
Hubungan Matthew dengan Todd sejak awal sudah tidak baik. Meskipun mereka masih berusaha saling akur atas permintaan ayah mereka Gustavo Jhonson. Tetapi setiap kali bertemu mereka hanya akan saling bersitegang, namun hal itu masih dalam batas kewajaran. Keduanya memilih jalan masing-masing, Matthew menolak menjadi bagian dari Mocro, organisasi yang telah lama dibentuk oleh leluhur mereka yang dikenal sebagai Mocro Mafia yang berbasis di Amsterdam. Akhirnya Gustavo membiarkan Todd untuk menggantikan dirinya, karena putranya Matthew menolak dan ingin hidup seperti manusia pada umumnya tanpa harus terlibat pada tindakan kriminal.
Matthew menjalani kehidupan sebagai pengusaha tanpa campur tangan dari Mocro dan tanpa diketahui oleh Gustavo serta Todd, Matthew membangun toko buku yang sebenarnya untuk menutupi bisnis jasa informasi rahasianya. Ia menjalankan bisnis tersebut bersama Mateo, teman dari ayahnya yang juga sudah ia anggap sebagai ayahnya sendiri.
Sehingga pada saat Matthew bertemu dengan wanita yang bernama Aprille, Matthew menyerahkan pusat informasi ABC tersebut kepada Mateo. Mateo tentu menerimanya dengan senang hati, terlebih melihat Matthew hidup bahagia dengan istrinya dan memiliki seorang putra.
Dan pada saat Gustavo menghembuskan napas terakhir, harta kekayaan Keluarga Jhonson jatuh ke tangan Matthew yang nantinya akan diwariskan oleh Michael putra pertamanya dengan Aprille.
Dari situlah konflik dimulai, Todd tidak terima jika dirinya tidak mendapatkan sepeser pun harta kekayaan Keluarga Jhonson lantaran pria itu tidak memiliki hubungan darah. Hal itu semakin membuat Todd menjadi murka, ia tidak bisa mendapatkan harta yang ia inginkan selama ini, ia tidak ingin selama hidupnya mengemis di bawah kaki adik tirinya itu.
Todd mulai mencari masalah dengan Matthew, sikapnya lebih menyebalkan dari sebelumnya. Selama ini Todd belum pernah melihat istri dari Matthew secara langsung, karena ia tidak peduli pada sekitarnya. Dan pada saat Todd melihat Aprille, seketika ada rasa yang berbeda yang ia rasakan. Wajah cantik Aprille dengan tubuh yang sedang mengandung kedua menambah kecantikan wanita itu. Sehingga Todd berusaha menarik perhatian Aprille, menemui Matthew hanya untuk sekedar melihat wanita itu.
Sudah sejak lama Matthew mengetahui jika kakak tirinya itu menginginkan seluruh harta milik Keluarga Jhonson. Ia selalu berusaha melindungi keluarganya, mengerahkan banyak orang kepercayaan disisinya. Sehingga beberapa tahun Todd kesulitan menembus penjagaan Matthew. Namun Matthew tidak pernah menduga jika ada pengkhianat yang membocorkan keberadaannya kepada Todd, yang membuat pria itu menyerangnya di Villa. Matthew hanya menatap nyalang sosok pengkhianat yang berdiri di sisi Todd, meskipun pria itu hanya tertunduk saja.
Ya, ia hanya mampu meruntuki kebodohannya, ia pun bahkan tidak pernah mencurigai jika Todd juga menginginkan istrinya. Beruntung sebelumnya ia sudah menitipkan sesuatu kepada Matheo dua hari sebelumnya. Karena ia memiliki firasat buruk yang akan terjadi kepada dirinya. Sehingga aset yang ia sembunyikan selama ini bisa di gunakan oleh putra dan putrinya itu.
Pandangan Matthew kemudian mengkilat murka tidak terima, terlebih menyaksikan istrinya yang juga dicekal oleh dua anak buah Todd, hingga pria itu terlihat melangkah menghampiri istrinya.
"Bajingan, menjauhlah dari istriku!" teriak Matthew. Memberontak dengan sekuat tenaga, meski seluruh organ tubuhnya terasa menyakitkan ketika ia berusaha bergerak.
Aprille menatap kebencian pada sosok pria yang merupakan kakak tiri dari suaminya. Sejak awal ia sudah menaruh curiga kepada Todd, sebab itu ia selalu berusaha menghindar setiap kali tidak sengaja berpapasan dengan pria itu.
"Tenanglah, aku hanya ingin sedikit menyentuh wajahnya," ujar Todd kepada Matthew, satu tangannya memang terulur hendak menggapai wajah Aprille.
"Jangan menyentuh istriku, keparat!" teriaknya kembali.
Bugh
Bugh
Matthew akhirnya dapat meloloskan diri dari anak buah Todd, ia berusaha berlari dan kemudian menendang, sehingga membuat Todd jatuh tersungkur.
Matthew menghajar dua anak buah yang mencekal tubuh Aprille lalu memeluknya.
"Berengsek!" umpat Todd. "Aku akan menghabisimu!" Todd menjadi murka sehingga menarik Matthew, sontak saja membuat Aprille tergeletak hingga kepalanya terbentur lantai. Meski dalam keadaan lemah, Matthew berusaha menghindar tetapi tidak berhasil, tubuhnya hanya bereaksi sebentar saja. Berbeda dengan Aprille yang sulit sekali menggerakkan kakinya. Kedua kakinya benar-benar dibuat lumpuh sehingga ia tidak berdaya menyaksikan suaminya di pukuli secara brutal.
"Seharusnya aku sudah membunuhmu sejak tadi." Todd melihat Matthew yang terkapar, ia menerima sebuah pisau dari salah satu anak buahnya. "Katakan selamat tinggal untuk istrimu tercinta!"
Jleb
Todd menusuk leher Matthew begitu kejam, ia seolah melupakan pesan dari Gustavo jika mereka harus mulai belajar saling menerima. Rasa iri dan bencinya membutakan segalanya, ia hanya ingin menguasai seluruh harta kekayaan Jhonson dan juga mendapatkan Aprille.
Di sisi lain Michael yang baru saja datang seorang diri, berharap ia bisa menyelamatkan kedua orang tuanya berserta adiknya. Namun terlambat, yang ia saksikan saat memasuki Markas adalah melihat Daddy-nya ditikam dengan pisau. Bahkan Michael dapat melihat sudut mata Matthew yang mengalirkan air mata. Michael termangu, tubuhnya limbung menyaksikan pria yang ia kenal sebagai pamannya itu menusuk Daddy-nya tanpa belas kasih.
"Aakhhhhh......" Tak kuasa melihat apa yang disaksikan, Aprille berteriak histeris, menarik rambutnya karena begitu sakit menyaksikan suaminya ditikam.
"Berengsek kalian! Kalian membunuh Daddy!" Michael menendang Todd. Ia berusaha memapah Matthew yang sudah berlumuran darah. Dengan tubuh bergetar Michael memeluk Matthew, ia menangis, berteriak memanggil Daddy-nya yang sudah tidak bernyawa.
Marah... mengamuk... membabi buta merampas senjata yang berada di tangan mereka. Sembari terisak, Michael menembaki mereka atau persatu.
"Mati kalian!" teriaknya kehilangan kendali.
Dor
Dor
Dor
Todd yang melihat Michael menggila, mengerahkan anak buahnya untuk menghabisi mereka. Michael kalah jumlah, ia yang seorang diri tidak mampu melawan mereka.
Bug
Bug
Dan Michael tetap berusaha melawan beberapa anak buah Todd. Ia tergelepar di lantai dengan memar di sekujur wajah serta tubuhnya.
"Hei, kalian ingin membawaku kemana?" Dengan suara yang lemah, Michael berupaya memberontak. Namun tidak berhasil karena kini perlahan pandangannya memudar. Pemuda itu hanya mampu menatap wajah kedua orang tuanya yang tergeletak tidak berdaya, sebelum kemudian ia kehilangan kesadarannya.
"Bakar mereka hidup-hidup dan bawa Aprille pergi dari sini." Todd tidak pernah ingin menghabisi Aprille, karena tentunya ia ingin memiliki wanita itu. Beberapa dari mereka sudah membakar sudut-sudut markas tertentu. Todd bermaksud ingin meninggalkan jejaknya.
Dor
Dor
Tepat waktu, beberapa orang kepercayaan Matthew menyerang dan menembaki anak buah Todd yang tersisa, bahkan Todd berusaha menghindari serangan mereka yang tiba-tiba itu. Sehingga ia pada akhirnya melarikan diri dari sana dan membiarkan mereka terbakar di dalam. Todd sebenarnya ingin sekali membawa Aprille bersamanya akan tetapi api sudah mulai membesar sehingga yang ia pikirkan adalah nyawanya sendiri.
"Cepat, bawa Tuan muda Mike keluar dari tempat ini," perintah Josh yang merupakan tangan kanan Matthew selama ini. Josh mengerahkan anak buahnya untuk membawa Michael dari sana sementara dirinya akan membantu Matthew dan Aprille.
"Pergi dari sini Josh. Pergi!" teriak Aprille.
"Tidak. Aku tidak akan meninggalkan Nyonya," sahut Josh. Mana mungkin ia meninggalkan Matthew dan istrinya.
"Pergi Josh, ku mohon. Hanya kau yang kami percaya. Jaga Mike dan Mei. Lindungi mereka agar tetap hidup."
"Tidak Nyonya-"
"Josh, ku mohon." Aprille menyela, tidak membiarkan Josh membantah. "Aku ingin bersama suamiku disini. Jadi pergilah." Setelah mengatakan hal itu Aprille tidak sadarkan diri, kelompok matanya sudah di banjiri oleh air mata.
Josh dalam kegundahan, namun melihat bangunan yang sudah mulai runtuh. Akhirnya ia hanya bisa meninggalkan Nyonya dan Tuannya terbakar di dalam sana.
"Tuan, Nyonya... aku berjanji akan menjaga Tuan muda Mike dan Nona muda Mei." Josh menyeka matanya yang basah. Sungguh kedua pasangan suami istri itu adalah orang yang baik, ia sudah mengabdi selama puluhan tahun sehingga sudah menganggapnya sebagai keluarganya.
Duaarr
Tidak lama setelah Josh keluar dari sana, Markas tersebut meledak begitu dahsyat.
Ternyata Michael sudah tersadar, ia hanya tidak sadarkan diri selama beberapa saat. Michael berlari menghampiri Josh. "Paman...." Suara Michael bergetar menyaksikan bangunan itu terbakar.
"Maaf Tuan muda...." Josh tertunduk dan sangat menyesali keputusannya untuk mengikuti perkataan Nyonya-nya.
"Tuan, kita sudah menemukan keberadaan Nona Muda Mei." Seseorang menghampiri Josh dan memberikan laporan.
Josh mengangguk, lalu menepuk bahu Michael yang bergetar.
"Tuan muda, kita sudah menemukan Nona muda Mei."
Isak tangis Michael menyurut, ia menatap Josh penuh tanda tanya.
"Nanti akan aku jelaskan Tuan muda."
Michael menurut, jika kedua orang tuanya tidak dapat di selamatkan. Setidaknya ia bisa menyelamatkan adiknya, Meisha.
Mereka sudah tiba dimana lokasi Mei, ternyata tidak jauh dari Markas Todd. Michael sudah mengganti pakaiannya yang terkena lumuran darah. Ia berjalan tergesa-gesa menyusuri jalan gelap yang tidak bisa di akses oleh mobil, sehingga mereka harus berjalan kaki.
Langkah Michael terhenti seketika saat melihat sosok gadis terkapar di sana. Wajahnya menjadi panik, terlebih gadis itu dalam keadaan pakaian yang terbuka.
"Mei....." Michael menghampiri gadis yang ternyata adalah Meisha. Kemudian berusaha menyadarkan sang adik yang tidak sadarkan diri. "Mei, apa yang terjadi? Katakan hm? Mei...." Michael mengguncang bahu Meisha yang masih tidak merespon. Matanya sudah berair, ia khawatir jika apa yang ia pikirkan terbukti jika adiknya telah di perkosa.
Michael membuka jaketnya untuk menutupi bagian tubuh adiknya itu. Sebelum kemudian memeluk wajah Meisha, ia mengecup puncak kepala sang adik berulang kali. "Siapa yang melakukan hal ini kepada Mei?" tanyanya kepada Josh sembari menahan air matanya yang kembali ingin memberontak.
"Maafkan kami yang tidak datang cepat waktu,-"
"SIAPA PELAKUNYA?!!!" Sungguh Michael tidak dapat menahan emosinya. Ia benar-benar dihantam ribuan pisau melihat adiknya seperti ini, setelah kematian kedua orang tua mereka beberapa jam yang lalu.
"Franco Reus," sahut Josh pada akhirnya.
Kedua tangan Michael terkepal, ayah dan anak itu benar-benar biadab karena menghancurkan keluarga tercintanya. "ARRRGHHHHHH!!!!" Michael hanya bisa berteriak meluapkan rasa sakit di hatinya.
Semua yang berada di sana tertunduk dan turut merasakan apa yang di alami oleh Michael. Dan untuk menepati janjinya, Josh membawa Michael dan Meisha pergi meninggalkan Amsterdam. Josh meninggalkan Perusahaan Keluarga Jhonson yang kini sudah berpindah kepemilikan. Josh memutuskan bersembunyi di Negara Turki. Disanalah hidup Michael berubah, ia berlatih keras untuk menjadi sosok yang lebih kuat dan kejam, agar bisa membalaskan dendam kematian kedua orang tuanya dan penderitaan Meisha.
Bertahun-tahun lamanya, Michael mencari keberadaan Todd dan Franco namun selalu gagal. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk sedikit mengubah wajahnya agar bisa menetap di Eropa dan mencari keberadaan mereka.
5 Tahun kemudian Michael menatap di Kota London dan mulai memulai usahanya dari nol. Membeli sebuah perusahaan yang sudah gulung tikar untuk membangun kembali perusahaan yang sudah failed dan bergabung dengan Los Zetas agar bisa mencari keberadaan Franco dan Todd dengan wajah serta identitas yang baru menjadi MIKEL JHONSON.
To be continue
Michael/ Mike Jhonson 11 tahun lalu (20 tahun)
Babang Mikel (31 tahun)
...Yoona minta dukungan kalian ya.. untuk like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 terima kasih 🤗...
...Always be happy 🌷...
...Instagram : @rantyyoona...
Kalian bisa lihat sekuel videonya bab ini di Instagram Yoona ya 🤗