The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Perasaan Bersalah



Langit sudah berubah warna hitam yang bertaburan bintang-bintang di atas sana. Cahaya lampu di sekitar Mansion menyoroti langkah Mikel yang tergesa-gesa. Raut wajahnya nampak panik sehingga membiarkan langkahnya itu menuntun tubuhnya yang terasa berat. Bagaimana tidak, baru pagi tadi ia merasa lega karena adiknya itu sudah tidak lagi histeris. Akan tetapi kabar yang ia dengar membuatnya kembali dilanda ketakutan akan sesuatu yang terjadi dengan Meisha.


"Bagaimana keadaan Mei?" Mikel bertanya kepada siapapun yang berada di dalam sana penuh dengan kecemasan. Sorot matanya menemui Nathan terlebih dahulu, karena asistennya itu yang dipercayai untuk menjaga adiknya itu.


"Maaf tuan, Nona Meisha kembali menyakiti dirinya sendiri," sahut Nathan menyesal. Ia pun tidak dapat menahan Nona Meisha yang kembali mencoba menyakiti dirinya sendiri. Padahal ia sudah menjauhkan benda-benda yang berbahaya, akan tetapi Nona Meisha selalu memiliki caranya sendiri untuk menyakiti diri sendiri. Seperti yang beberapa waktu sebelumnya, Nona Meisha menjempit kelima jarinya di pintu kamar mandi, menghantam begitu keras hingga menimbulkan suara gebrakan yang membuat dirinya serta yang lainnya segera memeriksa kamar. Benar saja mereka terlambat memeriksa sehingga tangan Nona Meisha sudah penuh dengan memar dan bahkan mengeluarkan darah segar.


"Ada baiknya jika Nona Meisha mendapatkan perawatan rumah sakit. Saya benar-benar tidak bisa menanganinya lagi, sulit membuat Nona Meisha kembali normal seperti sebelumnya," sambar pria setengah baya yang selama ini menjadi dokter pribadi Meisha. Meski ia selalu sanggup menangani Meisha, tetapi entah mengapa kali ini terasa begitu berat. Terlebih selama ini pasiennya itu tidak menunjukkan perubahan, meski sudah melakukan berbagai terapi, seperti terapi perilaku kognitif, psikoterapi dan bahkan berulang kali melakukan terapi elektrokonvulsif atau yang biasa dikenal dengan terapi kejut. Bertahun-tahun lamanya terlewati, tetapi tetap tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Benar-benar tidak memiliki semangat untuk hidup, pikirnya.


"Jadi maksudmu adikku tidak bisa disembuhkan, heh?" Mikel yang tidak terima menyahut kerah jas dokter tersebut. "Apa aku harus menyerah.... melihatnya melukai dirinya sendiri dan membiarkannya mengakhiri hidupnya?! Katakan!!!"


"Tuan tenanglah." Nathan berusaha memisahkan Mikel yang tengah dalam emosi yang tidak terkendali. Sementara Jared dan Amber tidak dapat melakukan apapun. Sulit untuk mereka menenangkan tuan mereka jika dalam keadaan emosi yang membuncah seperti itu.


"T-tidak tuan...." Dokter tersebut gelagapan. Ia tidak bermaksud seperti itu. Hanya saja pasiennya selama bertahun-tahun ini tidak menunjukkan tanda-tanda akan kesembuhan. Dokter itu kemudian membenarkan kerah jasnya ketika Mikel sudah melepaskan cengkeramannya. "Ada banyak kasus depresi mayor seperti Nona Meisha, tetapi Nona Meisha seperti tidak memiliki keinginan untuk sembuh sehingga selama bertahun-tahun tetap mempertahankan dunianya sendiri."


"Jadi apa maksudmu?" tanya Mikel mencoba mencerna.


"Jika tuan tidak ingin membawa Nona Meisha ke rumah sakit, ada baiknya harus ada penjagaan selama 24 jam, karena tentunya kita tidak tau kapan Nona Meisha akan kembali melukai dirinya lagi."


"Amber dan Jared selalu menjaga Mei. Apa itu masih tidak cukup heh?" serunya mendengkus kesal.


"Apa selama ini Nona Meisha hanya terkurung di dalam kamar saja? Bukankan sudah pernah saya katakan jika Nona Meisha memerlukan lingkungan yang baru. Bawalah Nona Meisha ke tempat-tempat yang nyaman. Kasus seperti Nona Meisha harus memiliki sistem pendukung berupa orang-orang terdekatnya seperti tuan. Tetapi memang tidak semua orang terdekat bisa menjadi sistem pendukung." Dokter itu mencoba menjelaskan dengan sebaik mungkin, takut-takut jika Mikel kembali salah paham padanya.


Mikel mencoba mendengarkan penuturan dokter tersebut. Selama ini ia memang selalu mengabaikan apa yang disarankan oleh dokter setengah baya itu. Karena saat ia mengikuti saran dari dokter itu, adiknya justru semakin histeris. Bahkan ia pernah membawa Meisha ke taman bunga, akan tetapi justru adiknya itu mencoba untuk melarikan diri. Sejak itu Mikel tidak lagi membawa Meisha keluar dan hanya membawanya ke halaman luas di sekitar Mansion-nya saja. Mikel pun menyadari jika selama ini ia memang benar-benar peduli akan tetapi ia tidak bisa berbuat banyak, tidak terlatih untuk membantu kemajuan adiknya itu. Hanya berusaha mengajak Meisha berbicara meski tidak mendapatkan respons.


"Saya sarankan jika tuan dan yang lainnya memperlakukan Nona Meisha layaknya seperti orang normal pada umumnya. Ajaklah Nona Meisha makan bersama di meja makan, jangan menjadikan Nona Meisha seperti orang yang sedang sakit. Lakukan rutinitas sehari-hari agar Nona Meisha tidak selalu terjebak dalam dunianya sendiri."


Mikel terdiam sesaat. Ia benar-benar mendengarkan dan meresapi apa yang dikatakan oleh dokter setengah baya itu. Sebelum kemudian menatap wajah damai adiknya yang tertidur setelah diberikan suntikan penenang.


Setelah memberikan saran, dokter itupun pamit undur diri. Namun ia akan siap kapan saja jika Tuan Mikel menghubungi dirinya.


Jared dan Amber meninggalkan ruangan bersamaan. Nathan pun turut keluar, akan tetapi ia tidak benar-benar meninggalkan ruangan. Nathan berdiri di depan ruangan, karena jika tuannya membutuhkan dirinya, ia akan sigap menghampiri.


Saat semua orang meninggalkan ruangan, Mikel perlahan mendekati ranjang. Ia pun membenamkan tubuhnya di tepi ranjang. Di perhatikannya wajah damai Meisha yang tengah menyelam alam mimpi. Senyum adiknya itu benar-benar menghilang, ia tidak pernah melihat senyuman manis adiknya dan sudah bertahun-tahun lamanya wajah Meisha tidak menunjukkan kebahagiaan.


"Maafkan Kak Mike karena benar-benar tidak bisa mengerti. Selama ini Kak Mike selalu menjagamu dan berusaha agar kau sembuh tapi Kak Mike tidak tau apa yang sebenarnya kau inginkan." Mikel menguatkan dirinya sendiri agar tidak meluruhkan air mata, meski suaranya sudah terdengar bergetar. "Kak Mike hanya sibuk bekerja dan menyusun rencana balas dendam, sehingga mengabaikanmu belakangan ini." Sungguh ia sangat menyesal, sebab selama ini ia menugaskan Jared dan Amber disisi adiknya itu, yang tanpa ia sadari jika mungkin saja adiknya itu membutuhkan dirinya.


"Maafkan Kak Mike." Mike menggenggam tangan Meisha dan mengecup punggung tangan adiknya itu. Jika saja ia benar-benar berperan menjadi kakak yang baik dengan berada di sisi adiknya itu, mungkin sudah sejak lama adiknya berangsur pulih.


"Aahhhh........" Mikel mengembuskan napas dengan kasar. Tiba-tiba saja ia teringat akan Helena yang mengalami gangguan psikis seperti adiknya. Hanya saja wanita itu masih dapat mengendalikan emosinya yang terkadang tidak stabil itu. Perasaan bersalahnya kian membuncah, secara tidak langsung ia sudah menyakiti dua wanita sekaligus. Adiknya dan wanita yang sudah ia anggap sebagai adik.


Meskipun berada di balik pintu, Nathan dapat mendengar helaan napas tuannya yang dihembuskan berulang kali. Bahkan ia diam-diam mengintip tuannya dari celah pintu yang ia biarkan sedikit terbuka. Sungguh jika ia berada di situasi tuannya, ia pun akan merasa teramat bersalah. Sejak mengenal tuannya enam tahun lalu, tuannya hanya sibuk bekerja dan hanya sesekali pergi ke Wales untuk urusan sesuatu yang ternyata pulang untuk menemui adiknya.


Jika saja ia mengetahui sejak awal, mungkin ia akan membantu tuannya untuk menghandle seluruh pekerjaan, agar Tuan Mikel dapat menemani Nona Meisha setiap hari, pikirnya.


To be continue


Babang Mikel



Nathan



Makasih yang sebesar-besarnya, ternyata masih banyak yang mendukung Yoona 🥺 Terharu baca komentar kalian satu persatu dan maaf nggak bisa balas semua komentar kalian 🤗 Yoona selalu berusaha menyuguhkan cerita yang menarik untuk menghibur kalian. Dan mohon maaf kalau masih banyak kekurangan di setiap tulisan Yoona 🤗🤗 Karena kalian masih mau cerita The Billionare Mafia lanjut, jadi Yoona akan lanjutkan cerita ini sampe tamat meski ya gak semenarik cerita author-author femes yang lain. Makasih banyak sekali lagi 🤗🤗💕 Jangan masukkan ke hati kalau kadang Yoona suka cuap-cuap nggak jelas, emang kadang Yoona suka berubah jadi manusia harimau jadi baper nggak jelas wkwk 😂😂


...Dan jangan pernah lupa untuk like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 terima kasih 🤗...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...


...Follow instagram Yoona yah, supaya bisa lihat cuplikan video-video mereka 🤗...