The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Ingin Bertunangan



Prang


Daddy Jack menjatuhkan gelas yang baru saja di genggamnya hingga meluncur di bawah kakinya dan membentur lantai. Seketika gelas yang terbuat dari kristal itu pecah dan berhamburan di lantai.


"Coba kau ulangi lagi apa yang baru saja kau katakan, Der?" Daddy Jack meminta agar sang putra mengulangi perkataan yang baru saja dilontarkan. Hingga ia dibuat terkejut dan sukses menjatuhkan gelas kristal kesayangan sang istri. Ia berpikir jika dirinya salah mendengar, tetapi melihat raut wajah Darren yang penuh keseriusan sehingga ia pun menatap serius sang putra.


"Aku ingin bertunangan dengan seseorang, Dad." Darren kembali mengulangi perkataannya.


Wajahnya benar-benar menunjukkan keseriusan, meskipun Daddy Jack mencari celah lelucon pada wajah putranya, tetapi nihil. Sepertinya putranya itu benar-benar serius ingin bertunangan dengan seorang wanita yang tidak ia ketahui.


Namun detik kemudian Daddy Jack terkekeh geli. Selama ini putranya tidak pernah berdekatan dengan wanita manapun selain adik-adik sepupunya. Tetapi baru saja putranya itu mengatakan akan bertunangan? Gosh, apa ia sudah tertinggal sesuatu hal yang penting di kehidupan sang putra? pikirnya.


"Siapa wanita itu? Apa aku mengenalnya?" Tentu Daddy Jack penasaran siapa wanita yang berhasil meluluhkan hati sang putra sulung.


"Ya, kau mengenalnya Dad," sahut Darren misterius. Masih tidak gamblang menyebutkan wanitanya itu. Hanya ingin membuat Daddy-nya menebak-nebak.


"Benarkah? Apa salah satu putri kolega di perusahaan? Atau salah satu teman kencanmu selama ini?"


Mendengar perkataan yang sebenarnya seperti sebuah ejekan dari Daddy Jack membuat Darren mendecakkan lidahnya. "Aku tidak pernah berkencan dengan wanita lain selain kekasihku saat ini Dad."


"Wow, luar biasa." Sungguh Daddy Jack begitu heboh. Mendengar putranya menyebut kata 'kekasih' membuatnya sedikit merinding. "Jadi siapa wanita itu? Apa kau masih ingin menyembunyikannya dariku dan dari Mommy-mu?"


"Tidak. Sebenarnya-"


"Apa? Apa yang kalian bicarakan? Dan apa yang disembunyikan Der dari kita?" Tiba-tiba saja Mommy Millie menyela perkataan Darren dan segera berjalan mendekat. Ketika melihat sang putra tengah berbincang dengan suaminya itu membuatnya menjadi penasaran. Baru saja ingin mendudukkan dirinya tepat di space kosong bersisian dengan sang suami, matanya melebar tatkala mendapati pecahan gelas kristal kesayangannya sudah tidak berbentuk sempurna. "Astaga, apa yang terjadi dengan gelas kesayanganku?" pekiknya sedikit syok. Pasalnya gelas yang pecah itu adalah salah satu set koleksi kesayangannya dan harganya setara dengan sebuah mobil sport. Diliriknya dengan tajam wajah suaminya yang memasang senyuman.


"Maaf sayang, aku tidak sengaja menjatuhkan gelas kesayanganmu." Masih menampilkan wajah penuh senyuman yang tentu saja mampu membuat Mommy Millie menjadi luluh lantah.


Inhale... exhale.... Wanita paruh baya yang masih nampak cantik itu berusaha meredam emosinya. Tidak mungkin ia memarahi suami tercintanya. Sehingga kemudian ia berteriak memanggil salah satu maid untuk segera membersihkan pecahan gelas tersebut.


Salah satu maid segera menghampiri dan melakukan tugasnya dengan cepat. Seketika lantai granit itu terbebas dari serpihan gelas kristal dan maid tersebut segera undur diri.


"Katakan, apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Mommy Millie setelah mendudukkan dirinya disisi Daddy Jack. "Tadi Mommy mendengar jika Der menyembunyikan sesuatu dari Mommy? Benarkah itu?" Dan matanya memicing curiga terhadap sang putra.


"Kau pasti akan terkejut sama sepertiku. Karena itu aku tidak sengaja menjatuhkan gelas kesayanganmu." Daddy Jack memberitahu terlebih dahulu. Sudah dapat dipastikan jika istrinya itu akan sangat terkejut sekaligus tidak akan percaya.


"Benarkah?" Atensi Mommy Millie beralih pada suaminya. "Memangnya ada apa?" lanjutnya mendesak tidak sabar.


Untuk sejenak Daddy Jack bersitatap dengan Darren. Putranya itu nampak santai dengan apa yang ingin ia sampaikan terhadap Mommy-nya.


"Der ingin bertunangan dengan kekasihnya."


"Kekasih?" Sepertinya Mommy Millie gagal mencerna sehingga mengulangi ucapan suaminya. Hah. "Apa??" pekiknya kemudian saat berhasil mencerna dengan baik. "Benarkah itu? Benarkah yang Daddy-mu katakan Der?" Dan Mommy Millie begitu menggebu ingin mendapatkan jawaban dari sang putra.


Anggukan kepala Darren sudah mewakili jawabannya. Sehingga membuat Mommy Millie terperangah selama beberapa saat.


"Kau baik-baik saja, sayang?" Daddy Jack menyentuh bahu Mommy Millie. Tentu reaksi sang istri membuatnya khawatir, sebab hanya tercengang saja.


"Eh, Ya. Tidak. Aku baik-baik saja." Sangking terkejut tidak percaya membuat Mommy Millie seperti linglung. "Aku hanya terkejut karena tiba-tiba saja Der ingin bertunangan."


Daddy Jack terkekeh kecil. "Bukankah sudah kukatakan jika kau juga akan terkejut sama sepertiku."


Mommy Millie membenarkan. Tetapi mana ia tahu jika perkataan putra mereka benar-benar memberikan efek kejut jantung.


"Sejak kapan Der? Kenapa selama ini tidak memberi tahu Mommy dan Daddy-mu?" Ya, Mommy Millie mulai penasaran. Pasalnya sang putra tidak pernah menunjukkan ketertarikan pada lawan jenis. Bahkan beberapa bulan yang lalu menolak perjodohan dengan wanita cantik seperti Keiko.


"Apa kau tidak mengenal putra kita, sayang? Der tidak akan pernah menceritakan pada kita jika dia sedang jatuh cinta." Daddy Jack menyambar. Jelas ia mengenal kedua putranya. Terlebih Darren, tidak mungkin akan terbuka dan menceritakan perihal wanita yang sudah berhasil menarik perhatiannya.


"Ah, kau benar sayang." Lagi-lagi Mommy Millie membenarkan. Putra sulung mereka benar-benar menutup diri dari wanita manapun. "Tapi Mommy penasaran siapa wanita itu, sehingga kau memutuskan untuk bertunangan dengannya. Dan sejak kapan kalian bersama?" sambungnya memberondong pertanyaan.


"Satu bulan yang lalu." Dan Darren menjawab jujur.


"Secepatnya Mom."


"Baiklah. Bagaimana jika kalian bertunangan akhir bulan ini saja? Bukankah bertepatan dengan ulang tahunmu?" Mommy Millie memberikan saran.


"Ah, benar. Aku setuju." Daddy Jack sependapat dengan istrinya. "Akhir bulan Maret ini kau sudah berusia 24 tahun, Der. Tidak ada salahnya jika kau mulai berkomitmen."


"Ya, sepertinya tidak buruk."


"Baiklah. Kalau begitu Mommy dan Daddy akan mempersiapkan pertunangan kalian. Tapi sebelum itu kau harus membawa calon menantu Mommy terlebih dulu. Dan dia juga harus berkenalan dengan seluruh anggota keluarga kita." Sebagai seorang ibu, pembicaraan itu adalah sesuatu yang membahagiakan. Tentu ia harus menyiapkan yang terbaik untuk putranya.


"Hm, besok aku akan membawanya ke Mansion."


Daddy Jack dan Mommy Millie saling pandang dengan senyum yang merekah. Ternyata kecemasan mereka selama ini tidak mendasar. Putra sulung mereka masih tertarik pada seorang wanita.


"Hem, kalau begitu aku pergi dulu Mom... Dad... aku sudah berjanji padanya untuk mengantarkannya hari ini." Darren mengakhiri percakapan serius mereka. Hari ini ia memang berjanji mengantarkan Veronica untuk pemotretan salah satu brand ternama.


"Baiklah. Antarkan calon menantu Mommy kemanapun dia pergi. Jangan sampai dia diambil pria lain sebelum kau berhasil mengikatnya." Melihat Darren yang sudah beranjak berdiri, Mommy Millie serta Daddy Jack turut beranjak dari tempat duduk mereka.


Mengabaikan gurauan Sang Mommy, Darren melangkah meninggalkan ruang tamu. Tetapi langkahnya terhenti seketika saat mendapati sosok pria dan wanita berdiri di tengah foyer.


"Ah, Keiko... Kenzo. Kalian sudah datang?" Mommy Millie antusias menyambut kedatangan Keiko dan Kenzo yang baru saja datang dari Jepang. Satu hari sebelumnya ia memang mendapatkan kabar, karena itu ia dan beberapa maid sudah menyiapkan berbagai makanan untuk mereka santap siang ini.


"Hai, Bibi... Paman. Apa kabar?" Kenzo bersuara lebih dulu dengan menanyakan kabar Paman serta Bibinya.


"Kabar Bibi dan Paman sangat baik." Mommy Millie menjawab usai ia mengurai pelukan terhadap Kenzo dan Keiko secara bergantian. Tidak dengan Daddy Jack yang tidak menyambut dengan pelukan, hanya dengan seulas senyum saja sudah cukup menurutnya.


"Masuklah. Sejak tadi Paman dan Bibi sudah menunggu kedatangan kalian," lanjutnya kemudian mempersilakan keduanya untuk duduk di ruang tamu.


Kenzo mengangguk. Tetapi perhatiannya beralih pada Darren yang nampak tidak menyambut kedatangannya dengan Keiko.


"Bagaimana kabarmu, Der?" tanyanya berbasa-basi. Padahal sudah dengan jelas pria yang berdiri menjulang di hadapannya itu terlihat baik-baik saja.


"Kabarku baik." Darren menyahut datar. Sejak tadi ia mengabaikan tatapan Keiko padanya. Entahlah, mungkin wanita itu masih berharap padanya. "Kalau begitu aku pergi dulu. Aku memiliki urusan."


"Ah ya, baiklah. Hati-hati dijalan." Kenzo tentu tidak menghalangi sepupunya itu. Terlebih sosok Darren kembali memporak-porandakan hati Keiko yang mungkin saja masih belum tertata dengan baik saat melihat pria yang dicintainya berada di hadapannya.


Darren hanya mengangguk tanpa bersuara dan segera berlalu tanpa menyapa Keiko, terlebih menyambut hangat kedatangan wanita yang pernah dijodohkan dengannya itu.


"Hm, kalau begitu masuklah. Jangan berdiri disini saja." Suara Mommy Millie mengakhiri kecanggungan yang terjadi selama beberapa saat itu. Ia tidak akan memprotes sikap putranya yang mengabaikan Keiko. Sebab ia serta sang suami pun tidak bisa mengubah sikap dan watak putra sulung mereka.


"Hm, Bibi...." Keiko menahan pergelangan tangan Mommy Millie. Ada sesuatu yang mencokol di hatinya saat ia tidak sengaja mendengar percakapan mereka. "Tadi aku tidak sengaja mendengar percakapan kalian. A-apa Darren sudah memiliki kekasih dan akan segera bertunangan?" Suaranya sedikit bergetar saat bertanya hal yang menyakitkan itu. Tetapi sungguh ia sangat penasaran.


Mommy Millie tidak langsung menjawab, ia justru bersilangan pandang dengan Kenzo yang berada di hadapannya dan beralih menoleh pada suaminya yang berada di sisinya itu.


"Benar. Der mengatakan jika sudah memiliki kekasih dan ingin bertunangan akhir bulan ini." Mommy Millie sebenarnya tidak tega dengan Keiko. Ia tahu bagaimana perasaan wanita cantik di hadapannya ini untuk putranya. Tetapi perasaan dan cinta adalah hal yang tidak bisa dipaksakan.


Deg


Entah kenapa meskipun sudah mendengarnya secara tidak sengaja, ketika diperjelas begitu gamblang, hati Keiko bagaikan teriris-iris ribuan pisau. Ia benar-benar tidak memiliki harapan untuk mendapatkan cinta pria itu.


To be continue


...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram @rantyyoona...


...SALAM SAYANG TANPA BATAS DARI SEMUA PEMERAN THE BILLIONARE MAFIA 🥰...