The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Bonus Chapter (Happy Wedding)



Mandarin Oriental Hyde Park London menjadi lokasi pernikahan Darren dengan Veronica. Hotel bintang lima tersebut disulap sedemikian indah dengan berbagai macam bunga rose berwarna-warni. Veronica berada di salah satu ruangan VVIP, tengah dirias sehingga menjelma seperti bidadari. Gaun pengantin putih model kemben melekat sempurna di tubuhnya. Tak hentinya Veronica mengagumi kecantikan dirinya sendiri, bahkan beberapa perias pun berdecak kagum pada sosok pengantin kali ini, pasalnya baru pertama kali mereka merias mempelai wanita dengan kecantikan alami.


"Vero, kau sudah siap?" Elie tiba-tiba saja memasuki ruangan, bertepatan dengan beberapa perias yang sudah selesai memberikan sentuhan terakhir pada bibir Veronica.


Veronica mengangguk sebagai jawaban. Entah kenapa ia menjadi gugup, padahal beberapa jam yang lalu ia begitu bersemangat.


Kemudian Elie melangkah mendekat. Ia meneliti penampilan sahabat baiknya itu dari pantulan cermin.


"Kau cantik sekali. Aku yakin Der akan semakin tergila-gila padamu."


"Ck, kau ini..." Veronica berdecak mendengar perkataan sahabatnya itu. Tetapi dalam hati ia membenarkan. Ia memang akan membuat Darren tidak akan pernah berpaling darinya.


Elie tersenyum penuh arti. Tatapannya itu tersirat nada menggoda hingga membuat wajah Veronica menyembulkan rona merah.


"Sudah, jangan menatapku seperti itu." Karena tidak tahan dengan godaan Elie, Veronica mendorong sahabatnya itu.


Alih-alih marah, Elie justru terkekeh. Kali ini ia sangat senang menggoda Veronica, karena biasanya wanita itu yang selalu menggoda dirinya.


"Sudahlah, jangan gugup." Menyentuh kedua bahu Veronica. Elie paham akan kegugupan yang dirasakan oleh Veronica. Sebab jika sedang gugup, sahabatnya itu memang menjadi pendiam seperti saat ini. "Kau harus rileks. Sebentar lagi kau akan menjadi seorang istri dan kau bisa membuat banyak bayi kapanpun kau inginkan."


Saat mendengarnya, Veronica tersenyum tipis. "Apa kau sedang memberikan bekal untukku menjadi seorang istri yang baik?'


"Oh, astaga. Tiba-tiba saja aku menjadi guru privatmu." Elie kemudian tergelak diakhir kalimatnya.


Veronica pun tak bisa untuk tidak tergelak. "Kalau begitu katakan padaku, posisi seperti apa agar aku cepat hamil?" selorohnya bertanya tanpa malu. Hingga membuat beberapa perias yang masih berada di dalam ruangan saling menatap satu sama lain dengan mengulum senyum mereka.


"Astaga, jaga mulutmu." Elie menegur, melayangkan pukulan pada pundak Veronica. "Kau ini selalu saja bicara sembarangan di depan yang lain."


Veronica tidak peduli jika para perias mendengarnya. Lagi pula mereka wanita, jadi tidak perlu malu.


"Kau tau bukan, aku sudah tidak sabar ingin menggendong bayiku sendiri," ucapnya kemudian.


Elie mendesahkan napas di udara. Lalu ia sedikit menunduk dan membisikan sesuatu di telinga Veronica. Ia tidak ingin para perias mendengar perkataannya yang cukup vulgar.


Mata Veronica melebar penuh ketika Elie memberitahu gaya bercinta agar dirinya segera hamil.


"Doggyy style, cowgirll dan kaki di bahu?" gumamnya mengulang perkataan Elie. "Ah, jika gaya doggyy style, aku dan Darren sudah sering melakukannya, tapi hummmphhh...." Kalimat Veronica terputus lantaran Elie menutupi mulutnya. Dengan cepat wanita itu menyingkirkan tangan Elie.


"Elie, kau merusak riasanku!" pekiknya merajuk. Salah satu perias segera mendekati untuk memeriksa riasannya.


"Salah kau sendiri kenapa tidak bisa menjaga mulutmu." Elie bersedekap. Alih-alih merasa bersalah, wanita itu justru terlihat kesal lantaran Veronica selalu bicara tidak tahu malu.


Salah satu perias kembali mengulum senyum sembari memoleskan lipstik di bibir Veronica. Meski riasannya tidak rusak, tetapi perias tersebut ingin menambahkan warna bibir yang membuat kesan seksi. Tentu mereka mendengar pembicaraan yang terarah pada urusan ranjang. Meski beberapa diantara mereka sudah menikah, tetapi mereka enggan untuk bergabung dalam percakapan vulgar tersebut.


"Hei, sejak dulu aku memang seperti ini." Suara Veronica lebih terdengar seperti gumaman, karena bibirnya tengah dipoles kembali dengan lipstik. Aneh menurutnya jika Elie memprotes sikapnya, karena sejak dulu ia memang selalu bicara apa adanya tanpa mengenal tempat.


"Ya... Ya... Terserah kau saja." Elie malas menanggapi.


Pintu yang terbuka membuat perhatian Elie tertuju pada pintu dan menampakkan para gadis cantik yang berperan sebagai bridesmaids.


"Ah, kalian semua sangat cantik." Elie sungguh-sungguh memuji. Karena masih muda, mereka terlihat sangat segar.


Veronica memperhatikan penampilan mereka melalui pantulan cermin. Ia pun setuju dengan perkataan Elie yang mengatakan jika mereka sangat cantik.


"Kami memang cantik kak, tapi jangan sampai pengantin wanitanya merasa tersaingi," ucap Kimberly terkekeh. Perkataan gadis itu sukses membuat mata Veronica membeliak tidak terima. Mereka tergelak melihat reaksi sang pengantin wanita yang seperti ingin mengamuk itu.


***


Pembawa acara sudah mengumumkan sang mempelai wanita harus memasuki altar, lantas Veronica yang memang sudah berada di depan ballroom menarik napas dalam lalu menghembuskannya secara perlahan.


Pintu ballroom terbuka dengan lebar, sehingga seluruh tamu undangan menolehkan kepala dan menatap ke arah sang mempelai wanita. Veronica semakin gugup, ia meremass kuat buket bunga di dalam genggamannya. Pandangannya lurus pada sosok Darren yang sudah menunggu di altar dan terlihat memberikan semangat padanya melalui senyuman. Namun tiba-tiba saja Darren melangkah mendekat, pria itu sepertinya menyadari kegugupan yang dirasakan oleh calon pengantinnya.


Seluruh tamu undangan yang menyaksikan tercengang dengan sirat kekaguman, pasalnya pria itu sudah berdiri disisi pengantinnya. Bahkan Darren menggenggam tangan Veronica, menuntun calon istrinya menuju altar.


Lantas Veronica melangkah perlahan-lahan. Dengan keberadaan Darren disisinya, membuat kegugupannya menguap seketika. Kedua pengantin itu menjadi pusat perhatian, diikuti para bridesmaids cantik yang tidak lain adalah Kimberly, Licia, Freya, Greisy, Livy serta Kylie. Bridesmaids yang sama seperti pernikahan Nathan dengan Meisha.


Begitu tiba di altar, para bridesmaids mengambil buket bunga dari genggaman Veronica, lalu membubarkan diri dan segera duduk di kursi yang sudah tersedia.


Di hadapan pendeta, Darren dan Veronica mulai mengucapkan janji suci. Prosesi selanjutnya adalah pemasangan cincin. Freya dan Kimberly kembali menaiki altar dengan membawakan cincin pernikahan. Darren segera menyematkan cincin berlian dijari manis Veronica dan setelahnya wanita itu melakukan hal yang sama. Freya serta Kimberly segera berlalu dari altar dan selama prosesi pemasangan cincin pendeta mengucapkan rapalan doa untuk kedua mempelai dan kemudian melakukan pemberkatan. Detik itu juga, Darren dan Veronica sudah resmi menjadi pasangan suami istri.


Suara tepuk tangan bergemuruh disana dan tidak membuat kedua pasangan pengantin itu mengakhiri tautan bibir mereka, hingga membuat pendeta hanya menggeleng disertai senyum yang dikulum.


Selang beberapa detik, akhirnya keduanya saling melepaskan tautan bibir dan masih saling mengunci tatapan.


"Apa kau lupa jika masih ada kami disini, Der?!" ujar Elden berteriak. Dan perkataannya itu sudah cukup mewakili yang lainnya.


"Hei, kalian bisa melanjutkannya di kamar!" seru Liam menimpali, hingga pada akhirnya mengundang gelak tawa dari anggota keluarga dan para tamu undangan.


"Lihatlah putramu sayang. Dia benar-benar tidak sabar," bisik Daddy Jack pada sang istri.


"Ck, tidak berbeda jauh denganmu." Mommy Millie mencebik. Baginya, ayah dan anak sama saja, tidak sabaran dan mesum.


Mendengar sahutan sang istri, Daddy Jack terkekeh-kekeh. Menit selanjutnya, para anggota keluarga berbondong-bondong mengucapkan selamat untuk Darren dan Veronica. Disusul para tamu undangan yang tidak lain adalah para klien Romanov Group serta teman-teman dekat Veronica.


Pernikahan yang begitu mewah dan pasangan yang saling mencintai. Itulah yang dipikirkan seorang wanita cantik yang sejak tadi menyaksikan pemberkatan keduanya. Tapi di dalam tepuk tangannya, ia selipkan doa untuk Darren dan wanita yang sudah menjadi istri pria itu.


"Apa kau tidak ingin mengucapkan selamat pada mereka?" Pria tinggi yang sejak awal datang bersama wanita itu menyuarakan pertanyaan. Sejak tadi ia sudah menunggu giliran untuk memberikan ucapan selamat pada sepupunya. Ia rela datang jauh-jauh dari Yokohama Jepang, karena ingin menyaksikan kebahagiaan sepupunya itu.


Ya, Kenzo dan Keiko datang bersama. Mereka mendarat di London satu hari sebelum acara pernikahan. Jika Kenzo menyempatkan diri menemui Darren tadi malam, tidak dengan Keiko yang memilih berdiam diri di kamar hotel. Meski perasaan cintanya untuk Darren sudah menguap tak tersisa, hanya saja ia masih malu untuk menampakkan diri pada keluarga pria yang sudah menolaknya.


"Ayo, kita beri selamat untuk mereka. Setelah itu aku akan menemui Bibi Millie dan Paman Jack," tutur Keiko lembut. Ia tidak memiliki niat apapun selain bertegur sapa dengan Bibi Millie dan Paman Jack.


Kenzo mengangguk. Ia tidak memiliki kecurigaan pada wanita disisinya ini. Kedatangannya kemari murni untuk menyaksikan kebahagiaan Darren bersama wanitanya.


Dengan langkah pasti, Keiko menghampiri kedua pengantin ditemani oleh Kenzo. Sedari tadi Veronica sudah memperhatikan wanita itu dari kejauhan. Meski wanita itu menaruh perasaan terhadap Darren di masa lalu, tetapi ia tidak membenci wanita itu. Darren sudah memilihnya, karena itu tidak ada alasan dirinya membenci Keiko. Lain cerita jika wanita itu berniat untuk merebut Darren, maka ia tidak akan tinggal diam.


"Hai, selamat atas pernikahan kalian." Keiko mengucapkan selamat kepada keduanya dengan seulas senyum tulus.


"Selamat untuk kalian berdua." Dan Kenzo berucap setelahnya.


"Terima kasih." Baik Darren dan Veronica menyahut serentak.


Sebelumnya Darren sudah mengetahui jika Kenzo datang bersama dengan Keiko. Wajar saja karena wanita itu turut diundang, mengingat hubungan kedua orang tua wanita itu dengan kedua orang tuanya masih berjalan dengan baik, meski perjodohan mereka ditolak olehnya.


Tidak ada percakapan berlanjut sehingga Keiko serta Kenzo berpamitan. Dan keduanya terlihat menghampiri Bibi Millie serta Paman Jack yang tengah berbincang dengan Paman Brian dan juga Bibi Sora yang tidak lain adalah kedua orang tua Kenzo.


Perhatian Veronica tersita ke arah sana. Sehingga membuat Darren menarik dagu istrinya itu.


"Melihat apa, hm?" tanyanya mencoba memastikan. Meski sebenarnya ia tahu apa yang sedari tadi diperhatikan oleh sang istri.


Veronica menggeleng lalu menyematkan senyuman. "Tidak apa," jawabnya. Wanita itu tidak ingin membahas apapun di hari bahagia mereka. Dipeluknya Darren dengan begitu erat. "Aku mencintaimu. Sangat-sangat mencintaimu," cicitnya dengan suara pelan. Tetapi pendengaran Darren mampu menjangkaunya.


"Aku juga mencintaimu. Sangat." Darren membalas pernyataan cinta Veronica dengan pelukan yang semakin dieratkan.


"Astaga, apa kalian tidak bisa menunggu nanti?" Elie yang datang segara memisahkan mereka. "Lihatlah yang lain sudah berkumpul disana. Apa kalian tidak lapar, hah?" Lalu pandangannya diarahkan pada meja persegi panjang yang berada di sudut, dimana seluruh anggota keluarga sudah menunggu disana untuk menyantap makanan, sebelum pada akhirnya mereka kembali melanjutkan pesta hingga malam menjelang.


Darren dan Veronica saling melemparkan senyum. Keduanya segera melangkah mendekati seluruh keluarganya yang menyambut dengan senyum lebar. Lalu mempersilahkan Darren serta Veronica untuk menyantap makanan. Mereka berbaur seperti sehari-hari. Yang berbeda, kini seluruh marga yang berbeda berada disana, berkumpul dan tentunya terdapat Baby Ace, Baby Lyo, Baby Axton dan Baby Lucy yang membuat suasana semakin hangat dan ricuh dengan kelucuan mereka.


See you next bonus chapter


Bang Darren



Cuss mampir ya ke novel teman Yoona yang kece ini ya 🤗



...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram @rantyyoona...


...SALAM SAYANG TANPA BATAS DARI SEMUA PEMERAN THE BILLIONAIRE MAFIA 🥰...