The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
The Wedding Party 2



Cahaya lampu terpaku menyoroti keempat pengantin, cahaya sekitar yang meredup membuat mereka yang duduk menyaksikan dengan jelas bagaimana Xavier melepaskan putri tercintanya untuk menggapai kebahagiaan. Mommy Elleana sedari tadi tiada hentinya menitikkan air mata bahagia, sesekali ia mengusap sudut matanya. Putri kecilnya yang selalu bersikap manja dan selalu bertengkar dengan Arthur maupun Austin sudah mampu memilih kebahagiaannya sendiri tanpa adanya campur tangan dirinya. Mommy Elleana pun kemudian menoleh ke arah Granpa Jhony dan Granny Marry yang saling menggenggam satu sama lain, tatapan pasangan usia senja itu tidak berpindah dari sosok Elie maupun Arthur. Mereka pun tidak menyangka masih sempat melihat ketiga cucunya beranjak dewasa dan kini dua cucunya sudah menikah. Harapan mereka hanya tersisa Austin, sebelum ajal menjemput mereka ingin melihat Austin menikah terlebih dahulu.


Pandangan mereka kemudian tertuju pada Xavier yang mendekati Arthur dan Helena. Sama seperti yang dilakukannya kepada Elie, pria setengah baya itu mengecup kening Helena dan memeluknya singkat. Kini ia tidak hanya memiliki satu putri, tetapi dua putri. Rasa sakit yang di derita Helena juga menjadi rasa sakitnya.


"Semoga selalu bahagia." Doa dan harapan yang sama, Xavier menyelipkan doa untuk menantunya itu.


Air mata Helena tak tertahankan dan lolos begitu saja. Mungkin seperti ini rasanya mendapatkan kasih sayang seorang Daddy yang tidak pernah ia dapatkan dari Daddy kandungnya maupun Jorge.


"Terima kasih banyak Dad. Aku bahagia karena bisa menjadi bagian dari keluargamu." Sekuat tenaga Helena menahan isakan tangisnya. Ia lalu melirik ke arah Arthur. "Dan kebahagiaan ini diberikan oleh Ar. Jika aku tidak pernah bertemu dengannya, mungkin sampai kapanpun aku tidak akan pernah merasakan kasih sayang seorang Daddy," imbuhnya.


Xavier tersenyum tipis. Ia paham apa yang dirasakan oleh Helena. Wanita itu sudah terlalu banyak menerima rasa sakit. Putranya harus benar-benar membahagiakan wanita di hadapannya itu. "Kau pantas mendapatkan semua ini. Buatlah momen bahagia sebanyak mungkin dengan Ar untuk menggantikan rasa sakitmu."


Mendengar perkataan Xavier yang begitu tulus, Helena mengangguk. Ia pun akan membuat kenangan indah bersama dengan Arthur dan keluarga barunya.


Langkah Xavier berpindah mendekati Arthur, tatapan sang putra begitu tajam padanya dan ia tahu penyebabnya. "Ck, come on Son, aku hanya mencium kening putriku." Daddy Xavier sedikit terkekeh dan Helena yang mendengarnya pun mengulum senyum.


"Apa kau sudah meminta izin pada istrimu?" tanya Arthur. Sungguh pertanyaan yang lucu dan dapat di dengar oleh semuanya karena baik Arthur dan Xavier menggunakan Mic Clip On Wireless pada lipatan jas mereka.


"Jika aku tidak mendapatkan izin dariku, aku tidak mungkin melakukannya. Kau tau Son, aku tidak akan bisa tidur tanpa memeluk istriku."


Sahutan Xavier yang seloroh itu mengundang gelak tawa semua orang di dalam sana, tanpa terkecuali Elleana. Wanita setengah baya itu hanya tersenyum disertai gelengan kepala.


"Baiklah, kali ini kubiarkan tapi tidak lain kali." Masih saja Arthur tidak menyurutkan tatapan tajamnya.


"Tidak akan ada lain kali. Tubuhku hanya milik istriku seorang." Memang tidak akan ada lain kali dan Xavier pun tidak mungkin mengulanginya lagi.


"Hm, begitupun diriku. Semua yang ada pada Helen adalah milikku!" Tegas dan penuh penekanan. Sepertinya baik Arthur maupun Xavier tidak pedulikan percakapan mereka yang di dengar semua orang dan membuat seisi hall kabin heboh sekaligus sulit mempercayai jika ayah dan anak itu memiliki sisi yang seperti itu.


"Lihatlah, kau sudah berubah menjadi sepertiku Son," ujarnya menepuk bahu Arthur. "Bahagiakan istrimu, gantikan rasa sakitnya dengan caramu. Aku percaya keturunan Keluarga Romanov tidak akan ada yang menyakiti seorang wanita yang mereka cintai."


Arthur mengangguk. Ia pun paham sejarah Keluarga Romanov yang selalu menjaga hati wanita yang mereka cintai. Termasuk Kakek Buyut Lucein, meskipun menikah dengan wanita yang tidak dicintai, Lucein selalu menghormati wanita yang sudah menjadi istrinya karena wanita itu mampu bertahan dan menerima dirinya apa adanya.


"Aku bersumpah padamu Dad, Helen adalah satu-satunya wanita yang menempati hatiku!" Terenyuh. Itulah yang dirasakan oleh Helena. Ia benar-benar merasa beruntung dan bersyukur dapat dicintai begitu dalam oleh pria seperti Arthur.


Tidak hanya Helena, semua wanita yang begitu menggilai Arthur terbawa suasana. Dan pria itu seolah menegaskan jika tidak akan ada wanita yang akan bisa menggodanya dan menegaskan mereka agar tidak perlu menyia-nyiakan tenaga hanya untuk menarik perhatiannya.


Momen mengharukan sudah berakhir. Kini acara kembali dimulai dengan Xavier yang berada di sisi kanan Elie dan di sisi kiri Helena. Pria setengah baya itu mengantarkan kedua putrinya ke atas Altar untuk mengulangi pengucapan janji suci. Kali ini prosesi yang dilakukan oleh pendeta benar-benar dilakukan dari awal, tidak seperti pada saat Arthur yang harus menyingkat waktu langsung pada inti pengucapan janji suci.


Semua tamu undangan bertepuk tangan dengan heboh dan meriah pada saat keempat pasangan pengantin itu saling bertukar ciuman mesra.


Iri hati sudah pasti. Semua wanita menginginkan pria yang dapat mencintai dan melindungi mereka. Tetapi mereka tidak menduga jika pria kaya raya seperti Arthur serta Mike mampu bertahan dengan satu wanita saja.


Sebelum tamu undangan menikmati hidangan mewah yang tersedia. Xavier mengundang Matthew dan Aprille untuk naik ke atas panggung. Ia memperkenalkan kedua teman baiknya ke publik. Reaksi seluruh para tamu undangan tentunya terkejut karena Keluarga Jhonson yang cukup terkenal ternyata masih hidup dan Mikel Jhonson yang tidak lain ialah Mike Jhonson adalah putra dari mereka. Lagi-lagi mereka mendapatkan kejutan yang berlipat, mereka pun turut bahagia untuk kedua belah keluarga yang bersatu itu.


Dan berita tersebut tentunya menjadi topik hangat di berbagai stasiun televisi yang kini menayangkan acara pernikahan Putra dan Putri Keluarga Romanov secara live selama dua jam. Para wartawan tidak kalah heboh, mereka mendapatkan berita besar.


Pun dengan berbagai pertanyaan-pertanyaan yang diajukan untuk Helena. Banyak yang penasaran kenapa tidak ada satupun Keluarga Bonham yang hadir. Dengan tenang Helena menjelaskan kenapa Keluarganya tidak ada satupun yang hadir di pernikahannya.


"Mungkin kalian terkejut mendengarnya, tetapi inilah faktanya. Semenjak kematian Mommy, aku keluar dari Mansion mewah itu. Tidak ada kehangatan disana, yang menerimaku hanya Mommy-ku saja. Dan karena Mommy-ku tiada, tidak ada alasan bagiku untuk tetap menjadi bagian dari mereka." Helena begitu nampak kuat, meski kedua matanya mengembun tetapi ia mampu membendungnya agar tidak tumpah. Ia sudah berjanji pada dirinya jika ia tidak akan pernah menangisi keluarga itu lagi.


Semua orang merasa prihatin dan takjub dengan sosok istri dari Arthur yang begitu kuat. Mereka tidak menduga jika seorang designer terkenal memiliki masa lalu yang menyakitkan. Sedari tadi Arthur memberikan kekuatan kepada Helena dengan merangkul pinggangnya. Sesekali mengusap punggung istrinya, ia tentu merasa bangga memiliki Helena dan tidak malu menunjukkan cintanya untuk wanita di sisinya itu.


Berbeda dengan Helena yang tengah berbahagia. Di tempat yang berbeda, satu keluarga tengah mengeram kesal menonton televisi. Mereka sungguh tidak ingin melihat wanita itu bahagia, tetapi apa yang terjadi justru sebaliknya. Apapun yang Jorge dan Margareth lakukan untuk menjatuhkan wanita itu, sosok Arthur selalu mampu membereskannya.


To be continue


Helena



Elie



...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...