The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Kemarahan Todd



Seorang pria tua terkulai lemah di atas lantai yang dingin. Darah terlihat keluar dari mulutnya usai dihadiahkan pukulan secara bertubi-tubi. Namun baginya rasa sakit pada sekujur tubuhnya tidaklah seberapa, dibandingkan ia harus membuka mulutnya untuk memberitahukan dimana letak keberadaan harta peninggalan Matthew yang diwariskan untuk putra serta putrinya. Ia tidak ingin pria tampak itu menguasai harta terakhir yang di sembunyikan oleh putra dari sahabatnya itu.


Ya, Kakek Mateo kini menjadi tawanan Todd, pria yang begitu tamak dan tidak akan pernah puas merebut seluruh harta kekayaan Keluarga Jhonson. Kakek Mateo menatap nyalang Todd yang tersenyum menyeringai lantaran begitu puas melihat kakek tua yang selalu ikut campur itu terkulai tidak berdaya. Todd begitu membenci Mateo yang sejak dulu selalu memihak Matthew seperti ayahnya Gustavo yang selalu membandingkan dirinya dengan adik tirinya itu.


"Sudah seperti ini saja kau masih saja membela Matthew. Apa kau sadar jika dia tidak pantas mendapatkan segalanya yang seharusnya menjadi milikku! Hahahaha!" Todd tergelak, ia merasa puas sudah membuat salah satu orang yang dicintai Matthew menjadi seperti itu.


"Dia pantas mendapatkan segalanya, kasih sayang, harta, kebahagiaan dan bahkan istri yang selalu menemaninya. Sedangkan kau, sepanjang hidupmu, hanya kau habiskan untuk bersikap iri dan membencinya!" Suara Mateo yang menyahut lirih itu penuh sindiran dan ejekan untuk Todd. Kakek tua itu merasa bahwa Todd benar-benar begitu menyedihkan.


Mendengar perkataan Mateo, tawa Todd menyurut, ia meradang tidak terima dan menatap nyalang Mateo yang nyaris mati itu.


"Keparaatt!" BUGH! Todd menendang perut Mateo hingga kakek tua itu terbatuk-batuk. Di usianya yang begitu renta tentu tidak bisa melawan dan hanya bisa pasrah ketika dipukuli secara bertubi-tubi. "Sepertinya aku perlu merobek mulutmu ini, hah!" Kemudian Todd menumpu satu lututnya di lantai, ia menangkup rahang Marto yang dipenuhi bulu-bulu berwarna putih. Wajahnya yang tua itu semakin terlihat menyedihkan dan Todd menyukai wajah Mateo yang tidak berdaya seolah hanya perlu menunggu ajal. "Dengarkan aku baik-baik, Matthew tidak pantas mendapatkan semua itu. Dia lebih pantas mati bersama dengan Gustavo. Mereka berdua lebih pantas hidup di neraka!" katanya menekan apa yang baru saja dikatakan, lalu menghempaskan tubuh Mateo, tenaga Todd yang kuat mampu membuat tubuh Mateo terhempas menyentuh lantai.


"Aku membenci Matthew, dia merebut segalanya dariku. Dia merebut harta ayahku, dia merebut wanita yang kucintai. Aku bersumpah akan menghabisi semua keturunannya, aku akan melenyapkan semua yang berharga baginya, termasuk kau pria tua!" Amarah Todd meledak-ledak. Teriakannya itu menggiring kebenciannya kepada Matthew dan Gustavo yang semakin meningkat. Namun seperkian detik kemudian bahunya melemah, ia menjatuhkan tubuhnya di lantai. "Seharusnya Aprille tidak mati bersama Matthew, seharusnya dia berada disini bersamaku, bahagia bersamaku, tapi dia lebih memilih mati bersama dengan pria sialan itu!"


Mateo bedecih, ia mengusap darah yang nyaris kering di sudut bibirnya. "Kau sudah memiliki istri yang menemanimu, seharusnya kau bahagia dengannya."


"Bahagia dengannya?" Todd mengening, lalu menoleh ke arah Mateo. "Hahahaha, wanita itu tidak berguna, aku menerimanya hanya karena dia putri dari keluarga kaya tetapi setelah dia tidak berguna lagi, aku membuangnya dan menjualnya hahaha." Bajingan dan biadab. Itulah yang pantas disematkan untuk pria seperti Todd. Pria yang tidak pernah merasa puas dengan kehidupannya, pria yang menginginkan milik orang lain, hingga mati pun tidak akan pernah merasa bahagia.


Begitu miris dan menyedihkan, Mateo menatap nanar dan jijik bersamaan. "Kau benar-benar bajingan Todd. Ternyata tidak hanya membuat Gustavo kehilangan nyawanya, tetapi kau juga menjual istrimu sendiri. Kau sungguh biadab! Kau menjijikan, bahkan seekor binatang pun tidak akan keji terhadap kawanannya sendiri. Tapi kau, hanya demi harta dan obsesimu kau tega melakukan segala cara untuk menyingkirkan mereka!" Di sisa-sisa tenaganya, Mateo mengatakan perkataan yang begitu sarkasme, tidak peduli jika ia akan kembali mendapatkan hantaman.


Namun ternyata alih-alih tersulut amarah, Todd tergelak, hingga gelak tawanya itu menggelegar dan bibir saja mampu membuat tubuh Mateo merinding. Mateo berpikir jika Todd sudah kehilangan kewarasannya sejak lama, pria itu tidak merasakan penyesalan karena telah melakukan kesalahan kepada Gustavo dan bahkan istri pria itu sendiri.


"Kau benar, hahaha kau benar...!" Gelak tawanya masih memenuhi ruangan minim pencahayaan itu. Tidak hanya Mateo yang dibuat merinding, para anak buah yang berada di dalam sana pun merasakan bulu kuduk mereka berdiri. "Karena itu aku akan membuat Mike datang kemari dan kau bisa melihat bagaimana aku akan mengulitinya, memotongnya menjadi beberapa bagian. Kali ini aku akan memastikan jika Mike!" Tiba-tiba wajah Todd menegang, menyimpan dendam yang teramat ketika teringat putranya Franco yang telah tewas di tangan Mike. Dendamnya semakin menyala, karena Mike telah melenyapkan putra semata wayangnya.


Mata Todd memicing, merasa terusik dengan perkataan Mateo. Ia bangkit berdiri dan berjalan mendekati kakek tua itu.


"Jangan berpura-pura bodoh!" Todd menjambak rambut Mateo dengan kuat. "Selama ini kau pasti sudah mengetahui jika Mike dan Meisha masih hidup! Jangan berpura-pura bodoh, hah!" Todd kembali murka, ia mendorong tubuh Mateo dengan kakinya, lalu menginjak tubuh Mateo yang benar-benar sudah tidak berdaya. "Dia sudah membunuh Franco, dia membunuh putraku, karena itu aku tidak akan pernah membiarkan Mike hidup!"


Mateo memejamkan mata. Ia menerima semua tendangan Todd. Rasanya ia benar-benar tidak sanggup, tubuhnya seolah mati rasa hanya sekedar merasakan rasa sakit. Suara teriakan akan rasa sakitnya bahkan tidak mampu meredam kemarahan Todd yang semakin menjadi-jadi. Tetapi sungguh demi Tuhan, Mateo tidak mengetahui jika Mike dan Meisha masih hidup. Dan ternyata Mike telah membunuh Franco, putra dari Todd. Dalam kesakitannya, Mateo tersenyum. Mike berhasil melenyapkan satu-satunya keturunan Todd. Jika memang ia masih bernyawa, maka ia ingin bertemu dengan Mike dan memberitahukan segalanya yang disembunyikan selama ini.


Napas Todd terengah-engah di sela-sela emosinya yang masih menumpuk. Ia menjauhkan diri dari Mateo. "Sebaiknya kau bertahan sampai aku bisa membunuh Mike di hadapanmu!" Dan setelah mengatakan hal itu, Todd meninggalkan Mateo yang sudah memejamkan matanya. Ia tidak mampu untuk menatap jejak bayangan Todd yang perlahan lenyap.


Pandangan Mateo membuyar, sebelum kemudian menggelap seiring lamanya ia berusaha untuk menjaga kesadarannya. Namun sepertinya ia tidak mampu untuk tetap bertahan.


"Matthew.... Aprille..... maafkan aku jika tidak bisa mempertemukan kalian dengan Mike dan Mei..." lirihnya sebelum kemudian benar-benar hilang kesadaran.


To be continue


...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram : @rantyyoona...