The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Pertikaian Sengit



Demi Tuhan, Elie tidak bermaksud membawa nama Helena dan menyudutkan wanita yang sudah menjadi kakak iparnya itu. Hanya saja ia merasa kecewa dengan sikap dan tindakan Arthur yang sudah pasti di dukung penuh oleh Daddy Xavier.


"Sekarang katakan padaku, kami harus bagaimana? Apa Kak Ar dan Daddy ingin memisahkanku dari Mike?" Elie bertanya dengan sorot mata serius yang terselip amarah. Bahkan berusaha membentang jarak dari keluarganya sendiri. Entah kenapa kali ini ia merasa asing dan begitu dibedakan. Apa karena dirinya seorang wanita dan tidak berhak untuk mengambil keputusan sendiri? pikirnya.


"Katakan aku harus bagaimana?!" sambungnya. Intonasi suaranya sedikit meninggi dan untuk pertama kali keluarganya melihat kemarahan Elie yang meluap. Karena biasanya wanita itu lebih memilih diam atau mendiamkan semua orang yang sudah membuatnya kesal alih-alih harus meledakkan amarah.


Melihat Elie yang masih ingin meledak-ledak, Mike berjalan mendekat, menarik lengan istrinya itu dan membawa ke sisinya. "Tidak ada yang ingin memisahkan kita Sweetheart, tenangkan dirimu, hm." Mike mengusap punggung Elie, berharap ketenangan itu dapat ia salurkan melalui usapannya. Bukan ini yang Mike inginkan, ia tidak ingin membuat Elie berpikiran buruk terhadap keluarganya sendiri.


"Ak-aku hanya kecewa saja, selama ini aku tidak pernah meminta apapun dan selalu menuruti perkataan Daddy maupun Kak Ar. Untuk kali ini saja aku hanya minta mereka mengerti keinginanku yang ingin bersamamu. Tetapi Kak Ar justru mengusirmu, sebagai wanita yang sudah menjadi istrimu aku tidak terima."


Mike diam mendengarkan, bahkan semua turut bungkam mendengar penuturan Elie. Dan ada rasa senang yang menyusup di dalam hati Matthew serta Aprille karena Elie membela putra mereka yang sudah menjadi suami dari wanita itu. Sementara Elleana yang mendengar isi hati putrinya tidak luput dari rasa perih. Sebagai seorang ibu ia tidak pernah membedakan putra dan putrinya, semua ia anggap sama dan menginginkan kebahagiaan untuk mereka.


"Hubby, sudahlah hentikan. Aku tidak ingin kalian bertengkar dengan putri kita." Elleana membela penuh putrinya itu, terlepas apa yang mereka lakukan. Ia mencoba paham dan memposisikan jika dirinya berada di posisi Elie. Biar bagaimana pun ia pernah muda dan paham apa yang dirasakan putrinya.


"Jadi kau membenarkan caranya yang menikahi putri kita tanpa meminta izin terlebih dulu, Sweety? Apa kau tidak kecewa, dia seolah tidak menganggap kita sebagai orang tua dari wanita yang dia cintai." Xavier menangkup kedua bahu Elleana, ia merasa istrinya kali ini tidak sejalan dengannya.


"Jika dikatakan kecewa tentu saja aku kecewa, aku ingin menemani dan melihat putri kita di altar, tapi Mike menikahi Elie tanpa sepengetahuan kita. Siapa yang tidak kecewa? kau dan Ar juga kecewa dengan tindakan Mike. Tapi semua sudah terjadi, Elie dan Mike sudah menikah. Apa kau dan Ar berpikir untuk memisahkan mereka?" sahut Elleana berusaha untuk berpikir bijaksana. Ia tidak sepenuhnya menyalahkan Elie serta Mike, ia paham jika keduanya nekat menikah lantaran sikap Arthur dan suaminya yang selalu mencampuri urusan Elie.


"Aku hanya tidak setuju dengan tindakan bodohnya yang menikahi Elie tanpa persetujuan kita," seru Xavier.


"Kalau begitu mereka hanya perlu mengulangi pemberkatan saja dan kau bisa mengantarkan Elie ke atas altar." Apa yang disampaikan oleh Elleana membuat Xavier tercengang, semudah itukah istrinya menerima pernikahan mereka?


"Sweety..."


"Sudah cukup!" Elleana menyela sang suami yang hendak protes tidak terima. "Jangan memperpanjang masalah seperti ini. Sikap keras kepala kalian bisa menyakiti Elie dan menghancurkan pertemanan kita dengan Matt dan Aprille."


Keluarga Zayn benar-benar kagum dengan sosok Elleana yang selalu bisa menjadi penengah. Padahal sedari tadi Zayn ingin menimpali dan menjadi minyak di antara api yang membara, tetapi Angela menahan lengan Zayn dan bahkan mencubit pinggang suaminya itu agar tidak perlu ikut campur.


Sedangkan Arthur menghela napasnya dengan kasar. Ia menatap kedua orang tuanya bergantian dan mendapati Daddy Xavier tidak dapat berkutik. Lalu beralih menatap Elie dan Mike. "Aku tetap tidak terima, aku tidak setuju!"


Arthur sejenak diam, ia mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh istrinya itu. Ia tahu jika Helena mengumpulkan keberanian penuh saat mengatakannya. "Kemarilah," katanya meminta wanita itu agar mendekat padanya. Ia tidak marah, tidak akan pernah bisa marah dan tidak ingin membuat istrinya itu ketakutan.


Helena menurut dan ia segera masuk ke dalam dekapan Arthur, dapat ia rasakan dada suaminya yang naik turun menahan emosi. Tetapi untunglah jika tindakannya menyela tidak berdampak kemarahan suaminya itu.


Seketika suasana menjadi begitu hening, tidak ada yang ingin mengeluarkan suara. Bahkan Elie yang sedari tadi menggebu-gebu pun nampak terdiam ketika Helena justru membela dirinya. Ia benar-benar merasa bersalah karena semua yang di katakan Arthur itu benar, jika semua ini tidak ada sangkut-pautnya dengan Helena.


"Baiklah, Mom juga setuju dengan Helen. Mike dan Elie sudah menikah. Kita hanya perlu menikahkan mereka kembali." Elleana membelah keheningan yang terjadi selama beberapa saat itu.


"Sweety...." Xavier gemas dengan istrinya, ia belum terima dan belum puas melihat Arthur memberikan pelajaran untuk Mike.


"Sudahlah Hubby, kita sudah semakin tua, apalagi yang kita harapkan selain kebahagiaan Elie, Ar dan As." Elleana tetap bersikeras dengan keputusannya. Ia hanya ingin di hari tuanya bersama sang suami tidak ada masalah apapun dan hanya perlu menimang cucu dari mereka.


Xavier menarik napas panjang lalu menghembuskan dengan perlahan. Entahlah sepertinya ia menyimpan kekesalan untuk dirinya sendiri. Pandangan Xavier kemudian beralih pada Arthur yang juga tengah menatapnya. Untuk sesaat mereka melemparkan pandangan sebelum akhirnya saling menghela napas.


"Aku akan mempertimbangkannya dan mengadakan pesta untuk Ar dan Elie," ujar Xavier singkat tanpa menyelipkan senyuman sedikitpun. Pesta yang akan di selenggarakan untuk Arthur dan Elie bersama pasangan mereka masing-masing tentunya.


Bibir Elleana melengkung, jika suaminya sudah berkata demikian artinya bertanda setuju. "Kau sudah dengar sayang, Daddy-mu akan mengadakan pesta untukmu dan Ar," ucapnya kepada Elie antuasias. Putrinya itu tentu saja mengembangkan senyuman. Akhirnya pertikaian sengit itu diselesaikan dengan kepala dingin.


To be continue


...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...