The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Kebahagiaan Mike dan Elie



Tidak semua wanita diberikan keberuntungan untuk menjadi seorang ibu. Ada kalanya yang sudah belasan tahun menikah tetapi belum dikaruniai seorang anak. Karena itu bagi seorang wanita yang kini tengah hamil muda begitu menjaga kehamilannya. Ia yang baru mengetahui jika dirinya tengah berbadan dua beberapa hari yang lalu, sehingga berantusias untuk mengurangi aktivitas yang berlebihan. Terlebih semenjak mengandung, wanita itu memang lebih menyukai berdiam diri di dalam kamar.


Aurelie Cassandra Romanov tengah diliputi kebahagiaan karena akan menjadi seorang Mommy. Kehamilannya itu membuat kebahagiaan berlipat karena wanita itu mengandung janin kembar seperti Helena. Sungguh sangat membahagiakan untuk Elie dan Mike. Kini kandungannya sudah berjalan dua bulan yang berarti masih sangat rentan untuk keguguran. Karenanya, Mike begitu posesif dan memantau keadaan sang istri di tengah kesibukannya mengurus perusahaan.


Elie yang duduk di atas ranjang tiada hentinya menatap hasil USG calon bayinya, begitu kecil dan belum terbentuk, tetapi dirinya dan Mike sudah sangat mencintai calon bayi mereka.


Ponselnya yang juga berada di atas ranjang mendapatkan notifikasi pesan masuk. Lantas Elie meletakkan kembali foto hasil USG itu di dalam kotak yang berada di atas nakas. Dipegangnya ponselnya yang baru saja menampilkan sebuah chat dari Mike yang ia beri emoticon love, lalu segera membaca chat dari suaminya itu.


"Aku menaruh sesuatu di depan pintu, bukalah ❤️."


Elie tersenyum. Ia lantas beranjak dari ranjang menuju pintu kamar. Benar saja, di depan pintu ia mendapati sebuah kotak hitam tergeletak di lantai dengan bunga mawar pink diatasnya. Dengan segera Elie mengambil kotak tersebut. Untuk sesaat ia mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan Mike. Ia sangat yakin jika suaminya itu sudah pulang, karena bisa memberikan hadiah.


Tak mendapati Mike di manapun, Elie kembali masuk ke dalam kamar sembari mencium aroma bunga mawar yang akhir-akhir selalu membuatnya tenang. Sebelum kemudian membenamkan tubuhnya di atas ranjang seperti sebelumnya dan membuka kotak berwarna hitam itu. Saat kotak terbuka sempurna, mata Elie membola penuh binar. Bagaimana tidak, Mike memberikan satu set perhiasan.


Wanita itu begitu terpesona dengan keindahan perhiasan mewah itu. Sehingga ia belum sadar jika Mike akan keluar dari persembunyiannya. Sebelum memasuki kamar, Mike meneliti penampilan dirinya melalui pantulan kaca jendela. Dengan memegang sebuket bunga mawar merah dan pink di tangan kirinya, sedangkan satu botol wine di tangan kanannya, Mike melangkah memasuki kamar melalui pintu balkon, yang artinya sudah berada disana sejak Elie berada di kamar mandi, lalu melihat istrinya itu merebahkan diri di atas ranjang. Bahkan sedari tadi Mike memperhatikan Elie yang tiada hentinya mengembangkan senyum kala menatap hasil foto USG kedua calon bayi mereka.


Aroma parfum musk yang memabukkan menguar di indera penciuman Elie, membuat wanita itu menyadari keberadaan Mike di dalam kamar mereka. Sebuah hasil foto USG mereka juga dijadikan sebagai hadiah dengan sebuah tulisan yang mengharukan.


Terima kasih sudah hadir ke dalam kehidupan kami.


Elie tak bisa untuk tidak tersentuh. Ia mendongak ke arah Mike dengan senyum yang tak memudar, sehingga membuat Mike pun larut dalam kebahagiaan dan tak kalah mengembangkan senyum, menampilkan deretan giginya.


"Kau benar-benar membuatku tersentuh, Mike." Kedua mata Elie berkaca-kaca, hatinya berbunga-bunga dan penuh kebahagiaan. Ia memiliki suami yang begitu memanjakan dirinya dan mampu memberikan kebahagiaan setiap harinya.


"Apa kau menyukainya, Sweetheart?" Mike lantas mendekati Elie dan mendudukkan dirinya tepat di tepi ranjang setelah meletakkan botol wine di atas nakas. "Dan bunga ini juga untukmu." Lalu menyodorkan sebuket bunga mawar merah dan pink itu kepada Elie.


Elie segera meraih sebuket bunga pemberian Mike dengan menyematkan senyuman tipis. "Aku menyukai semua yang kau berikan, perhiasan ini dan bunga mawarnya juga sangat cantik."


Mike tersenyum mendengarnya. Ia merasa lega karena sang istri menyukai hadiah pemberiannya. Jemarinya terulur memberikan usapan di wajah Elie. "Hadiah ini tidak seberapa dari hadiah yang kau berikan padaku, Sweetheart." Usapan jemari Mike membuat Elie merasa nyaman. "Kau memberiku hadiah yang luar biasa." Kemudian tangannya turun kebawah dan berhenti tepat di perut Elie, memberitahukan hadiah yang dirinya maksud. "Mereka adalah hadiah terindah. Terima kasih, Sweetheart."


Elie kembali tersentuh, sudut matanya bahkan mengalirkan air mata yang sejak tadi tertahan. Tubuh Elie tersentak ke depan ketika tiba-tiba saja Mike memeluk dirinya. "Aku mencintaimu, aku mencintai kalian bertiga," ungkapnya tulus. Mike benar-benar mencintai istrinya dan juga kedua calon bayi mereka. Karena itu ia bersumpah akan melindungi dan menjaga mereka dengan segenap jiwa raganya.


"Aku juga mencintaimu, Mike." Elie semakin meringsut ke dalam pelukan Mike, seolah ia tidak ingin pelukan mereka terlepas.


Selang beberapa saat, akhirnya mereka saling menguraikan pelukan. Keduanya menatap penuh cinta.


"Ah, aku akan membantumu memakainya." Mike mengambil kedua anting itu untuk ia pasangkan pada cuping telinga Elie. Wanita itu hanya diam saja ketika Mike membantu mengenakan anting padanya. Dua anting sudah terpasang indah di telinga wanita itu. Sehingga selanjutnya Mike mengambil kalung untuk ia pasangkan pada leher Elie. Beranjak berdiri dan mendekat ke sisi ranjang. Ia mulai memasangkan kalung itu di leher jenjang istrinya.


Pandangan Elie kemudian tertuju pada botol wine yang berada di atas nakas. "Mike, untuk apa mengambil wine?" tanyanya penasaran. Sudah pasti ia tidak akan bisa menemani suaminya minum karena kini di dalam perutnya ada dua janin yang tentu harus ia jaga perkembangannya.


Mike mengikuti arah pandang Elie. "Oh, tadinya aku ingin kau menuangkan wine untukku tapi sekarang tidak lagi." Ya, ia memang ingin merayakan dengan meneguk satu gelas wine, tetapi sepertinya saat ini ia lebih menginginkan yang lain.


"Hm, kalau begitu biar aku yang menuangkan wine untukmu." Baru saja Elie hendak turun dari ranjang, akan tetapi Mike menahan dan memerangkap dalam dekapannya.


"Sudah kukatakan jika sekarang aku tidak ingin minum wine lagi." Mike kembali menegaskan perkataannya itu.


"Lalu sekarang, apa yang akan kau inginkan, hm?" Elie harus memastikan keinginan Mike. Karena ia juga ingin membahagiakan suaminya. Jika Mike ingin ia memasak, maka akan ia lakukan. "Apa kau ingin kubuatkan sesuatu?" tanyanya kemudian.


Mike menggeleng dengan menyelipkan senyum penuh arti. Ia menarik pinggang Elie agar lebih mendekat padanya. Lalu mendekatkan wajahnya di telinga Elie dan berbisik, "Aku ingin dirimu, Sweetheart."


Tubuh Elie meremang seketika. Terlebih hembusan napas Mike pada lehernya membuat tubuhnya merespon dengan cepat. Ah, ia juga sangat merindukan sentuhan suaminya. Beberapa hari ini mereka tidak bercinta karena Mike cemas akan menyakiti kandungan istrinya.


Elie mengangguk samar, hingga membuat Mike tersenyum. Kemudian Mike menyambar bibir Elie dengan rakus. Tangannya pun tidak tinggal diam, aktif membuka pakaian Elie. Dan pada saat tubuh Elie sudah polos sempurna, Mike merebahkan Elie dengan perlahan ke atas ranjang. Elie hanya pasrah dengan hasrat yang sudah membuncah, ia memperhatikan Mike yang tengah melucuti pakaiannya sendiri. Dan selanjutnya Mike memangsa Elie dengan buas. Suara erangan di siang hari memenuhi ruangan disana. Menambah gairah mereka untuk saling memuaskan satu sama lain. Tetapi keduanya memacu dengan berhati-hati, meski hasrat yang tinggi, mereka harus memikirkan calon bayi yang bersemayam di dalam perut Elie.


Setelah satu jam memadu kasih, Mike membantu Elie membersihkan diri dan bahkan pria itu membantu mengenakan pakainya istrinya.


"Apa tidak masalah jika kita langsung ke Mansion Daddy Vier dan Mom Elle?" Mike bertanya memastikan. Sebab ia mencemaskan keadaan istrinya usai percintaan mereka.


Elie mengangguk. "Aku sudah sangat merindukan Mommy dan Daddy. Dan aku juga tidak sabar ingin bertemu Helen." Ia begitu antuasias saat beberapa menit yang lalu Arthur menghubungi dirinya dan mengatakan jika Helena akan menginap di Mansion kedua orang tua mereka selama beberapa hari.


"Baiklah." Mike mengiyakan saja. Apapun akan ia lakukan jika membuat istrinya senang. "Lagi pula ia juga harus menemui Arthur dan menanyakan perihal keberangkatan kakak iparnya itu ke Dubai. Tentu ia masih merahasiakan alasan Arthur pergi kesana dari istrinya dan beruntung Elie tidak banyak bertanya setelah Arthur memberitahu kepergiannya hanya untuk pekerjaan.


To be continue


Bab ini memang sengaja diselipkan Mike dan Elie ya. Cerita Austin tetap disini dan lagi pula gak akan lama lagi tamat kok hihi 🤭


...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram @rantyyoona...


...SALAM SAYANG TANPA BATAS DARI SEMUA PEMERAN THE BILLIONARE MAFIA 🥰...