The Billionaire Mafia

The Billionaire Mafia
Menghindari Perjodohan



Jolicia baru saja kembali dari toilet, ia menatap heran pada mereka yang terlihat begitu antusias memperhatikan wajah seorang wanita di layar ponsel milik Kimberly.


"Kalian sedang melihat apa?" tanyanya sesaat setelah berhasil membenamkan tubuhnya kembali di sofa.


"Ah Licia. Kau lihat wanita ini, cantik bukan? Kami tidak sabar untuk bertemu dengannya." Kimberly menunjukkan layar ponselnya pada Jolicia.


"Memangnya siapa wanita itu?" Jolicia hanya menatap sekilas tanpa menimpali pujian mereka untuk wanita di dalam ponsel itu. Nampak sekali jika Jolicia acuh tak acuh. Gadis itu menyesap orange juice miliknya, lebih tertarik dengan berbagai makanan ringan alih-alih mengomentari wanita di foto tersebut.


"Namanya Keiko. Dia yang akan dijodohkan dengan Kak Darren," sahut Freya menjelaskan.


"Oh...." Respons Jolicia biasa saja. Cantik memang. Tetapi ia tidak ingin menanggapi berlebihan. Lagi pula tadi ia tidak dengan mencuri dengar jika perjodohan itu belum tentu diterima, karena para orang tua nampak keberatan.


Mereka mengubah topik pembicaraan yang lain dan Veronica begitu antusias mendengarkan. Moodnya sudah kembali normal lantaran mereka tidak membahas perjodohan Darren.


Saat makan siang berlangsung suasana kembali heboh karena mereka melakukan makan siang di halaman. Mereka melakukan barbeque dan para pria bergantian memanggang beef.


"Bibi, ini untuk Bibi." Entah sejak kapan Veronica sudah berada di samping Mommy Millie. Ia mengambilkan satu beef untuk wanita paruh baya yang masih sangat cantik itu.


"Terima kasih. Kau juga harus makan yang banyak supaya tubuhmu tidak kurus seperti ini." Mommy Millie meletakkan beef di atas piring Veronica.


Veronica tercengang untuk beberapa saat. "Apa tubuhku kurus, Bibi?" Lalu memastikannya kembali. Padahal ia merasa berat badannya bertambah, tetapi justru Bibi Millie mengatakan jika dirinya kurus.


Mommy Millie terkekeh mendapati wajah Veronica yang tercengang. "Bibi hanya bercanda. Kau 'kan seorang model, tentu saja kau memiliki bentuk tubuh yang sangat bagus sama seperti Elie. Kau memiliki wajah yang sangat cantik, Bibi menyukai bentuk bibirmu."


Wajah Veronica menyembulkan rona kemerahan, padahal ia sudah sering mendengar pujian seperti itu, akan tetapi entah kenapa ketika Bibi Millie yang memuji dirinya, ia seperti akan melayang ke angkasa.


"Ah, Bibi terlalu memujiku, aku tidak begitu cantik jika dibandingkan dengan Elie. Elie sangat cantik, jika aku seorang pria mungkin sudah sejak lama aku menyukainya." Veronica terkekeh hingga membuat Mommy Millie ikut terkekeh. Wanita muda di hadapannya ini benar-benar mudah sekali berbaur dengan siapapun termasuk dirinya.


"Kau ini ada-ada saja. Jika kau seorang pria mungkin kau akan memiliki bentuk wajah yang sangat cantik," ucap Mommy Millie masih dengan kekehannya.


"Benarkah? Apa wajahku tidak menyeramkan seperti Darren?" Sangking semangat Veronica menyebut Darren tanpa embel Tuan. Ia seorang sudah akrab dengan pria lemari es itu.


"Darren?" Kedua alis Mommy Millie bertaut. Ia bisa melihat jika wanita di hadapannya ini seperti sudah biasa memanggil putranya.


"Benar Bibi. Jika aku menjadi pria mungkin akan jauh lebih tampan dari putra Bibi." Veronica tidak sadar jika ia begitu semangat saat membicarakan Darren.


Mommy Millie tersenyum menanggapi. "Tapi Bibi lebih menyukai wajahmu dalam versi wanita seperti ini. Kau bisa menarik perhatian setiap pria yang melihatmu."


"Setiap pria?" cicit Veronica mengulangi ucapan Mommy Millie.


"Hm, pasti sudah banyak pria yang jatuh cinta padamu."


Veronica terkekeh mendengarnya. Tidak semua pria jatuh cinta padanya. Sudah terbukti ia sulit menaklukkan Darren. "Tidak Bibi. Ada satu pria yang tidak menyukaiku sejak pertama kali kami bertemu."


"Ck... ck..." Mommy Millie menggeleng, menyayangkan pria yang dimaksud oleh Veronica. "Berarti pria itu sangat bodoh mengabaikan wanita cantik sepertimu," imbuhnya tanpa tahu yang dibicarakan adalah putranya sendiri.


"Benar Bibi. Dia sangat bodoh," serunya mengangguk setuju. Hatinya tiba-tiba menjadi lega, ia seperti telah menguapkan kekesalan pada ibu dari pria yang ia cintai.


Mommy Millie terkekeh. Ia sangat senang berbicara dengan Veronica. Mungkin jika ia memiliki seorang putri, mereka akan berbagi cerita seperti ini. Sayangnya ia hanya memiliki dua putra saja, Darren dan Dean.


"Yes, duduk di samping calon Mommy mertua." Veronica tersenyum puas di dalam hati. Ia pikir Bibi Millie memiliki sifat yang tidak jauh berbeda dengan Darren, ternyata Bibir Millie lebih ramah dan terlihat wanita yang penyayang, pikirnya.


Sedangkan di ujung meja yang lain, pandangan Darren menyelinap memperhatikan Mommy Millie serta wanita yang menurutnya begitu cerewet dan bar-bar itu. Bisa ia lihat jika keduanya menjadi dekat dan hal itu membuatnya bingung.


"Apa yang mereka bicarakan?" Darren mendapati Mommy-nya tertawa begitu lepas. Memang ia akui jika wanita itu mudah mencairkan suasana.


"I take your hand and hold it closer to mine. Thought love was dead, but now you're changing my mind. (Kuraih tanganmu dan kugenggam erat. Kupikir cinta telah mati, tetapi sekarang kau mengubah pikiranku)."


Telinga Darren terguncang ketika mendengar Austin yang tiba-tiba saja melantunkan lagu Gym Class Heroes ft Adam Levine yang berjudul Stereo Hearts sembari mengiris beef berulang kali tanpa berniat untuk memasukkan ke dalam mulutnya.


"My heart's a stereo, it beats for you, so listen close. Hear my thoughts in every no-ote." Dan Austin semakin meninggikan volume suaranya, hingga membuat Darren merasa Austin tengah menyindirnya.


"Apa kau sengaja, heh?" seru Darren dengan dengkusan kesal.


Austin menghentikan pergerakan tangannya. Ia menoleh ke arah Darren. "Apa? Aku hanya bernyanyi. Aku sangat menyukai lagunya, kau tau lirik yang paling kusukai seperti ini 'Thought love was dead, but now you're changing my mind'."


"Ck, kau pasti sengaja menyindirku?!" cetus Darren kesal. Ia sudah menebak sejak tadi, Austin seperti mencari masalah dengannya.


"Ppfft...." Tawa Austin tertahan, ia nyaris saja menyemburkan salivanya dan membuat Darren menjadi jijik. "Kau sangat sensitif hari ini Der," katanya tidak mengindahkan tuduhan Darren padanya. "Habiskan saja makananmu, supaya kau memiliki tenaga untuk memikirkan perjodohanmu dengan wanita Asia itu," sambungnya kemudian acuh. Tidak peduli akan reaksi Darren ketika kembali di ingatkan akan perjodohan yang tidak diinginkan itu.


Benar saja, reaksi Darren seperti dugaan Austin. Pria itu tentu saja mendengkus kesal. Sehingga bangkit dari kursinya dan pergi meninggalkan Austin yang masih terkekeh gemas dengan Darren.


Kedua bahunya di angkat, lalu kembali melantunkan lagu Stereo Hearts dan asik seorang diri.


"As, hentikan suaramu. Jelek sekali." Jolicia yang berada di belakang punggung Austin memprotes nyanyian Austin.


Lantas Austin menolehkan kepalanya. "Suaraku lebih bagus dari penyanyi aslinya. Apa perlu kau mendengarnya?"


"Tidak." Jolicia lebih dulu menutup kedua telinga dengan kedua telapak tangannya. "Lebih baik aku pergi saja. Telingaku bisa pecah jika mendengarmu bernyanyi." Gadis cantik itu tergesa-gesa berlalu, menyisakan kekehan panjang Austin. Padahal suaranya sangat merdu, gadis itu saja yang tidak pernah ingin memuji suaranya yang bak penyanyi profesional.


Di sisi lain, empat pasang mata memperhatikan Austin dan Jolicia. Ya, Xavier dan Zayn mencuri pandang terhadap putra dan putri mereka. Saat pandangan keduanya bertemu, Xavier dan Zayn kompak membuang wajah mereka


"Dad akan mencarikanmu gadis yang lebih cantik, As. Jangan gadis itu, ayahnya saja menyebalkan. Kau bisa mati berdiri jika memiliki mertua sepertinya," batin Xavier membuang napas kasar.


"Ayolah, Licia. Jangan sampai kau jatuh hati dengan pemuda tidak seberapa itu. Lebih baik Dad menjodohkanmu dengan Justin Bieber. Aku bisa terkena serangan jantung setiap hari jika berbesan dengan pria keparat itu," batin Zayn meringis.


Kisah belum dimulai, akan tetapi kedua Daddy posesif itu sudah lebih dulu menghindari perjodohan untuk putra dan putri mereka.


To be continue


Btw anyway busway, yang belum baca cerita Wanita Milik CEO cuss mampir ya. Memang ceritanya beda kok dari novel mafia Yoona yang lain hihi 🤭


...Like, vote, follow, fav, hadiah dan komentar kalian 💕 Terima kasih banyak dukungan dan komentar positif kalian 💜...


...Always be happy 🌷...


...Instagram @rantyyoona...