
Dua bulan kemudian
Hari ini Veronica tidak menerima job pemotretan apapun dan meminta pada asistennya Leyla agar menundanya hingga beberapa minggu kedepan. Sebab siang ini usai makan siang, dirinya serta Darren akan fitting baju pengantin. Minggu depan atau lebih tepatnya delapan hari yang akan datang, mereka akan melangsungkan pernikahan.
Veronica tengah berada di cafe usai menyelesaikan makan siang, menunggu Darren yang tak kunjung datang. Tidak seperti biasanya tunangannya itu telat dari janji temu. Sehingga wanita itu memutuskan untuk menghubungi Darren, namun panggilannya tidak dijawab, membuat Veronica kembali meletakkan ponsel di atas meja. Ia akan menunggu beberapa menit lagi. Jika sang kekasih hati masih belum menampakkan wajah tampannya, maka ia akan datang ke Perusahaan Romanov Group.
Pandangan mata Veronica selalu berpusat ke arah pintu, berharap Darren akan muncul dari sana. Dan benar saja tak lama setelah pasangan kekasih yang entah siapa keluar dari pintu cafe, sosok Darren yang menjulang tinggi itu terlihat memasuki cafe. Senyum wanita itu mengembang sempurna, akan tetapi detik selanjutnya senyum Veronica menyurut lantaran mendapati seorang wanita mengikuti langkah Darren.
"Dasar, wanita gatal." Veronica mendesis, ia tidak terima ketika wanita itu menahan langkah Darren. Padahal Darren berulang kali menolak untuk disentuh. Akan tetapi wanita itu terlalu bermuka tebal dengan mengabaikan teguran Darren.
Karena tidak ingin pria miliknya terkontaminasi dengan sentuhan wanita lain, ia segera bangkit berdiri dan menghampiri Darren.
"Sayang..." Panggilan mesra itu sukses membuat wanita berpakaian seksi tersebut menolehkan kepala. Wanita yang entah datang dari planet mana merasa terancam dengan sosok Veronica, sehingga menatap sinis padanya.
Mengabaikan tatapan sinis wanita itu, Veronica melingkarkan satu tangannya di pinggang Darren, sebelum kemudian mencium bibir pria itu.
"Kenapa baru datang? Aku dan baby kita sudah menunggu lama," ucapnya bernada manja, meraih satu tangan Darren dan menuntun untuk mengusap perutnya yang rata. Tentu saja hal itu membuat wanita yang berdiri di hadapan mereka mengerutkan kening dalam.
"Baby??" Dan gumamamnya terdengar oleh Veronica serta Darren.
"Ah, dia siapa?" Veronica bertanya kepada sang kekasih dengan menelisik tajam pada sosok wanita tak dikenal itu.
Darren mengangkat kedua bahunya tanda jika dirinya tidak mengenal wanita itu. Saat di parkiran wanita itu terus-menerus mengikuti dirinya. Veronica hanya mengangguk-anggukkan kepala, akan tetapi tatapannya seolah mencibir wanita yang gagal menggoda Darren.
"Kalau begitu kita segera pergi dari sini, aku dan baby kita sudah bosan berada di cafe." Veronica merajuk dengan tangan yang bergelayut manja.l di lengan Darren.
Darren menarik sudut tipis bibirnya yang nyaris tidak terlihat itu. Ada-ada saja tingkah tunangannya untuk mengusir wanita lain.
"Baiklah, kita pergi sekarang." Namun ia mengikuti keinginan Veronica dan merangkul pinggang tunangannya itu.
Tanpa mengindahkan wanita itu, Darren serta Veronica berlalu dari sana. Membuat wanita itu tercengang tidak percaya, dalam hatinya ia meruntuki dirinya yang telah gagal menggoda pria tampan sekaligus kaya raya.
***
Disepanjang perjalanan hingga melakukan fitting baju pengantin, Veronica mengatupkan rapat bibirnya. Wanita itu lebih banyak diam dan menjawab seadanya saat Darren mengajaknya bicara. Hingga mereka selesai pun, wanita itu memilih kembali diam. Darren yang peka tentu menyadarinya, ia sudah tidak tahan lagi didiamkan sejak pergi menuju butik hingga pulang dari butik. Lantas ia segera menepikan mobilnya.
"Kenapa, hm?" tanyanya kemudian.
"Tidak apa." Meski menjawab, akan tetapi pandangan Veronica terarah pada luar jendela. Satu tangan Darren meraih dagu Veronica agar tatapan tunangannya itu tertuju padanya.
"Apa aku berbuat salah?" Dan ia mencoba memastikan.
Veronica menggeleng. "Tidak."
"Lalu?"
Wanita itu menghembuskan napas kesal, lalu mencondongkan tubuhnya pada Darren. "Aku masih kesal dengan wanita itu. Dia pasti sengaja menggodamu, bukan?"
"Aku tidak tau. Tapi meskipun dia mencoba menggodaku, aku tidak akan pernah tergoda," ujarnya mejelaskan. Bahkan sejak tadi ia tidak memperhatikan wajah wanita itu. Sehingga wajar saja jika ia tidak mengingat wajah wanita itu.
Namun tatapan Veronica semakin menyipit, seolah tidak percaya. Sehingga membuat Darren menghempaskan napas berat. Kedua tangannya kemudian terulur untuk menangkup wajah Veronica.
"Dengar, selain dirimu tidak ada wanita yang berhasil menggodaku." Darren menatap dalam manik mata sang kekasih, menyalurkan apa yang ia rasakan terhadap wanita dihadapannya itu. Selain Veronica, ia tidak pernah tergoda dengan siapapun, bahkan memandang wanita lain pun tidak pernah ia lakukan selama menjalin hubungan dua tahun dengan kekasihnya itu.
Veronica ragu untuk tersenyum, sehingga ia hanya mengulumnya saja. "Benarkah?" cicitnya memastikan. Meskipun saat ini ia ingin sekali berteriak dan berlonjak kegirangan saat mendengar kalimat yang hampir tidak pernah pria itu katakan. Sesuatu yang tidak mengherankan lantaran Darren adalah pria yang kaku dan tidak pandai merangkai kata manis.
"Hem..." sahut Darren dengan deheman. "Karena itu, kau tidak perlu memikirkan apapun. Jika ada wanita yang berusaha menggodaku, kau hanya perlu melakukan cara seperti sebelumnya." Ya, menggunakan 'baby' sebagai senjata yang ampuh.
Kedua mata Veronica mengerjap berulang kali. Benarkah yang dihadapannya ini adalah kekasihnya, Darren? Manis sekali, pikirnya.
"Jadi kau tidak masalah dengan caraku yang tadi, hm?" tanyanya memastikan kembali dan Darren mengangguk sebagai jawabannya.
"Baiklah, aku akan mengusir semua wanita yang ingin menggodamu." Semangat Veronica kembali menggebu-gebu.
"Yes, you can if you want."
Ah, Veronica semakin meleleh saja mendengarnya. Begitu manis dan hangat, bukan? (Note : Itu 'kan kalimat bang Darren saat balas DM Yoona. Ngaku-ngaku aja nih si Vero 😂)
Karena mood Veronica sudah membaik, Darren kembali melajukan mobilnya. Mungkin yang namanya wanita memang seperti ini, akan benar-benar menjadi diam jika ada yang mengganggu pikirannya dan dalam sekejap akan berubah menjadi semangat kembali jika sudah mendengar sebuah kalimat yang manis. Seperti kekasihnya yang bersenandung kecil selama di perjalanan, padahal baru beberapa menit yang lalu memasang wajah masam. Mengenal sang kekasih dua tahun ini membuat Darren menjadi paham akan kepribadian Veronica yang berbanding jauh dari bayangannya kala itu. Ia sempat mengira jika Veronica adalah satu dari banyaknya wanita yang menyukai barang-barang mewah sebagai bentuk kompensasi jika harus membujuk. Akan tetapi kekasihnya itu hanya memerlukan kalimat-kalimat manis darinya dan setelahnya ia akan mendapatkan senyum wanita itu.
Begitu tiba di unit apartemen Veronica. Seperti biasa, Darren akan singgah disana. Bahkan apartemen wanita itu sudah seperti rumah kedua baginya. Jika terlalu lelah, Darren memilih untuk beristirahat di kamar sang kekasih. Seperti saat ini, pekerjaan yang menumpuk membuat Darren merasakan penat. Sehingga ia memutuskan untuk terpejam selama beberapa saat.
Darren yang bertelungkup itu sudah terlelap dengan tubuh yang bertelanjang dada. Memperlihatkan otot-otot punggungnya yang kekar, wanita mana yang akan tahan menatapnya? Bahkan Veronica yang sudah terbiasa akan pemandangan seperti itu selalu meneteskan air liurnya. So hot. Pikiran liarnya kembali menari-nari. Lantas wanita itu turut membaringkan diri disisi Darren.
Karena terusik dengan pergerakan di atas ranjang, Darren mencoba membuka matanya. Lalu membawa Veronica ke dalam pelukannya, bahkan menciumi seluruh wajah wanitanya. Dan setelahnya kalian pasti dapat menebak apa yang selanjutnya terjadi. Ranjang bergoyang serta lenguhan gairah memenuhi ruangan tersebut.
See you next bonus chapter.
Note: Yoona beneran lagi gak bisa nulis yang hot-hot nih, mendadak polos wkwk. Btw budaya barat jadi maklumin aja ya kalau nina bobo sebelum married 😂
Yang berkenan cuss mampir ke novel teman Yoona yang kece ini ya
...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...
...Always be happy 🌷...
...Instagram @rantyyoona...
...SALAM SAYANG TANPA BATAS DARI SEMUA PEMERAN THE BILLIONAIRE MAFIA 🥰...