengangguk. Ia begitu menyukai tempat honeymoon mereka. Jauh dari hiruk pikuk ibukota dan hanya di kelilingi dengan laut dan pemandangan pohon serta bunga-bunga berwarna-warni.
"Kita akan sering-sering datang kemari." Dan semakin dalam mencium leher Elie. Tangannya bergerak liar, menyentuh dada Elie yang dibalut dress berdada rendah.
Wanita itu hanya mengangguk saja. Tubuhnya sudah meremang lebih dulu ketika telapak tangan besar Mike menjelajahi satu dadanya. Tak berhenti begitu saja, bibir Mike semakin menyapukan leher istrinya dengan menggunakan lidahnya. Memberikan kecupan-kecupan lembut pada permukaan kulit Elie yang kontras tertimpa terik matahari. Tangan kanannya tak henti dari aktivitas meremass itu. Sementara tangan lainnya menurunkan tali dress di bahu Elie, lalu kembali mengasurkan lidahnya menjelajahi leher serta bahu Elie yang setengah polos.
Tangan Elie mengusap kepala Mike yang tengah menikmati permainan lidah di bahu serta lehernya. Wanita itu meloloskan desahaannya saat Mike semakin kencang meremat buah dadanya.
"Mike, kita harus mandi lebih dulu." Ya, rasa panas kembali menjalar. Setelah makan siang, mereka memang memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Tetapi justru Mike sudah tidak tahan untuk segera menerkam sang istri.
Lidah Mike berhenti menari di bahu polos istrinya, dimana jejak saliva dan tanda kemerahan tercetak disana.
"Baiklah, kita lakukan di kamar mandi."
"Eh?" Belum sempat Elie menjawab, Mike sudah menggendong sang istri ala bridal style.
Pada akhirnya Elie tidak memprotes. Hingga Mike menurunkannya di kamar mandi. Pria itu segera mengisi air bath up dengan taburan sabun cair yang menyeruakkan aroma terapi yang menenangkan. Mike kembali mendekati Elie yang masih memperhatikan aktivitasnya itu.
"Biar aku yang melepaskannya, Sweetheart." Tangan Mike mencekal pergerakan tangan Elie yang hendak melepaskan dress yang sudah tidak berbentuk rapi itu. Elie pasrah, ia membiarkan Mike melakukan apa yang diinginkannya. Seketika Dress dress corall bunga itu tercampakan di lantai. Tubuh Elie hanya menyisakan underwear saja, sebab penyangga dada menyatu dengan dress.
Tidak ingin membuang waktu lebih lama lagi, Mike segera melepaskan seluruh pakaiannya yang melekat di tubuhnya, hingga pria itu benar-benar polos. Pun dengan Elie yang sudah menanggalkan kain segitiga di atas lantai yang lembab.
Keduanya masuk ke dalam bath up bersama. Tekanan air di dalam bath up menggumpal keluar ketika mereka sudah membenamkan tubuh di dalam busa beraroma terapi.
Kaki Mike di luruskan, membiarkan akses Elie untuk duduk di atas pangkuannya. Pria itu segera mengambil perannya untuk memandikan istrinya.
"Aku akan memijat bahumu, Sweetheart." Lalu mulai membalurkan sabun ke tubuh Elie secara perlahan dengan gerakan sensual. Membalurkan sabun dan menyelipkan pijatan keseluruh permukaan kulit dari bahu, punggung dan bahkan area inti.
"Apa kau menyukainya, Sweetheart?" bisiknya di telinga sang istri. Tangannya membelai di bawah sana.
"A-aku sangat suka." Elie menggigit bibir bawahnya. Menjabarkan betapa nikmatnya sentuhan Mike di bawah sana.
Tentu Mike tersenyum mendengarnya. Jarinya yang hanya membelai itu, perlahan menerebos masuk dan menciptakan lenguhan yang lolos dari bibir Elie.
"Mike.... " Wanita itu mencengkram lengan Mike. Elie menyadari jika senjata tempur suaminya sudah menegang.
Mike semakin mempercepat gerakan jemarinya, hingga Elie mencapai pelepasannya, dan Mike segera menarik jarinya di dalam lembah milik sang istri.
Elie memutar tubuhnya. Wajahnya sayu dengan gairah yang masih tersisa. Pun dengan Mike yang sudah berkabut gairah. Pria itu menatap intens pada wajah istrinya. Ia salah mengira jika Elie akan menerjangnya, tetapi justru meniupkan gelembung sabun tepat di wajahnya.
"Sweetheart, kau...." Mike gemas, ia menangkup tubuh Elie dan menyambar bibir istrinya. Ciuman Mike begitu liar dan Elie mampu mengimbanginya, kedua tangannya mengalung di leher Mike. Dan wanita itu memposisikan dirinya ketika kedua tangan Mike mengangkat bokongnyaa dan mengarahkan pada senjata yang sudah mengacung.
"Hmmmphhh....." Benda besar itu sudah tenggelam sempurna di dalam inti tubuh Elie.
Mereka bergerak sesuai irama dan bibir Mike berpindah ke leher hingga berakhir di dada Elie. Suhu panas di dalam bath up berbaur menjadi satu dengan gelora panas yang ada di dalam tubuh mereka.
Elie memimpin gerakan, hingga ******* di dadanya semakin kasar dilakukan oleh Mike. Pria itu benar-benar diliputi gairah yang panas luar biasa. Ia begitu candu dengan tubuh Elie. Ia mengerang ketika milik Elie menjepit miliknya dalam posisi seperti ini. Mike menyudahi menyesap dada Elie, ia membantu Elie menggerakkan pinggulnya agar lebih cepat lagi.
"Sweetheart, aku akan sampai." Bersamaan dengan erangan panjang yang lolos dari bibir keduanya saat pelepasan itu tiba bersama.
***
Sore harinya, Arthur bermain di pantai. Mereka akan menikmati senja dan benar-benar menghabiskan waktu bersama. Helena berlari kecil ke arah Arthur. Hingga suaminya itu mengangkat tubuhnya dan membuat gerakan berputar. Bibir mereka pun bertemu dengan kecupan singkat.
Senja menyapa. Sebelum makan malam, Helena dan Arthur berendam di dalam bath up yang sudah di bubuhi aroma terapi dan ditaburkan kelopak bunga mawar. Tidak hanya mandi bersama saja, mereka pun bercinta di dalam bath up.
Suara erangan saling bersahutan. Gerakan yang semakin cepat diiringi dengan bunyi kecipak di dalam air. Hingga kemudian mereka mencapai pelepasan bersama.
"Apa kau lelah, hm?" tanya Arthur. Saat ini mereka sudah berada di sebuah Restauran yang tidak jauh dari Villa. Suasana romantis dengan beberapa lilin di atas meja. Arthur benar-benar menjadikan Helena sebagai ratu, memanjakan istrinya dengan perlakuan dan sikapnya.
"Aku tidak lelah." Helena berkata jujur. Ia begitu menikmati hari ini, sehingga rasa lelah tergantikan begitu saja.
Dan saat ini, Mike dan Elie juga melakukan hal yang sama. Melakukan makan malam romantis di dalam kamar. Mike tidak membiarkan Elie keluar dari kamar mereka, sehingga rencana untuk berjalan-jalan di sekitar pantai pun harus gagal.
Elie tidak marah, kini ia justru menggoda Mike dengan gerakan-gerakan sensual. Menyesap wine pun dengan gerakan bibir yang menggoda sehingga membuat Mike tidak berhenti menatapnya.
"Menggodaku, hm?" katanya tersenyum nakal.
Elie terkekeh. "Tidak." Berbeda dengan bibirnya. Tangannya meletakkan gelas wine di atas meja, lalu merapatkan tubuhnya dengan Mike. Jemari lentik bermain di kemeja Mike, lalu melepaskan semua kancing seolah ia ahli dalam bidang itu.
"Jangan menyesal jika malam ini kau tidak akan bisa bergerak, Sweetheart." Dan Mike menerjang tubuh Elie, sehingga membuat wanita itu terbaring di atas sofa panjang.
Dan malam ini, baik Mike maupun sama-sama meneguk kenikmatan yang tentunya tidak akan membuat mereka puas sebelum melakukan penyatuan berkali-kali.
To be continue
Btw Yoona nggak tau bab ini lama sekali lolos reviewnya. Jadi Yoona up tiga bab yang sama. Nanti klo salah satu udh lolos langsung hapus bab yang lainnya. Padahal nggak hott banget kaya biasanya 🙄😌 Nggak ada visual juga, heran deh maunya apa sehhh 😌
...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...
...Always be happy 🌷...
...Instagram : @rantyyoona...