The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Bonus Chapter (Happy Wedding Day)



Rombongan para orang tua sudah tiba di Battersea Park. Mereka segera turun dari mobil masing-masing. Xavier dan Elleana turun terlebih dahulu disusul oleh Edward dengan Olivia dan Jack dengan Millie. Nico dengan Jennifer, Keil dengan Emely serta Daniel dengan Ashley. Tak lupa dengan putri-putri mereka yang tampil dengan cantik dengan dress yang melekat sempurna di tubuh mereka dan akan berganti pakaian yang sama karena ketiganya berperan sebagai bridesmaids.


Saat akan melangkah masuk, beberapa mobil yang baru saja terpakir membuat mereka menghentikan langkah dan menunggu rombongan mobil mewah tersebut.


Gagah dan masih tampak tampan. Zayn turun dari mobil, lalu segera menggandeng tangan sang istri. Tatapannya kemudian bersirobok dengan Xavier. Padahal terdapat yang lainnya, akan tetapi selalu saja teman sekaligus musuhnya itu yang menjadi awal pusat perhatiannya.


"Ck, kau lagi," decaknya malas.


Alih-alih menanggapi, Xavier lebih memilih abai, seolah ia tidak melihat siapapun. "Ayo Sweety," ajaknya kemudian. Merangkul pinggul istrinya dan kembali melanjutkan langkah.


Semua yang menyaksikan kembali dibuat geleng-geleng kepala, namun mereka segera menyusul langkah Xavier serta Elleana. Sedangkan Zayn tengah mengeram kesal lantaran dirinya diabaikan.


"Sialan!" umpatnya mendesis.


"Tidak perlu diambil hati." Mommy Angela mengusap dada Zayn untuk menyalurkan ketenangan. "Sebaiknya kita segera masuk." Merangkul lengan sang suami, lalu sedikit menarik suaminya itu agar bergerak.


Dengan terpaksa Zayn menyeret langkahnya. Ingin ia melampiaskan kekesalannya itu, tetapi bagaimana caranya? Haruskah ia menghancurkan tempat ini? Sempat terbesit, akan tetapi segera ia singkirkan pikirkan tersebut. Bisa-bisa ia akan tidur diluar tanpa memeluk sang istri.


Tak berselang lama, terlihat mobil sport beriringan memenuhi pelataran. Jacob, Albern, Beryl, Maxwell, Aiden serta Bene turun dari mobil. Mereka berpapasan dengan Roy dengan Tania, Jeff dengan Tasya, Anthony dengan Lyca dan putri mereka, sehingga mereka memutuskan untuk ke dalam bersama-sama.


Acara sambutan sudah akan dimulai, semua tamu undangan segera mendudukkan diri di kursi. Menunggu kedatangan calon mempelai wanita yang tengah gugup di dalam ruangan. Elie yang sejak tadi memperhatikan memberikan dukungan untuk adik iparnya itu.


Meisha mengangguk dan mengikuti instruksi kakak iparnya untuk menarik napas dalam dan membuangnya secara perlahan.


"Baiklah, kita keluar sekarang," seru Elie sembari membantu Meisha beranjak dari kursi. "Kalian juga sudah siap?" tanyanya kemudian kepada para gadis yang mengenakan gaun serba putih sesuai dengan gaun pengantin yang dikenakan oleh Meisha.


Meisha, Elie dan yang lainnya melangkah menuju altar. Meski dalam keadaan gugup, Meisha menggerakkan ekor matanya untuk melihat sekitar. Dan ia memandang penuh haru saat mendapati dekorasi pernikahan yang benar-benar seperti keinginannya. Meisha kian erat menggenggam buket bunga mawar putih yang berada di genggamannya. Dalam hati ia mengucapkan terima kasih pada semua yang sudah terlibat, termasuk kedua orang tuanya dan juga Nathan.


Ketika pembawa acara mengumumkan jika pengantin wanita akan memasuki altar, sontak semua mata tertuju padanya. Mereka berdecak kagum dengan kecantikan Meisha.


Dengan diiringi bridesmaids gadis-gadis cantik yang tidak lain ialah Licia, Kimberly, Greisy, Freya, Livy dan juga Kylie, Meisha melangkah perlahan-lahan. Para bridesmaids juga tak luput menjadi pusat perhatian. Pasalnya mereka juga tidak kalah cantik dari mempelai wanita. Hal itu membuat Austin dan Jacob saling berdecak kesal, merasa terusik ketika milik mereka ditatap penuh damba oleh kumbang lain.


Satu, dua, tiga. Dalam hati Austin menghitung pria-pria yang menatap tunangannya itu dengan penuh minat. Sepertinya ia sudah memiliki rencana untuk memberikan pelajaran kepada ketiganya. Dan Jacob melakukan hal yang sama, ia berusaha mengingat wajah-wajah yang secara terang-terangan menatap Freya. Siapapun tidak boleh menatap gadis yang sudah ia tandai sebagai miliknya.


Meninggalkan kedua pria yang tengah panas. Kini para tamu undangan terfokus pada sosok Nathan yang juga terlihat sangat tampan dengan balutan tuxedo hitam, lengkap dengan dasi kupu-kupu yang melingkar di kerah kemeja. Pria itu tidak mengalihkan perhatiannya dari sosok calon istri yang begitu cantik.


Satu langkah... dua langkah.... hingga sosok Meisha sudah benar-benar berada di hadapannya. Lantas Nathan mengulurkan satu tangannya untuk meraih tangan Meisha. Wanita itu menyambutnya dengan perasaan bahagia setelah menyerahkan buket bunga mawar putih kepada Licia, hingga kemudian Nathan membawanya tepat di sisi pria itu. Para bridesmaids membubarkan diri dan segera duduk di tempat masing-masing yang sudah disediakan.


Pendeta mulai menuntun pasangan pengantin itu untuk saling mengucapkan janji suci. Dan dalam waktu singkat, mereka berhasil saling mengucapkan janji sehingga pendeta meresmikan mereka sebagai pasangan suami dan istri. Suara tepuk tangan bergemuruh di udara ketika pengucapan janji suci itu diselesaikan. Kedua pengantin saling menyematkan cincin dan setelahnya Nathan mencium bibir Meisha dengan penuh kelembutan.


"Nath..." Meisha berbisik di sela-sela mereka menautkan bibir, pasalnya Nathan tidak segera mengakhiri ciuman mereka. Sehingga hal itu menjadi objek tawa seluruh tamu undangan.


Mommy Aprille tidak hentinya menitikkan air mata. Ia bahagia menyaksikan pernikahan putrinya dengan pria baik seperti Nathan. Awal yang buruk baginya saat ia berpikir tidak akan pernah melihat putra dan putrinya kembali setelah peristiwa kelam kala itu. Namun rencana Tuhan lebih indah dengan mempertemukan mereka kembali dengan Mike dan Meisha, putra dan putri yang sempat mereka anggap tiada.


"Jangan menangis dihari bahagia putri kita." Matthew merangkul pundak sang istri dan mengelusnya pelan. Ia paham dengan apa yang dirasakan oleh istrinya itu.


"Aku menangis bahagia. Kupikir tidak akan ada pria yang ingin bersama dengan putri kita," lirihnya memberitahu apa yang dirasa. Mengingat putri mereka pernah memiliki riwayat depresi.


Matthew mengangguk membenarkan. Ia pun sempat berpikir demikian, tetapi kecemasannya terpatahkan dengan sosok Nathan yang ternyata menjadi pendamping putrinya.


Suara tepuk tangan kembali menggema dan satu persatu-satu anggota keluarga memberikan ucapan selamat. Setelahnya kedua pengantin akan melemparkan buket bunga mawar putih yang menjadi sebuah tradisi di acara pernikahan.


Semua yang berstatus lajang sudah mengerumuni area pelemparan bunga. Akan tetapi yang sudah berpasangan pun tak ingin tertinggal, sehingga mereka juga sudah berkerumun disana.


Berbeda dengan Lion Boys dan Dragon Boys yang justru terlihat menghindari area tersebut. Mereka tidak ingin bunga tersebut datang ke arah mereka, karena tentunya mereka tidak ingin menikah dalam waktu dekat.


"Tiga... dua..." Mereka saling berteriak dengan menghitung mundur. "Satu....!" Seruan mereka kemudian membuat Meisha dan Nathan kompak melemparkan buket mawar putih tersebut. Siapapun yang mendapatkannya akan segera menyusul mereka.


Hap!


Semua nampak kecewa ketiga gagal menggapai bunga tersebut. Berbeda dengan seorang wanita cantik yang berlonjak kegirangan karena berhasil menggapai bunga tersebut.


"Akhirnya aku akan mendapatkan bayi," seru wanita itu. Semua yang mengerti maksud perkataannya saling menyemburkan tawa.


Berbeda dengan Darren yang menggelengkan kepala, tunangannya itu benar-benar ajaib dan anehnya ia seperti sudah terbiasa dan bahkan semakin mencintai wanita itu dengan segala tingkahnya. Semenjak sahabat baiknya Elie melahirkan bayi-bayinya, Veronica pun menginginkan juga, tunangannya itu selalu minta dirinya untuk dihamili karena menginginkan baby yang lucu dan tampan sepertinya. Kerap kali menggoda, hingga mereka melakukannya berulang kali, tetapi memang usahanya belum membuahkan hasil.


"Sayang, lihatlah. Aku dapat bunga ini, sebentar lagi kita akan memiliki bayi." Veronica berlari menuju Darren berada. Ia kemudian memperlihatkan buket bunga mawar putih tersebut.


"Ya... ya... semoga kalian segera memiliki bayi." Sontak saja mendapatkan godaan dari yang lainnya. Sudah tidak heran lagi dengan Veronica yang memang begitu menginginkan seorang bayi.


Darren hanya tersenyum. Ia kemudian membelai rambut tunangannya itu. "Kita akan segera memiliknya," ucapnya dan berhasil membuat Veronica menyembulkan rona merah di sekitar wajahnya.


Veronica mengangguk senang. Tanpa sengaja bersitatap dengan Licia yang mencebikan bibir. Sebelumnya ia dan Licia memang sempat saling berdesakan karena berlomba untuk menggapai bunga itu, tetapi pada akhir ia yang mendapatkannya lebih dulu. Merasa kasihan, pada akhirnya Veronica menyodorkan buket bunga mawar itu kepada Licia.


"Ini untukmu saja. Semoga kau dan As segera menyusul." Veronica berkata tulus.


"Benarkah?" Licia berseru tidak percaya. Detik kemudian mengambil buket bunga mawar putih itu dari tangan Veronica. "As, lihatlah. Bunga ini ada padaku."


Melihat Licia begitu senang, Austin menarik kedua sudut bibirnya. "Kau senang, hm?" tanyanya dan dijawab anggukan kepala oleh Licia. Ia sempat berpikir jika hanya dirinya saja yang mengharapkan pernikahan dalam waktu dekat, ternyata tunangannya itu menginginkan hal yang sama.


Acara berlanjut hingga matahari tenggelam. Semua keluarga dan para tamu menikmati pesta kembang api dengan suguhan minuman beralkohol. Setelahnya sang pengantin akan berdansa di antara kerumunan para tamu undangan. Alunan musik membuat mereka meliukkan tubuh. Hingga suara kembang api yang menggelar di atas langit membuat mereka bersorak ria.


Nathan dan Meisha menatap kembang api yang menggelar di atas langit dan saat keduanya saling bersitatap, Nathan mencium bibir Meisha dan menyesapnya begitu dalam.


"HAPPY WEDDING DAY, NATHAN AND MEISHA!!" Seruan pengucapan selamat yang diteriakkan oleh keluarga, teman-teman dan para tamu undangan lainnya membuat Nathan dan Meisha melepaskan tautan bibir mereka dan keduanya hanya bisa melemparkan tawa ketika ternyata menjadi pusat perhatian saat berciuman.


See you next bonus chapter


Nathan & Meisha



Yang berkenan, cuss mampir ke novel teman Yoona yang kece ini ya 🤗



...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram @rantyyoona...


...SALAM SAYANG TANPA BATAS DARI SEMUA PEMERAN THE BILLIONAIRE MAFIA 🥰...