The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Ingin Menyentuh (Flashback)



Satu hari sebelumnya


BRUG


Kedua pria gagah itu seketika terkapar lemah di lantai. Salah satu di antara mereka memiliki luka di bagian kepalanya. Lemah dan tidak berdaya, itulah gambaran yang di pikirkan oleh beberapa anak buah Bloods Dead.


"Ternyata mereka tidak sekuat yang kita dengar."


"Benar. Hanya mendapatkan luka pukulan saja mereka sudah terkapar seperti ini."


"Ck, pantas saja Max dengan mudah mengelabui mereka."


Cibiran dan ejekan terus-menerus dilontarkan beberapa anak buah Bloods Dead pada kedua pria muda di hadapan mereka. Mereka mengira akan kesulitan menyingkirkan kedua pria muda itu. Namun begitu berhadapan secara langsung, kekuatan mereka tidak ada apa-apanya.


"Lalu bagaimana dengan wanita tua itu? Apa kita habisi sekarang juga seperti rencana sebelumnya?" Salah satu dari mereka menunjuk dengan dagu, dimana keberadaan istri dari musuh terbesar bos mereka berada di dalam ruangan yang lain. Mereka sengaja memisahkan wanita tua itu di ruangan yang berbeda.


"Belum tau. Bos hanya memerintahkan kita untuk memberinya makan dan minum."


Rekannya mengening. Banyak pertanyaannya di dalam benaknya. Salah satunya, untuk apa bos mereka peduli dengan istri dari musuh besar mereka dengan memberikan makan dan minum. Lagi pula wanita tua itu tetap akan mati di tangan mereka. Tetapi mereka tidak bisa membantah dan hanya akan melakukan tugas dengan baik.


Mereka memutuskan untuk pergi dari sana, meninggalkan dua pria muda yang sudah tidak sadarkan diri.


Hingga beberapa jam kemudian mereka kembali lagi, kali ini di antara mereka terdapat dua anak buah wanita dengan pakaian serba hitam. Salah satu dari mereka ditugaskan untuk menggantikan wanita tua yang berada di dalam ruangan terpisah.


"Si-siapa kalian?" Dua wanita itu hanya saling melihat satu sama lain, sebelum kemudian mengangguk bersama. Tidak menjawab, keduanya justru mendekati wanita tua itu, hingga membuatnya berangsur mundur.


"Nyonya Angela, mohon kerjasamanya jika Nyonya masih ingin selamat." Salah satu bersuara. Mereka kesal, lantaran wanita tua di hadapan mereka yang masih terlihat cantik itu terus menghindar dan menolak untuk berganti pakaian.


"A-aku tidak akan menuruti kalian. Lebih baik lepaskan aku saja." Ya, Mommy Angela yang sejak kemarin disekap di ruangan yang lain. Istri dari Zayn itu diperlakukan begitu istimewa ketimbang dua pria muda yang justru mendapatkan pukulan bertubi-tubi.


"Lebih baik Nyonya diam saja. Ganti pakaian, karena sebentar lagi bos kami akan datang untuk menemui Nyonya."


"Tidak. Aku tidak akan menuruti kalian dan menemui bos kalian!" Mommy Angela berteriak dengan langkah yang bergerak mundur.


"Kalau begitu jangan salahkan kami jika bertindak kasar."


Mendengar salah satu diantara wanita itu, Mommy Angela mendelik penuh curiga. Apa yang akan mereka lakukan? pikirnya.


"Jangan mendekat!" sergahnya ketika kedua wanita berpakaian serba hitam itu melesat ke arahnya. Tersudut, punggung Mommy Angela berbenturan dengan dinding. Tidak ada celah lagi untuk dirinya menghindar.


Kedua wanita itu merengkuh tubuh Mommy Angela dan salah satunya menepuk bahu Mommy Angela hingga pingsan dan terkulai lemah dalam seketika.


"Cepat gantikan pakaiannya sebelum bos datang," ujarnya kepada rekannya yang memegangi tubuh wanita paruh baya itu.


Tak ingin membuang waktu, keduanya segera melakukan tugas mereka. Merias wajah Mommy Angela dengan riasan tipis. Mereka mengakui bahwa wanita paruh baya itu masih sangat cantik dengan tubuh yang terawat. Pantas saja bos mereka menginginkan wanita di hadapan mereka ini, pikir keduanya.


***


Tiga puluh menit kemudian, Demon sudah berada di gudang besar. Tujuan pertama kalinya memasuki gudang besar adalah melihat kedua pria muda yang terikat dengan tali pada pergelangan tangan mereka. Berdiri gontai dan hanya perlu menjemput ajal mereka beberapa saat ini.


Senyum Demon tersungging licik, rencananya sejauh ini berjalan dengan baik. Tidak sia-sia ia membayar sangat mahal jasa seorang hacker untuk memporak-porandakan Perusahaan Wilson yang dipimpin oleh Jasper yang tidak lain ialah Zayn. Ia baru mengetahui beberapa bulan belakangan ini jika Jasper adalah Zayn J. Scott, pantas saja selama ini ia kesulitan mencari identitas Jasper. Dan setelah ia mengantongi identitas pria itu, ia bekerjasama dengan Maxime untuk membuat kekacauan di dalam keluarga Scott.


"Apa mereka belum sadar juga?" Demon bertanya usai mengenyahkan tubuhnya di atas kursi kayu. Dari posisinya kini berhadapan dengan Jacob dan Austin.


"Sudah Bos. Tadi mereka sadar sebentar, tapi baru menerima beberapa pukulan, mereka kembali pingsan."


Kening Demon mengernyit dan beberapa detik kemudian tergelak. Apa ia tidak salah mendengar? Apa putra Jasper dan putra Xavier hanya memiliki ketahanan tubuh sebatas itu saja? pikirnya masih dengan gelak tawa yang menggelegar.


"Ah, aku benar-benar puas melihat mereka seperti ini," ujarnya saat tawa Demon menyurut. Sebelum kemudian beranjak dari tempat duduknya. "Lakukan tugas kalian, eksekusi seperti biasanya," lanjutnya dengan sebuah perintah yang tentu saja harus dilakukan.


Mereka yang berada di ruangan tersebut menyahuti bersamaan. Mereka mulai mengambil peralatan untuk mengeksekusi setiap korban yang akan diambil bagian organ tubuhnya. Demon menginginkan Austin dan Jacob lenyap, tetapi ia juga tidak ingin rugi, sehingga akan mengambil organ tubuh mereka dan menjualnya dengan harga yang fantastis, mengingat kedua pria muda itu bukanlah dari kalangan biasa.


Langkah Demon terlihat bersemangat memasuki ruangan yang di dalamnya terdapat wanita yang sangat cantik. Mendiang istrinya juga memiliki paras yang cantik, tetapi entah kenapa hanya melihat wajah istri Jasper yang ia lihat dari sebuah foto sudah membuat aliran darahnya berdesir. Ternyata istri Jasper benar-benar cantik melebihi kecantikan mendiang istrinya.


Dua wanita yang berjaga di depan pintu menyapa bos mereka dengan anggukan kepala.


"Apa dia baik-baik saja? bagaimana dengan lukanya?" Sebelum memasuki ruangan itu, tentu saja Demon harus mengetahui keadaan wanita yang sebentar lagi akan menjadi miliknya.


"Lukanya tidak perah bos, hanya bagian lengan dan kening yang terluka, tapi kami sudah mengobatinya sejak kemarin."


Demon manggut-manggut mendengar penuturan salah satu anak buah wanitanya. "Buka pintunya, aku sudah tidak sabar ingin melihatnya."


Salah satu anak buah wanita itu mengangguk dan segera membukakan pintu untuk bos mereka. Demon melesat masuk, pertama kali yang dilihatnya adalah wanita paruh baya yang berada di atas pembaringan. Ia mengikis jarak, hingga kini sudah berada di sisi ranjang.


"Cantik." Satu kata yang dapat diutarakan oleh Demon begitu melihat secara langsung wajah Angela. "Bagaimana mungkin aku melewatkan wanita sepertimu. Meski sudah berumur tetapi masih sangat muda," gumamnya penuh damba. Tidak hanya cantik tetapi memiliki bentuk tubuh yang aduhai. Jasper benar-benar pandai merawat istrinya.


"Ah, aku tidak sabar ingin menyentuhnya. Apa aku harus menyentuhnya sekarang?" Demon menimbang-nimbang. Entah kenapa lekukan Angela sungguh menggoda, padahal dress putih tulang yang ia berikan terlihat cukup tertutup. Tetapi mampu membangkitkan hasratnya dalam seketika. "Menyentuh sedikit saja tidak apa-apa." Tanpa membuang waktu, Demon duduk di sisi ranjang, tangannya terulur untuk menyentuh wajah Angela. Dan ketika jemarinya itu sudah mencapai wajah wanita itu, menimbulkan getaran di dalam tubuhnya. Halus dan kencang. Dan ia tidak sabar ingin menyentuh tubuh Angela yang lainnya, akan tetapi baru saja ingin menggapai buah dadanya, seseorang mengetuk pintu. Dan tak lama pintu itu terbuka, menampilkan anak buah wanita yang berjaga di depan pintu menyembulkan kepalanya dari balik pintu.


"Bos, Tuan Brison sudah menunggu anda di Club."


Demon berdecak kesal ketika kesenangannya diganggu oleh anak buahnya. "Apa kau tidak melihat aku sedang apa, hah?" sentaknya kesal dan membuat anak buah wanita itu terperanjat. Padahal ia hanya menyampaikan pesan penting saja. Kenapa bosnya bisa semarah ini?


"Tapi Bos, Tuan Brison akan pergi ke Italia sore ini, jadi tidak bisa menunggu. Atau jika bos tidak datang, maka kerjasama bos dengannya akan dibatalkan."


Mendengar penjelasan anak buahnya seketika Demon bangkit berdiri. "Dia bilang seperti itu?" Dan dijawab anggukan kepala oleh anak buahnya tersebut. "Ck, dia mengancamku!" Demon berdecih, ia sungguh kesal dengan Tuan Brison, sebab selalu semena-mena padanya. Jika saja mereka tidak sedang menjalin kerjasama, sudah pasti dirinya akan menculik pria tua itu.


Dengan kasar, Demon mengusap wajahnya. "Katakan padanya, aku akan menemuinya sekarang dan siapkan juga wanita untukku. Aku harus menyalurkan hasratku!" ujarnya sambil melenggang pergi meninggalkan wanita cantik yang masih terbaring lemah. Tidak mungkin ia pergi begitu saja dengan hasrat yang sudah naik. Sehingga ia ingin melampiaskan napsunya kepada wanita bayaran yang berada di Club. Dan sebelumnya mereka telah membius Angela, agar tidak tersadar saat di dalam perjalanan menuju Perbatasan Bosnia yang merupakan Markas sekaligus paviliun mewah tempat tinggal Demon dan para pengikutnya.


To be continue


Mohon maap banget, dua hari kemarin Yoona benar-benar lagi rempong. Pergi seharian dan buat kue lebaran wkwk jadi ya gitu deh gak sempet nulis dan ini juga Yoona masih harus buat kue. Nanti Yoona usahakan Doble up ya 🤗❤️


...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram @rantyyoona...


...SALAM SAYANG TANPA BATAS DARI SEMUA PEMERAN THE BILLIONARE MAFIA 🥰...