The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Percuma Mencemaskan



Austin dan Arthur dalam perjalanan menuju landasan pribadi milik Black Lion yang berada di Kota Westchester. Di dalam perjalanan Austin tak hentinya memeriksa ponsel miliknya dan sesekali menghembus napas berat.


"Apa yang sedang kau pikirkan, As?" Arthur menyadari jika adiknya itu tengah gusar. Berulang kali terdengar menghanguskan napas.


Austin menoleh, ia buru-buru menyembunyikan ponselnya agar tidak terjangkau oleh pandangan Arthur. "Tidak ada. Aku hanya sedikit lelah saja."


Tidak merespon tetapi dalam benak Arthur menyimpan suatu pertanyaan. "Sebenarnya aku ingin bertanya padamu sejak tadi, tapi bukan waktu yang tepat karena aku tidak ingin membicarakannya di depan Daddy."


Tiba-tiba Austin mendelik. Ia menjadi heran, apa yang ingin kakaknya itu tanyakan padanya.. "Bertanya saja. Aku pasti akan menjawabnya." Dan ia berusaha tetap tenang.


"Sepertinya kau sedang menghindari sesuatu." Benar saja, perkataan Arthur membuat Austin terkesiap.


"Kenapa bicara seperti itu?" Entahlah, Austin tidak yakin dengan kakaknya dapat membaca apa yang tengah dipikirkannya, sehingga dapat menarik kesimpulan demikian.


"Tiba-tiba kau mengajukan diri untuk ikut denganku." Tatapan Arthur menyipit penuh selidik.


Austin mengusap tengkuk lehernya. Jika ia mengatakan jika dirinya tidak bisa berdiam diri di perusahaan, sedangkan kakaknya itu berjuang di negeri orang, apa kakaknya itu akan percaya?


"Aku hanya ingin kita menyelesaikan masalah bersama. Aku juga tidak bisa membiarkan Kak Ar menghadapi semuanya sendirian." Raut wajah Austin menggambarkan keseriusan. "Selain itu aku ingin melihatnya secara langsung orang-orang yang berusaha ingin menjatuhkan perusahaan keluarga kita."


Bibir Arthur sedikit membentuk sebuah lengkungan saat mendengar perkataan Austin. "Rupanya kau sudah menjadi sangat dewasa."


Austin terkekeh. Entah pujian atau tidak, setidaknya ia senang karena Arthur mempercayai dirinya. Ia memang benar-benar tidak bisa membiarkan kakaknya menghadapi semua masalah seorang diri. Biar bagaimanapun ia turut andil untuk melindungi perusahaan keluarganya. Dan untuk Licia, ia tidak ingin memikirkannya, setidaknya untuk saat ini. Ia tidak ingin karena emosi sesaat membuatnya menjadi pria yang bodoh.


"Kupikir kau sengaja ingin menghindari seseorang." Suara Arthur memecah keheningan yang terjadi selama beberapa saat. Pria itu berucap dengan pandangan lurus ke depan, seperti tengah menerka sesuatu yang tentunya tepat sasaran.


Dan Austin hanya tersenyum tanpa menoleh. Entahlah, ia sendiri tidak begitu mengerti. Apa benar ia terlihat seperti sedang menghindari sesuatu?


***


Sementara di kediaman Keluarga Romanov, Zayn baru saja memarkir mobilnya. Bersama dengan Mommy Angela dan Licia, Zayn melangkah memasuki Mansion. Berita yang ia dengar cukup mengejutkan mereka. Pasalnya Perusahaan Romanov tidak pernah mendapatkan masalah besar seperti saat ini. Meskipun mereka meyakini jika Xavier dan Arthur bisa mengatasinya, akan tetapi mereka tetap merasakan cemas.


"Vier...!" Suara Zayn menggema di dalam sana, sehingga pemilik Mansion yang berada di halaman tentu tidak dapat mendengarnya. Karena tak ada sahutan, Zayn mengajak istri serta putrinya itu untuk menuju halaman. "Heh, kemana semua penghuninya? Tidak mungkin Mansion mereka tiba-tiba kosong." Bahkan ia tidak menemukan keberadaan para maid. "Apa Vier benar-benar bangkrut?" Di tengah-tengah mereka berjalan menuju halaman, masih saja Zayn menggerutu.


"Zayn, jaga bicaramu!" Mommy Angela menegur dengan cara menepuk lengan suaminya yang asal bicara itu.


"Ya, sayang." Zayn mengiyakan saja. Hingga keduanya sudah berada di halaman dan ia mendapati Xavier, Mommy Elleana dan Helena serta Elie berada disana.


"Elle..." Suara Mommy Angela membuat mereka menoleh ke asal suara. "Maaf, kami masuk begitu saja," imbuhnya merasa tidak enak. Karena pintu terbuka dengan lebar sehingga mereka menyelonong masuk sebelum dipersilahkan.


"Astaga, kalian..." Mommy Elleana segera beranjak. Lalu menyambut kedatangan Keluarga Scott. Mereka saling bertukar pelukan dan Mommy Elleana mempersilahkan mereka untuk duduk.


"Maaf, kami datang tiba-tiba." Mommy Angela membuka suara lebih dulu.


"Kau ini bicara apa. Kau bisa datang kapan saja," sahut Mommy Elleana tidak mempermasalahkannya.


"Kupikir kalian tidak berada di Mansion karena Mansion terlihat begitu sepi dan bahkan aku tidak melihat satu pelayanpun," lanjut Mommy Angela.


"Ah, semua pelayan berada di paviliun. Aku meminta mereka untuk tidak mengganggu kami untuk sementara waktu." Mommy Elleana menjelaskan. Ia ingin berada di Mansion bersama inti keluarga saja. Bahkan sejak tadi Mommy Elleana yang menyiapkan berbagai makanan ringan dan minuman. Sebagai Nyonya rumah tentu ia begitu hafal tata letak semua barang-barang yang berada di Mansion.


Mommy Angela mengangguk. "Ah, begitu."


Sedangkan sejak mendudukkan tubuhnya di kursi, Zayn memberikan kode pada Xavier. Sehingga Xavier dan Zayn memisahkan diri dari mereka. Duduk berdua saja agar lebih leluasa berbicara.


"Aku sudah mendengar apa yang terjadi dan aku benar-benar tidak menyangka Romanov Group mengalami masalah seperti ini." Zayn berpikir jika Romanov Group adalah satu-satunya yang tidak akan pernah mengalami masalah apapun.


"Dalam dunia bisnis masalah seperti ini bisa terjadi pada perusahaan manapun dan anggap saja jika saat ini Romanov Group sedang sial."


"Ah, kau benar." Zayn mengangguk setuju. Perusahaan Wilson saja beberapa kali mendapatkan guncangan. "Lalu bagaimana saat ini? Apa aku perlu membantumu untuk membungkam para media?" Daddy Zayn terlihat begitu mencemaskan Xavier. Meski mereka seringkali bertengkar tetapi hubungan mereka yang sebenarnya adalah saling membantu dan mungkin saling menyayangi. Entahlah, Zayn sendiri malas mengakuinya.


Xavier menggeleng. "Tidak perlu. Ar dan As sudah membereskan para media. Dan saat ini mereka dalam perjalanan menuju Dubai."


"Jadi mereka sudah terbang kesana?" tutur Zayn baru mengetahuinya. "Pantas saja aku tidak melihat keberadaan As."


"Tidak. Hanya saja aku mendengar dari anak buahku jika putramu itu datang ke Mansion, tapi aku dan Licia belum sempat bertemu dengannya." Ya, tak lama berselang Austin pergi dari Kediaman Scott, satu anak buah menyampaikannya pada Zayn.


Xavier hanya mengangguk saja. Entahlah, ia tidak begitu penasaran apa yang dilakukan putranya di Mansion Zayn.


"Hm, kupikir perusahaanmu benar-benar akan jatuh bangkrut, kemarin aku baru saja mengatakan hal seperti itu pada As." Zayn tergelak diakhir kalimatnya. Ia mengingat gurauannya kemarin yang menjadi kenyataan. Padahal ia hanya asal bicara saja, tetapi keesokannya justru ia mendapatkan berita mengenai Romanov Group yang mendapatkan masalah.


Xavier menghunuskan tatapan tajam. Perlu diapakan mulut pria di hadapannya ini. "Perusahaanku tidak semudah itu jatuh bangkrut, bahkan untuk tujuh turunan sekalipun saham Romanov Group akan selalu stabil."


"Cih, kau sama dengan putramu. Kalian berdua sangat sombong." Sekarang Zayn menjadi tahu sifat Austin menurun dari Xavier.


"Lalu bagaimana denganmu, kau pikir selama ini kau tidak sombong, heh?!" Xavier tidak terima. Padahal sejak dulu ia adalah pria dermawan meskipun sisi kejamnya lebih mendominasi. "Apa kau lupa bagaimana pertama kali kau bertemu denganku? Kau menyombongkan diri ingin merebut ISTRIKU!" Kata 'istri' sengaja ditekankan oleh Xavier untuk mengingatkan kenangan masa lalu, dimana Zayn begitu menyombongkan diri saat ingin merebut Elleana.


"Huhh..." Zayn mendesah kasar. Ia mengumpati pria menyebalkan dengan jambang di seluruh rahangnya itu, padahal wajah ia sendiri dipenuhi oleh jambang. "Kenapa kau masih saja mengungkit masa lalu, heh?!"


Xavier mengangkat kedua bahunya acuh. "Aku harus waspada. Bisa saja kau berulah lagi."


Zayn mengeram tertahan. Boleh tidak sekali ini saja ia memukul wajah pria itu.


"Apa? Mau memukulku?!" Dan sepertinya Xavier menyadari arti tatapan tajam Zayn padanya. Dan ia justru menantang.


"Ya. Aku sangat ingin memukulmu!" Rasanya kali ini kesabaran Zayn setipis tissu. Bahkan saat ini ia sudah beranjak berdiri.


Xavier tak terima melihat Zayn yang benar-benar ingin menantangnya. "Kemarilah!" Mengayunkan tangan agar Zayn mendekat padanya.


"Kau pikir aku takut, heh?!" Zayn benar-benar mengikis jarak. Dan seketika keduanya siap untuk melayangkan tinju.


"Hubby..."


"Zayn..."


Namun disaat bersamaan, Mommy Elleana dan Mommy Angela berjalan menghampiri mereka, sehingga tinju yang nyaris mengenai wajah masing-masing itu hanya mengambang di udara.


"Kalian sedang apa?" cicit Mommy Elleana nampak kebingungan. Pasalnya posisi sang suami dengan Zayn begitu dekat.


Xavier reflek menjauhkan tangannya dari wajah Zayn. Ia menarik tipis garis bibirnya. "Sweety, ada apa?" Sungguh berbeda dengan wajah sebelumnya yang menyimpan kekesalan. Saat melihat sang istri, Xavier menyematkan senyum.


"Cih, Sweety ada apa?" Zayn mencibir dengan menirukan gaya bicara Xavier, lantas saja mendapatkan lirikan maut dari pria itu.


"Zayn, sepertinya ponselku tertinggal di mobil." Mommy Angela sudah berada di sisi Zayn sembari menengadahkan telapak tangannya. "Berikan kunci mobilnya."


Ah, Zayn spontan mencari kunci mobil. Setelah menemukan di saku celananya, segera ia berikan kepada istrinya itu.


"Terima kasih." Lantas Mommy Angela melangkah menuju pelataran Mansion.


"Hubby, kemarilah." Dan Mommy Elleana sudah merengkuh pinggang suaminya itu. Tanpa banyak berkata, Xavier mengikuti langkah sang istri yang entah akan membawanya kemana. Mungkin ke kamar mereka dan mengajaknya untuk bercinta.


Dengan santainya Xavier melintasi Zayn begitu saja, bahkan saat memunggungi pria itu, Xavier mengacungkan jari tengah.


"What the fucckk!!!" Zayn yang kesal menendang sofa. "Sialan! Aku akan menarik kembali kata-kataku tadi, aku tidak akan membantumu jika kau membutuhkanku. Bajingan!" Rasanya makian Zayn terbuang sia-sia karena yang dimaki pun sudah lenyap dari pandangannya. Dan percuma saja ia mencemaskan pria menyebalkan itu, yang dicemaskan justru terlihat baik-baik saja.


To be continue


Duh maaf bangat ya baru sempet up, Yoona lg kurang sehat beberapa hari kemarin. Ini aja suaranya masih ilang. Kalian sehat-sehat ya🤗


...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram @rantyyoona...


...SALAM SAYANG TANPA BATAS DARI SEMUA PEMERAN THE BILLIONARE MAFIA 🥰...