The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Terpecahkan



Tidak banyak yang tahu mengenai sejenis obat yang memiliki kemampuan persis seperti hipnotisme yang dinamakan scopolamine. Obat ini tidak membuat orang tertidur pulas, namun dapat membuat memori otaknya berhenti bekerja, sehingga dapat diperintah melakukan apa saja ‘di luar kesadarannya’.


Scopolamine dalam dosis rendah memang dipakai dalam dunia kedokteran untuk mengatasi beberapa gangguan penyakit. Di antara lain dipakai sebagai obat anti mabuk darat, laut, udara dan obat anti muntah setelah seseorang dibius di ruang operasi.


Keempatnya mendengarkan dengan seksama penjelasan Dokter Oscar yang kini mudah mereka cerna.


"Jadi maksudmu, obat itu tidak membahayakan? Karena obat itu digunakan untuk seseorang yang dibius dan bahkan anti muntah." Paman Roy memotong penjelasan Dokter Oscar. Dan dari pertanyaan Roy itu cukup mewakilkan, sebab kesimpulan yang mereka tangkap seharusnya obat itu tidak membahayakan.


Dokter Oscar menampilkan garis bibirnya, nyaris tidak terlihat. "Siapa yang bilang tidak membahayakan?" Dan perkataanya itu sukses membuat mereka menegang bersamaan. "Seperti halnya jenis obat-obatan legal lainnya, scopolamine kini dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan seperti perampokan, pemerkosaan, pornografi anak, penculikan dan bahkan perdagangan organ tubuh manusia."


"Katakan dengan jelas, heh!!" Rupanya kesabaran Zayn berada diambang batas. Menurutnya, Dokter Oscar terlalu berbelit-belit dalam menjelaskan. Jujur saja ia semakin gusar mendengar penjelasan Dokter muda di hadapannya itu.


Dokter Oscar menarik napas. Ia mulai berpikir dan memilah kata yang mudah untuk dimengerti. "Scopolamine berasal dari tanaman yang diberi nama ‘angel trumpet’ atau terompet malaikat, karena bentuk bunganya yang menyerupai terompet berwarna putih atau kuning. Tanaman ini banyak dijumpai di kawasan Amerika Latin, khususnya di negara Kolumbia. Di Kolumbia tanaman ini diberi nama 'borrachero' yang artinya membuat orang mabuk atau tidak sadar. Di sana, bahkan anak-anak selalu diperingati untuk tidak berbaring di bawah pohon borrachero, karena dari serbuk bunganya yang jatuh terhisap ke dalam hidung dapat membuat linglung. Dan di Kolumbia, scopolamine paling banyak dipakai oleh pelaku kriminal, serbuk ini dinamakan dengan ‘devil’s breath’, karena dengan satu hisapan pada hidung langsung membuat orang ‘tersihir’. Jadi kesimpulannya obat ini lebih berbahaya dari obat tidur, karena membuat korban menjadi amnesia atau lebih tepatnya kehilangan ingatan terhadap apa yang sudah menimpa dirinya."


Deg


Berbahaya?


Dari sekian banyaknya kalimat yang dijelaskan oleh Dokter Oscar, kata 'berbahaya' yang paling mengganggu mereka.


Tangan Dokter Oscar mengambil satu candy yang tergeletak di atas meja. "Dan orang itu sepertinya memberikan 7 miligram cairan scopolamine di dalam candy ini." Menatap bungkus candy dengan senyum getir, lalu melemparkannya kembali ke semula. "Karena memang tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa, jadi wajar saja jika Nona Licia tidak menyadari jika terdapat kandungan obat di dalam candy yang dimakan olehnya," imbuhnya menerangkan lebih jelas. Sebenarnya Dokter Oscar ingin menjelaskan dampak terparahnya jika terlalu banyak mengkonsumsi scopolamine. Hanya saja ia ragu dan tidak sampai hati untuk menyampaikan. Sepertinya ia hanya akan menyampaikan pada Austin.


BRAK


Zayn kembali menggebrak meja. Bahkan ia terlihat bangkit berdiri. Ia mendadak gusar setelah mendengar penjelasan detail dari Dokter Oscar.


"Periksa dia, periksa putriku dan buat dirinya kembali seperti sebelumnya." Suaranya yang rendah justru membuat siapapun bergidik, sebab suaranya penuh dengan penekanan.


Melihat binar kegusaran bahkan kesedihan pada raut wajah pria paruh baya di hadapannya itu membuat Dokter Oscar mengangguk pasti. "Aku akan melihat kondisinya lebih dulu. Belum terlambat untuk memberikan pengobatan."


Mendengar hal itu, Zayn segera melangkah menuju lantai dua. Dan Dokter Oscar mengikuti langkahnya. Austin, Jacob dan Paman Roy tentu tidak ingin tertinggal, ketiganya segera menyusul.


Melihat suaminya kembali ke dalam kamar putri mereka, Mommy Angela hanya menatap sekilas. Lalu beranjak dari kursi ketika melihat jika tidak hanya suaminya saja yang masuk ke dalam kamar. Seorang pria muda memasuki kamar dan mengangguk padanya sebagai bentuk sapaan.


"Dia Dokter Oscar yang akan memeriksa putri kita." Zayn sudah menjelaskan lebih dulu. Ia tahu jika istrinya bingung dengan sosok Oscar yang datang secara tiba-tiba.


"Ah, silahkan." Mommy Angela pun menyingkir dari sisi ranjang, mempersilahkan Dokter muda itu untuk memeriksa putrinya.


Jantung keduanya berpacu begitu cepat. Mereka cemas dan gusar. Terlebih saat melihat jika Dokter Oscar begitu telaten memeriksa kondisi putri mereka.


Karena ruangan yang luas itu mampu menampung belasan orang, sehingga Austin, Jacob serta Paman Roy juga berada di dalam kamar tersebut. Mereka pun berharap-harap cemas dan ingin segera mendengar diagnosa Dokter Oscar.


Setelah selesai memeriksa keadaan Licia, Dokter Oscar pun siap memberikan keterangannya. Ia menatap Zayn dan Mommy Angela secara bergantian.


"Untunglah masih bisa diselamatkan. Tapi Nona Licia perlu melakukan perawatan di rumah sakit, karena peralatan sudah pasti lengkap. Selain itu Nona Licia akan terus-menerus mengalami sesak napas dan berhalusinasi. Karena itu ada baiknya melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Aku khawatir jika dampaknya akan lebih dari ini."


"Katakan! Apa dampaknya yang akan terjadi jika putriku tidak segera ditangani?!"


Dokter Oscar terlihat ragu-ragu. Ia jelas tidak ingin memberitahu di waktu yang tidak tepat seperti ini. Sehingga ia menatap Austin yang tentunya menatap ke arahnya. Ia meminta persetujuan dari Austin. Meskipun sebenarnya ia ingin membahas masalah ini terlebih dahulu pada Austin.


"Katakan! Kenapa diam saja, hah?!" Zayn menyentak. Sungguh jika saja Dokter Oscar hanya dokter biasa, sudah pasti ia akan menghajarnya. "Apa kau-"


"A-apa maksudmu kematian? A-apa putriku tidak bisa diselamatkan?" Mommy Angela benar-benar tidak bisa berhenti untuk tidak bergetar. Tubuhnya bahkan sudah lemas jika saja Zayn tidak segera merangkulnya.


Austin pun tidak kalah terkejut. Bahkan jantungnya seolah berhenti berdetak. Ditatapnya wajah pucat Licia yang masih belum ingin membuka mata.


Dokter Oscar kembali menarik napas panjang. "Nona Licia harus segera ditangani. Entah apa motif pelaku yang memberikan obat melebihi dosis, tapi jika disimpulkan dari cerita yang kudengar dari As, sepertinya orang itu ingin menyetir putri kalian."


Menyetir?


Ah, benar. Kini mereka mengerti kenapa belakangan ini Licia seperti dikendalikan. Dan tidak jarang mereka mendapati Licia seperti bicara pada seseorang. Dan kini beragam pertanyaan dibenak mereka sedikit demi sedikit terpecahkan.


"Apapun yang terbaik untuk putri kami, tolong lakukan." Mommy Angela menggenggam tangan Dokter Oscar. Saat ini dokter muda itu menjadi harapannya untuk membuat putrinya pulih seperti sedia kala.


Dokter Oscar mengangguk, menyanggupi. "Aku akan melakukan yang terbaik dan semampuku, Nyonya."


Meskipun mereka tidak cukup puas dengan jawaban Dokter Oscar. Tetapi tentunya mereka tidak bisa memaksakan Dokter Oscar. Terlebih ketika Dokter Oscar memilih berpamitan dan Austin dengan sigap mengantarnya.


Sebelum Dokter Oscar masuk ke dalam mobilnya, ia berkata, "Kau bisa bertanya pada kakakmu Ar. Sepertinya dia masih menyimpan obat penawar yang bagus."


"Maksudmu?" Kening Austin berkerut dalam tanda tidak mengerti.


"Kasusnya sedikit serupa dengan kakak iparmu yang pernah mengalami halusinasi. Mungkin saja Ar masih memiliki obat penawarnya karena aku yang membuat bersamanya. Tapi sayangnya aku tidak menyimpan stok." Ya, Oscar adalah dokter yang meski sudah melanggar kode etik, tetapi ia tidak pernah menyesalinya. Dengan kesadaran penuh ia akan selalu membantu keluarganya yang sedang membutuhkan. Ia tidak bisa menutup mata jika Arthur maupun Austin membutuhkan bantuannya.


"Baiklah, terima kasih." Meskipun hubungannya dengan Dokter Oscar tidak begitu dekat. Akan tetapi ia menghargai bantuan pria itu. Terlebih Dokter Oscar sudah membuka jalan bagi mereka yang sebelumnya menemukan jalan buntu.


Dokter Oscar tersenyum, lalu menepuk-nepuk bahu tegap Austin. Sejujurnya ketika pertama kali Austin menginjakkan kaki ke dalam ruangannya, ia begitu terkejut. Sebab untuk kali pertama mereka berbicara secara langsung dan pria itu sendiri yang datang meminta bantuan padanya. Dan hal itu dikarenakan seorang wanita. Lagi-lagi dua keturunan Romanov selalu bertindak demi wanitanya. Mengharukan bukan?


Austin tidak menanggapi kekehan kecil Dokter Oscar. Ia membiarkan dokter muda sekaligus teman baik Arthur memasuki mobilnya dan segera berlalu dari sana. Melihat mobilnya sudah keluar gerbang, ia bermaksud untuk kembali ke dalam. Namun langkahnya tiba-tiba terhenti, sebab ia mendengar suara kegaduhan dari sudut pelataran.


"Tangkap dia! Dan berikan pada Master. Pria itu mencurigakan dan mengamati sekitar kamar Nona Licia!"


Deg


Mengamati kamar Licia? Apakah itu Maxime?


Austin menahan bahu salah satu anak buah Paman Zayn saat melintasi dirinya. "Dimana dia?"


"Dia melarikan diri Tuan dan sudah melukai anak buah yang lain."


"Damn!" Tidak. Austin tidak akan membiarkan pria itu melarikan diri. Ia harus memberikan pelajaran kepada bedebah sialan itu sebelum menghabisi anak buah lebih banyak lagi.


To be continue


...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram @rantyyoona...


...SALAM SAYANG TANPA BATAS DARI SEMUA PEMERAN THE BILLIONARE MAFIA 🥰...